cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 51 Documents clear
DIVERSIFIKASI USAHA TANI DI KECAMATAN GAJAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 1980-2003 ASLIKHAH, ZUYYINATUL; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana diversifikasi sudah ada sejak awal dekade 1960an untuk mengantisipasi kebutuhan atau permintaan akan jenis tanaman pangan. Namun mulai diberlakukan sejak dikeluarkannya Inpres no 14 tahun 1974 tentang perbaikan menu makanan rakyat yang didalamnya memuat adanya penganekaragaman jenis dan meningkatkan mutu gizi makanan rakyat. Kebijakan inilah yang harus diterapkan oleh rakyat terutama petani diseluruh wilayah Indonesia tak terkecuali petani di Kecamatan Gajah. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) mengapa di lakukannya diversifikasi usaha tani di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak tahun 1980-2003. (2) bagaimana dampak terjadinya diversifikasi usaha tani terhadap peningkatan ekonomi petani di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak tahun 1980-2003. Hasil penelitian ini adalah diversifikasi usaha tani yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Gajah merupakan diversifikasi secara horizontal dengan sistem rotasi tanaman dan tumpang sari. Sistem rotasi yang dilakukan adalah petani menanam tanaman padi-padi-palawija. Faktor yang mempengaruhi adanya diversifikasi yang dilakukan oleh petani di kecamatan Gajah selain adanya kebijakan pemerintah juga untuk mengurangi dampak dari intensifikasi pertanian yang menyebabkan lahan sawah menjadi tidak kondusif sehingga hama dan penyakit dapat berkembangbiak dan juga mengurangi resiko kerugian akibat kegagalan panen maupun harga jual komoditas turun. Diterapkannya diversifikasi usaha tani menjadikan tingkat kesejahteraan masyarakat desa di wilayah kecamatan Gajah meningkat, hal ini dapat dilihat dari presentase bahwa penduduk yang bersekolah meningkat sebesar 15% dari jumlah penduduk di kecamatan Gajah. Selain itu pendapatan ekonomi petani juga meningkat dari tahun ke tahun karena jumlah produksi meningkat sebesar 10% ditahun 2003 dari jumlah sebelumnya ditahun 1980 sebesar 31.963 ton.
KEBIJAKAN EKONOMI BUPATI HEANY RELAWATI RINI WIDYASTUTIK DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT TUBAN PADA TAHUN 2006-2011 SUKMA APRILINA, TANTRI; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan perekonomian masyarakat kabupaten Tuban mengalami peningkatan pada tahun 2006-2011. Pertumbuhan perekonomian ini terjadi semenjak kepemimpinan bupati Tuban yaitu Heany Relawati Rini Widyastuti. Penelitian dengan judul ? Kebijakan Ekonomi Bupati Heany Relawati Rini Widyastuti Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Tuban tahun 2006-2011? . Dalam penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana kebijakan ekonomi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Tuban,serta bagaimana pengaruh terhadap masyarakat akan kebijakan yang di terapkan selama kepemimpinan bupati Heany Relawati Rini Widyastuti. Dalam penelitian ini,data yang di peroleh langsung dari masyarakat serta penelitian langsung di lembaga-lembaga pemerintah. Adapaun data-data yang di peroleh adalah data primer dan data sekunder. Data-data yang dipeoleh langsung dari badan kearsipan,serta BAPPEDA kabupaten Tuban.Dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa dalam menjalankan kepemimpinan,harus memiliki sistem pemerintah yang baik atau biasa di sebut dengan Good Govemance . Dalam peningkatan perekonomian kabupaten Tuban di pengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah daerah. Kebijkan yang di terapkan dalam setiap bidang memiliki kebijakan dan pembangunan yang berbeda-beda. Dalam pengembaganya pemerintah daerah selalu melibatkan masyarakat secara langsung. Mayarakat juga memiliki peran besar dalam terwujudnya kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah daerah. Pertumbuhan perekonomian masyarakat kabupaten Tuban dapat di lihat langsung dalam angka Produk Domestik Regional Bruto. Pertumuhan perekonomian masyarakat Tuban setiap selalu mengalami kenaikan yang baik.
DARI BOG TEMPE MENJADI KAMPUNG LONTONG TAHUN 1974-2012 KARTIKA NURMALA SARI, DWI; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada sebuah kampung di jalan Banyu Urip Lor Surabaya, yang mayoritas warganyanya berprofesi sebagai penjualLontong, sehingga terkenal dengan sebutan Kampung Lontong. Kampung Lontong merupakan kampung UKM (UsahaKecil Menengah) terbesar di Surabaya. Ada 76 keluarga yang tercatat sebagai pengusaha lontong di kampung tersebut,dengan produksi lontong yang mencapai lebih dari 2 ton beras perharinya. Pada sekitar tahun 1960, ternyata KampungLontong merupakan sentra penghasil tempe yang besar di Surabaya dan dikenal dengan sebutan Bog Tempe, yang berartijembatan tempe. Proses terbentuknya Kampung Lontong telah memberikan banyak pengaruh bagi masyarakat, baikmasyarakat Banyu Urip Lor maupun masyarakat Surabaya. Pengaruh tersebut berupa peningkatan ekonomi dankesejahteraan masyarakat.
PERKEMBANGAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN BANGKALAN PASCA SURAMADU TAHUN 2009-2013 AYU RAMADHANI, DIAN; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak geografis Pulau Madura terpisah dengan Surabaya yang mengakibatkan Pulau Madura tertinggal dari wilayah-wilayah di Jawa Timur. Upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di Pulau Madura dengan di bangun Jembatan Suramadu. Pembangunan Jembatan Suramadu menjadi akses yang efisien dan efektif dalam meningkatkan mobilitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Bangkalan.?Perkembangan Sosial-Ekonomi Masyarakat Kabupaten Bangkalan Tahun 2009-2013?.Penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu 1. Apa arti penting Jembatan Suramadu bagi masyarakat Kabupaten Bangkalan ? 2. Bagaimana peranan Jembatan Suramadu dalam perkembangan sosial-ekonomi Kabupaten Bangkalan 2009-2013 ? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi.Pembangunan berdampak pada perubahan, baik perubahan positif maupun negatif. Arti penting Jembatan Suramadu bagi masyarakat Kabupaten Bangkalan yaitu mudahnya akses transportasi akan mendorong meningkatnya mobilitas sosial serta peralihan mata pencaharian masyarakat Kabupaten Bangkalan akibat perubahan fungsi lahan. peranan Jembatan Suramadu bagi perkembangan sosial-ekonomi masyarakat Kabupaten Bangkalan yaitu meningkatnya pendapatan daerah serta pendapatan masyarakat Kabupaten Bangkalan setelah beroperasinya jembatan suramadu, pengusaha di Kabupaten Bangkalan dapat mengembangkan usahanya di luar daerah akibat akses transportasi yang semakin mudah yaitu sejak beroperasinya Jebatan Suramadu.Kata Kunci : Sosial, Ekonomi, Suramadu, Kabupaten Bangkalan
KEBIJAKAN JILBAB DI SMA PADA MASA DAOED JOESOEF (PENERAPAN DI SURABAYA TAHUN 1982-1991) RAMADHANI, SALSABILA; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jilbab merupakan busana muslimah yang longgar yang menutupi tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan sampai pergelangan. Secara umum jilbab adalah penutup tubuh wanita, khususnya rambut, telinga dan leher. Dari perspektif sosial-politik, jilbab menjadi issu politik terutama bagi pengamat politik islamisasi di Indonesia. Hal inilah yang membuat penulis mengambil penelitian terkait Kebijakan Jilbab Di SMA Pada Masa Daoed Joesof (penerapan Di Surabaya Tahun 1982-1991). Penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu tentang 1) Mengapa larangan jilbab itu muncul, 2) Bagaimana aturan larangan jilbab sekolah Negeri dan 3) Bagaimana dampak dari adanya aturan larangan berjilbab di sekolah. Dengan bertujuan menganalisis jalannya peristiwa pelarangan jilbab di sekolah negeri menurut ketetapan dari Daoed Joesoef dari awal munculnya jilbab hingga adanya Kemindukbud merevisi tentang surat keputusan tahun 1991. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: 1) Heuristik melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan; 2) Kritik Sumber; 3) Intepretasi; 4) Historiografi.Berdasarkan hasil penelitian Kebijakan yang mengacu pada aturan pakaian seragam sekolah yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda yaitu sekolah umum dengan seokolah madrasah yang kemudian menimbulkan salah satu bentuk dari reaksi kalangan muda ini munculnya semangat berjilbab di sekolah-sekolah akibat adanya pelarangan jilbab akibat dari adanya komunitas yang di adakan di sekolah seperti organisa Mental Training. Keberhasilan perjuangan mereka ditandai dengan terbitnya SK 100/C/Kep/D/91 yang memperbolehkan penggunaan jilbab di lingkungan sekolah. Hasil penulisan menunjukan bahwa dengan keluarnya SK 1991 Pemerintah Masa Orde Baru memiliki tujuan yaitu menumbuhkan rasa persamaan berdasarkan asas persatuan Indonesia dengan adanya penyeragaman seragam sekolah ini bisa memperkecil, bahkan dapat menghilangkan perbedaan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan.Kata Kunci: Jilbab, Kebijakan, Sikap.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 1981-2008 ZULAIKA, SITI; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu kondisi sosial ekonomi manusia yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Kebutuhan dasar yang menjadi hak manusia meliputi kebutuhan pangan, kesehatan, Pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hak dalam partisipasi kehidupan sosial politik. Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang tergolong dalam daerah yang paling miskin, dalam urutan nomer dua paling miskin di Jawa Timur. Kabupaten Bojonegoro digambarkan sebagai salah satu daerah yang termiskin antara tahun 1981 sampai tahun 2004. Berdasarkan dengan hal tersebut memunculkan persoalan bahwa (1) Apa yang melatarbelakangi kemiskinan yang ada di Kabupaten Bojonegoro antara tahun 1981?2008 ? (2) Mengapa Kabupaten Bojonegoro merupakan wilayah yang masuk dalam kategori miskin antara tahun 1981-2008? (3) Bagaimana upaya pemerintah daerah untuk menanggulangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro tahun 1981-2008.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro disebabkan karena sumber daya manusia yang masih rendah. Kurangnya inovasi, kreativitas dan kesempatan untuk bersosialisasi juga mempunyai pengaruh terhadap kemiskinan, diantaranya persoalan masyarakat yang melingkar antara lemahnya masyarakat yang miskin dalam mengembangkan potensi diri dan tertutupnya potensi diri untuk lebih berkembang di kalangan masyarakat. Kemudian birokrasi pemerintah daerah selama tahun 1981-2008 masih kurang baik, sehingga menyebabkan kemiskinan yang berkelanjutan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan Kabupaten Bojonegoro berada dalam kategori kemiskinan yaitu termasuk wilayah Kabupaten Bojonegoro sendiri, kurangnya irigasi, termasuk daerah terisolir dan peran pemeritahan yang kurang baik. penanggulangan kemiskinan yang ada di Kabupaten Bojonegoro dilakukan dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan melakukan revitalisasi pembangunan daerah, serta memperbaiki beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.Kata Kunci : Penanggulangan Kemiskinan, Perekonomian, Kebijakan
PROGRAM TAMYANGSANG DALAM PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN PADI DI KABUPATEN LAMONGAN PADA MASA PEMERINTAHAN BUPATI R. MUHAMMAD FARIED TAHUN 1996-1999 KURNIAWATI, EKA; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Jawa Timur yang menyumbang 8,18% produksi beras di Jawa Timur pada masa Pelita V. Dalam kurun tahun 1989 hingga 1999 Kabupaten Lamongan menempati posisi ketiga dan kedua terbesar di Provinsi Jawa Timur dalam sektor pertanian padi. Potensi pertanian padi yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan tersebut tidak luput dari pengaruh Pemimpin daerah yang mengeluarkan kebijakan maupun program untuk mengembangkan sektor unggulan daerahnya. Bupati R. Muhammad Faried merupakan salah satu Bupati yang paling berpengaruh di Kabupaten Lamongan. Banyak ide dan pemikiran baru yang dikeluarkan untuk mengembangkan sektor pertanian khususnya pertanian padi pada masa pemerintahannya. Salah satunya ada program TAMYANGSANG. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimana latar belakang kebijakan Bupati R.Muhammad Faried dalam sektor pertanian padi tahun 1989-1999? 2. Bagaimana implementasi dan pencapaian dari Program TAMYANGSANG masa Bupati R.Muhammad Faried dalam sektor pertanian padi tahun 1996-1999?.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil dari penelitian Pengaruh program TAMYANGSANG dalam produksi padi di Kabupaten Lamongan adalah produksi padi dari tahun 1996 hingga 1999 mengalami peningkatan sebanyak 8.98 %. Sektor pendukung dalam program TAMYANGSANG juga mengalami peningkatan, dimana sektor perikanan darat mengalami peningkatan hingga 9 kali lipat di tahun 1998 dari produksi tahun 1997. Produksi pisang mengalami peningkatan mencapai 42.68%, namun produksi ayam buras justru menurun sebanyak 7,27% karena kurang optimalnya program Intensifikasi Ayam Buras (INTAB) yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mengoptimalkan program TAMYANGSANG.Kata Kunci : Pertanian, TAMYANGSANG, Kabupaten Lamongan, Bupati R.Muhammad Faried.
KREATIVITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS (GURU SEJARAH ALUMNI PENDIDIKAN PROFESI GURU) UMAMI, NAZAROTUL; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan dan memegang peran utama dalam proses pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Selain itu guru juga merupakan komponen paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Untuk menghasilkan peserta didik yang siap berkompetisi dalam dunia modern, mereka harus dididik oleh para guru yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dengan kebutuhan masa depan. Guru yang kreatif merupakan guru yang mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan segala kemampuan yang dimiliki secara optimal untuk membina dan mendidik anak didik dengan baik sehingga kegiatan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kreativitas pembelajaran sejarah di kelas yang dilakukan oleh guru sejarah yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru. Selain itu juga untuk mengetahui pendapat siswa terhadap guru sejarah ketika mengajar di kelas. Dengan demikian, untuk mendapatkan data yang dibutuhkan maka metode yang digunakan adalalah dengan melakukan wawancara secara mendalam, observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru, angket, dokumentasi, serta dokumen dari guru. Subyek penelitian ini terdiri dari empat guru sejarah alumni program studi S1 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah mengajar di di SMA 9 Surabaya, SMA 10 Surabaya, dan SMA 18 Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas pembelajaran guru sejarah di kelas yakni ; 1) Merumuskan tujuan pembelajaran yang kreatif sesuai dengan kompetensi dasar dan tingkat kemampuan berfikir siswa, 2) Menggunakan sumber belajar yang beragam dengan mengikuti tren perkembangan zaman di era digital serta memanfaatkan tempat-tempat bersejarah, 3) Memodifikasi dan mengkombinasi metode pembelajaran secara kreatif yang disesuaikan dengan tujuan kurikulum dan potensi siswa, 4) Menggunakan media pembelajaran kreatif yang dapat dijangkau dan ditemui di sekitar lingkungan siswa, 5) Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik dengan menggunakan model dan metode pembelajaran kreatif dan 6) Melakukan evaluasi pembelajaran dengan memberikan macam-macam tugas yang unik untuk siswa seperti membuat scrapbook, puzzle, vlog, time line, dan TTS. Sedangkan pendapat siswa terhadap guru sejarah yaitu pembelajaran sejarah dilakukan oleh guru yang kreatif yaitu guru yang dapat mengoptimalkan potensi siswa dengan menggunakan metode yang berbeda dalam setiap pertemuan, memberikan tugas yang memicu timbulnya kreativitas siswa, serta memfasilitasi siswa untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.
KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH TEATER GANDRIK YOGYAKARTA TERHADAP ORDE BARU TAHUN 1983-1998 CAHYANINGRUM, DYAH; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang kritik sosial dalam naskah teater gandrik Yogyakarta terhadap orde baru. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak budaya dan juga memiliki nilai adat masing- masing. Budaya dapat menciptakan suatu karya sastra yang memiliki nilai dan fungsi bagi setiap pelaku seni. pada saat orde baru merupakan zaman di mana menjadi sasaran kritik. Pada orde baru berbagai macam cara untuk menyuarakan aspirasi rakyat bawah dengan menggunakan berbagai media masa. Teater adalah salah satu media untuk menggugah pemerintah orde baru supaya untuk lebih adil untuk kaum bawah. Kritik- kritik pada masa orde baru sangat begitu menarik untuk di teliti lebih dalam. Teater gandrik kebanyakan dari berbagai naskahnya mengandung kritik sosial orde baru. Kritik sosial teater dalam naskah teater gandrik Yogyakarta terhadap orde baru tahun 1983- 1998 terdapat permasalahan yaitu : 1) Bagaimana latar belakang berdirinya teater gandrik Yogyakarta pada tahun 1983-1998; 2) Bagaimana cara teater gandrik Yogyakarta dalam menyampaikan kritik-kritikan pada tahun 1983-1998; 3) Bagaimana kritik sosial dalam naskah teater gandrik Yogyakarta pada tahun 1983-1998. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: 1) Heuristik melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan; 2) Kritik Sumber; 3) Intepretasi; 4) Historiografi. Latar belakang berdirinya nama teater gandrik tidak lepas dari peran bapak camat mantri Jeron , kata gandrik adalah dari umpama keterkejutan akan hal kilat atau petir, lebih lengkapnya gandrik putra Ki Ageng Selo camat sepontan menyebutkan kata ? Gandrik?. Yang mengandung terkejutan. Dan tidak hanya itu saja teater gandrik lahir berkat festival Nasional yang di adakan oleh mentri penerangan. Metode teater gandrik sangat membuat hati para pemain dan masyarakat menyatu dalam guyonan tersebut. Guyonan Parikena yang sangat membuat teater gandrik menjadi sukses dan selain itu juga kekompakan antara pemain di bangun. Guyonan parikena merupakan pengungkapan kritik melalui candaan. Berkat candaan yang di lontarkan teater gandrik menuai populeritas yang sangat tinggi. Popularitas yang di alami gandrik sangat terkenal di kacah Internasioanl. Kritik yang di lontarkan teater gandrik di tuangkan kedalam naskah. Teater gandrik dalam Kritik sosial yang ada dalam naskah kontrang- kantring, juragan Abiyoso, dan flu adalah mengenai program pemerintah masa orde baru tentang pajak, kkn, dan tunjangan kesehatan. Yang mengalami permasalahan sehingga teater gandrik mengadopsi tema- tema sosial pada masa orde baru. Yang di nilai sebagai permasalahan yang tak kunjung selesai. Teater gandrik menuangkan ide yang sangat menarik dalam mengkritik pemerintahan orde baru.
KLUB SEPAKBOLA ASSYABAAB SURABAYA TAHUN 1974 - 1997 BAGUS WARDI UTOMO, ACHMAD; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota dengan peminat olahraga sepakbola terbanyak di Indonesia. Hal inimenyebabkan banyaknya klub dan pemain yang berasal dari Surabaya. Setelah liga Galatama pertama kali bergulirmenyebabkan banyak berdirinnya klub-klub professional. Klub Sepakbola Assyabaab merupakan salah satu dari sekianbanyak klub Galatama yang sebelumnya merupakan klub amatir. Kiprah klub Assyabaab baik selama menjadi klub amatirataupun klub professional kirannya mampu untuk membanggakan masyarakat Surabaya. Banyak dari para pemainAssyabaab yang menjadi pemain tim Nasional bahkan ada juga yang menjadi pemain pilihan dalam Asian All Star.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data, kritiksumber, interpretasi dan historiografi. Data-data yang digunakan adalah sumber lisan dari saksi peristiwa sejarah langsungdalam perkembangan klub sepakbola Assyabaab. Sumber koran Jawa Pos dan Surabaya Pos didapatkan dari perpustakaanMedayu Agung dan Stikosa AWS. Kemudian sumber buku yang digunakan sebagai referensi didapatkan dariPerpustakaan Universitas Negeri Surabaya, Perpustakaan Universitas Airlangga, Perpustakaan Daerah Jawa Timur.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa klub Assyabaab sendiri pada awalnya merupakan klub amatiryang berlaga di liga Internal Persebaya. Keinginan pengurus klub Assyabaab Surabaya dalam menjadikan klubprofessional dilatarbelakangi oleh prestasi klub Assyabaab yang mampu memberikan sumbangan pemain ke Persebayadan Tim Nasional. Dalam menjadi klub professional dengan mengikuti kompetisi Liga Galatama dan Liga Indonesiamampu menjadi klub papan atas dan menjadi perwakilan satu-satunnya Surabaya di babak 8 besar pada tahun 1994-1995.