cover
Contact Name
Marisa Dewi Ariesta
Contact Email
widyanita@utarki.ac.id
Phone
+6288291781983
Journal Mail Official
widyanita@utarki.ac.id
Editorial Address
Komp. Billy Moon, Jl. Pd. Klp. Bar. III No.1, RT.1/RW.6, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita
Published by Universitas Tarakanita
ISSN : 30309336     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.36914/jikw.v4.i1.290
Core Subject :
WIDYANITA berasal dari kata Widya (bahasa Sanskerta) yang berarti ilmu pengetahuan dan pengetahuan, serta kata NITA yang diambil dari Tarakanita (bahasa Sanskerta, yang berarti Bintang Penuntun). Jurnal ini menjadi media diseminasi hasil penelitian komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tarakanita, dengan tujuan memperkaya khazanah penelitian komunikasi di Indonesia maupun di dunia. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Desember, serta memuat artikel yang berasal dari hasil penelitian, kajian konseptual atau tinjauan pustaka, serta ulasan terhadap buku-buku terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
IDEOLOGI PATRIARKI PADA IKLAN BIBIT VERSI “SUARA HATI GENERASI SANDWICH” Monika Delarosa Unsai; Gabriella Novianty Soedjarwo
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 1: November 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan merupakan bagian dari komunikasi karena iklan merupakan proses penyampaian pesan. Iklan berusaha untuk memberikan informasi, membujuk, meyakinkan dan menyampaikan suatu gagasan atau ideologi kepada khalayak. Bibit melalui iklan versi “Suara Hati Generasi Sandwich” menyampaikan pesan melalui seperangkat tanda yang digunakan dalam membangun jalan cerita iklan untuk menarik atensi khalayak. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui pesan atau ideologi yang dimuat dalam iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis data ialah semiotika Roland Barthes dengan mengidentifikasi makna denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini menemukan tiga mitos utama yakni: 1) produk Bibit dapat memberikan kemakmuran bagi penggunanya; 2) generasi sandwich dimaknai sebagai generasi yang mengalami masalah keuangan; 3) rajin berinvestasi atau menabung dipercaya dapat terbebas dari masalah keuangan di masa depan. Ideologi patriarki juga ditemukan dalam iklan ini yang digambarkan melalui karakter atau tokoh dalam iklan.
Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Skincare Somethinc Melalui Instagram @somethincofficial Angelina Priska Aningtyas; Maria F. Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 1: November 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran, guna meraih target pasar yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran Somethinc terhadap keputusan pembelian produk Somethinc. Dasar Teori yang digunakan adalah teori Uses and Gratification. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah Somethinc, dan mengambil 9 informan dengan empat kategori; beauty enthusiast, digital creator, mahasiswi, dan ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara daring, observasi, dan dokumentasi dari konten yang diunggah di Instagram Somethinc. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi yang dilakukan Somethinc, informan mengatakan kualitas produk dan strategi komunikasi; announcing, informing, dan motivating di Instagram Somethinc telah sesuai. Strategi yang paling menonjol dari ketiga tujuan strategi komunikasi adalah informing. Manfaat praktis Somethinc adalah orang lain dapat mengikuti apa yang dilakukan Somethinc, sehingga orang lain menggunakan Instagram tidak hanya untuk sebagai hiburan semata, tetapi dapat digunakan juga untuk berbisnis.
ANALISIS INTERPERSONAL DECEPTION PENGGUNA APLIKASI BUMBLE Christina Ayu Morisca Wiardani; Yasinta Ariati Ariati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 1: November 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi berdampak pada munculnya berbagai macam aplikasi dalam media sosial salah satunya aplikasi pencarian jodoh yaitu Bumble. Dalam aplikasi tersebut sering terjadi penipuan maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi interpersonal deception yang dilakukan oleh pengguna aplikasi percakapan Bumble dalam upaya mencari jodoh. Hal ini sesuai dengan teori interpersonal deception. Metode Penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dokumentasi, dan dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan responden pengguna aplikasi Bumble menggunakan strategi interpersonal deception dalam komunikasinya, strategi interpersonal deception yang digunakan berupa pemalsuan foto profil, biodata, hingga hobi, menyembunyikan informasi yang sebenarnya, pengalihan topik sensitif dan tidak diinginkan, mengelak, hingga mengalihkan perhatian. Berbagai alasan melatarbelakangi informan melakukan interpersonal deception seperti mempertahankan keharmonisan hubungan, menghindari menyakiti perasaan, pembuktian diri dan menghindari konflik
KRITIK BUDAYA PATRIARKI DALAM QUEEN OF TEARS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Maria Felicia Irnest; Agustinus Rustanta
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama dan film telah menjadi sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Pada masa ini, drama korea telah menjadi sebuah fenomena global yang mampu menarik perhatian berbagai negara terutama di Indonesia. Salah satu serial yang berhasil menarik perhatian adalah drama berjudul Queen of Tears. Drama ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai mengenai kritik budaya patriarki yang ada di Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan makna pesan mengenai kritik budaya patriarki dalam drama Queen of Tears. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika oleh Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa drama Queen of Tears memiliki makna denotasi dengan penggambaran konflik pernikahan oleh adanya perbedaan status sosial. Sedangkan pada makna konotasinya drama ini dapat menyampaikan pesan mengenai kritik budaya patriarki yang biasa terjadi di masyarakat. Drama ini juga memiliki mitos mengenai nilai-nilai budaya patriarki yang dipercaya di Korea. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa Queen of Tears tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial, refleksi budaya norma dan nilai yang telah mengakar dalam masyarakat Korea terutama dalam budaya patriarki. Drama ini mengajak para penontonnya untuk dapat saling menghargai dan mengerti satu sama lain, terutama bagi mereka yang sudah memasuki kehidupan pernikahan
Pemanfaatan Platform Discord sebagai Media Komunikasi Komunitas Virtual Studystream Maureen Teresa Jennifer; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah komunitas virtual yang didorong oleh pertumbuhan media sosial, menjadikan platform atau media komunikasi menjadi hal yang penting dalam mendukung proses berkomunikasi. Salah satunya platform Discord yang digunakan oleh komunitas StudyStream, sebuah komunitas belajar virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi di komunitas virtual StudyStream melalui platform Discord. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi proses komunikasi di platform Discord StudyStream dan melakukan wawancara kepada tiga informan yang merupakan anggota aktif komunitas StudyStream. Temuan menunjukkan bahwa platform Discord mendukung komunikasi melalui kecepatan umpan balik yang cenderung tinggi dan didukung oleh faktor karakteristik anggota, beragam bentuk pesan yang mengakomodasi preferensi yang berbeda, persepsi penerima pesan yang bervariasi mengenai personalisasi pesan, dan bahasa Inggris sebagai bahasa utama yang mendorong pertukaran budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform Discord dapat mendukung efektivitas penyampaian pesan dalam komunitas virtual. Selain itu, faktor kontekstual dan persepsi pengguna juga memainkan peran penting dalam proses komunikasi.
Analisis Penggunaan Aplikasi Bumble Pada Generasi Z Dalam Mencari Pasangan (Studi di Jakarta dan Bekasi) Maudy -; Yasinta Ariati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan aplikasi kencan daring telah mengubah cara Generasi Z membangun relasi personal, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pengguna aplikasi Bumble dalam mencari pasangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang merupakan pengguna aktif atau pernah menggunakan Bumble. Berdasarkan sudut pandang Teori Stimulus-Respons, temuan ini menunjukkan bahwa respons pengguna dipicu oleh rangsangan tertentu dari lingkungan maupun kondisi psikologis mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi dan frekuensi penggunaan aplikasi berbeda-beda, tergantung pada dorongan emosional dan sosial seperti rasa kesepian, rasa ingin tahu, kebosanan, atau ajakan teman. Tujuan dan motivasi penggunaan tidak selalu sebatas mencari pasangan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengekspresikan diri, memperluas jaringan sosial, dan mengenal diri lebih dalam, terutama saat interaksi langsung terbatas. Informan juga merasakan manfaat seperti meningkatnya rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan adanya ruang aman secara emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bumble memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan emosional Generasi Z, yang dipengaruhi oleh kebutuhan akan koneksi, penerimaan sosial, dan pengembangan pribadi.
Strategi Optimalisasi Media Digital dalam Menghadapi Persaingan Platform Berita Online: Studi Kasus Medcom.id Nithania Septianingsih; Suryo Dwi Putranto
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap media massa secara signifikan. Medcom.id, sebagai salah satu media digital arus utama di Indonesia, menghadapi tantangan besar dari persaingan ketat di industri berita online. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Medcom.id dalam mengoptimalkan media digital guna mempertahankan daya saing dan menjawab tantangan konvergensi media. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medcom.id menerapkan strategi digital berbasis data dengan fokus pada segmentasi generasi muda, optimalisasi konten melalui SEO, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan teknologi kecerdasan buatan. Tantangan utama yang dihadapi mencakup proses rebranding, adaptasi terhadap algoritma platform, dan rendahnya literasi informasi pada kalangan Gen Z. Strategi digital yang diterapkan menunjukkan efektivitas dalam menjangkau audiens baru dan meningkatkan loyalitas, namun tetap memerlukan inovasi berkelanjutan agar relevan di tengah dinamika industri media digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memahami optimalisasi media digital di era konvergensi.
Komunikasi Internal dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di West Natuna Exploration Ltd. Rani Primalia; Elsie Oktivera
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi internal berperan penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi internal diterapkan di West Natuna Exploration Ltd. dan bagaimana kontribusinya terhadap motivasi serta kinerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi, melibatkan empat informan manajerial dari berbagai departemen dengan masa kerja lebih dari tiga tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal berjalan cukup terbuka dan efektif melalui kombinasi komunikasi formal dan informal. Saluran komunikasi yang digunakan meliputi email, rapat, Microsoft Teams, dan aplikasi pesan instan. Interaksi dua arah antara manajemen dan karyawan menciptakan rasa dihargai, keterlibatan, serta pengakuan atas kinerja, yang berdampak positif terhadap motivasi kerja. Berdasarkan teori dua faktor Herzberg, komunikasi internal berfungsi sebagai faktor motivator maupun hygiene dalam mendukung kepuasan dan produktivitas kerja. Meski demikian, masih ditemukan tantangan seperti inkonsistensi penyampaian informasi dan koordinasi lintas departemen yang belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan strategi komunikasi internal untuk mendukung kinerja yang berkelanjutan di industri eksplorasi migas.
Efektivitas Penggunaan Brand Ambassador Skintific dalam Membangun Brand Awareness di Instagram Maria Angeline Yoshevanya Haryanto; Maria F. Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengakuan terhadap popularitas suatu merek sering kali dikaitkan dengan sejauh mana konsumen mampu mengidentifikasi atau mengingat merek dari suatu produk. Selain itu, brand awareness secara umum digunakan sebagai indikator utama untuk menilai efektivitas strategi pemasaran secara keseluruhan. Dalam aktivitas promosi, perusahaan secara strategis memanfaatkan brand ambassador untuk menarik minat konsumen terhadap iklan, pada akhirnya memengaruhi perilaku pembelian mereka. Riset ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan brand ambassador Skintific dalam membangun brand awareness produk Skintific melalui platform Instagram, dengan memanfaatkan pendekatan konseptual VISCAP. Nicholas Saputra menjadi objek dalam riset ini sebagai brand ambassador ditunjuk untuk produk Skintific. Pengumpulan data dilangsungkan melalui kuesioner daring disebarkan memanfaatkan Google Form. Populasi dalam riset ini ialah generasi Z berdomisili di wilayah Jakarta. Teknik pengambilan sampel dilangsungkan secara acak, dan jumlah sampel sebanyak 209 partisipan ditentukan berlandaskan rumus Hair. Analisis data dilangsungkan memanfaatkan aplikasi IBM SPSS versi 25 untuk menjamin validitas statistik dan ketepatan metodologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel brand ambassador berkontribusi sebesar 50,7% terhadap peningkatan brand awareness merek Skintific, sementara 49,3% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain tidak dikaji dalam riset ini. Persentase signifikan ini menegaskan pentingnya optimalisasi peran brand ambassador dalam memperluas jangkauan serta keterlibatan audiens terhadap merek.
Peran Sosial Media Dalam Relasi Orang Tua Dengan Anak Dewasa Awal Jesslyne Christina Sitohang; Gabriella Novianty Soedjarwo
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi secara signifikan mengubah pola komunikasi orang tua dan anak dewasa awal. Media sosial memfasilitasi koneksi jarak jauh dan menghadirkan tantangan berupa ketegangan antara keterbukaan, kontrol dan privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi tersebut dengan menggunakan pendekatan Teori Dialektika Relasional dan konsep Efikasi Diri Orang Tua. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan enam informan dari orang tua anak berusia 18–25 tahun. Data dikumpulkan melalui hasil FGD dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berupaya adaptif dengan perkembangan teknologi dengan pengawasan, konsensus dan menjaga keterhubungan. Efikasi diri orang tua berperan penting dalam membangun hubungan harmonis sekaligus mendukung kemandirian anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi bukan hambatan, melainkan peluang untuk membangun komunikasi yang lebih sehat dan bermakna, selama orang tua bersedia adaptif terhadap teknologi secara bijak.