cover
Contact Name
Umi Nurhayati
Contact Email
binaperfidiaakademia@gmail.com
Phone
+6282193108166
Journal Mail Official
editor@perfidiajournal.com
Editorial Address
Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Societa: Journal of Society and Change
ISSN : -     EISSN : 31643248     DOI : 10.67964
Core Subject :
Societa: Journal of Society and Change is an international peer-reviewed journal that publishes original research articles, review articles, conceptual papers, and case studies in the field of Social and Cultural Studies. The journal aims to advance scholarly understanding of social dynamics, cultural transformation, and community development by disseminating high-quality research that addresses contemporary societal issues from local, national, and global perspectives. Scope The journal publishes manuscripts in, but is not limited to, the following areas: Society and Social Change Cultural Studies Communication and Digital Society Community Development and Social Empowerment Public Policy and Governance Religion, Identity, and Local Wisdom Social Welfare and Sustainable Communities
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Toward a secure digital society: The influence of digital security awareness on students' personal data protection behavior Lucia Apria; Darwis Robinson Manalu
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/j4qnz139

Abstract

The growth of the digital society has increased technology use while simultaneously amplifying the risk of personal data breaches, yet the relationship between digital security awareness and personal data protection behavior among university students remains underexplored. This study aimed to examine the influence of digital security awareness on the personal data protection behavior of students at Universitas Methodist Indonesia. A quantitative causal-associative approach was employed involving 102 respondents selected through convenience sampling, with data collected using questionnaires and analyzed through simple linear regression. The findings revealed that digital security awareness had a positive and significant effect on personal data protection behavior (B = 0.621; t = 9.876; p < 0.001) and explained 49.4% of the behavioral variance (R² = 0.494). These findings highlight that strengthening digital security awareness is fundamental to fostering personal data protection behavior and provides empirical support for enhancing cybersecurity literacy initiatives within the digital society. Abstrak Perkembangan masyarakat digital meningkatkan intensitas penggunaan teknologi sekaligus memperbesar risiko kebocoran data pribadi. Namun, hubungan antara kesadaran keamanan digital dan perilaku perlindungan data pribadi mahasiswa masih belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran keamanan digital terhadap perilaku perlindungan data pribadi mahasiswa Universitas Methodist Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal terhadap 102 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran keamanan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku perlindungan data pribadi (B = 0,621; t = 9,876; p < 0,001), dengan kemampuan menjelaskan 49,4% variasi perilaku (R² = 0,494). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran keamanan digital merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku perlindungan data pribadi serta memperkuat upaya pengembangan literasi keamanan siber di era masyarakat digital.
Triadic convergence of Iman, Islam, and Ihsan for building an ethical digital society in the era of Artificial Intelligence Samsuriyanto Samsuriyanto; Andina Firmandari Imani
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/c67y7f04

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has increased the complexity of digital communication, yet existing studies predominantly emphasize technological governance rather than strengthening human spiritual agency as the primary controller of human–AI interaction. This study aims to formulate a Triadic Convergence model integrating the dimensions of Iman, Islam, and Ihsan to construct the characteristics of the Digital Insan Kamil as the controller of digital society. This study employed a qualitative library research approach using conceptual analysis of Islamic theology, digital communication, and Artificial Intelligence literature through an interactive analytical model. The findings demonstrate that Iman functions as an epistemological foundation through Tabayyun, Islam provides normative guidance based on Maqasid al-Shariah, and Ihsan establishes an ethical foundation through Muraqabah. The integration of these three dimensions produces the Digital Insan Kamil model, positioning humans as moral agents who direct AI utilization. This model enriches communication theology studies while offering a new paradigm for developing an ethical digital society. Abstrak Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah meningkatkan kompleksitas komunikasi digital. Namun, kajian yang ada masih lebih berfokus pada regulasi teknologi daripada penguatan agensi spiritual manusia sebagai pengendali utama dalam interaksi manusia–AI. Penelitian ini bertujuan merumuskan model Triadic Convergence yang mengintegrasikan dimensi Iman, Islam, dan Ihsan untuk membangun karakteristik Digital Insan Kamil sebagai pengendali masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui analisis konseptual terhadap literatur mengenai teologi Islam, komunikasi digital, dan Artificial Intelligence menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Iman berfungsi sebagai landasan epistemologis melalui Tabayyun, dimensi Islam memberikan pedoman normatif berdasarkan Maqasid al-Shariah, sedangkan dimensi Ihsan membangun fondasi etika melalui Muraqabah. Integrasi ketiga dimensi tersebut menghasilkan model Digital Insan Kamil yang menempatkan manusia sebagai subjek moral dalam mengarahkan pemanfaatan AI. Model ini memperkaya kajian teologi komunikasi sekaligus menawarkan paradigma baru bagi pengembangan masyarakat digital yang beretika.
Rethinking conventional and Islamic economics: An integrated conceptual framework for addressing contemporary socio-economic challenges Vina Rahayu Chairunnisa; Amirul Bakhri
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/ykpkmz10

Abstract

Although the differences between conventional and Islamic economics have been widely examined, the conceptual relationships among paradigms, development goals, economic instruments, public policy, and responses to contemporary socio-economic challenges remain insufficiently integrated. This study comparatively examines how conventional and Islamic economics respond to contemporary socio-economic challenges by developing a systematic conceptual framework. It employs a qualitative approach using a conceptual paper design based on library research, with data analyzed through comparative qualitative analysis and thematic analysis. The findings demonstrate that the differing responses of the two economic systems originate from their underlying paradigms, which shape development goals, economic instruments, and public policy orientations. Conventional economics emphasizes market efficiency and economic growth, whereas Islamic economics integrates economic efficiency with distributive justice, social responsibility, and ethical values. This study contributes by proposing an integrated conceptual framework that clarifies the interrelationships among these dimensions in explaining how both economic systems respond to contemporary socio-economic challenges. Abstrak Perbedaan paradigma antara ekonomi konvensional dan ekonomi Islam telah banyak dikaji. Namun, hubungan konseptual antara paradigma, tujuan pembangunan, instrumen ekonomi, kebijakan publik, dan respons terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer masih belum dijelaskan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif respons ekonomi konvensional dan ekonomi Islam terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer melalui pengembangan kerangka konseptual yang sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain conceptual paper berbasis library research, yang dianalisis melalui comparative qualitative analysis dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan respons kedua sistem ekonomi berakar pada paradigma yang membentuk tujuan pembangunan, instrumen ekonomi, dan arah kebijakan publik. Ekonomi konvensional menitikberatkan efisiensi pasar dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan ekonomi Islam mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan keadilan distributif, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai etika. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pengembangan kerangka konseptual terpadu yang memperjelas hubungan antarkomponen dalam menjelaskan respons kedua sistem ekonomi terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer.
Governing traditional cultural expressions as artificial intelligence training data: Reconstructing communal consent and data transparency in Indonesia Muhammad Abdul Azis; Riski Ananda Kusuma Putri; Alya Synthia Kurniawati; Muhammad Thufail Ariiq
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/4gbwhv96

Abstract

The use of traditional cultural expressions as training data for generative artificial intelligence systems raises legal questions that individual copyright doctrine cannot adequately resolve. This study examines the legal status of traditional cultural expressions, the legitimacy of their use as training data, the position of source communities, and developers' transparency obligations under Indonesian law. It employs doctrinal legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches. The findings demonstrate that Indonesian law recognizes state stewardship, inventory obligations, commercial-use authorization, and benefit sharing but does not regulate the classification of model training, procedures for communal consent, source traceability, or legal remedies. This article proposes the Cultural Training Data Legality Test, integrating legal status, community provenance, lawful acquisition, layered consent, purpose limitation, cultural integrity, transparency, benefit sharing, and remedies. For high-risk commercial uses, state authorization and representative community consent should apply cumulatively, with transparency serving as a foundation for accountability. Abstrak Pemanfaatan ekspresi budaya tradisional sebagai data pelatihan bagi sistem kecerdasan artifisial generatif menimbulkan persoalan hukum yang belum dapat dijawab secara memadai oleh rezim hak cipta individual. Penelitian ini menganalisis status hukum ekspresi budaya tradisional, legalitas penggunaannya sebagai data pelatihan, kedudukan komunitas asal, serta kewajiban transparansi pengembang dalam hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Indonesia telah mengakui penguasaan negara, kewajiban inventarisasi, izin pemanfaatan komersial, dan pembagian manfaat, tetapi belum mengatur klasifikasi pelatihan model, prosedur persetujuan komunal, keterlacakan sumber, maupun mekanisme pemulihan hukum. Penelitian ini menawarkan Uji Legalitas Data Pelatihan Budaya yang mengintegrasikan status hukum, asal komunitas, legalitas perolehan, persetujuan berlapis, pembatasan tujuan, integritas budaya, transparansi, pembagian manfaat, dan mekanisme pemulihan. Untuk penggunaan komersial yang berisiko budaya tinggi, persetujuan negara dan komunitas perwakilan harus berlaku secara kumulatif, dengan transparansi berfungsi sebagai landasan akuntabilitas.
The Kali Samin Hydroelectric Power Plant as an instrument of social change and an arena of power contestation in Vorstenlanden, 1933–1938 Andrik Sulistiyawan
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/x3cp1p50

Abstract

Studies on colonial electrification have been widely conducted. However, the relationship between the Kali Samin Hydroelectric Power Plant, social change, and power contestation in Vorstenlanden has received limited integrated historical analysis. This study aims to examine the Kali Samin Hydroelectric Power Plant as an instrument of social change and an arena of power contestation during the reign of Mangkunegara VII. The research employed the historical method, consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, using colonial newspapers as primary sources and books, journal articles, and a thesis as secondary sources. The findings reveal that the Kali Samin Hydroelectric Power Plant not only expanded electricity supply but also stimulated economic modernization, tourism, and bureaucratic development through collaboration among the Mangkunegaran Principality, the colonial government, electricity companies, and technical experts. This study highlights energy infrastructure as both an instrument of social transformation and a medium of negotiated power in the modernization of Vorstenlanden. Abstrak Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan pada masa kolonial telah banyak dikaji. Namun, hubungan antara pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kali Samin, perubahan sosial, dan kontestasi kekuasaan di Vorstenlanden masih belum dianalisis secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembangunan PLTA Kali Samin sebagai instrumen perubahan sosial sekaligus arena kontestasi kekuasaan pada masa pemerintahan Mangkunegara VII. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan surat kabar kolonial sebagai sumber primer serta buku, artikel jurnal, dan tesis sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTA Kali Samin tidak hanya meningkatkan penyediaan energi, tetapi juga mendorong modernisasi ekonomi, pariwisata, dan birokrasi melalui kolaborasi antara Praja Mangkunegaran, pemerintah kolonial, perusahaan listrik, dan tenaga ahli. Penelitian ini menegaskan bahwa infrastruktur energi berfungsi sebagai instrumen perubahan sosial sekaligus medium negosiasi kekuasaan dalam proses modernisasi Vorstenlanden.
Adaptive communication strategies for sustaining public political participation: Lessons from the 2024 Surakarta regional election Djayanti Poetria Handayaningsih; Rahmat Wisudawanto; Dyah Retno Pratiwi
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/g4ds0p06

Abstract

Communication strategies implemented by election management bodies play a crucial role in sustaining voter participation. However, previous studies have primarily focused on voter outreach activities or the utilization of digital media without integrating the entire communication strategy process with SWOT analysis. This study aims to analyze the communication strategy of the General Election Commission (Komisi Pemilihan Umum [KPU]) of Surakarta City in sustaining voter participation during the 2024 Regional Head Election. A descriptive qualitative approach was employed using interviews, observations, and document analysis, with the data analyzed through the interactive model. The findings indicate that the communication strategy was implemented through the stages of research, planning, execution, measurement, and reporting, supported by systematic planning, multi-stakeholder collaboration, and the effective use of digital media. Nevertheless, its implementation continues to face challenges related to low social media engagement, disparities in digital literacy, and the spread of disinformation. The SWOT analysis demonstrates that sustaining voter participation depends on the organization's ability to adaptively integrate internal strengths with external opportunities. This study contributes to the literature on election communication strategies by integrating the stages of communication strategy with SWOT analysis. Abstrak Strategi komunikasi penyelenggara pemilu berperan penting dalam mempertahankan partisipasi pemilih. Namun, penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada pelaksanaan sosialisasi atau pemanfaatan media digital tanpa mengintegrasikan keseluruhan tahapan strategi komunikasi dengan analisis SWOT. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta dalam mempertahankan partisipasi pemilih pada Pilkada Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi diimplementasikan melalui tahapan research, planning, execution, measurement, dan reporting yang didukung oleh perencanaan yang sistematis, kolaborasi multipihak, serta pemanfaatan media digital. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya tingkat keterlibatan pada media sosial, kesenjangan literasi digital, dan penyebaran disinformasi. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keberhasilan mempertahankan partisipasi pemilih bergantung pada kemampuan organisasi mengintegrasikan kekuatan internal dengan peluang eksternal secara adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian strategi komunikasi pemilu melalui integrasi tahapan strategi komunikasi dengan analisis SWOT.
Modern society transformation and contemporary social challenges: Toward an integrated Qur'anic and Hadith perspective Faelalika Putri Herhan; Amirul Bakhri
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/bwpqrc20

Abstract

Modern society transformation has generated increasingly complex social challenges, yet previous studies have generally examined digital ethics, mental health, the digital economy, and environmental issues separately without offering an integrated conceptual framework based on the Qur'an and Hadith. This study aims to analyze the perspectives of the Qur'an and Hadith in addressing contemporary social challenges by synthesizing theories of modern society transformation with Islamic ethical values. This research employed a qualitative library research design using a conceptual approach and thematic analysis of relevant scholarly literature and Islamic sources. The findings indicate that the principles of tabayyun and amānah, spiritual well-being, muʿāmalah, and khalīfah fī al-arḍ constitute an integrated ethical framework for addressing digital ethics, mental health, the digital economy, and environmental issues. This study contributes by proposing a conceptual model that reinforces the relevance of Islamic teachings as an ethical foundation for building a modern society that is ethical, just, and sustainable. Abstrak Transformasi masyarakat modern telah melahirkan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas isu etika digital, kesehatan mental, ekonomi digital, dan lingkungan secara terpisah sehingga belum menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan perspektif Al-Qur'an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif Al-Qur'an dan Hadis dalam merespons tantangan sosial kontemporer melalui sintesis antara transformasi masyarakat modern dan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, conceptual approach, serta thematic analysis terhadap literatur ilmiah dan sumber-sumber keislaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dan amānah, spiritual well-being, muʿāmalah, serta khalīfah fī al-arḍ membentuk suatu kerangka etik yang terintegrasi dalam merespons tantangan etika digital, kesehatan mental, ekonomi digital, dan isu lingkungan. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual yang memperkuat relevansi ajaran Islam sebagai landasan etik bagi pembangunan masyarakat modern yang etis, adil, dan berkelanjutan.
Power relations, institutional violence, and the potential for social change: A study of D.P. Season 2 Teza Ramananda Febriana; Rahmat Wisudawanto; Erwin Kartinawati
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/41p6e237

Abstract

Power relations and institutional violence are frequently represented symbolically in audiovisual media, yet studies linking such representations to their potential for social change remain limited. This study aims to analyze the representation of power relations in D.P. Season 2 and evaluate its strategic potential to promote social change. A qualitative approach was employed using Roland Barthes' semiotic analysis of five representative scenes, followed by a SWOT-based evaluation. The findings reveal that D.P. Season 2 represents power relations through structural violence, information manipulation, gender discrimination, and legal injustice legitimized by a hierarchical institutional culture. The SWOT evaluation indicates that these representations have considerable potential to foster public critical awareness, despite limitations in media representation and institutional resistance. This study contributes by integrating semiotic analysis with strategic evaluation to explain the relationship between media representation, power relations, and social change. Abstrak Relasi kekuasaan dan kekerasan institusional kerap direpresentasikan secara simbolik dalam media audiovisual. Namun, kajian yang menghubungkan representasi tersebut dengan potensi perubahan sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi relasi kekuasaan dalam D.P. Season 2 serta mengevaluasi potensi strategisnya dalam mendorong perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes terhadap lima adegan representatif yang kemudian dievaluasi menggunakan kerangka SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D.P. Season 2 merepresentasikan relasi kekuasaan melalui kekerasan struktural, manipulasi informasi, diskriminasi gender, dan ketidakadilan hukum yang dilegitimasi oleh budaya hierarkis institusi. Evaluasi SWOT memperlihatkan bahwa representasi tersebut memiliki kekuatan dalam membangun kesadaran kritis masyarakat, meskipun masih menghadapi keterbatasan representasi serta resistensi institusional. Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan analisis semiotika dan evaluasi strategis untuk menjelaskan hubungan antara representasi media, relasi kekuasaan, dan perubahan sosial.
Redesigning the Balanced Scorecard through Agentic AI: Implications for organizational governance and social change Naomi Miryam
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/0vbbhd51

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has transformed organizational performance management systems; however, previous studies have primarily viewed AI as an analytical tool and have not integrated Agentic AI into the Balanced Scorecard framework to support adaptive organizational governance. This study aims to develop a conceptual model of the Redesigned Balanced Scorecard through Agentic AI and examine its implications for organizational governance and social change. The study employed a library research approach with conceptual analysis by synthesizing the literature on the Balanced Scorecard, Agentic AI, performance management, and organizational governance. The findings indicate that integrating Agentic AI transforms the Balanced Scorecard through continuous monitoring, adaptive decision-making, and Adaptive KPI, resulting in six conceptual implications: adaptive performance management, continuous monitoring, data-driven decision-making, dynamic performance indicators, more transparent governance, and more objective performance assessment. This study contributes by proposing a novel conceptual framework that extends the role of the Balanced Scorecard as an adaptive performance management system in the era of machine autonomy. Abstrak Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi sistem manajemen kinerja organisasi. Namun, penelitian sebelumnya masih memosisikan AI sebagai alat analitik dan belum mengintegrasikan kemampuan Agentic AI ke dalam kerangka Balanced Scorecard untuk mendukung tata kelola organisasi yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual Redesigned Balanced Scorecard through Agentic AI serta menganalisis implikasinya terhadap organizational governance dan social change. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan analisis konseptual melalui sintesis literatur mengenai Balanced Scorecard, Agentic AI, manajemen kinerja, dan tata kelola organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Agentic AI mentransformasi Balanced Scorecard melalui penerapan continuous monitoring, adaptive decision-making, dan Adaptive KPI, sehingga menghasilkan enam implikasi konseptual berupa manajemen kinerja adaptif, pemantauan berkelanjutan, pengambilan keputusan berbasis data, indikator kinerja dinamis, tata kelola yang lebih transparan, serta penilaian kinerja yang lebih objektif. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual baru yang memperluas peran Balanced Scorecard sebagai sistem manajemen kinerja adaptif pada era machine autonomy.
Verbal abuse in the family as a social change issue and its implications for early childhood development: A systematic literature review Bayutama Bayutama; Khaerudin Khaerudin
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/ym03n423

Abstract

Verbal abuse within the family remains a frequently overlooked form of emotional maltreatment despite its significant impact on early childhood development, and it has rarely been examined as a social change issue through a Systematic Literature Review. This study aims to analyze verbal abuse within the family as a social change issue and examine its implications for early childhood development. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 guidelines by analyzing 21 eligible articles published between 2020 and 2026, supplemented by one classical study as a comparative reference. The findings indicate that verbal abuse is influenced by changes in parenting practices, socioeconomic pressures, limited parenting literacy, and family relationship dynamics. Its consequences include mental health problems, reduced self-confidence, impaired social-emotional development, neurobiological changes, and an increased risk of psychological disorders in later developmental stages. This study contributes by integrating perspectives on social change, parenting, and child development to provide a conceptual foundation for developing strategies to prevent verbal abuse within families. Abstrak Kekerasan verbal dalam keluarga masih menjadi bentuk kekerasan emosional yang sering diabaikan, padahal berdampak terhadap perkembangan anak usia dini dan belum banyak dikaji sebagai bagian dari problematika perubahan sosial melalui pendekatan Systematic Literature Review. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerasan verbal dalam keluarga sebagai problematika perubahan sosial serta implikasinya terhadap perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020 melalui analisis terhadap 21 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dipublikasikan pada periode 2020–2026, serta satu artikel klasik sebagai referensi pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dipengaruhi oleh perubahan pola pengasuhan, tekanan sosial-ekonomi, rendahnya literasi pengasuhan, serta dinamika hubungan keluarga. Dampaknya meliputi gangguan kesehatan mental, penurunan kepercayaan diri, hambatan perkembangan sosial-emosional, perubahan neurobiologis, hingga meningkatnya risiko gangguan psikologis pada tahap perkembangan berikutnya. Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan perspektif perubahan sosial, pengasuhan, dan perkembangan anak sehingga memberikan dasar konseptual bagi pengembangan strategi pencegahan kekerasan verbal dalam keluarga.

Page 2 of 3 | Total Record : 21