cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 37 Documents clear
TINJAUAN TERHADAP MODEL-MODEL PEMBELAJARAN ARGUMENTASI BERBASIS TAP DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DENGAN METODE LIBRARY RESEARCH AMIROH, FARIDATUL; ADMOKO, SETYO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model-model pembelajaran argumentasi berbasis Toulmin?s Argument Pattern (TAP) serta implikasinya terhadap peningkatan keterampilan argumentasi dan pemahaman konsep fisika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research yaitu penelitian kepustakaan dengan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah atau menganalisis beberapa artikel penelitian yang relevan. Teknik analisis yang digunakan antara lain: (1) organize, yaitu mengorganisasikan literatur yang akan direview; (2) Synthesize, yaitu menggabungkan hasil organisasi literatur agar menjadi literatur yang padu; (3) Identify, yaitu mengidentifikasi literatur untuk disimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan pembelajaran berbasis Toulmin?s Argument Pattern (TAP) dapat meningkatkan keterampilan argumentasi serta pemahaman konsep khususnya dalam bidang fisika. Keterampilan argumentasi peserta didik rata-rata meningkat dari level 1 hingga level 3, namun ada beberapa yang dapat mencapai level 4. Peningkatan keterampilan argumentasi juga mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep fisika, hal ini dapat diketahui dari hasil pre test dan post test rata-rata memperoleh nilai gain dengan taraf signifikan yang tergolong kriteria sedang-tinggi yaitu sebesar 0,37-0,82. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model-model pembelajaran argumentasi dapat mempengaruhi keterampilan argumentasi dan pemahaman konsep. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata model pembelajaran argumentasi berbasis Toulmin?s Argument Pattern (TAP) dapat meningkatkan keterampilan argumentasi serta dapat meningkatkan pemahaman konsep khususnya dalam bidang fisika. Kata kunci: Argumentasi ilmiah, Pemahaman konsep, Toulmin?s Argument Pattern (TAP), Library Research
SETS VISION: HOW TO DEVELOP STUDENTS’ CLIMATE LITERACY THROUGH PHYSICS LEARNING? ERI EKAYANTI, NOVIA; HARIYONO, EKO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is a severe global problem. The impact of climate change is widespread in all countries, including in Indonesia. Lack of public awareness of climate change is one of the causes of climate change getting out of control. One way of improving public awareness is to develop society?s climate literacy through students at school. Starting from this problem, the researcher offered an innovation in physics learning with the SETS (Science, Environment, Technology, and Society) vision on global warming material as a solution to develop students climate literacy. This research aims to develop students? climate literacy through SETS vision learning. This quantitative research with quasi-experimental design and non-equivalent control group design. The subjects in this research were class XI MIA 5 and XI MIA 8. The data analysis method used is the test method consists of pre-test and post-test. Climate literacy ability was analyzed using paired t-test and gain index. The results showed that the climate literacy ability of students after applying the SETS vision has increased higher than the class with regular teaching. The n-gain score of students? climate literacy in the experimental class was 0.70 classified as a high category while in the control class was 0.44 classified as a moderate category. Based on the results of the research, it conclude that the SETS vision was learning able to develop climate literacy of students on global warming material. Climate-literate students will have awareness and concern about climate change that occurs in the surrounding environment.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA OPTIK UNTUK MELATIHKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK SMA TEGAR ABADI, MOH; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat peraga adalah alat yang dapat membantu proses pembelajaran. Alat peraga sangat berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah yang dilakukan oleh pendidik agar proses pembelajaran peserta didik lebih efektif dan efisien. Alat peraga dapat di katakan alat bantu dalam proses pembelajaran sehingga dapat membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam melakukan penyelidikan melalui kegiatan ilmiah, sehingga peserta didik dapat menemukan konsep sains dan mampu menciptakan kemampuan literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga optik yang layak digunakan untuk melatihkan literasi sains peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian model DDD-E dengan tahapan meliputi perencanaan (decide), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penilaian (evaluate). Sumber data yang digunakan peneliti adalah validitas kelayakan alat peraga optik yang ditelaah dua dosen ahli dari Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unesa. Hasil validitas kelayakan alat peraga optik diperoleh sebesar 92.50% dengan kategori sangat valid dan layak digunakan. Berdasarkan hasil validasi alat perag optik dapat disimpulkan bahwa pengembangan alat peraga optik untuk melatihkan literasi sains peserta didik pada materi alat optik sub pokok bahasan pemantulan dan pembiasan cahaya, dapat dikatakan layak digunakan. Kata kunci: Alat peraga, Optik, Literasi Sains.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA OPTIK UNTUK MELATIHKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK SMA TEGAR ABADI, MOH; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat peraga adalah alat yang dapat membantu proses pembelajaran. Alat peraga sangat berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah yang dilakukan oleh pendidik agar proses pembelajaran peserta didik lebih efektif dan efisien. Alat peraga dapat di katakan alat bantu dalam proses pembelajaran sehingga dapat membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam melakukan penyelidikan melalui kegiatan ilmiah, sehingga peserta didik dapat menemukan konsep sains dan mampu menciptakan kemampuan literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga optik yang layak digunakan untuk melatihkan literasi sains peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian model DDD-E dengan tahapan meliputi perencanaan (decide), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penilaian (evaluate). Sumber data yang digunakan peneliti adalah validitas kelayakan alat peraga optik yang ditelaah dua dosen ahli dari Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unesa. Hasil validitas kelayakan alat peraga optik diperoleh sebesar 92.50% dengan kategori sangat valid dan layak digunakan. Berdasarkan hasil validasi alat perag optik dapat disimpulkan bahwa pengembangan alat peraga optik untuk melatihkan literasi sains peserta didik pada materi alat optik sub pokok bahasan pemantulan dan pembiasan cahaya, dapat dikatakan layak digunakan. Kata kunci: Alat peraga, Optik, Literasi Sains.
THE STUDENTS’ PROBLEM-SOLVING SKILLS IMPROVEMENT BY USING INTEGRATION OF MEANS-ENDS ANALYSIS ON PROBLEM-BASED LEARNING MODEL YUSRILIA PERMATASARI, NIKMATUS; NISWATI RODLIYATUL JAUHARIYAH, MUKHAYYAROTIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the problem-solving skills of students after learning with problem-based learning (PBL) model integrated by a means-ends analysis (MEA) strategy on global warming material content. This type of research is quantitative descriptive, which categorized into the true-experimental design, with a non-equivalent control group design. The subjects in the investigations are students of class XI MNS in the even semester of the 2019/2020 school year of State Senior High School 2 Sidoarjo which includes two experimental classes (XI MNS 1 and XI MNS 2) and one control class (XI MNS 7), whereas the learning model used is PBL model with MEA strategy applied to the "experimental classes" and the learning that commonly involves in school used for the control class. Data collection methods used are test methods and process assessment methods. The results of the pre-test and post-test analyzed by normality test, homogeneity test, paired t-test, One-Way ANOVA, and N-gain analysis. Based on data analysis, the results show that n-gain was in the high category and the improvement in students problem-solving skills in the experimental class is higher than the control class. It implied that the integration of PBL and MEA could implement to another physics material to improve the students problem-solving skills.Keywords: Problem Based Learning (PBL), Means-Ends Analysis (MEA), problem-solving skills
PENGEMBANGAN KIT WIRELESS KUNDTS TUBE SEBAGAI ALAT PRAKTIKUM FISIKA ICHSAN ROSYIDI, ACHMAD; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilaksanakan penelitian untuk mengembangkan kit Wireless Kundt?s Tube sebagai alat praktikum fisika. Tahap pengembangan menggunakan model ADDIE terdiri dari Analyze, Design, Development, Implement, dan Evaluate. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan kit Wireless Kundt?s Tube dan menguji kelayakannya sebagai media pembelajaran. Alat tersebut dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran jika memenuhi kriteria validitas oleh ahli media. Kelayakan alat ditinjau dari segi validitas, segi keefektifan alat, dan segi hasil percobaan. Data validitas diperoleh dari ahli materi, ahli media serta guru fisika, sedangkan keefektifan dinilai berdasarkan angket penilaian oleh peserta didik. Wireless Kundt?s Tube dikatakan layak jika persentasenya ? 61%. Hasil yang diperoleh dari angket validitas adalah 77,38% dengan kategori valid. Hasil respon peserta didik memiliki rata-rata sebesar 76,57% dengan kategori baik. Pada uji praktikum, data cepat rambat di udara didapatkan rata-rata sebesar 325,52 m/s dengan ketelitian 94,90%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kit Wireless Kundt?s Tube layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci: Alat praktikum, resonansi, kundt?s tube.
PENGEMBANGAN KIT WIRELESS KUNDTS TUBE SEBAGAI ALAT PRAKTIKUM FISIKA ICHSAN ROSYIDI, ACHMAD; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilaksanakan penelitian untuk mengembangkan kit Wireless Kundt?s Tube sebagai alat praktikum fisika. Tahap pengembangan menggunakan model ADDIE terdiri dari Analyze, Design, Development, Implement, dan Evaluate. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan kit Wireless Kundt?s Tube dan menguji kelayakannya sebagai media pembelajaran. Alat tersebut dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran jika memenuhi kriteria validitas oleh ahli media. Kelayakan alat ditinjau dari segi validitas, segi keefektifan alat, dan segi hasil percobaan. Data validitas diperoleh dari ahli materi, ahli media serta guru fisika, sedangkan keefektifan dinilai berdasarkan angket penilaian oleh peserta didik. Wireless Kundt?s Tube dikatakan layak jika persentasenya ? 61%. Hasil yang diperoleh dari angket validitas adalah 77,38% dengan kategori valid. Hasil respon peserta didik memiliki rata-rata sebesar 76,57% dengan kategori baik. Pada uji praktikum, data cepat rambat di udara didapatkan rata-rata sebesar 325,52 m/s dengan ketelitian 94,90%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kit Wireless Kundt?s Tube layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci: Alat praktikum, resonansi, kundt?s tube.
GAME APPLIED PHYSICS UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DEWI NOVIDYA, SORAYA; KUSTIJONO, RUDY
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menghasilkan game applied physics untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Jenis penelitian adalah pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan modifikasi. Kelayakan game didasarkan pada pengukuran validitas dari aspek teknis, aspek media dan aspek pembelajaran oleh 3 orang ahli pembelajaran fisika. Kelayakan game juga didasarkan pada pandangan 35 orang teman sejawat calon guru fisika yang dijaring secara online. Penilaian validitas oleh ahli pembelajaran dan penilaian teman sejawat menggunakan skala Likert (4 = sangat baik, 3 = baik, 2= kurang, dan 1 = sangat kurang). Game applied physics dinyatakan layak secara konseptual jika persentase kelayakannya ? 61%. Penelitian menghasilkan validitas dalam kategori valid atau layak secara konseptual (persentase kelayakan teknis 96%, media 86%, pembelajaran 85%). Teman sejawat juga memandang game layak secara konseptual (persentase kelayakan teknis 84%, media 85%, dan pembelajaran 86%). Kesimpulan yang diperoleh adalah secara konseptual game applied physics dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA dalam pembelajaran fisika.Kata Kunci: game applied physics, keterampilan berpikir kritis, pembelajaran fisika
TREN PEMBELAJARAN ARGUMENTASI BERBASIS TOULMINS ARGUMENT PATTERN (TAP) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK  ELIANA, DINA; ADMOKO, SETYO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran argumentasi berbasis Toulmin?s Argument Pattern (TAP) dalam meningkatkan keterampilan argumentasi dan pemahaman konsep materi fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu serangkaian penelitian dengan pengumpulan data pusaka, atau penelitian yang obyek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari data hasil penelitian jurnal yang relevan. Teknik analisis yang digunakan antara lain: (1) Organize, yaitu mengorganisasikan literarur yang akan direview; (2) Synthesize, yaitu menyatukan hasil organisasi literatur menjadi suatu ringkasan agar menjadi literatur yang padu sesuai kata kunci yang diharapkan; (3) Identify, yaitu mengidentifikasi literatur untuk disimpulkan. Bedasarkan hasil situs Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) menunjukkan rata-rata peserta didik sebelum pembelajaran berada pada argumentasi level 1 dan setelah pembelajaran berada pada argumentasi level 4. Sedangkan pada situs International Journal of Scholars in Education (IJSE) rata-rata peserta didik sebelum pembelajaran berada pada argumentasi level 2 dan setelah pembelajaran berada pada argumentasi level 4. Pada tiap jurnal yang direview menujukkan adanya peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik setelah diajarkan pembelajaran pola Toulmin?s Argument Pattern (TAP). Salah satu kontribusi paling utama dalam analisis penelitian ini adalah peningkatan level kemampuan argumentasi ilmiah dengan level kemampuan argumentasi tertulis mengalami peningkatan. Demikian juga pemahaman konsep peserta didik didukung peningkatan kecakapan penalaran, pemberian bukti, dan penyelidikan sesuai indikator Toulmin?s Argument Pattern (TAP). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi dalam pembelajaran materi fisika dikelas karena mampu memberikan penekanan terhadap argumentasi yang dibutuhkan saat ini. Kata Kunci : Toulmin?s Argument Pattern (TAP), Keterampilan Argumentasi, Pemahaman Konsep, Library Research
ANALISIS DAN PREDIKSI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GERAK PARABOLA WIBOWO, CAYO; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi merupakan salah satu masalah yang harus diantisipasi karena dapat menganggu proses pembelajaran siswa. Salah satu mata pelajaran yang memiliki persentase miskonsepsi cukup tinggi adalah Fisika. Berbagai bentuk tes diagnostik telah dikembangkan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa tersebut. Untuk menemukan bentuk tes yang sesuai dengan sebuah konsep Fisika, maka konsep tersebut perlu dianalisis terlebih dahulu serta memprediksi miskonsepsi yang mungkin ada di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Gerak Parabola dan memprediksi bagian dari konsep tersebut yang berpotensi menyebabkan miskonsepsi pada siswa. Alasan konsep Gerak Parabola dipilih adalah karena konsep tersebut merupakan bagian dari konsep Kinematika Gerak benda yang memiliki persentase miskonsepsi cukup tinggi berdasarkan penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan metode literature review yang dilakukan dengan dua tahap yakni, tahap pertama menganalisis konsep Gerak Parabola melalui beberapa buku dan tahap kedua memprediksi miskonsepsi pada konsep tersebut dengan memperhatikan penyebab dari miskonsepsi itu sendiri. Hasil penelitian ditemukan 7 sub-konsep dalam konsep Gerak Parabola yang 5 diantaranya diprediksi akan menyebabkan miskonsepsi pada siswa yakni kombinasi komponen gerak sumbu x dan sumbu y, arah percepatan objek, pengaruh massa pada besar perpindahan total, pengaruh besar kecepatan awal dengan lama objek dalam lintasan serta nilai kecepatan dan percepatan objek pada titik tertinggi lintasan.

Page 3 of 4 | Total Record : 37