cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 37 Documents clear
PENERAPAN METODE ESTAFET WRITING UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER I SMAN 3 SIDOARJO FEBRI TAHTA DITIYAH, ALGA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran bahasa Jerman peserta didik harus memiliki keterampilan menulis. Keterampilan menulis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor contohnya kosakata, tata bahasa. Oleh karena itu pendidik membutuhkan metode yang bisa membuat pembelajaran lebih menarik. Metode yang tepat adalah Estafet Writing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah metode pembelajaran Estafet Writing untuk keterampilan menulis bahasa Jerman. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang diuraikan secara deskriptif untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode Estafet Writing pada keterampilan menulis. Data dikumpulkan melalui langkah-langkah penerapan metode Estafet Writing untuk keterampilan menulis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai menulis berantai (Estafet Writing) yang diperoleh peserta didik kelas XI SMAN 3 Sidoarjo dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman mengalami peningkatan setelah penerapan metode Estafet Writing. Kata Kunci: Metode Pembelajaran Estafet Writing, Keterampilan Menulis
BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBICARA DALAM STATIONENLERNEN PESERTA DIDIK SMA KELAS XI SEMESTER 1 MARDIAWATI, SANTIK; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keterampilan berbicara selayaknya lebih mendapat perhatian, karena kemampuan berbicara adalah kemampuan yang mencerminkan kemampuan berbahasa seseorang. Salah satu kendala yang dialami peserta didik dalam keterampilan berbicara khususnya bahasa Jerman adalah dalam mengungkapkan gagasannya sendiri yang disebabkan oleh kurangnya sikap aktif dan minat peserta didik dalam pembelajaran berbicara serta rasa takut dan malu saat ditugasi untuk tampil berbicara didepan temannya. Teknik Stationenlernen dapat menjadi salah satu alternatif, karena bentuk belajar ini (Stationenlernen) memiliki kelebihan karena pembelajar dapat berkonsentrasi dengan suatu tema tertentu serta berperan aktif dalam waktu yang bersamaan dan mempelajari hal baru untuk bekerja dalam tim secara mandiri dan bertanggung jawab. Dalam bentuk belajar seperti ini, bahan pelajaran dipilih berdasarkan suatu tema tertentu, yang disusun dalam bentuk tugas atau pertanyaan yang disebar dalam beberapa stasiun, menentukan bahan ajar yang digunakan dalam Stationenlernen diusahakan tidak terlalu banyak karena Stationenlernen mengutamakan dukungan pendidik terhadap proses belajar peserta didik. Oleh karena itu tidak sembarangan dalam memilih bahan ajar yang digunakan dalam Stationenlernen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bahan ajar apakah yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan Stationenlernen peserta didik kelas Xl semester 1?. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dalam 1 stasiun untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI semester 1. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualitatif berbentuk deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa teks yang ada pada 5 buku pelajaran bahasa Jerman dengan tema Familie atau keluarga, 5 buku tersebut meliputi Deutsch ist Einfach 2, Löwe 2, Alamanya 2, Kontakte Deutsch Extra, Kontakte Deutsch. Setelah menemukan sumber data, kemudian menganalisis data penelitian dengan tema Familie sesuai dengan pemilihan bahan ajar keterampilan berbicara dengan teknik Stationenlernen yang meliputi, bahan Gramatik, Wortschatz, Redemittel tiap buku ajar. Langkah selanjutnya adalah memasukkan bahan ajar tersebut pada stasiun 1 dalam Stationenlernen. Dari uraian tersebut, hasil pemilihan bahan ajar keterampilan berbicara dalam Stationenlernen adalah Station 1 berisi bahan ajar tentang 10 gramatik, 122 Wortschatz dan 3 Redemittel. Kata Kunci: Materi Ajar, Keterampilan Berbicara, Stationenlernen ABSTRACTSpeaking skills should get more attention, because speaking ability is an ability that reflects a persons language skills. One of the obstacles experienced by students in their speaking skills, especially German, is in expressing their own ideas caused by a lack of active attitude and interest in learning to speak and fear and shame when assigned to speak in front of their friends. The Stationenlernen technique can be an alternative, because this form of learning (Stationenlernen) has advantages because learners can concentrate on a particular theme and play an active role at the same time and learn new things to work in teams independently and responsibly. In this form of learning, subject matter is chosen based on a specific theme, which is arranged in the form of assignments or questions spread over several stations, determining not too much teaching bahanal used in Stationenlernen because Stationenlernen prioritizes educator support for the learning process of students. Therefore it is not arbitrary to choose teaching bahanals used in Stationenlernen. The formulation of the problem in this study is "What teaching bahanals are used in learning speaking skills with Stationenlernen students of class Xl in semester 1". This study aims to produce teaching bahanals in 1 station for the German speaking skills of semester XI students in the first semester. The research method used is a descriptive qualitative research approach. The sources of the data in this study are several texts that are in 5 German textbooks with Familie or family themes, 5 of which include Deutsch ist Einfach 2, Löwe 2, Alamanya 2, Kontakte Deutsch Extra, Kontakte Deutsch. After finding the source of the data, then analyzing the research data with the Familie theme in accordance with the selection of teaching bahanals speaking skills with the Stationenlernen technique which includes, Grammar bahanal, Wortschatz, Redemittel each textbook. The next step is to enter the teaching bahanal at station 1 in Stationenlernen. From this description, the results of the selection of teaching material for speaking skills in Stationenlernen are Station 1 containing teaching bahanal about 10 grammar, 122 Wortschatz and 3 Redemittel. Keywords: Teaching Material, Speaking Skills, Stationenlernen AUSZUG Sprechfertigkeiten sollten mehr Aufmerksamkeit erhalten, da das Sprechen eine Fähigkeit ist, die die Sprachkenntnisse einer Person widerspiegelt. Eines der Hindernisse, mit denen die Studierenden in ihren Sprechfähigkeiten, insbesondere Deutsch, konfrontiert sind, ist Ausdruck ihrer eigenen Ideen, die auf mangelnde aktive Einstellung und das Interesse an Sprechen, Angst und Scham zurückzuführen sind, wenn sie vor ihren Freunden sprechen sollen. Die Stationenlernen-Technik kann eine Alternative sein, da diese Form des Lernens (Stationenlernen) das Potenzial hat, in unabhängigen und verantwortungsbewussten Teams zu arbeiten. Bei dieser Form des Lernens erstreckt sich das in Form von Aufgaben oder Fragen angeordnete Thema über mehrere Stationen und bestimmt nicht zu viel Unterrichtsmaterial, das in der Stationenlernen Programmierung verwendet wird, da die Stationenlernen den Pädagogen die Unterstützung für den Lernprozess von Priorität geben Studenten Das Unterrichtsmaterial wird in Stationenlernen verwendet. Die Formulierung des Problems in dieser Untersuchung lautet "Welche Unterrichtsmaterialien werden in Sprechfertikeiten mit Stationenlernen für Klasse XI Semester 1 verwendet". Ziel dieser Untersuchung ist es, Materialien in einer Station für Deutschland Sprechfertikeiten für SMA Klasse XI Semester 1 zu produzieren. Die verwendete Untersuchungsmethode ist der beschreibende qualitative Untersuchungsansatz. Deutsche Lehrbücher mit Familien- oder Familienthemen, darunter 5 Deutsch, Einfach 2, Löwe 2, Alamanya 2, Kontakte Deutsch Extra, Kontakte Deutsch. Nach dem Ermitteln der Datenquelle und anschließender Analyse der Daten mit der Familie, die Grammatikmaterial, Wortschatz, Redemittel jedes Lehrbuch enthält. Im nächsten Schritt geben Sie das Unterrichtsmaterial an Station 1 in Stationenlernen ein. Nach dieser Beschreibung enthalten die Ergebnisse der Auswahl von Unterrichtsmaterialien für Sprechfertigkeiten in Station 1 Unterrichtsmaterial zu etwa 10 Grammatik, 122 Wortschatz und 3 Redemittel. Schlüsselwörter: Unterrichtsmaterial, Sprechfertigkeiten, Stationenlernen
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LAUFDIKTAT UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK KELAS XI SMAN 1 MOJOSARI AGUSTIN, YOSY; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeterampilan menyimak merupakan proses kegiatan mendengarkan simbol-simbol lisan dengan penuh pemahaman, perhatian, apresiasi dan interpretasi untuk menangkap isi, memperoleh informasi, dan memahami arti komunikasi yang tidak disampaikan melalui pembicara secara lisan Bahasa asing adalah proses mempelajari sebuah bahasa yang digunakan sebagai bahasa komunikasi di lingkungan seseorang, akan tetapi bahasa tersebut hanya dipelajari di sekolah dan tidak dipergunakan sebagai komunikasi sehari-hari oleh pembelajar. Mempelajari menyimak sangat dibutuhkan untuk mempelajari bahasa, tetapi sebagian peserta didik kurang berminat terhadap keterampilan menyimak, karena jarang digunakan disekolah . Strategi Laufdiktat merupakan salah satu teknik yang tepat mempermudah peserta didik untuk meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Jerman. Teknik ini merupakan teknik pembelajaran kooperatif berkontribusi positif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana respon peserta didik kelas XI semester 1 SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Jerman dengan strategi Laufdiktat?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripisikan hasil respon peserta didik terhadap penerapan strategi Laufdiktat untuk keterampilan menyimak bahasa Jerman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif berbentuk deskriptif. Data diperoleh dari hasil tanggapan responden melalui angket yang diberikan oleh peneliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Laufdiktat mendapatkan respon positif dari peserta didik. Hasil dari penelitian berupa angket respon peserta didik terhadap penerapan strategi pembelajaran Laufdiktat, dapat diketahui bahwa 17,6% peserta didik merespon kegiatan pembelajaran dengan strategi Laufdiktat kategori sangat baik, 79,4% peserta didik merespon dengan kategori baik dan 2,9% peserta didik meresponnya dengan kategori cukup.Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Laufdiktat, Keterampilan Menyimak, Respon Abstract Listening skills are the process of understanding of information that are not delivered orally Foreign language is the learning of a language that is used as the language of communication in ones own environment. However, the language is learned only at school and is not used by students as daily communication. Listening skills required for learning languages, but some students are less interested in listening skills, as they are rarely used in schools. Dictation strategy is one of the correct techniques allowing the student to improve their listening skills in German. This technique is a collaborative learning method that helps to achieve learning goals. The problem of this research "how is the Respons the students of the SMAN 1 Mojosari in the first semester, when they learn German Listening with the dictation strategy". The aim of this research is to describe to the students the application process of the learning strategy in the class XI semester 1. The examination method is qualitative with a descriptive approach. Data obtained from the answers of the students through questionnaires by researchers. The result of the research was in the form of questionnaires on the students responses to the application of the dictation learning strategy sult of this research shows that the dictation strategy received a positive response from students. It can be seen that 17.6% of students responded to learning activities with the dictation strategy in a very good category, 79.4% of students in good categories and 2.9% of students answered with sufficient categories. Keywords: Listening skill, Dictation strategy, responseAuszugHörfertigkeit ist der Prozess des Verstehens von Informationen, die mündlich nicht übermittelt werden. Fremdsprache ist das Erlernen einer Sprache, die als Kommunikationssprache in der eigenen Umgebung verwendet wird. Die Sprache wird jedoch nur in der Schule gelernt und wird von den Schüler nicht als tägliche Kommunikation verwendet. Hörfertigkeit ist zum Lernen von Sprachen erforderlich, aber einige Schüler sind weniger an Hörfertigkeiten interessiert, da sie in den Schulen selten verwendet. Laufdiktat-Strategie ist eine der richtigen Technik ermöglicht den Schüler Hörfertigkeiten in Deutsch zu verbessern. Diese Technik ist eine Kooperativ-Lernmethode, die positiv zum Erreichen der Lernziele beiträgt. Das Problem dieser Untersuchung ?wie ist das Respons den Schüler des SMAN 1 Mojosari im ersten Semester, wenn sie mit der Laufdiktat-Strategie Hörfertigkeit lernen?. Das Ziel dieser Untersuchung ist das Respons von den Schülern auf die Anwendungsprozess von der Lernstrategie in der Klasse XI semester 1 zu beschreiben. Die Untersuchungsmethode ist qualitativ mit einem beschreibenden Ansatz. Die Daten werden aus den Antworten der Schüler durch Fragebögen von Forschern verteilt. Das Ergebnis dieser Untersuchung zeigt, die Laufdiktat-Strategie eine positive Antwort von Schülern erhielt. Das Ergebnis der Untersuchung war in Form von Fragebögen zu den Antworten der Schüler auf die Anwendung der Laufdiktat-Lernstrategie. Es ist zu erkennen, dass 17,6% der Schüler auf Lernaktivitäten mit der Laufdiktat-Strategie in einer sehr guten Kategorie antworteten, 79,4% der Schüler in guten Kategorien und 2,9% der Schüler antworten Sie mit ausreichenden Kategorien. Schlüsselwörte: Laufdiktat-Strategie, Hörfertigtikeit, das Respons
BAHAN AJAR BAHASA JERMAN MELALUI PENDEKATAN BUDAYA (LANDESKUNDE) INTAN WIDIYASTUTI, ASTRI; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bahasa Jerman merupakan bahasa asing yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, bahasa ini menempati urutan ke-10 setelah Bahasa Bengali dan sebelum Bahasa Jepang dan Bahasa Korea. Seiring dengan berjalannya waktu Bahasa Jerman mulai digunakan di sekolah, misalnya pada jenjang SMA dan SMK. Seperti pembelajaran lainnya, pelajaran bahasa Jerman juga memiliki buku pendamping pelajaran. Namun, dalam buku bahasa Jerman hanya sedikit teks budaya Jerman yang disisipkan. Hal ini menggelitik peneliti karena Landeskunde adalah bagian penting dalam pelajaran bahasa Jerman. Pada jenjang SMA, peserta didik seringkali membawa handphone ketika sekolah. Sistem operasi handphone juga bervariasi, ada android, IOs, Blackberry OS, dan lain-lain. Di Indonesia, android lebih mendominasi daripada pengguna iOS. Semakin maraknya android dapat menjadi solusi untuk mengemas bahan ajar dalam sebuah perangkat android yang dapat diunduh secara gratis. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk menganalisis bahan ajar bahasa Jerman dalam pendekatan budaya yang dapat dimasukkan dalam aplikasi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bahan ajar bahasa Jerman yang bagaimanakah yang sesuai dengan pendekatan budaya yang dapat dimasukkan pada perangkat android. Sebelum mengemas bahan ajar, maka bahan ajar dianalisis untuk dimasukkan dalam perangkat android. Teori pemilihan bahan ajar dalam android yang dipakai pada penelitian ini merupakan teori gabungan pendapat ahli dan menghasilkan 4 kategori, diantaranya bahan ajar harus memiliki (1) kesesuaian kurikulum 2013 revisi (mencakup KD, subtema, indikator, dan tingkatan grammatik dan wortschatz); (2) kesesuaian tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013; (3) kesesuaian jenis materi pembelajaran yang mencakup pendekatan kognitif (kognitiver ansatz) dan aspek kognitif (fakta) yang sesuai dengan kurikulum; (4) menganalisis ketersediaan daya dukung media yang berbasis ICT sehingga dapat dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menyajikan data berupa teks dengan menggunakan analisis isi (studi pustaka). Setelah dilakukan analisis seluruh bahan ajar menghasilkan 10 data yang terpakai yang dapat dimasukkan dalam perangkat android. Kata kunci: Bahan Ajar, Landeskunde, Android ABSTRACT German is the most widely used foreign language in the entire world, this language ranks 10th after Bengali and before Japanese and Korean. As time went on German language began to be used in schools, for example at the level of high school and vocational school. Like other learning, German language lessons also have lesson books. However, in German books only a few German cultural texts are inserted. This tickled the researchers because Landeskunde was an important part of German learning. At the high school level, students often carry cellphones while at school. Mobile phone operating systems also vary, there are Android, IOs, Blackberry OS, and others. In Indonesia, Android dominates more than iOS users. The more widespread Android can be a solution to package teaching materials in an Android device that can be downloaded for free. Based on this background, researchers are interested in analyzing German language teaching materials in cultural approaches that can be included in the application. The formulation of the problem in this study is what German language teaching materials are in accordance with the cultural approach that can be included on android devices. Before packing teaching materials, teaching materials are analyzed to be included in an android device. The theory of selection of teaching materials in android used in this study is a theory of combined expert opinions and produces 4 categories, including teaching materials must have (1) conformity of the revised 2013 curriculum (including KD, sub-themes, indicators, and grammatic and wortschatz levels); (2) suitability of learning objectives based on the 2013 curriculum; (3) suitability of types of learning material that includes cognitive approaches (cognitive anatz) and cognitive aspects (facts) that are in accordance with the curriculum; (4) analyze the availability of ICT-based media carrying capacity so that it can be understood by students. This research is qualitative research by presenting data in the form of text using content analysis (literature study). After analyzing all teaching materials it produces 10 used data that can be included in an android device. Keywords: Teaching material, Culture, AndroidAUSZUG Deutsch ist die weltweit am weitesten verbreitete Fremdsprache. Nach Bengalisch und vor Japanisch und Koreanisch steht diese Sprache an 10. Stelle. Im Laufe der Zeit wurde die deutsche Sprache in Schulen eingesetzt, zum Beispiel auf der Ebene von Gymnasien und Berufsschulen. Im Deutschunterricht gibt es wie in anderen Lektionen auch Lehrbücher. In deutschen Büchern sind jedoch nur wenige deutsche Kulturtexte eingefügt. Dies kitzelte die Forscher, weil Landeskunde ein wichtiger Bestandteil des deutschen Lernens war. Auf der Highschool-Ebene tragen die Schüler in der Schule häufig Handys mit. Die Betriebssysteme für Mobiltelefone variieren ebenfalls, es gibt Android, IOs, Blackberry OS und andere. In Indonesien dominiert Android mehr als iOS-Nutzer. Das weiter verbreitete Android kann eine Lösung sein, um Lehrmaterialien in ein Android-Gerät zu packen, das kostenlos heruntergeladen werden kann. Vor diesem Hintergrund sind Forscher daran interessiert, deutschsprachige Unterrichtsmaterialien in kulturellen Ansätzen zu analysieren, die in die Anwendung aufgenommen werden können. In dieser Studie wurde das Problem formuliert, was für den Unterricht in deutschsprachigem Unterricht dem kulturellen Ansatz entspricht, der auf Android-Geräten integriert werden kann. Vor dem Packen von Unterrichtsmaterialien werden die Unterrichtsmaterialien analysiert, um sie in ein Android-Gerät aufzunehmen. Die in dieser Studie verwendete Theorie der Auswahl von Lehrmaterialien in Android ist eine Theorie aus kombinierten Expertenmeinungen und ergibt 4 Kategorien, einschließlich Lehrmaterialien (1), die mit dem überarbeiteten Lehrplan 2013 übereinstimmen müssen (einschließlich KD, Unterthemen, Indikatoren sowie Grammatik- und Wortschatzstufen); (2) Eignung von Lernzielen auf der Grundlage des Lehrplans von 2013; (3) Eignung von Lernmaterialtypen, die kognitive Ansätze (kognitive Anatz) und kognitive Aspekte (Fakten) einschließen, die dem Lehrplan entsprechen; (4) Analyse der Verfügbarkeit von IKT-basierten Medien als Kapazität, damit sie von den Studierenden verstanden werden kann. Diese Untersuchung ist eine qualitative Untersuchung, indem Daten in Form von Text mittels Inhaltsanalyse (Literaturstudie) präsentiert werden. Nach der Analyse aller Lehrmaterialien werden 10 Daten generiert, die in einem Android-Gerät enthalten sein können. Schlüsselwörter: Materialunterricht, Landeskunde, Android
PENGEMBANGAN LATIHAN MEMBACA KELAS XII SEMESTER 1 SMAN 12 SURABAYA MELALUI “GOCONQR” YULIASTUTIK, FENI; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan membaca adalah awal untuk memulai keterampilan lainnya seperti mendengar, menulis, dan berbicara. Oleh karena itu peserta didik banyak diberikan latihan membaca oleh guru. Namun, ketersediaan latihan untuk mata pelajaran bahasa Jerman sangat sedikit, apalagi yang berbentuk Computer Based Test. Padahal saat ini pemerintah telah menetapkan ujian sekolah berbentuk CBT. Bahkan beberapa sekolah juga menggunakan CBT untuk penilaian akhir semester (PAS). Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikembangkan latihan membaca ke dalam game edukasi ?Deutsch XII?. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat menggunakan kemajuan teknologi tidak hanya untuk bermain, namun juga belajar. Selain itu, game edukasi ?Deutsch XII? dipilih karena karakteristik peserta didik SMA saat ini merupakan peserta didik yang senang bermain dengan ponsel dan laptop mereka (Generasi Z). Latihan ini berbentuk pilihan ganda untuk peserta didik kelas XII semester 1. Pengembangan latihan membaca ke dalam game edukasi ?Deutsch XII? menggunakan model pengembangan research and development Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini yaitu (1) Pengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Mengembangkan draft produk, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi hasil uji coba. Data diperoleh melalui tes. Kemudian, kualitas soal yang dikembangkan dianalisis melalui uji validitas butir soal, reliabilitas soal, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran soal. Uji validitas soal dihitung menggunakan rumus korelasi biserial serta product momment correlation. Sedangkan reliabilitas soal dihitung menggunakan rumus KR 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal yang memenuhi kriteria berjumlah 10 soal. Jadi soal yang dimasukkan ke dalam game edukasi ?Deutsch XII? melalui ?GoConqr? berjumlah 10 soal. Kata Kunci: Pengembangan, Latihan Membaca, GoConqr Abstract Reading skills are important to start other skills such as listening, writing, and speaking. Therefore the teacher give the students many reading exercises. However, the amount of exercises for German subject is very little, especially in the form of a Computer Based Test. Even though at this time the government has set a CBT exam. Even some schools also use CBT for the final semester assessment. Therefore in this study will be developed reading exercises in the educational game "Deutsch XII". So, the students can use technology not only to play, but also to learn. In addition, the educational game "Deutsch XII" was chosen because the characteristics of high school students nowadays are students who like to play with their cellphones and laptops (Generation Z). This exercise is in the form of multiple choices for students in the XII Grade in first semester. The development of the exercises in the educational game "Deutsch XII" uses the research and development model of Borg and Gall. The development steps in this research are (1) Data collection, (2) Planning, (3) Developing product drafts, (4) Initial field trials, (5) Revision of trial results. Data is obtained through tests. Then, the quality of the questions developed was analyzed through the validity test of the items, the reliability of the questions, the differentiation of the questions, and the level of difficulty of the questions. The validity is calculated using the biserial correlation formula and product moment correlation. While the reliability is calculated using the KR 20 formula. The results of the analysis show that there is 10 questions that meets the specified criteria. So there are 14 questions that inputted in the educational game "Deutsch XII" through "GoConqr". Keywords: Development, Reading exercise, GoConqrAuszug Lesefertigkeit sind wichtig, um andere Fähigkeiten wie Hören, Schreiben und Sprechen zu beginnen. Deshalb gibt die Lehrerin den Schülern viele Übungen zum Lesen. Die Anzahl der Übungen für deutsch ist jedoch wenig, insbesondere in Form eines Computer-basierten Tests. Außerdem haben die Regierung nun eine Abschlussprüfung in Form eines Computer-basierten Tests durchgeführt. Sogar einige Schulen durchführen eine Abschlussprüfung in Form eines Computer-basierten Tests. Deswegen wurde in dieser Untersuchung eine Leseübungen im Lernspiel "Deutsch XII" entwickelt. So können die Schüler die Technologie nicht nur zum Spielen benutzen, sondern auch zum Lernen. Außerdem wurde das Lernspiel "Deutsch XII" gewählt, weil die Schüler von SMA heute gerne mit ihren Handys und Laptops spielen (Generation Z). Diese Übung ist in Form eines Multiple-choice für Schüler der XII-Klasse im 1. Semester. Die Fragenentwicklung orientierte sich am R&D modell von Borg und Gall. Die Entwicklungsschritte dieser Untersuchung sind (1) Datenerfassung, (2) Planung, (3) Entwicklung von Produktentwürfen, (4) erste Feldversuche, (5) Überprüfung der Versuchsergebnisse. Daten werden durch Tests erhalten. Dann wurde die Gütekriterien für entwickelten Fragen durch Tests der Validität, Reliabilität, Differenzierung und des Schwierigkeitsgrades analysiert. Die Validität wird der Biseriale Korrelation Formel und der Produkt Moment Korrelation berechnet. Und die Reliabilität wird mit der Formel KR 20 berechnet. Die Ergebnisse der Analyse zeigen, dass 10 Fragen die Kriterien erfüllen. Also Die Fragen, die im Lernspiel "Deutsch XII" über "GoConqr" eingegeben wurden, sind 10 Fragen. Schlüsselwörter: Entwicklung, Leseübungen, GoConqr
EFEKTIVITAS PERMAINAN BINGO DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN ENDRIYATI, OKTAVIANI; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas permainan Bingo dalam pembelajaran keterampilan berbicara peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan; Bagaimanakah Efektivitas Permainan Bingo dalam pembelajaran keterampilan berbicara peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Pada penelitian akan dijelaskan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas belajar peserta didik. Serta bagaimana belajar dikatakan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilihat dari hasil angket. Subjek pada penelitian ini merupakan peserta didik kelas X ? MIPA 7 SMA Negeri 1 Gedangan, dengan jumlah responden 36 orang. Penelitian dilakukan 3 kali pertemuan. Pada pertemuan pembelajaran bahasa jerman dilakukan tanpa menggunakan permainan bingo. Pada pertemuan kedua pembelajaran bahasa jerman digabungkan dengan permainan bingo. Pada pertemuan terakhir peserta didik diberikan angket. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa permainan Bingo efektif digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara. Lebih dari 50% dari jumlah responden yang mendukung bahwa permainan dapat digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara. Hal tersebut dikarenakan permainan bingo yang meyenangkan dan menantang. Sehingga meningkatkan minat, motivasi, dan kecepatan pemahaman peserta didik. Namun permainan bingo juga memiliki kekurangan, yakni jika pendidik mengharapkan peserta didik mencatat hal- hal penting selama pembelajaran, maka permainan bingo tidak dapat digunakan. Hal ini dikarenakan peserta didik yang terlalu fokus pada permainan dibanding dengan pembelajaran.
KAJIAN KESESUAIAN MATERI AJAR DALAM LAMAN HTTP://WWW.EDUCATION.VIC.GOV.AU/LANGUAGESONLINE DENGAN KURIKULUM 2013 UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA SMA KELAS X KAMARUDIN, SAMSUL; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat komunikasi yang utama bagi manusia adalah bahasa, dengan bahasa manusia dapat menyampaikan ide, pikiran, dan pesan kepada orang lain, sehingga terjadi komunikasi. Agar komunikasi berjalan dengan baik, diperlukan penguasaan empat keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari keempat keterampilan itu, keterampilan menyimak merupakan keterampilan berbahasa awal yang harus dikuasai. Schumann (dalam Lange, 1998:192) juga berpendapat ?Hörverstehen wird eine zentralle Rolle im Kommunikationsproze? zugeschreiben? artinya keterampilan menyimak menjadi peran sentral dalam proses komunikasi. Peran penting penguasaan keterampilan menyimak juga sangat tampak di lingkungan sekolah, contohnya siswa mempergunakan sebagian waktunya untuk menyimak pelajaran yang disampaikan guru. Keberhasilan siswa dalam memahami serta menguasai pelajaran diawali dengan menyimak. Oleh karena itu, keterampilan menyimak perlu dikuasai dengan baik. Perkembangan teknologi pada era moderen yang semakin canggih, seperti halnya internet yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari internet untuk memperoleh informasi-informasi yang diperlukan dengan cepat dan mudah, Internet juga merupakan salah satu sumber materi ajar yang dapat diakses untuk menunjang keterampilan menyimak bahasa Jerman. salah satunya adalah laman http://www.education.vic.gov.au/LanguagesOnline. Laman ini merupakan sebuah laman pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jerman yang memiliki tampilan yang sederhana dan cara penyampaian materinya menarik akan memotivasi sisawa untuk belajar bahasa Jerman. Selain itu, laman ini juga memiliki tampilan gambar, suara, animasi gerak dan lagu-lagu agar siswa bersemangat dalam belajar dan mengerjakan soal yang tersedia. Namun, materi ajar yang ada di dalam laman tersebut belum bisa disebut materi ajar, karena harus disesuaikan dengan materi ajar tingkat SMA dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?bagaimana kesesuaian materi ajar dalam materi ajar pada laman http://www.education.vic.gov/languagesonline dengan kurikulum 2013 untuk keterampilan menyimak bahasa Jerman siswa SMA kelas X Semester 1?. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah ?mengetahui kesesuaian materi ajar dalam laman http://www.education.vic.gov.au/languagesonline dengan kurikulum 2013 untuk keterampilan menyimak siswa SMA kelas X Semester 1?. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif sedangakan metode yang digunakan adalah metode penelitian kulitatif. Setelah melakukaan anlisis kajian, maka hasil kajian materi ajar dari penelitian ini adalah materi ajar dari laman http://www.education.vic.gov.au/LanguagesOnline dapat digunakan sebagai materi ajar pembelajaran menyimak bahasa jerman kelas X semester 1. Hal itu dibuktikan dengan kesesuaian kosakata meliputi kata benda (Nomen), kata kerja (Verben), kata sifat (Adjektiv), dengan kesesuaian 47% termasuk kritertia cukup sesuai, ujaran (Redemittel) dengan kesesuaian 70.8% termasuk kriteria sesuai dan tatabahasa dengan kesesuaian 94% termasuk kriteria sangat sesuai. Analisis dilakukan dengan menyesesuikan isi materi dalam laman dengan materi ajar keterampilan menyimak bahasa Jerman kurikulum 2013 kelas X semseter 1.Kata Kunci : Materi ajar, Laman webiste, keterampilan menyimak
PENGEMBANGAN MEDIA DEUTSCH IST INTERESSANT UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SMA NOVI KRISTANTI, LUSI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Smartphone digunakan oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Penggunaan smartphone untuk belajar hanyalah 13,97% (Kominfo, 2018). Pemanfaatan smartphone sebagai media belajar sangat sedikit, dan itu adalah sebuah masalah. Sedikitnya pemanfaatan smartphone sebagai media untuk belajar merupakan suatu masalah. Agar smartphone lebih bermanfaat dan dapat digunakan untuk belajar, maka smartphone dapat diisi oleh media pembelajaran bahasa Jerman. Media tersebut dilengkapi materi bersuara karena untuk keterampilan menyimak membutuhkan audio (Nurgiyantoro, 2004:108). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat media Deutsch ist interessant untuk pembelajaran keterampilan menyimak bahasa jerman SMA. Ditinjau dari rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini membuat media Deutsch ist interessant untuk pembelajaran keterampilan menyimak bahasa jerman SMA. Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Oleh karena langkah pengembangan media yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Pada tahap analisis langkahnya yaitu menganalisis materi dari 4 buku yaitu Deutsch ist Einfach 2, Kontakte Deutsch Extra, Studio D A1, Lowe 2 dengan beberapa aspek kriteria dan didapatkan 7 data atau materi. Setelah langkah analisis yaitu desain dengan mendesain media pada power point. Selanjutnya setelah desain yaitu pengembangan, dengan mengubah desain berbentuk power point menjadi aplikasi yang bisa digunakan pada smartphone dengan menggunakan iSpring8. Setelah bentuk aplikasi media sudah selesai langkah selanjutnya yaitu implementasi, dengan menjelaskan bagaimana langkah penggunaan media dibantu oleh use case diagram. Lalu yang terakhir yaitu evaluasi, dengan menganalisis hasil angket validasi media dan materi. Pada hasil angket tersebut diketahui bahwa materi dalam media ini 80 % layak digunakan dan media tersebut sangat layak dengan hasil 87%. Proses pengembangan media Deutsch ist interessant ini tidak sampai uji coba. Sehingga hanya sampai pada validasi media dan validasi materi saja. Media tersebut kemudian dinamakan Deutsch ist interessant dan dapat digunakan sebagai alternatif media dalam pembelajaran bahasa Jerman keterampilan menyimak SMA. Kata Kunci: Pengembangan, Media Deutsch ist interessant, Keterampilan Menyimak Abstract Smartphones are used by various countries including Indonesia. The use of smartphones to study is only 13.97% (Kominfo, 2018). The use of smartphones as a medium of learning is very little, and that is a problem. The little use of smartphones as a medium for learning is a problem. In order for smartphones to be more useful and can be used for learning, smartphones can be filled with German learning media. The media is equipped with sound material because listening skills require audio (Nurgiyantoro, 2004: 108). The formulation of the problem in this research is how to make Deutsch ist interessant media for learning German high school listening skills. Judging from the formulation of the problem, the purpose of this study is to make the Deutsch ist interessant media for learning high school German listening skills. This research method is a qualitative approach and uses the ADDIE development model. Because of the steps in developing the media, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. In the analysis step the steps are analyzing material from 4 books namely Deutsch ist Einfach 2, Kontakte Deutsch Extra, Studio D A1, Lowe 2 with several aspects of criteria and 7 data or material obtained. After the analysis step is design by designing media at power point. Next after design is development, by changing the design in the form of power point into an application that can be used on smartphones using iSpring8. After the form of media application has finished, the next step is implementation, by explaining how the steps of media use are assisted by use case diagrams. Then the last one is evaluation, by analyzing the results of media and material validation questionnaires. In the results of the questionnaire it is known that the material in this media is 80% feasible and the media is very feasible with a result of 87%. The process of developing the Deutsch ist interessant media was not tested. So that only comes to media validation and material validation only. The media is then called Deutsch ist interessant and can be used as an alternative medium for learning German language skills in listening to high school. Keywords: Development, Deutsch ist interessant medium, Listening skill. Auszug Smartphones werden in verschiedenen Ländern einschließlich Indonesien verwendet. Die Verwendung von Smartphones zum Lernen beträgt nur 13,97% (Kominfo, 2018). Die Verwendung von Smartphones als Lernmedium ist sehr gering und das ist ein Problem. Der geringe Einsatz von Smartphones als Lernmedium ist ein Problem. Damit Smartphones nützlicher sind und zum Lernen verwendet werden können, können Smartphones mit deutschen Lernmedien gefüllt werden. Die Medien sind mit Tonmaterial ausgestattet, weil das Hörvermögen Audio erfordert (Nurgiyantoro, 2004: 108). Die Problemstellung in dieser Forschung lautet, wie man Deutsch ist interessant media für das Erlernen deutscher Hörfähigkeiten in der deutschen High School macht. Ausgehend von der Formulierung des Problems ist es das Ziel dieser Studie, das Deutsch ist interessant media für das Erlernen der deutschen Highschool-Hörfähigkeiten zu schaffen. Diese Forschungsmethode ist ein qualitativer Ansatz und verwendet das ADDIE-Entwicklungsmodell. Wegen der Schritte bei der Entwicklung der Medien, nämlich Analyse, Design, Entwicklung, Implementierung und Bewertung. In dem Analyseschritt werden die Schritte aus 4 Büchern analysiert, nämlich Deutsch ist Einfach 2, Kontakte Deutsch Extra, Studio D A1, Lowe 2 mit mehreren Aspekten der Kriterien und 7 Daten oder Material. Nach dem Analyseschritt erfolgt das Design durch das Design von Medien am Power Point. Nach dem Design ist die Entwicklung, indem das Design in Form von Power Point in eine Anwendung umgewandelt wird, die auf Smartphones mit iSpring8 verwendet werden kann. Nachdem das Formular der Medienanwendung abgeschlossen ist, wird als nächster Schritt die Implementierung erläutert, indem erläutert wird, wie die Schritte der Mediennutzung durch Anwendungsfalldiagramme unterstützt werden. Die letzte ist die Auswertung, indem die Ergebnisse der Fragebögen zur Medien- und Materialvalidierung analysiert werden. Aus den Ergebnissen des Fragebogens ist bekannt, dass das Material in diesen Medien zu 80% realisierbar ist und die Medien mit 87% sehr gut machbar sind. Der Entwicklungsprozess der Deutsch ist interessant media wurde nicht getestet. Also nur zur Medien- und Materialvalidierung. Die Medien heißen dann Deutsch ist interessant und können als alternatives Medium für das Erlernen der deutschen Sprachkenntnisse beim Abitur verwendet werden. Schlusselw?rte: Entwicklung, Deutsch ist interessant medien, Hörfertigkeiten.
VALIDASI SOAL TES SUMATIF KELAS XI SEMESTER 1 SMAN 4 DEPOK NOOR AMRU HAFIZHAH, GUSTI; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tes sumatif bahasa Jerman mengacu pada materi dan tujuan pembelajaran bahasa Jerman selama satu semester. Pengukuran perlu diadakan untuk mengetahui ketepatan informasi materi dan tujuan pembelajaran selama satu semester, sehingga perlu adanya validasi. Selain validasi, uji reliabilitas untuk soal tes sumatif juga diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan reliabilitas soal tes sumatif. Soal tes sumatif yang diteliti yaitu soal tes sumatif bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 4 Depok. Uji validitas dan reliabilitas penelitian ini menggunakan Microsoft Excel 2013. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu LJK (lembar jawaban komputer) tes sumatif bahasa Jerman kelas XI semester 1 yang berjumlah 388. Data penelitian yang digunakan yaitu kisi-kisi dan soal tes sumatif bahsa Jerman kelas XI semester 1 yang berjumlah 50 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 44 soal tersebut dinyatakan valid dan 6 soal lainnya dinyatakan tidak valid. Sehingga, lebih dari 75% soal tes sumatif bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 4 Depok dinyatakan valid. Sedangkan soal tes sumatif ini dikatan reliabel karena memiliki nilai 0,811. Angka tersebut melebihi angka minimum, yaitu 0,70. Maka tes sumatif ini dinyatakan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
METODE TWO STAY TWO STRAY UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA SMAN 12 SURABAYA KELAS XI SEMESTER 1 ARI PERMADI, LUTHFI; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman. Pada mata pelajaran bahasa Jerman, peserta didik tentu diharapkan memiliki keterampilan berbicara bahasa Jerman yang baik dengan penguasaan kosa kata dan penyusunan struktur kalimat yang tepat sehingga dapat mengungkapkan ide, gagasan serta perasaan secara lisan sebagai proses komunikasi terhadap orang lain (Setyawan Pudjiono, 2003:58). Metode Two Stay Two Stray diterapkan dalam penelitian ini sebagai metode pembelajaran alternatif untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman. Metode ini sangat baik diterapkan pada pembelajaran karena dapat mengurangi rasa bosan peserta didik serta tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif tetapi juga melatih peserta didik untuk bertanggungjawab. Penelitian ini diterapkan pada peserta didik kelas XI IPA 1 semester 1 di SMAN 12 Surabaya dengan tema Familie. Dalam penelitian ini yang menjadi pokok pembahasan adalah: bagaimana respon peserta didik terhadap metode Two Stay Two Stray pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 12 Surabaya. adapun data penelitian ini yaitu berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes dan respon peserta didik terhadap stimulus yang diberikan dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan metode Two Stay Two Stray berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata nilai peserta didik setelah diterapkan metode TSTS. Dengan melihat hasil tes dan angket peserta didik dapat disimpulkan bahwa respon peserta didik dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan metode TSTS adalah baik. Hal itu dibuktikan dengan didapatkannya hasil tes ke-1 dengan rata-rata 61, pertemuan ke-2 dengan rata-rata 88,5 dan pertemuan ke-3 dengan nilai rata-rata 97 serta hasil angket dengan rata-rata 66,9%. Kata kunci : Metode Two Stay Two Stray, respon, Bahasa Jerman.

Page 1 of 4 | Total Record : 37