cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 37 Documents clear
PENERAPAN MEDIA JEOPARDY GAME UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI SMAN 1 MOJOSARI MARIANA PUTRI, ANANDA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa Jerman. Demi mencapai suatu tujuan pembelajaran guru harus dapat mengatur lingkungan belajar yang ada. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud ialah media Jeopardy Game. Media Jeopardy Game dipilih karena bersifat interaktif sehingga mampu mengembangkan kreativitas siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah media Jeopardy Game dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mojosari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mojosari dengan menggunakan media Jeopardy Game. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Data penelitian ini berupa data hasil dari langkah-langkah penerapan media Jeopardy Game yang diperoleh dari lembar observasi dan hasil angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Jeopardy Game dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mojosari. Media Jeopardy Game membuat siswa antusias mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Jerman dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kuis sehingga menimbulkan keberanian siswa untuk berbicara bahasa Jerman. Hal ini dapat di buktikan dari hasil lembar observasi bahwa pertemuan ketiga lebih baik dari pertemuan kedua. Dari angket respon siswa, pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan menggunakan media Jeopardy Game mendapatkan hasil dengan kategori baik. Kata kunci: Keterampilan berbicara, media pembelajaran, Jeopardy Game
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 1 SMA N 1 GEDANGAN DENGAN TEKNIK TAKE AND GIVE MARIA NUR ULUM, SITI; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar yang terdapat dalam bahasa Jerman. Keterampilan menulis bukanlah sesuatu yang mudah, karena menulis membutuhkan penguasaan kosakata, tata bahasa, dan aturan dalam penulisan. Terdapat banyak teknik yang dipakai dalam pembelajaran bahasa Jerman. Salah satu teknik pembelajaran yang bisa dipakai dalam keterampilan menulis bahasa Jerman yaitu teknik take and give. Teknik Take and Give merupakan strategi pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada peserta didik (Huda, 2013: 242). Kartu tersebut terdapat informasi terkait tema, sehingga peserta didik dimudahkan dalam hal menulis. Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menulis menggunakan teknik take and give. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan dengan menggunakan teknik take and give dalam keterampilan menulis dialog. Sumber data penelitian yaitu nilai hasil belajar keterampilan menulis dialog bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan. Peneliti melakukan penelitian sebanyak 3 kali pertemuan. Kemudian nilai peserta didik dideskripsikan. Pada pertemuan pertama terdapat 3 pasang (6 orang) peserta didik yang memperoleh nilai diatas KKM. Sedangkan 12 pasang (24 orang) lainnya mendapat nilai dibawah KKM. Pertemuan kedua terdapat 6 pasang (12 orang) memperoleh nilai diatas KKM (Kriteria Ketentuan Maksimal), sedangkan 8 pasang (16 orang) masih memperoleh nilai dibawah KKM. Pertemuan ketiga terdapat 12 pasang (24 peserta didik) mendapat nilai diatas KKM. Sedangkan 3 pasang lainnya (6 peserta didik) dinyatakan belum tuntas karena belum melampaui nilai KKM. Berdasarkan rata-rata hasil belajar peserta didik dari pertemuan pertama 74, pertemuan kedua 79 dan pertemuan ketiga 82 yang selalu mengalami peningkatan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa teknik take and give dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulis. Kata kunci: Teknik take and give, Keterampilan Menulis, Hasil Belajar
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF GALLERY WALK TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 GEDANGAN MAHANISSA MEIFI LITA, HILDA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Gedangan, diperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan keterampilan menulis yang didapatkan peserta didik. Ada beberapa faktor, yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam keterampilan menulis yaitu penulisan kosakata, struktur kalimat dan penulisan yang menggunakan huruf besar atau kecil. Hal ini menyebabkan hasil belajar menulis tidak bagus. Penelitian ini dicoba untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka penelitian ini dicoba untuk mengungkapkan pengaruh penggunaan teknik pembelajaran Gallery Walk. Batasan masalah penelitian ini adalah pengaruh teknik pembelajaran kooperatif Gallery Walk terhadap hasil belajar menulis di kelas XI Bahasa SMAN 1 Gedangan. Penelitian ini menggunakan teori dari Silberman. Penelitian ini meupakan penelitian eksperimen. Data penelitin ini adalah hasil menulis dari soal pre-test dan post-test. Populasinya sejumlah 32 peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada pengaruh untuk hasil belajar menulis karangan deskripsi bahasa Jerman melalui teknik pembelajaran Gallery Walk pada kelas eksperimen. Hal ini bisa dilihat dari nilai t-test = 0,06 < t-tabel (0,05;30)= 2,04 < t-tabel (0,01;30)= 2,75, kemudian dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 41,125 dan kelas kontrol sebesar 40,969, maka teknik pembelajaran Gallery Walk lebih efektif diterapkan di kelas eksperimen, karena nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar. Kata kunci: Teknik Pembelajaran Kooperatif Gallery Walk, Hasil belajar menulis bahasa Jerman.
MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 12 SURABAYA OKTAVIAN, CAPESTRANO; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berbicara penting untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain. Apabila seseorang memiliki keterampilan berbicara yang baik, dia akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional. Melalui observasi di kelas XI IPA-2 SMAN 12 Surabaya, peserta didik mampu memahami materi yang baru dipelajari, namun kebanyakan dari mereka memilih untuk diam ketika ditanya oleh pendidik maupun menyebutkan kata dan kalimat sesuai dengan materi yang dipelajari selama proses belajar mengajar berlangsung. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berbikir untuk menyampaikan fakta, pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan maksud (pikiran, perasaan dan ide) secara lisan. Model pembelajaran example non example memberikan kebebasan berbebicara kepada peserta didik untuk menyampaikan apa yang dipikirkannya. Model pembelajaran ini juga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi yang dipelajari secara lebih mendalam melalui analisis terhadap gambar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran example non example untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI SMAN 12 Surabaya. Penerapan model pembelajaran example non example dilakukan sebanyak dua kali dengan tema Familie. Materi yang digunakan yaitu Possesivpronomen dan Präposition. Fokus penelitian ini hanya pada penerapan model pembelajaran untuk keterampilan berbicara. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif dengan data berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.Hasil analisis menunjukkan bahwa proses penerapan model pembelajaran example non example untuk keterampilan berbicara berjalan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran example non example yang termuat di dalam RPP. Peserta didik kelas XI IPA-2 memahami materi yang dipelajari dan berani berbicara untuk menyampaikan maksud (ide, pikiran, isi hati) dari apa yang diketahui dan dipelajarinya ketika melakukan analisis terhadap gambar di dalam kelompok. Mereka menyebutkan kosa kata yang baru diketahui kepada teman-temannya dan bertanya kepada pendidik ketika tidak menemukan artinya. Selain itu, peserta didik mampu mengambil keputusan dalam memilih pendapat yang paling tepat dari berbagai pendapat yang dikemukakan untuk dijadikan sebagai hasil analisis.Kelompok yang menyampaikan hasil analisis di depan kelas mendapat tanggapan dari kelompok yang mendengarkan ketika ada kesalahan pengucapan. Kelompok yang mendengarkan akan langsung membenarkan dan sesekali bertanya untuk menguji kemampuan berpikir temannya. Berdasarkan hasil analisis yang telah disampaikan tiap kelompok, kemudian pendidik menyampaiakn materi yang dipelajari serta memberikan masukan kepada peserta didik mengenai hasil analisis mereka. Kata kunci: Model pembelajaran example non example, Keterampilan berbicara
PENGEMBANGAN MEDIA QUIZSPIEL MELALUI APPY PIE SEBAGAI LATIHAN BELAJAR BAHASA JERMAN KELAS XII SEMESTER 1 FIRDAUS, NURULLIFIA
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemakaian perangkat mobile yang saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok para pelajar. Peserta didik yang saat ini merupakan para kaum millenial atau generasi Z sangat senang menggunakan internet dalam berkomunikasi. Fakta ini terlihat bahwa pengguna smartphone semakin meningkat dan peserta didik generasi saat ini tidak terlepas dari smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Menurut data indonesiabaik.id (2018) menyebutkan bahwa aktifitas penggunaan smartphone untuk hiburan lebih besar daripada belajar. Sedangkan saat ini pemerintah telah menetapkan adanya Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional dalam bentuk CBT. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini juga memunculkan penyedia layanan untuk berlatih mengerjakan soal seperti Ruangguru, Kahoot, Qizzez dan lain sebagainya. Tetapi latihan soal bahasa Jerman masih sedikit, melalui pengamatan dalam penelitian Gamung banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Jerman dikarenakan kurangnya latihan. Beberapa media dapat digunakan untuk membantu belajar bahasa Jerman yang dapat digunakan oleh peserta didik dimana pun dan kapan pun, salah satunya media Quizspiel. Media Quizspiel merup akan sebuah media kuis yang berisi latihan soal bahasa Jerman dengan menggunakan smartphone. Latihan soal di dalam media ini adalah materi Freizeitbesch?ftigungen untuk kelas XII. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana pengembangan media Quizspiel melalui Appy Pie sebagai latihan belajar bahasa Jerman kelas XII semester 1. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media Quizspiel melalui Appy Pie sebagai latihan belajar bahasa Jerman kelas XII semester 1. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Sugiyono, yang terdiri dari (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) dan revisi desain. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada guru bahasa Jerman untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 98,46% untuk soal dan 98,43% untuk media. Berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam belajar bahasa Jerman. Kata kunci: Pengembangan Media, Quizspiel, Appy Pie, Latihan. Abstract Use of mobile devices that are now a staple of students. Students who are currently millennials or generation Z are very happy to use the internet to communicate. This fact shows that smartphone users are increasing and current generation of students is inseparable from smartphones in everyday life. According to data from Indonesiaabaik.id (2018), the activity of using smartphones for entertainment is greater than learning. Whereas at this time the government has determined the existence of School End Exams and National Exams in the form of CBT. This very rapid technological development also raises service providers to practice working on questions such as Ruangguru, Kahoot, Qizzez and so on. But the practice of the German language is still small, through observations in Gamung research m any students still experience difficulties in learning German due to lack of training. Some media can be used to help learn German which can be used by students wherever and whenever, one of which is the Quizspiel media. Media Quizspiel is a media quiz that contains exercises about German using a smartphone. The problem training in this media is Freizeitbesch?ftigungen material for class XII. The formulation of this research problem is: how the development of Quizspiels media through Appy Pie as a learning exercise in German class XII semester 1. The purpose of this study is to produce Quizspiel media through Appy Pie as German learning exercises in class XII semester 1. The development model used is the development model media according to Sugiyono, which consists of (1) potential and problems; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) and design revisions. The instrument used was a questionnaire. Questionnaires were given to German teachers for validation. After validating, the results were 98.46% for the questions and 98.43% for the media. Based on this, the media is suitable for use in learning German. Keywords: Media Development, Quizspiel, Appy Pie, Exercise.Auszug Nutzung von mobilen Geräten, die heute ein Grundnahrungsmittel von Schülern sind. Die Schülern der Z-Generation oder Millenials nutzen gerne das Internet zur Kommunikation. Diese Tatsache zeigt, dass die Anzahl der Smartphone-Benutzer steigt und die derzeitige Generation der Schülern im Alltag mit Smartphones untrennbar verbunden ist. Nach Angaben des Ministeriums für Kommunikation und Information (2018) ist die Nutzung von Smartphones für Spielen größer als das Lernen. Zu diesem Zeitpunkt hat die Regierung die Existenz von Schulabschlussprüfungen und nationalen Prüfungen in Form von CBT festgestellt. Diese rasante technologische Entwicklung führt auch dazu, dass Dienstleister sich mit Fragen wie Ruangguru, Kahoot, Qizzez usw. beschäftigen. Die deutsche Übungen ist jedoch immer noch wenig. Durch Beobachtungen in der Gamung-Untersuchung haben viele Schüler immer noch Schwierigkeiten, Deutsch zu lernen, weil sie wenige Übungen gemacht. Einige Medien können für Deutschlernen benutzt werden, die von den Schülern überall und zu jeder Zeit benutzt werden kann. Der Medien Quizspiel ist ein Medienquiz, das Übungen zum Lesen mit einem Smartphone enthält. Übungsfragen in diesem Medium sind Hobby-Material für die Klasse XII. Die Formulierung des Problems dieser Untersuchung: wie ist Entwicklung der Quizspiel Medien durch Appy Pie als Übungen für deutsch lernen Klasse XII 1. Semester. Und das Ziel dieser Untersuchung ist die Entwicklung der Quizspiel Medien durch Appy Pie als Übungen für Deutsch Lernen Klasse XII 1. Semester zu herstellen. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Sugiyono. Das besteht aus (1) Potenzialen und Problemen besteht; (2) Datensammlung; (3) Produktdesign; (4) Designvalidierung; (5) und Überarbeitung des Designs. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebogen. Der Fragebogen wird Deutschlehrer für Validierung übergegeben. Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 98,46% für Übungsfragen und 98,43% für Medien. Basierend auf der Ergebnisse der Validierung, die Zusammenfassung ist, dass Medien würdig für deutsch lernen ist. Schlüsselwörter: Entwicklung der Medien, Quizspiel, Appy Pie, Übungen.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI DENGAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE KURNIAWATI, NURIL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI DENGAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE Nama Mahasiswa : Nuril KurniawatiNIM : 1500094001Program Studi : Pendidikan Bahasa JermanJurusan : Bahasa dan Sastra JermanFakultas : Bahasa dan SeniNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd.Tahun : 2019 Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang terdapat dalam bahasa Jerman. Keterampilan membaca bukanlah sesuatu yang mudah, karena membaca membutuhkan banyak kosakata yang harus dikuasai. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan bahasa Jerman yang disebabkan karena kurangnya kosakata yang dikuasai oleh peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang bisa dipakai dalam keterampilan membaca bahasa Jerman yaitu metode Total Physial Response. Metode Total Physial Response adalah metode pengajaran bahasa asing dengan mengembangkan pemahaman menyimak melalui serangkaian perintah dimana peserta didik merespon dengan aktivitas fisik (VeraSavic, 2014: 447). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik kelas XI dengan menggunakan metode Total Physical Response. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik kelas XI dengan menggunakan metode Total Physical Response. Data dalam penelitian ini adalah nilai hasil tes keterampilan membaca peserta didik berupa skor nilai. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar untuk keterampilan membaca bahasa jerman peserta didik kelas XI dengan metode Total Physical Response mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan data nilai hasil tes peserta didik dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua. Ada 9 peserta didik yang mengalami peningkatan dengan nilai lebih dari KKM dan ada 4 peserta didik memperoleh nilai stabil dengan nilai lebih dari KKM, sedangkan 2 peserta didik mengalami penurunan nilai lalu 3 peserta didik lainnya hanya mendapatkan nilai dari salah satu pertemuan dalam penelitian skripsi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Total Physical Response dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI dalam keterampilan membaca bahasa Jerman. Kata kunci : Metode Total Physical Response, keterampilan membaca, hasil belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA REISEN-DISC UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SMA KELAS XII SEMESTER 2 ILMI, AMILATUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA REISEN-DISC UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SMA KELAS XII SEMESTER 2 Nama Mahasiswa : Amilatul Ilmi NIM : 15020094009 Program Studi : Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Tahun : 2019 Berdasarkan pengamatan peneliti, didapatkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis karangan bahasa Jerman. Oleh karena itu, dikembangkan media Reisen-Disc untuk pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman SMA. Media Reisen-Disc seperti gambar berseri berbentuk CD yang dapat diputar. Media ini berisi soal latihan untuk pembelajaran keterampilan menulis dengan tema Reisen dan subtema Ferien und Urlaub. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana proses pengembangan media Reisen-Disc. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Asyhar, yang terdiri dari (1) analisis kebutuhan; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) merumuskan butir-butir materi; (4) menyusun instrumen evaluasi; (5) menyusun naskah/draft media; (6) melakukan validasi ahli. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada ahli materi dan media untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 93,75% untuk materi dan 93,75% untuk media. Berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Kata kunci: Media Reisen-Disc, pengembangan, bahasa Jerman
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA HIDAYATI, NURUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA Nama : Nurul Hidayati NIM : 15020094022 Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Ari Pujosusanto, M. Pd. Tahun : 2019 Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai dalam pembelajaran bahasa jerman. Keterampilan berbicara sangat penting dalam proses pembelajaran untuk dapat menyampaikan pengetahuan yang dimiliki, namun berbicara tidak mudah karena membutuhkan banyak latihan, pembiasaan, penguasaan kosakata, penguasaan ekspresi, pemahaman materi, pemahaman tata bahasa, serta pemahaman pengucapan dan intonasi. Dengan banyaknya sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa jerman, salah satunya adalah media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam keterampilan berbicara bahsa jerman yaitu Media Board Game. Media Board Game merupakan media pembelajaran dalam bentuk permainan yang dimainkan dengan digerakkan dan dipindahkan pada permukaan yang telah ditandai berdasarkan seperangkat aturan (Mike Scorviano (2010). Dalam media tersebut memuat informasi yang berkaitan dengan tema yang dipelajari, sehingga dapat membantu siswa dalam melatih kemampuan berbicara bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Sumber data penelitian yaitu berupa nilai hasil belajar keterampilan berbicara siswa kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Setelah itu data nilai hasil belajar tersebut dapat dideskripsiskan. Berdasarkan rerata hasil belajar pada pertemuan pertama siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya yaitu sebesar 70,19. Dan mengalami perbedaan hasil belajar yang meningkat pada pertemuan kedua, siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya mendapatkan rerata hasil belajar yaitu sebesar 87,78. Maka dapat disimpulkan bahwa media Board Game dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara bahasa jerman dan dapat dimanfaat dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa jerman. Kata kunci : Media Board Game, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA HIDAYATI, NURUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA Nama : Nurul Hidayati NIM : 15020094022 Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Ari Pujosusanto, M. Pd. Tahun : 2019 Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai dalam pembelajaran bahasa jerman. Keterampilan berbicara sangat penting dalam proses pembelajaran untuk dapat menyampaikan pengetahuan yang dimiliki, namun berbicara tidak mudah karena membutuhkan banyak latihan, pembiasaan, penguasaan kosakata, penguasaan ekspresi, pemahaman materi, pemahaman tata bahasa, serta pemahaman pengucapan dan intonasi. Dengan banyaknya sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa jerman, salah satunya adalah media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam keterampilan berbicara bahsa jerman yaitu Media Board Game. Media Board Game merupakan media pembelajaran dalam bentuk permainan yang dimainkan dengan digerakkan dan dipindahkan pada permukaan yang telah ditandai berdasarkan seperangkat aturan (Mike Scorviano (2010). Dalam media tersebut memuat informasi yang berkaitan dengan tema yang dipelajari, sehingga dapat membantu siswa dalam melatih kemampuan berbicara bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Sumber data penelitian yaitu berupa nilai hasil belajar keterampilan berbicara siswa kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Setelah itu data nilai hasil belajar tersebut dapat dideskripsiskan. Berdasarkan rerata hasil belajar pada pertemuan pertama siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya yaitu sebesar 70,19. Dan mengalami perbedaan hasil belajar yang meningkat pada pertemuan kedua, siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya mendapatkan rerata hasil belajar yaitu sebesar 87,78. Maka dapat disimpulkan bahwa media Board Game dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara bahasa jerman dan dapat dimanfaat dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa jerman. Kata kunci : Media Board Game, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA SMAN 12 SURABAYA KELAS IX SEMESTER 1 ARIZA, FIKROTUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui apakah model pembelajaran cooperative script ini cocok bila diterapkan untuk pembelajaran keterampilan menyimak siswa. Peneliti menggunakan subyek penelitian siswa SMAN 12 Surabaya karena bahasa Jerman diajarkan disemua kelas. Bahasa Jerman di SMAN 12 Surabaya merupakan mata pelajaran peminatan yang diajarkan mulai kelas X sampai kelas XII untuk semua jurusan IPA maupun IPS. Namun waktu yang singkat menjadikan kendala dalam pembelajaran bahasa jerman di tingkat SMA maka konsentrasi penuh dalam pembelajaran berkurang. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengujicobakan model pembelajaran yang diharapkan mampu menjawab permasalahan menyimak dikelas tersebut. Dalam pembelajaran inovatif, metode yang sedang dikembangkan saat ini adalah metode kooperatif. Dalam penelitian ini yang menjadi pokok pembahasan adalah: bagaimanakah hasil belajar siswa SMAN 12 Surabaya dalam keterampilan menyimak bahasa jerman dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script. Adapun data penelitian ini yaitu berupa tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes peserta didik terhadap keterampilan menyimak bahasa Jerman dengan model pembelajaran cooperative script berjalan dengan baik untuk diterapkan pada keterampilan menyimak bahasa Jerman karena perolehan rata-rata nilai peserta didik diatas KKM. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata nilai peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Cooperative Script. Dengan melihat hasil tes peserta didik dapat disimpulkan bahwa hasil tes menyimak peserta didik dalam keterampilan menyimak bahasa Jerman dengan model pembelajaran Cooperative Script adalah baik. Hal itu dibuktikan dengan didapatkannya hasil tes ke-1 dengan rata-rata 49, pertemuan ke-2 dengan rata-rata 70 dan pertemuan ke-3 dengan nilai rata-rata 91. Kata kunci : Model pembelajaran Cooperative Script, hasil belajar, keterampilan menyimak.

Page 2 of 4 | Total Record : 37