cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 9 Documents clear
ANALISIS SOAL ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL KELAS XII BAHASA SMA SANTA MARIA SURABAYA TAHUN AJARAN 2018/2019 NOVIASARI, CITRA
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa jerman di SMA Santa Maria Surabaya diajarkan sebagai bahasa asing pilihan selain bahasa inggris. Sebagai mata pelajaran peminatan yang wajib dipelajari oleh jurusan bahasa, bahasa jerman dianggap lebih sulit dari bahasa lain oleh peserta didik. Oleh karena itu perlu diketahui seperti apakah keberminatan peserta didik terhadap pembelajaran bahasa jerman dengan melihat melalui kesesuaian tes ulangan harian semester gasal kelas XII bahasa SMA Santa Maria tahun pelajaran 2018/2019 dengan syarat-syarat tes uraian. Karena melalui kesesuaian soal ulangan harian semester gasal XII Bahasa SMA Santa Maria Surabaya dengan syarat-syarat tes uraian yang berpengaruh terhadap keberminatan dan motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran bahasa jerman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun data penelitian ini adalah tes ulangan harian semester gasal kelas XII bahasa dari sekolah tersebut. Hasilnya, secara keseluruhan tes telah sesuai dengan rambu-rambu penulisan tes oleh Hopkins, namun secara teoretik dari aspek materi, konstruksi dan bahasanya terdapat 4 syarat yang tidak terpenuhi dari total 50 syarat. Kata kunci : analisis, tes, syarat penulisan tes
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 MOJOSARI NADIYA, ELVA
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Keterampilan berbicara merupakan keterampilan bahasa yang cukup sulit dalam bahasa Jerman. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerapan keterampilan berbicara dalam pembelajaran. Seperti halnya yang terjadi di SMAN 1 Mojosari. Oleh karena itu, di SMAN 1 membutuhkan model pembelajaran yang berbeda, seperti ?Kartu Arisan?. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe kartu arisan adalah salah satu pembelajaran kooperatif atau berkelompok, dimana peserta didik bekerjasama dalam kelompok untuk mendiskusikan kesesuaian jawaban. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun data penelitian ini yaitu berupa angket dan tes sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar untuk keterampilan berbicara bahasa jerman peserta didik kelas XI dengan Model Pembelajaran Tipe Kartu Arisan mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama rata-rata nilai peserta didik 74. Pertemuan kedua nilai rata-rata peserta didik 81. Pada pertemuan ketiga rata-rata nilai peserta didik 85. Melalui hasil angket lebih dari 50% menunjukkan respon positif dari peserta didik pada seluruh aspek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan dapat digunakan untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan, Keterampilan BerbicaraAUSZUGSprechfertigkeit sind Kompetenzen, W?rtern zu äu?ern. Sprechfertigkeit hat auch andere Bedeutung, um die Ideen auszudr?cken. Sprechen ist eine der Sprachfertigkeit, das es schwierig auf Deutsch ist. Die Ursache des Problem in SMAN 1 Mojosari ist die Benutzung der Sprechfertigkeit noch knapp. Es braucht mehrere Zeit f?r den Sch?lern Sprechen zu ?ben. Deshalb braucht in SMAN 1 Mojosari noch variante Lernmodell, wie ?Kartu Arisan? zu benutzen. Lernmodell Kartu Arisan ist ein Lernmodell von Kooperativ. Im Praxis sollen den Sch?lern Gruppenarbeit. Das Problem dieser Untersuchung ist, Wie ist die Lernergebnisse der Sprechfertigkeit der Schülern Klasse XI mit ?Kartu Arisan? Lernmodell. Das Ziel dieser Untersuchung ist es, die Lernergebnisse der Sprechfertigkeit der Schüler Klasse XI mit Lernmodell ?Kartu Arisan? zu wissen. Die Methode der Untersuchung ist qualitativ. Die Daten dieser Untersuchung werden durch die Ergebnisse der Fragebogenanalyse und der Test bekommen. Die Ergebnisse zeigen, dass die Lernergebnisse der Sprecfertigkeit der Schüler der Klasse XI mit Lernmodell Kartu Arisan zugenommen hat. Die Daten bekommen aus die Noten den Sch?lern im ersten Treffen 74. Im zweiten Treffen bekommen den Sch?lern die Noten 81. Im dritten Treffen bekommen den Sch?lern die Noten 85. Durch die Fragebogenergebnisse zeigen mehr als 50% positive Antworten von Sch?lern in allen Aspekten. Das bedeutet, dass die Lernmodell Kartu Arisan verwendet werden kann, um die Lernergebnisse von der Schülern Klasse XI. Schlüsselwörte: Lernmodell Kartu Arisan, Sprechfertigkeiten
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 12 DENGAN MEDIA KIPAS KATA ANDRIANTO, DIAN
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 12 Surabaya, diperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan keterampilan berbicara yang didapatkan peserta didik. Ada beberapa faktor, yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam keterampilan berbicara yaitu keterbatasan penguasaan kosakata yang dimiliki peserta didik serta rasa kurang percaya diri untuk melafalkan kata-kata yang tepat. Tidak hanya itu, mayoritas peserta didik ketika menuangkan ide melalui lisan tidak terfokus pada tema sehingga isi ide yang dituangkan melebar dan tidak jelas. Hal ini menyebabkan hasil belajar berbicara tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar dengan penggunaan media pembelajaran kipas kata. Batasan masalah penelitian ini adalah pada hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMAN 12 Surabaya dengan media kipas kata dengan tema Familie yakni menceritakan keluarga secara lisan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen penelitian berupa tes berbicara. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama tidak menggunakan media sedangkan pada pertemuan kedua menggunakan media.. Data penelitin ini adalah hasil tes berbicara dari pertemuan pertama dan kedua. Populasinya sejumlah 30 peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada peningkatan untuk hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman melalui media pembelajaran kipas kata. Hal ini bisa dilihat dari nilai pertemuan pertama dan kedua, pada pertemuan pertama peserta didik terlihat masih kebingungan dalam mengungkapkan kata yang ingin diucapkan sedangkan pada pertemuan kedua peserta didik terlihat percaya diri dan mereka juga terlihat lebih tenang dalam menuturkan tiap kata yang diucapkan. Kata kunci yang terdapat pada media kipas sangat membantu mereka dalam membuat dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami kenaikan pada pertemuan kedua. Oleh karena itu, media kipas kata ini cocok dijadikan media pembelajaran yang tepat dan dapat dijadikan referensi oleh guru dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara peserta didik.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 12 DENGAN MEDIA KIPAS KATA ANDRIANTO, DIAN
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 12 Surabaya, diperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan keterampilan berbicara yang didapatkan peserta didik. Ada beberapa faktor, yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam keterampilan berbicara yaitu keterbatasan penguasaan kosakata yang dimiliki peserta didik serta rasa kurang percaya diri untuk melafalkan kata-kata yang tepat. Tidak hanya itu, mayoritas peserta didik ketika menuangkan ide melalui lisan tidak terfokus pada tema sehingga isi ide yang dituangkan melebar dan tidak jelas. Hal ini menyebabkan hasil belajar berbicara tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar dengan penggunaan media pembelajaran kipas kata. Batasan masalah penelitian ini adalah pada hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMAN 12 Surabaya dengan media kipas kata dengan tema Familie yakni menceritakan keluarga secara lisan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen penelitian berupa tes berbicara. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama tidak menggunakan media sedangkan pada pertemuan kedua menggunakan media.. Data penelitin ini adalah hasil tes berbicara dari pertemuan pertama dan kedua. Populasinya sejumlah 30 peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada peningkatan untuk hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman melalui media pembelajaran kipas kata. Hal ini bisa dilihat dari nilai pertemuan pertama dan kedua, pada pertemuan pertama peserta didik terlihat masih kebingungan dalam mengungkapkan kata yang ingin diucapkan sedangkan pada pertemuan kedua peserta didik terlihat percaya diri dan mereka juga terlihat lebih tenang dalam menuturkan tiap kata yang diucapkan. Kata kunci yang terdapat pada media kipas sangat membantu mereka dalam membuat dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami kenaikan pada pertemuan kedua. Oleh karena itu, media kipas kata ini cocok dijadikan media pembelajaran yang tepat dan dapat dijadikan referensi oleh guru dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA BRUDERKARTE UNTUK PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA JERMAN SMA KELAS XII SEMESTER 1 RADA NATALIA KARTIKA SARI, DEVI
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai sehingga perlu adanya latihan secara rutin. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Jerman di SMAN 8 Surabaya dan MAN Bangkalan, diketahui bahwa keterampilan berbicara bahasa Jerman sangat kurang. Penggunaan media pembelajaran juga belum pernah digunakan sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang baru dan berbeda dengan media-media sebelumnya. Media pembelajaran yang dikembangkan adalah media pembelajaran Bruderkarte. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pengembangan media Bruderkarte untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman kelas XII semester 1. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan media Bruderkarte untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman kelas XII semester 1. Penelitian ini dikaji dengan beberapa teori. Teori pengembangan yang digunakan adalah milik Sadiman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dari penetilian ini adalah buku ajar Kontakte Deutsch dan gambar-gambar tentang hobi diambil dari internet. Penelitian ini menggunakan 8 prosedur penelitian dalam pengembangan yaitu; analisis kebutuhan, merumuskan tujuan, merumuskan materi, menyiapkan alat evaluasi, pembuatan produk, validasi media dan materi, revisi media, dan media siap digunakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket validasi media dan juga validasi materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Bruderkarte layak digunakan sebagai media pembelajaran. Persentase hasil validasi media yang diperoleh adalah 78,125% sedangkan validasi materi sebesar 85%. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Bruderkarte baik digunakan untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman kelas XII semester 1. Kata Kunci: Pengembangan, Bruderkarte, Keterampilan Berbicara
MEDIA BUKU BERGAMBAR TEMATIK SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BAGI ANAK USIA DINI YULIANINGSIH, DIA
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peneliti melakukan riset dengan mengunjungi salah satu TK yang ada di malang, uniknya Taman Kanak-Kanak ini mengajarkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asingnya berdampingan dengan bahasa inggris. Peneliti tentu ingin tau tentang apa saja yang diajarkan disini mulai dari metode hingga materi pembelajarannya. Setelah dilakukan penelitian,diketahui bahwa kendala dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah media pembelajaran yang terbatas. Karena tidak ada buku yang khusus memuat materi untuk pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Berdasarkan permasalahan itu , peneliti lalu membuat suatu media pembelajaran berupa kamus bergambar. Media ini mencakup materi-materi yang ringan untuk diajarkan kepada anak-anak. Berisi 7 materi yaitu huruf,angka,warna,diri sendiri,keluarga,transportasi serta hewan. Diharapkan dengan menggunakan buku ini bermanfaat bagi guru untuk mempermudah proses pengajaran. Serta bermanfaat bagi murid agar mereka semakin tertarik dan menjadi mudah dalam belajar bahasa Jerman. Dalam proses pembuatan kamus ini,peneliti menggunakan dasar teori penelitian pengembangan. Sedangkan untuk penilaian media, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan hasil dari validasi atau penilaian dari ahli media dan ahli materi Setelah melalui proses validasi media, diketahui bahwa media kamus bergambar layak untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Dilihat dari hasil validasi yang diberikan oleh para validator dengan presentase 85% sehingga menunjukkan kriteria ?Sangat Kuat?. Kata kunci : Buku bergambar,pembelajaran bahasa jerman,anak usia dini
MEDIA BUKU BERGAMBAR TEMATIK SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BAGI ANAK USIA DINI YULIANINGSIH, DIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peneliti melakukan riset dengan mengunjungi salah satu TK yang ada di malang, uniknya Taman Kanak-Kanak ini mengajarkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asingnya berdampingan dengan bahasa inggris. Peneliti tentu ingin tau tentang apa saja yang diajarkan disini mulai dari metode hingga materi pembelajarannya. Setelah dilakukan penelitian,diketahui bahwa kendala dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah media pembelajaran yang terbatas. Karena tidak ada buku yang khusus memuat materi untuk pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Berdasarkan permasalahan itu , peneliti lalu membuat suatu media pembelajaran berupa kamus bergambar. Media ini mencakup materi-materi yang ringan untuk diajarkan kepada anak-anak. Berisi 7 materi yaitu huruf,angka,warna,diri sendiri,keluarga,transportasi serta hewan. Diharapkan dengan menggunakan buku ini bermanfaat bagi guru untuk mempermudah proses pengajaran. Serta bermanfaat bagi murid agar mereka semakin tertarik dan menjadi mudah dalam belajar bahasa Jerman. Dalam proses pembuatan kamus ini,peneliti menggunakan dasar teori penelitian pengembangan. Sedangkan untuk penilaian media, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan hasil dari validasi atau penilaian dari ahli media dan ahli materi Setelah melalui proses validasi media, diketahui bahwa media kamus bergambar layak untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Dilihat dari hasil validasi yang diberikan oleh para validator dengan presentase 85% sehingga menunjukkan kriteria ?Sangat Kuat?. Kata kunci : Buku bergambar,pembelajaran bahasa jerman,anak usia dini
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TTW (THINK TALK WRITE) KELAS XI BAHASA JERMAN DI SMAN 1 KRIAN ANISATUL HAMIDAH, MAULIDIYAH
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan menulis dengan baik. Salah satu faktornya adalah adanya rasa takut untuk memulai sebuah tulisan, malu dan takut membuat kesalahan dalam memulai tulisan dengan topik tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya model untuk mengatasi masalah tersebut. Think Talk Write (TTW) adalah salah satu model yang cukup sesuai untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang mana peserta didik diharapkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya terutama melalui tulisan. Rumusan penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana bahasa jerman dengan menggunakan modelThink Talk Write (TTW)kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana dengan menggunakan model Think Talk Write (TTW) kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian dengan subtema Essen und Trinken. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-Bahasa SMAN 1 Krian. Sedangkan data dari penelitian ini berupa data pelaksanaan hasil tes menulis karangan sederhana dengan model TTW (Think Talk Write. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Aspek yang dinilai adalah isi karangan, struktur kalimat, kosa kata dan penulisan kata. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang hasil pengukurannya banyak dituntut menggunakan angka. Dalam penelitian ini menggunakan niali rata-rata hasil belajar pre test dan pos test yaitu 65,77 dan 74,31. Maka dapat disimpulkan bahwa model TTW dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulisKata Kunci: Hasil belajar, Think Talk Write (TTW), keterampilan menulis
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TTW (THINK TALK WRITE) KELAS XI BAHASA JERMAN DI SMAN 1 KRIAN ANISATUL HAMIDAH, MAULIDIYAH
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan menulis dengan baik. Salah satu faktornya adalah adanya rasa takut untuk memulai sebuah tulisan, malu dan takut membuat kesalahan dalam memulai tulisan dengan topik tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya model untuk mengatasi masalah tersebut. Think Talk Write (TTW) adalah salah satu model yang cukup sesuai untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang mana peserta didik diharapkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya terutama melalui tulisan. Rumusan penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana bahasa jerman dengan menggunakan modelThink Talk Write (TTW)kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana dengan menggunakan model Think Talk Write (TTW) kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian dengan subtema Essen und Trinken. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-Bahasa SMAN 1 Krian. Sedangkan data dari penelitian ini berupa data pelaksanaan hasil tes menulis karangan sederhana dengan model TTW (Think Talk Write. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Aspek yang dinilai adalah isi karangan, struktur kalimat, kosa kata dan penulisan kata. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang hasil pengukurannya banyak dituntut menggunakan angka. Dalam penelitian ini menggunakan niali rata-rata hasil belajar pre test dan pos test yaitu 65,77 dan 74,31. Maka dapat disimpulkan bahwa model TTW dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulisKata Kunci: Hasil belajar, Think Talk Write (TTW), keterampilan menulis

Page 1 of 1 | Total Record : 9