cover
Contact Name
Nurliana Damanik
Contact Email
nurlianadamanik@uinsu.ac.id
Phone
+6285371117468
Journal Mail Official
ilmuhadis.s2@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan, North Sumatra, Indonesia Kode Pos: 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition
ISSN : 28083822     EISSN : 31093000     DOI : -
Core Subject :
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition p-ISSN: 2808-3822 diterbitkan oleh Program Magister dan Doktor Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, UIN Sumatera Utara Medan, bekerja sama dengan ASILHA (Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia). Jurnal ini merupakan jurnal akademik yang terbit dua kali setahun. Al-Thiqah berdiri sejak tahun 2020 dan pada tahun 2024, Al-Thiqah resmi menjadi jurnal untuk Program Magister Ilmu Hadis dan Program Doktor Ilmu Hadis. Jurnal Al-Thiqah bertujuan untuk mempublikasikan penelitian orisinal terkini tentang hadis dan ilmu hadis, baik berupa penelitian lapangan maupun kajian berbasis teks dengan berbagai perspektif di bidang hadis dan ilmu hadis. Fokus utama Al-Thiqah adalah menyediakan wadah bagi para ulama, peneliti dan mahasiswa untuk memberikan kontribusi melalui hasil kajian dan penelitiannya yang meliputi kajian sanad hadis, hadis matan, hadis syarah, hadis hidup, dan kajian tradisi hadis, Aspek Hukum Hadis, Filsafat dan Sufisme dalam Hadis, Sejarah Hadis Interdisipliner.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Etika Wanita Berpakaian Menurut Imam Nawawi (Studi Analisis Terhadap Kitab Alminhaj Syarah Shahih Muslim) Nurafnita Dewi
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition Vol 5, No 1 (2025): Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition
Publisher : Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand the proper dress ethics for Muslim women according to Islamic teachings, the types of clothing that are forbidden, and the collection of hadiths that discuss the ethics of women's dress. This study is a library research and is classified as qualitative research using content analysis techniques. The conclusion of this study is that Muslim women are required to observe specific dress ethics: they must not wear thin or transparent clothing that reveals the body, nor wear tight clothing that outlines the shape of the body, and should also avoid extravagance in dress. Instead, they should wear loose and thick garments that protect them from undesirable consequences. The aim of this research is to guide Muslim women to dress in accordance with Islamic principles.
ETIKA WANITA BERPAKAIAN MENURUT IMAM NAWAWI (STUDI ANALISIS TERHADAP KITAB ALMINHAJ SYARAH SHAHIH MUSLIM) Nur Afnita Dewi
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Al-Thiqah
Publisher : Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Razam Bagi Pelaku Zina Siti Hawa Suriyani
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition Vol 5, No 2 (2025): Journal of Hadith and Prophetic Tradition
Publisher : Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang nasakh ayat mengenai hukuman rajam bagi pezina merupakan salah satu isu penting dalam studi hukum Islam dan ilmu tafsir, khususnya dalam pembahasan nasakh dan mansukh dalam Al-Qur’an dan hadis, yang bertujuan untuk mengkaji status hukum rajam, dalil-dalil yang mendasarinya, serta perdebatan ulama terkait keberadaan atau penghapusan (nasakh) ayat yang berkaitan dengan hukuman tersebut; penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-teologis melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis sahih, serta pandangan ulama klasik dan kontemporer, dan hasil kajian menunjukkan bahwa hukuman rajam bagi pezina muhshan tidak disebutkan secara eksplisit dalam mushaf Al-Qur’an yang ada saat ini, melainkan didasarkan pada hadis Nabi dan praktik para sahabat, serta adanya riwayat tentang ayat rajam yang dinilai telah di-nasakh tilawah-nya namun tidak hukumnya, sehingga menimbulkan perdebatan terkait validitas konsep tersebut baik dari segi ushul fikih maupun kritik historis terhadap riwayat-riwayat yang ada, dan pada akhirnya menegaskan kompleksitas konsep nasakh dalam Islam serta pentingnya pendekatan komprehensif dalam memahami relasi antara Al-Qur’an dan hadis dalam penetapan hukum pidana Islam.

Page 4 of 4 | Total Record : 33