cover
Contact Name
AYU PUSPITASARI
Contact Email
ayu.puspitasari@ekonomi.untan.ac.id
Phone
+6281584248678
Journal Mail Official
ayu.puspitasari@ekonomi.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124, West Kalimantan, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : 30635322     DOI : -
Core Subject :
Jurnal KIAFE (e-ISSN 3063-5322) is a peer-reviewed, open-access scholarly journal published by the Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. The journal was first published in January 2012 and initially served as a platform for disseminating scientific articles written by accounting students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. During its early publication period, the journal was issued four times a year, in January, March, July, and October. In 2024, Jurnal KIAFE underwent editorial and management restructuring to strengthen its journal governance, peer-review process, publication standards, and scholarly quality. Since 2025, Jurnal KIAFE has been published three times a year, in April, August, and December. The journal publishes original research articles, conceptual papers, research-based case studies, and scholarly review articles that address significant developments and issues in accounting within Indonesian and international contexts. The journal covers financial accounting, management accounting, public sector accounting, sharia accounting, auditing and assurance, taxation, accounting information systems and digital accounting, social and environmental accounting, suuntustainability accounting, and accounting education. All submitted manuscripts undergo an initial editorial screening and a double-anonymous peer-review process before publication.
Arjuna Subject : -
Articles 1,926 Documents
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERNAL PENJUALAN PADA PT. PASQUA PONTIANAK B51108031, Sela Amanda
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i3.2921

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan manajemen untuk mengawasi dan mengendalikan perusahaan. Di era globalisasi saat ini perusahaan dituntut harus berjalan secara efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan operasional. Dalam pelaksanaannya pimpinan melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan, yang mana tanggung jawab tetap berada pada pimpinan. Oleh sebab itu, pimpinan memerlukan suatu alat atau media yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan perusahaan yang disebut pengendalian intern. Kata Kunci : Analisis, Pengendalian, Internal, Penjualan
PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER) DAN EARNING PER SHARE (EPS) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA B51109077, Nur Khodijah
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i3.3101

Abstract

This study that entitled “Analysis of Factors that Affecting Dividend Per Share in Manufacturing Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (IDX).” This study intended to know how big the factors about current ratio, debt to equity ratio, earning per share, affected to dividend per share, also to know the effect simultaneously or partially against it. Analysis with multiple regression against 30 companies which taken with purposing sampling in Indonesian Stock Exchange through yahoo finance. Observing periode is about 2009 to 2012. Analysis regression result did when the model was freed from classical assumption symptoms were normality, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticity. The result of study partially and simultaneously found that variable in model study which are current ratio, debt to equity ratio, earning per share, affected significant against dividend per share. Coefficient of determination value (R2) about 0,671 or 67,1%. This means 67,1% Dividend Per Share that can be explained by various of three independend variable like Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), while the rest of it about 100% - 67,1% = 32,9% explained by the other cause outside the models or variables. Keywords : Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Dividend Per Shared (DPS)
ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP SISTEM PENCATATAN BARANG SERVIS PADA CV. CANDIKA B51109017, Rahima Fitriani
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i3.3116

Abstract

Sistem pengendalian internal merupakan aspek yang sangat penting untuk perusahaan dalam mengawasi setiap kegiatan operasional, yang mana aspek ini dapat memberikan informasi-informasi penting bagi para pimpinan yang digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pimpinan sebuah perusahaan dalam menjalankan dan memperbaiki kegiatan operasional perusahaannya. Tujuan penelitian ini dilakukan antara lain untuk mengukur bagaimana sistem pengendalian internal perusahaan terhadap pencatatan maupun penanganan barang servis diterapkan oleh perusahaan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan barang servis pelanggan berubah menjadi masalah operasional bagi perusahaan serta untuk mengetahui dampak dari masalah operasional pencatatan barang servis bagi perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan objek penelitiannya adalah CV. Candika. Penelitian yang berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan penulis terhadap CV. Candika menunjukkan masih ditemukan perangkapan tugas atau penggandaan tugas pada unit-unit kerja tertentu pada bagian administrasi, sehingga menyebabkan pengendalian internal perusahaan menjadi lemah, namun berdasarkan flowchart yang ada terlihat adanya pemisahan tugas dalam pelaksanaan penanganan barang servis, hal ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal sudah memadai, hanya saja pada prosesnya belum efektif dan optimal. Masih terdapat kekurangan dalam sistem yang berjalan dalam tahap perbaikan barang servis, diantaranya dalam tahap penerimaan dan pengembalian barang servis dan tidak dilakukannya pencatatan bagian gudang pada saat penyerahan barang ke service center. Dampak dari keteledoran dalam pencatatan dan penanganan barang servis adalah hilangnya kepercayaan pelanggan, biaya operasional yang semakin bertambah, sehingga mengakibatkan kerugian yang seharusnya dapat dihindari CV. Candika. Kata kunci : sistem pengendalian internal, barang servis, service center.
ANALISIS PERTUMBUHAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH SETELAH PEMEKARAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN PONTIANAK TAHUN ANGGARAN 2007-2011 B41108026, DEVIA BONITA
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i2.3153

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Perkembangan Kemampuan Keuangan Daerah Setelah Pemekaran Dalam Mendukung Otonomi Daerah di Kabupaten Pontianak Tahun Anggaran 2007 -2011. Masalah umum penelitian ini adalah Bagaimana Perkembangan Kemampuan Keuangan Daaerah di Kabupaten Pontianak Setelah Pemekaran Daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan cara studi survey karena bersifat menyeluruh dan berusaha untuk mendapatkan gambaran tentang perkembangan kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Pontianak dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Alat pengumpul data yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar catatan atau dokumen. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis menggunakan rasio APBD, yang terdiri dari Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Derajat Desentralisasi, Rasio Indeks Kemampuan Rutin, Rasio Keserasian, Rasio Pertumbuhan dan Rasio Efektifitas dan Efesiensi PAD didapatlah hasil yang menunjukkan perkembangan perekonomian yang masih dapat dikategorikan sangat rendah, yang merupakan dampak dari pemekaran daerah. Hal ini menyebabkan sulit berkembangnya pembangunan di daerah Kabupaten Pontianak kurang berkembang dengan baik.
PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DALAM MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT SUMBER DJANTIN SAMBAS B51109002, Gowardy
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i2.3154

Abstract

Informasi mengenai harga pokok produksi sangat penting peranannya bagi sebuah perusahaan khususnya perusahaan manufaktur. Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung harga pokok produksi adalah metode Avtivity Based Costing (ABC). Metode ABC menghitung biaya produksi dengan mengalokasikan biaya overhead berdasarkan aktivitas yang terjadi untuk menghasilkan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembebanan biaya Overhead pada PT. Sumber Djantin Sambas jika alokasi biaya menggunakan metode Activity Based Costing. Selain itu, penelitian ini juga dipergunakan untuk mengetahui perbedaan yang timbul antara sistem alokasi biaya overhead dengan metode tradisional yang diterapkan oleh PT. Sumber Djantin Sambas dengan sistem alokasi menggunakan metode Activity Based Costing. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, peneliti melakukan studi kasus. Penelitian studi kasus ini dilakukan dengan cara studi dokumenter dan wawancara. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut : harga pokok produksi untuk produk SIR 20 dengan menggunakan metode Activity Based Costing pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 338.597.463.173,40 dan untuk Compound Rubber adalah sebesar Rp 100.267.269.050,29. Sedangkan perhitungan dengan menggunakan metode tradisional yang dipergunakan oleh PT. Sumber Djantin unit Sambas, mendapatkan hasil harga pokok produksi SIR 20 untuk tahun 2012 adalah Rp 340.712.582.727,80 dan untuk Compound Rubber adalah sebesar Rp 100.902.146.984,46. Dari penelitian ini dapat diketahui apabila perusahaan menggunakan metode Activity Based Costing untk menghitung harga pokok produksinya, maka perusahaan dapat menghilangkan efek distorsi biaya yang sering terjadi pada metode tradisional sebesar Rp 2.749.997.488,57. Kata Kunci : Activity Based Costing, Cost Driver, Harga Pokok Produksi, Biaya Overhead, metode konvensional / tradisional
Analisis Realisasi Anggaran Pendapatan Retribusi Daerah Kabupaten Bengkayang B41106076, GREGORIUS THEO PUTRA
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i2.3155

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah anggaran yang disusun sudah efektif atau tidak? dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan retribusi daerah yang telah dianggarkan? metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan objek penelitian pendapatan retribusi daerah pada Kabupaten Bengkayang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara , kuesioner serta studi kepustakaan. Alat analisis yang digunakan seperti struktur organisasi, data flow diagram (flowchart) dan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bengkayang telah menempatkan personal sesuai fungsinya sehingga efektifitas penyusunan anggaran dapat tercapai, sistem dan prosedur penyusunan anggaran retribusi daerah sudah berjalan dengan baik, akan tetapi terdapat suatu kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu perlunya koordinasi yang ekstra dalam penyusunan anggaran retribusi dan terdapat suatu kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu masih ada dinas/unit kerja yang jarang atau tidak menyampaikan laporan realisasi penerimaan retribusi daerah (laporan realisasi perbulan) tersebut ke pihak Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah. Dapat diketahui adanya kebaikan - kebaikan dan kelemahan – kelemahan pada sistem pengendalian intern yang selama ini telah berjalan, dari hasil tabulasi dan persentase jawaban responden, maka dapat diketahui bahwa faktor – faktor yang paling signifikan pengaruhnya terhadap realisasi penerimaan retribusi daerah adalah perkembangan ekonomi, partisipasi masyarakat dan kualitas pelayanan Kata kunci :Efektifitas Penyusunan Anggaran, Faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan retribusi
ANALISIS DAMPAK KONVERGENSI IFRS TAHAP IMPLEMENTASI PADA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN SEKTOR ANEKA INDUSTRI YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA B41107042, Haadi Yanuar
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i2.3156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta analisis dampak dari konvergensi IFRS pada tahap persiapan akhir (2011) menuju tahap implementasi (2012). Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah aset tetap, liabilitas jangka panjang, laba bersih, rasio gearing, dan rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik rata-rata dan chi square dengan data variabel yang telah diolah menjadi indeks komparatif Gray. Data diambil dari website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi penelitian berjumlah 38 perusahaan, yaitu perusahaan-perusahaan Sektor Aneka Industri yang listing di BEI. Sampel berjumlah 16 perusahaan diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan penulis. Hasil penelitian menunjukkan konvergensi IFRS tahap implementasi berdampak signifikan positif terhadap aset tetap. Selain itu konvergensi IFRS tahap implementasi juga berdampak signifikan positif terhadap liabilitas jangka panjang dan laba bersih. Sedangkan pada rasio gearing dan rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang, konvergensi IFRS tahap implementasi tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Kata kunci : konvergensi IFRS, tahap implementasi, sektor aneka industri, laporan keuangan
RANCANGAN BENTUK PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DESA DENGAN PENDEKATAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 71 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN B51111170, Jurnal Dwi Agus Ujianto
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i2.3157

Abstract

accountability and financial transparancy is necessary in achieving goodgovernance. Not only the central government and local governments but also the villagegovernment. Up to now there is no government regulation requiring the village toprepare financial statements. Sample in this study is Sungai Raya Dalam villagegovernment. The data used in this study is a proof of the village government financialtransactions. The data were analyzed with government accounting standards (SAP).Results from this study is the village government financial reporting in accordance withgovernment accounting standards.Keywords: government, financial, village
ANALISIS KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PT ALFA RETAILINDO, Tbk B51109119, OKKIE BASKORO SYA'BANDONO
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i2.3158

Abstract

Industri ritel sekarang ini merupakan industri yang strategis dalam kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Perkembangan selanjutnya, pasar ritel modern sudah menjadi suatu tempat perbelanjaan bagi kalangan masyarakat kecil dan atau masyarakat luas sehingga terjadi perubahan paradigma dari pasar ritel tradisional menjadi pasar ritel modern. Semakin kompetitifnya persaingan mengakibatkan pentingya arti kepuasan pelanggan. Untuk pencapaian tujuan tersebut dilakukan dengan merealisasikan laba yang maksimal diperlukan sistem pengendalian manajemen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan akuntansi persediaan menurut PSAK no.14 Akuntansi Persediaan dan kinerja keuangan PT ALFA RETAILINDO. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan gambaran kebijakan akuntansi persediaan dan kinerja keuangan PT ALFA RETAILINDO. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa melalui laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 pada PT Alfa Retailindo. Teknik analisa dengan membandingkan kebijakan akuntansi PT Alfa Retailindo, Tbk dengan standar PSAK no.14 dan kinerja keuangan perusahaan dilakukan dengan menghitung rasio keuangan perusahaan berdasarkan laporan keuangan yang tersedia. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian dengan menggunakan metode perpetual diketahuinya informasi persediaan setiap saat dan membantu pihak manajemen karena perusahaan yang bergerak di dagang retail yang perputaran persediaanya cukup tinggi sehingga dengan metode perpetual ini dapat dilakukan antisipasi agar tidak terjadi kekurangan dan kelebihan persediaan. Sedangkan kinerja keuangan berdasarkan perhitungan rasio likuiditas yaitu current ratio menunjukkan bahwa PT Alfa Retailindo, Tbk memiliki tingkat likuiditas dengan nilai rasio likuiditasnya rata-rata 0,79 % dalam kurun periode 2008-2010. Rasio solvabilitas (debt ratio) menunjukkan nilai rasio debt ratio rata-rata 0,52 %, karena semakin tinggi rasio hutang maka akan semakin besar resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan. Rasio keuntungan ROI (Return On Investment) pada perusahaan menunjukkan pergerakan normal dalam periode 2008-2010 dengan nilai rasio rata-rata 0,06 %. Solvabilitas yang tidak terlalu tinggi pada PT Alfa Retailindo, Tbk, berdampak pada nilai modal yang dimiliki perusaahaan yang tidak terlalu besar. Kata Kunci : Kebijakan Akuntansi, Kinerja keuangan, PSAK 14
ANALISIS IMPLEMENTASI AKUNTANSI PENYUSUTAN ASET TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN NOMOR 07 DAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 71 TAHUN 2010 PADA KANTOR INSPEKTORAT PROVINSI KALIMANTAN BARAT B41109064, AGUNG PRATAMA
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i3.3183

Abstract

Entitas pemerintah pada saat ini dituntut agar lebih efisien dalam memperhitungkan biaya ekonomi dan sosial, Untuk membantu meningkatkan keefektifan dan keefesienan kinerjanya, Pemerintah terus berusaha mengikuti perkembangan zaman dengan berusaha memperbaiki standar terhadap akuntansi pemerintahan agar menghasilkan laporan keuangan yang semakin baik dan menyajikan informasi up to date kepada pengguna laporan keuangan. Aset tetap merupakan komponen terbesar pada sebagian besar entitas pemerintah, dan oleh karena itu perlu dikelola dengan baik mulai pencatatan hingga pemeliharaan dan keberlangsungan dari aset tetap tersebut. Dan penyusutan adalah suatu cara yang diperlukan agar informasi yang diberikan lebih akuntabilitas dan up to date, sehingga dapat digunakan sebagai indicator pembuat kebijakan berkenaan dengan aset tetap. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penulis menggunakan teknik studi kepustakaan,studi lapangan berupa wawancara. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan PSAP No. 07 PP No. 71 tahun 2010 dan Bultek 05. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi akuntasi penyusutan dan kendala – kendala belum diterapkannya akuntansi penyusutan pada kantor Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kantor Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat telah melaksanakan proses pengklasifikasian, pengakuan dan pencatatan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 07 dari Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010, akan tetapi belum dicantumkan nilai akumulasi penyusutan, sehingga nilai yang tercatat di neraca dan laporan inventaris hanyalah nilai pertama kali aset tetap diperoleh. Kendala – kendala belum diterapkannya akuntansi penyusutan di Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat adalah karena dianggap rumit dan kurang penting, serta kurangnya sosialisasi dari pemerintah.

Page 13 of 193 | Total Record : 1926


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Vol. 3 No. 3 (2025): December 2025 Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025 Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024 Vol. 2 No. 3 (2024): July 2024 Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 1 No. 3 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 4 (2021): Vol 4 Vol. 11 No. 4 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2021): KIAFE Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 9 No. 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 8 No. 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue