cover
Contact Name
AYU PUSPITASARI
Contact Email
ayu.puspitasari@ekonomi.untan.ac.id
Phone
+6281584248678
Journal Mail Official
ayu.puspitasari@ekonomi.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124, West Kalimantan, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : 30635322     DOI : -
Core Subject :
Jurnal KIAFE (e-ISSN 3063-5322) is a peer-reviewed, open-access scholarly journal published by the Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. The journal was first published in January 2012 and initially served as a platform for disseminating scientific articles written by accounting students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. During its early publication period, the journal was issued four times a year, in January, March, July, and October. In 2024, Jurnal KIAFE underwent editorial and management restructuring to strengthen its journal governance, peer-review process, publication standards, and scholarly quality. Since 2025, Jurnal KIAFE has been published three times a year, in April, August, and December. The journal publishes original research articles, conceptual papers, research-based case studies, and scholarly review articles that address significant developments and issues in accounting within Indonesian and international contexts. The journal covers financial accounting, management accounting, public sector accounting, sharia accounting, auditing and assurance, taxation, accounting information systems and digital accounting, social and environmental accounting, suuntustainability accounting, and accounting education. All submitted manuscripts undergo an initial editorial screening and a double-anonymous peer-review process before publication.
Arjuna Subject : -
Articles 1,926 Documents
ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT TERHADAP CORPORATE VALUE (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010-2012) Hadi B41110069, Riski Asmara
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor karakteristik Good Corporate Governance (GCG) dan pengungkapan Sustainability Report (SR) dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi Corporate Value perusahaan-perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Faktor-faktor karakteristik Good Corporate Governance yang digunakan antara lain adalah proporsi Dewan Komisaris Independen, ukuran Komite Audit, kepemilikan Saham Manajerial, dan kepemilikan Saham Terkonsentrasi, sedangkan pengungkapan Sustainability Report menggunakan indeks GRI. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dimana perusahaan-perusahaan tersebut telah menerbitkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan pada tahun 2010 hingga 2012. Total sampel penelitian ini adalah 15 perusahaan yang ditentukan melalui purposive sampling. Penelitian ini menganalisis pada laporan tahunan perusahaan dengan metode Content analysis. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel proporsi Dewan Komisaris Independen, ukuran Komite Audit, kepemilikan Saham Manajerial, kepemilikan Saham Terkonsentrasi, dan pengungkapan Sustainability Report tidak berpengaruh signifikan terhadap Corporate Value perusahaan-perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kata kunci: Good Corporate Governance (GCG), Sustainability Report (SR), Dewan Komisaris, Komite Audit, Struktur kepemilikan, Corporate Value.
PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 71 TAHUN 2010 PSAP NOMOR 07 (ASET TETAP) DI SEKRETARIAT DAERAH PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT B41109034, Rudiyanto Pratama
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7077

Abstract

Entitas pemerintah pada saat ini dituntut agar lebih efisien dalam memperhitungkan biaya ekonomi dan sosial, Untuk membantu meningkatkan keefektifan dan keefesienan kinerjanya, Pemerintah terus berusaha mengikuti perkembangan zaman dengan berusaha memperbaiki standar terhadap akuntansi pemerintahan agar menghasilkan laporan keuangan yang semakin baik dan menyajikan informasi up to date kepada pengguna laporan keuangan. Aset tetap merupakan komponen terbesar pada sebagian besar entitas pemerintah, dan oleh karena itu perlu dikelola dengan baik mulai pencatatan hingga pemeliharaan dan keberlangsungan dari aset tetap tersebut. Dan penyusutan adalah suatu cara yang diperlukan agar informasi yang diberikan lebih akuntabilitas dan up to date, sehingga dapat digunakan sebagai indikator pembuat kebijakan berkenaan dengan aset tetap. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penulis menggunakan teknik studi kepustakaan,studi lapangan berupa wawancara. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan PSAP No. 07 PP No. 71 tahun 2010 dan Bultek 05. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi akuntasi penyusutan dan faktor "“ faktor belum diterapkannya akuntansi penyusutan pada kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melaksanakan proses pengklasifikasian, pengakuan dan pencatatan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 07 dari Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010, akan tetapi belum dicantumkan nilai akumulasi penyusutan, sehingga nilai yang tercatat di neraca dan laporan inventaris hanyalah nilai pertama kali aset tetap diperoleh. Faktor "“ faktor belum diterapkannya akuntansi penyusutan di Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat adalah karena dianggap rumit dan kurang penting, serta kurangnya sosialisasi dari pemerintah.
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG PENGUNGKAPAN BIAYA LINGKUNGAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII (PERSERO) UNIT PMS PARINDU B41110149, Stella Melin
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7078

Abstract

Pentingnya penerapan akuntansi lingkungan dalam sistem akuntansi perusahaan mengharuskan PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Unit PMS Parindu untuk mempertimbangkan pengadopsian atau penerapan akuntansi lingkungan, sebagai bagian dari sistem akuntansi perusahaan unutk dapat mendukung pengembangan jalannya sistem manajemen lingkungan pada perusahaan tersebut dan pengakuan biaya lingkungan dalam laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan sebagai faktor pendukung pengakuan biaya lingkungan dalam laporan keuangan perusahaan. Bentuk penelitian ini berupa penelitian kualitatif, data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari studi perpustakaan, wawancara, dan studi dokumentasi. Data sekunder diperoleh langsung dari perusahaan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari perusahaan diketahui bahwa PT. Perkebunan Nusantata XIII (Persero) Unit PMS Parindu belum sepenuhnya menerapkan akuntansi lingkungan. Hal ini dilihat dari analisis laporan Himpunan Biaya Eksploitasi Harga Pokok PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Unit PMS Parindu, dimana item-item yang berhubungan dengan biaya lingkungan dan pengelolaan lingkungan yang dilaporkan secara terpisah sesuai dengan stasiun-stasiun yang ada di perusahaan. Perusahaan telah mengakui adanya biaya lingkungan yang dikeluarkan untuk pemeliharaan lingkungan sekitar Pabrik Pengolahan Minyak Sawit. Upaya pemeliharaan lingkungan yang dilakukan yaitu pengelolaan limbah pabrik sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan dan alam serta masyarakat sekitar pabrik. Penerapan akuntansi lingkungan pada suatu perusahaan merupakan faktor pendukung pengungkapan biaya lingkungan dalam laporan keuangan. Kata Kunci : Akuntansi Lingkungan, Pertanggungjawaban, Biaya Lingkungan
ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN SEKTOR PERKEBUNAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2012 AHMAD WAHIDIN UNIVERSITAS TANJUNGPURA B41110110, AHMAD WAHIDIN
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7082

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bentuk kepedulian sebuah perusahaan terhadap lingkungan. Saat ini CSR bertujuan tidak hanya untuk memaksimalkan laba tetapi juga dituntut untuk lebih mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan stakeholder-nya. Penelitian ini juga dilakukan untuk memberikan bukti empiris pengaruh CSR terhadap kinerja perusahaan perkebunan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2012. Sampel penelitian ini menggunakan 10 perusahaan perkebunan yang listing di bursa efek indonesia periode 2010-2012. Pengumpulan data dilakukan dengan megumpulka data sekunder berupa laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan setiap tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi sederhana. Penelitian ini menjadikan penelitian sebelumnya sebagai sumber literatur dan referensi. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Perbedaannya terdapat pada tempat, populasi, atau sampel yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa corporate social responsibility mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap return of asset (ROA) dan return of equity (ROE) perusahaan perkebunan. Kata kunci: corporate social responsibility (CSR), Sustainability Report (SR), return of asset (ROA), return of equity (ROE), corporate social responsibility indeks (CSRI), perusahaan perkebunan
SISTEM DAN PROSEDUR PENGGANTIAN BIAYA PERAWATAN DAN PEMBELIAN OBAT PEGAWAI PADA PT. BANK KALBAR B51109090, Afif Setiawan
Jurnal KIAFE Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v2i3.7146

Abstract

Pegawai yang bekerja pada suatu perusahaan memiliki keterbatasan-keterbatasan baik fisik maupun materi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, yaitu suatu lingkungan tempat pegawai bekerja yang sesuai dengan syarat-syarat standar kesehatan nasional dan menjamin penuh hak-hak pegawai dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Permasalahan yang terjadi pada sistem dan prosedur penggantian obat dan biaya perawatan pada PT. Bank Kalbar adalah proses penggantian biaya pengobatan dan perawatan yang cukup lama. Maka penelitian ini memfokuskan pada Sistem dan prosedur penggantian biaya perawatan dan pembelian obat pada pegawai PT. Bank Kalbar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan sistem dan prosedur penggantian biaya perawatan dan pembelian obat yang diterapkan oleh PT. Bank Kalbar. Teknik menggunakan sampling acak dengan jumlah sampel 15 responden, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis menggunakan iternal control questionaire dan flowchart. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya sistem dan prosedur penggantian biaya perawatan dan pembelian obat dapat memberikan kemudahan bagi pegawai PT. Bank Kalbar dalam mengurus administrasi pelayanan kesehatan untuk klaim biaya berobat dan perawatan kesehatan pegawai, dengan sistem ini diharapkan dapat terhindar dari bertumpuknya arsip-arsip sehingga dapat terhindar dari kesan kurang rapih, dapat memperkecil risiko kesalahan data, pemasukan data, serta pelaporan data yang berkaitan dengan penggantian biaya berobat dan perawatan kesehatan pegawai, dapat mempercepat pembuatan laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya, dengan sistem ini dapat mempercepat efisiensi kerja para pegawai, khususnya bagian administrasi yang menangai penggantian biaya berobat dan perawatan kesehatan pegawai. Kata Kunci : Sistem dan Prosedur, Biaya Perawatan dan Pembelian Obat
PENETAPAN BIAYA TENAGA KERJA OFFICE BOY DAN HARGA TARGET (TARGET PRICING) PADA PT SASANA DUTA MILLENIA Arief B41108127, Aulia Nofrizar
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i2.7154

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai bagaimana perhitungan biaya target agar dapat menjalankan operasional perusahaan, penetapan harga penawaran Office Boy pada PT. Sasana Duta Millenia, dan bagaimana analisis perhitungan Break Event Point penawaran harga tenaga kerja office boy pada PT. Sasana Duta Millenia sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimana penulis menggunakan data-data internal perusahaan untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin yang hasilnya dideskripsikan secara sistematis dan ditarik kesimpulan. Pada tahun 2011, 2012, dan 2013 perusahaan menyalurkan tenaga kerja office boy kepada klien-klien perusahaan masing-masing adalah sebanyak 3, 8, dan 5 orang. Perhitungan Break Even Point pada tahun 2011 adalah 2 orang tenaga kerja, Adapun penetapan harga penawaran tenaga kerja dalam setahun pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp. 50.886.036. Jadi perusahaan telah mencapai melebihi titik Break Event Point sehingga dalam hal ini perusahaan telah menutupi biaya operasionalnya selama tahun 2011. Untuk tahun 2012, perusahaan menyalurkan tenaga kerja Office Boy kepada klien-klien perusahaan sebanyak 8 orang tenaga kerja. Sedangkan untuk mencapai BEP (Break Event Point) pada tahun 2012, perusahaan harusnya menyalurkan tenaga kerja Office Boy sebanyak 4 orang tenaga kerja. Perusahaan telah mencapai titik BEP tersebut, bahkan perusahaan telah melewati titik Break Event Point, Adapun penetapan harga penawaran tenaga kerja dalam setahun pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp.35.587.476. Pada tahun 2013 perusahan menyalurkan tenaga kerja Office Boy sebanyak 5 orang, sedangkan titik Break Event Point perusahaan berada pada titik 5 orang tenaga kerja, jadi perusahaan telah mencapai titik Break Event Point tersebut sehingga dalam hal ini perusahaan sudah cukup untuk menutupi biaya operasionalnya selama tahun 2013. Penetapan harga penawaran tenaga kerja dalam setahun pada tahun 2013 yaitu sebesar Rp.33.687.160. Sehingga analisis perhitungan BEP pada penawaran harga tenaga kerja office boy sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 pada dasarnya perusahaan telah menutupi biaya operasionalnya. Untuk kedepannya, perusahaan diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja para tenaga kerja yang akan disalurkan, sehingga diharapkan juga kepuasan klien terhadap kinerja para tenaga kerja yang dipakai dapat meningkat, dengan demikian maka jasa perusahaan akan selalu tetap dipercaya oleh pemakai tenaga kerja yaitu pihak klien. Keywords : Target Costing, Target Pricing, Break Even Point
PENGARUH UKURAN (SIZE), LEVERAGE, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI KIMIA YANG TERDAFTAR DI BEI B51109086, ANDI
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik pengungkapan Corporate Social Responsibility perusahaan dan menguji pengaruh dari variabel ukuran, tingkat leverage, dan profitabilitas perusahaan secara simultan dan parsial terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility perusahaan di laporan tahunan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan mengambil 10 sampel perusahaan sektor industri kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditentukan. Pengujian data dilakukan menggunakan analisis statistik yaitu regresi linear berganda, uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dan uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukan praktik pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan industri kimia sudah baik yaitu pada tahun 2011 sebesar 14,357% pengungkapan dan di tahun 2012 pengungkapan sebesar 17,691% dari total seluruh pengungkapan. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan (Ln_Size) berpengaruh signifikan terhadap Corporate Social Responsibility yang ditunjuk dari t hitung sig 0,049 < 0,05, tingkat leverage (Lev) tidak berpengaruh signifikan terhadap Corporate Social Responsibility yang ditunjuk dari t hitung sig 0,444 > 0,1 dan variabel profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap Corporate Social Responsibility dengan t hitung sig 0,284 > 0,01. Dari hasil uji F dapat disimpulkan secara simultan bahwa ukuran (size), leverage dan profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap Corporate Social Responsibility di laporan tahunan dengan signifikansi 0,072 < 0,10. Kata kunci : CSR, Ukuran (Size), Leverage, dan Profitabilitas
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ANGKUTAN PENUMPANGTERHADAP TINGKAT LIKUIDITASPADA PT. ADE TRANS TRAVEL B51110032, Ermawati
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendapatan angkutan penumpang dan pengaruhnya terhadap likuiditas mulai tahun 2011 sampai dengan 2013. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik inverensial yang digunakan dengan mengadakan pendekatan kuantitatif, berupa analisa dari perhitungan ataupun kalkulasi data keuangan pada tahun 2011-2013, kemudian melakukan pengujian hipotesis dan mengadakan interpretasi tentang hubungan yang terjadi.Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu jenis penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh deskipsi suatu objek yang tergantung dari perhitungan dan kalkulasi pada variabel yang kita gunakan dan mengetahui kejelasan hubungan kedua variabel penelitian tersebut. Sumber data yang digunakan oleh penulis adalah data sekunder, sedangkan metode analisis yang digunakan untuk menentukan pengaruh pendapatan angkutan penumpang terhadap tingkat likuiditas pada PT. Ade Trans Travel adalah analisis korelasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa variabel Likuiditas (Y) yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Pendapatan (X) perusahaan adalah : Net Working Capital(Y1), Current Ratio (Y2) dan Quick Ratio (Y3) yang dibuktikan dari hasil hipotesis
ANALISIS PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH (PP) NOMOR 71 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (SAP) PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) KANTOR CAMAT PONTIANAK SELATAN B41109085, Indra HIRWANSYAH
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan laporan keuangan SKPD Kantor Camat Pontianak Selatan tahun anggaran 2012 berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, serta kendala-kendala yang dihadapi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kantor Camat Pontianak Selatan dalam mengimplementasikan PP No. 71 Tahun 2010 pada proses penyusunan Laporan Keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, teknik analisis data dilakukan dengan konversi laporan keuangan Pemerintah Kota Pontianak tahun anggaran 2012 berdasarkan PP No. 24 Tahun 2005 dengan mengacu pada PP No. 71 Tahun 2010 serta merekap hasil wawancara untuk mengetahui apa saja kendala SKPD Kantor Camat Pontianak Selatan dalam mengimplementasikan PP No. 71 Tahun 2010 pada proses penyusunan Laporan Keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan konversi penyajian laporan keuangan Kantor Camat Pontianak Selatan dengan PP No.71 Tahun 2010 yaitu dengan adanya konversi ini Kantor Camat Pontianak Selatan dalam menyusun Laporan Keuangan yang mengacu pada Standar Akuntansi pemerintahan yang berbasis akrual. Laporan keuangan yang akan dihasilkan sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2010 menjadi bertambah kuantitasnya hingga 5 laporan yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Secara garis besar Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya SKPD Kantor Camat Pontianak Selatan sudah siap untuk mengimplementasikan PP Nomor 71 Tahun 2010 pada proses penyusunan laporan keuangan tahun anggaran 2014. Langkah-langkah awal yang telah dilakukan oleh SKPD Kantor Camat Pontianak Selatan dalam mengimplementasikan PP Nomor 71 Tahun 2010, di antaranya: Persiapan SDM melalui sosialisasi dan Bimtek mengenai PP 71/ 2010.
Penerapan SAK ETAP Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Rental Max Station B41109125, Muhammad Arif
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7181

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan UKM Rental Max Station yang sesuai dengan SAK ETAP serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapan SAK ETAP pada ukm tersebut. Permasalahan umum dalam penelitian ini adalah UKM ini belum sepenuhnya menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP, mereka hanya membuat catatan pemasukan dan pengeluaran yang sangat sederhana, mereka juga tidak membuat neraca, laporan laba rugi yang sederhana, tanpa adanya laporan arus kas, serta tanpa adanya catatan atas laporan keuangan. Bentuk penelitian adalah studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Mengumpulkan data dengan beberapa cara yaitu wawancara langsung dengan pihak yang berkaitan atau pengurus yang berwenang, studi dokumentasi, dan penelitian kepustakaan. Menggunakan dua alat analisis yaitu SAK ETAP dan daftar pertanyaan wawancara. Dimulai dengan analisa awal untuk mengetahui bagaimana penerapan standar pelaporan keuangan untuk UKM dilaksanakan, serta apakah UKM Rental Max Station sudah menerapkannya atau belum, kemudian membandingkan unsur-unsur laporan keuangan menurut SAK ETAP, lalu menerapkan SAK ETAP dalam penyajian laporan keuangan yang seharusnya, setelah itu menganalisis faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan SAK ETAP pada UKM tersebut. Hasil dari penelitian adalah bahwa UKM ini belum menereapkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP, dan juga yang menjadi kendala tidak diterapkannya SAK ETAP ini pada UKM ialah keberadaan SAK ETAP tersebut yg belum banyak diketahui para pelaku UKM, tidak ada keharusan dari pemerintah, Kata kunci : Penyusunan laporan keuangan, Penerapan SAK ETAP, UKM.

Page 30 of 193 | Total Record : 1926


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Vol. 3 No. 3 (2025): December 2025 Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025 Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024 Vol. 2 No. 3 (2024): July 2024 Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 1 No. 3 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 4 (2021): Vol 4 Vol. 11 No. 4 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2021): KIAFE Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 9 No. 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 8 No. 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue