cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
KEARIFAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL GENDUK KARYA SUNDARI MARDJUKI (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) ROCHMATI NINGSIH, ZAIN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini bermula dari terungkapnya fakta bahwa selain sebagai media hiburan novel juga mengandung nilai-nilai budaya yang memberikan konstribusi positif bagi para pembaca. Novel Genduk karya Sundari Mardjuki tersebut menjadi dokumentasi budaya secara tertulis karena mengusung tema kearifan lokal masyarakat Jawa. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan kajian antropologi sastra dengan bertumpu pada konsep kearifan lokal Ife. Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan enam dimensi kearifan lokal. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif. Pendekatan pada penelitian ini yakni pendekatan mimetik karena pendekatan ini mengungkap budaya suatu masyarakat yang terefleksi di dalam sebuah karya sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik analisis data menggunakan teknik hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan dimensi pengetahuan lokal masyarakat Jawa dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki memuat tentang perubahan, iklim kemarau dan penghujan, jenis flora dan fauna, kondisi geografi, dan kondisi sosiografi. Dimensi nilai lokal masyarakat Jawa dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki memuat tentang hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Dimensi keterampilan lokal masyarakat Jawa dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki memuat tentang berburu, meramu, bercocok tanam, dan industri rumah tangga. Dimensi sumber daya lokal masyarakat Jawa dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki memuat tentang sumber daya yang tidak dapat diperbarui dan sumber daya yang dapat diperbarui. Dimensi pengambilan keputusan lokal masyarakat Jawa dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki memuat tentang pemerintah kesukuan. Dimensi solidaritas kelompok lokal masyarakat Jawa dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki memuat tentang ritual keagamaan, upacara adat, dan gotong royong. Kata Kunci: budaya, kearifan lokal, dan masyarakat Jawa. Abstract The background of this research stems from the unfolding of the fact. It shows that besides of entertain media, it also encourages culture value that make positive contributions particularly for the readers. Novel by Sundari Mardjukis Genduk becomes the written culture document-tation. It is because it conveys local wisdom of Java society as the theme. Consequently, this study uses anthropology knowledge by depending on the concept of Ife local wisdom. The aim of this study describing the six dimensions of local wisdom. This research belongs to qualitative research. This research uses mimetic approach because this approach reveals the culture of a society reflected in a literary work. Afterward, this research uses reading technique as the tool to collect the data. Besides, it also uses hermeneutic as the analysis technique. The result of the research shows that the dimension of local knowledge Java society Genduk novel by Sundari Mardjuki contains about changes, drought and rain climate, flora and fauna species, geography condition, and sociographic condition. The local value dimension of Javanese society in Genduk novel by Sundari Mardjuki contains about three relationship between human and other rudiments. Those are human relationship with God, human relationship with human, and human relation with nature. The local skills dimension of Javanese society in Genduk novel by Sundari Mardjuki includes about hunting, gathering, farming, and home industry. The local Java resource dimension in Sundari Mardjukis Genduk novel contains non-renewable resources and renewable resources. The local decision-making dimension of the Javanese community in Genduks novel by Sundari Mardjuki includes the tribal government. Dimensions of solidarity of local groups of Javanese society in the novel Genduk by Sundari Mardjuki work contains about religious rituals, traditional ceremonies, and mutual help. Keywords: culture, local wisdom, javanese society.
KESALAHAN BERBAHASA PADA KARANGAN MAHASISWA PROGRAM BIPA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNESA TAHUN 2017 SYAH PUTRI, RIZKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Ketetapan MPR No. II/MPR/1988 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Sektor Kebudayaan butir F, pembinaan dan pembelajaran bahasa Indonesia sudah dilakukan mulai pendidikan usia dini sampai dengan perguruan tinggi. Namun, pada kenyataannya kesalahan berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulis banyak terjadi. Ini menunjukkan pembinaan penggunaan bahasa Indonesia belum dilakukan secara tepat dan optimal. Berdasarkan fenomena dan analisis data awal menunjukkan bahwa mahasiswa program BIPA, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kemampuan berbahasa lebih baik daripada mahasiswa jurusan lain. Oleh sebab itu, topik kesalahan berbahasa mahasiswa program BIPA Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia menarik untuk diteliti. Penelitian ini memiliki empat fokus penelitian, yaitu kesalahan ejaan, kesalahan pemilihan kata, kesalahan pembentukan kata, dan kesalahan pembentukan kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analisis kesalahan berbahasa, jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah karangan mahasiswa program BIPA tahun ajaran 2017/2018. Dengan demikian, data penelitiannya adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan pedoman analisisnya berpedoman pada kaidah-kaidah tata bahasa baku dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Hasan Alwi, dkk dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 172 kesalahan berbahasa, kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penggunaan ejaan, 80 kesalahan. Penyebab terbanyaknya adalah penggunaan huruf miring 32 kealahan atau 40%. Kesalahan pemilihan kata ditemukan sebanyak 36 kesalahan. Penyebab terbanyak kesalahan pemilihan kata adalah tidak cermat memilih kata, sebanyak 15 kesalahan atau 42%. Kesalahan pembentukan kata ditemukan sebanyak 25 kesalahan dan penyebab kesalahan yang terbanyak adalah kesalahan akibat penggunaan afiks yang tidak tepat sebanyak 80%. Kesalahan pembentukan kalimat sebanyak 31 kesalahan dan penyebab terbanyaknya adalah kalimat yang tidak berstruktur lengkap 42%. Satu kalimat dalam karangan mahasiswa program BIPA dapat mengalami dua sampai empat kesalahan berbahasa. Kata kunci: kesalahan, ejaan, pemilihan kata, pembentukan kata, pembentukan kalimat.
PENGARUH MULTIMEDIA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 KANOR BOJONEGORO MELYAWATI, SISKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di berbagai jenjang pendidikan. Selain itu Bahasa Indonesia juga sebagai mata pelajaran yang diUNASkan, termasuk di jenjang Sekolah Menengah Pertama salah satunya di SMP Negeri 1 Kanor Bojonegoro. Namun banyak peserta didik yang tidak suka dengan pelajaran Bahasa Indonesia dengan berbagai alasan seperti terlalu rumit, bacaan terlalu panjang, serta kesusahan dalam membuat karya. Permasalahan tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian di SMP Negeri 1 Kanor Bojonegoro. Sekolah tersebut merupakan satu-satunya SMP negeri di kecamatan Kanor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh multimedia dalam pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan pembelajaran menulis naskah drama, pengaruh multimedia terhadap kemampuan menulis naskah drama, dan respons peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kanor Bojonegoro. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Jenis pendekatan penelitian ini menggunakan true experimental design (Arikunto: 2011). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan observasi, soal pretes dan postes, dan angket respons peserta didik. Adapun instrumen penelitian ini, yaitu lembar aktivitas peserta didik dan pendidik, butir soal, dan angket berupa butir pertanyaan. Data penelitian yang telah diperoleh dianalisis dengan mencari persentase dan t signifikansi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik mendapatkan persentase 90% dan aktivitas pendidik 80%. Kemudian untuk hasil belajar peserta didik pada kelas kontrol nilai rata-rata pretes peserta didik, yaitu 65,07 dan nilai rata-rata postes 74,21. Sedangkan nilai rata-rata pretes di kelas eksperimen, yaitu 65,78 dan nilai rata-rata postes 86,59. Nilai dari kedua kelas memang meningkat, namun peningkatan secara signifikan terjadi di kelas eksperimen. Selanjutnya t0 dari hasil tersebut, yaitu 8,76 dengan db 58. Kemudian dibandingkan dengan taraf tabel dengan taraf 5% atau 0,05 yang menghasilkan t tabel 2,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa t sroce lebih besar dari t tabel (8,76 > 2,00). Terakhir, hasil penghitungan respons peserta didik menunjukkan 44, 76%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa multimedia berpengaruh cukup kuat dalam pembelajaran menulis naskah drama. Keywords: influence, multimedia, writing, drama script Bahasa Indonesia is a compulsory subject at various levels of education. In addition, Indonesian as well as subjects are iclude one of lesson that become national examiation, including at the level of one junior high school in SMP Negeri 1 Kanor Bojonegoro. But many learners who do not like the Indonesian lesson with a variety of reasons such as too complicated, the reading is too long, and trouble in making the work. These problems become the background of research conducted at SMP Negeri 1 Kanor Bojonegoro. The school is the only state junior high school in Kanor sub-district. This study aims to see the effect of multimedia in learning to write drama script. This study aims to see the implementation of learning drama script writing, multimedia influence on the ability to write drama script, and the response of students class VIII SMP Negeri 1 Kanor Bojonegoro. This study was included in experimental research. This type of research approach uses true experimental design (Arikunto: 2011). Data collection techniques used are to use observation, pretest and postes questions, and questionnaire responses learners. The instruments of this study, namely the activity sheet of learners and educators, items, and questionnaires in the form of questions. The research data that has been obtained is analyzed by finding percentage and t significance. The results of this study indicate that the activities of learners get 90% percentage and educator activity 80%. Then for the learning outcomes of learners in the control class the average value of pretest learners, that is 65.07 and the average postes 74.21. While the average value of pretest in the experimental class, that is 65,78 and the average value of postes 86,59. The value of both classes did increase, but a significant increase occurred in the experimental class. Furthermore t0 from the result, that is 8.76 with db 58. Then compared with the level table with a level of 5% or 0.05 resulting t table 2.00. It shows that t sroce is greater than t table (8.76> 2.00). Finally, the calculation of the response of learners shows 44, 76%. These results indicate that multimedia influences quite strongly in the learning of writing drama script.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM SENI PERTUNJUKAN SOTO MADHUREH DHARAYUAN NOVALITA, LINANDA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan peranti dalam berkomunikasi, sebagai sarana vital bahasa bertujuan untuk menyampaikan pikiran, gagasan, dan keinginan. Komunikasi yang terjalin antara penutur dan petutur dapat berjalan dengan baik jika saling memahami. Dalam suatu interaksi komunikasi penutur dan petutur saling mengujarkan tuturan yang mengandung maksud dan tujuan tertentu, sehingga memerlukan pengetahuan dan pemahaman konteks tuturan. Tuturan yang mengandung maksud dan keinginan tertentu ataupun yang berkebalikan dengan apa yang diujarkan disebut dengan implikatur. Dalam suatu percakapan yang mengandung implikatur disebut dengan implikatur percakapan, bersifat temporal (terjadi saat berlangsungnya tindak percakapan). Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskripif kualitatif. Data yang diambil untuk bahan penelitian ini adalah bentuk dan makna implikatur percakapan dan fungsi implikatur percakapan dalam seni pertunjukan Soto Madhureh. Bentuk dan makna implikatur percakapan dalam seni pertunjukan Soto Madhureh adalah implikatur percakapan khusus dan implikatur percakapan umum. Bentuk implikatur percakapan tersebut difokuskan dalam tataran kalimat sehingga ditemukan empat bentuk kalimat, yaitu kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif. Adapun makna implikatur percakapan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah makna menyindir, menyuruh, mengancam, menyangkal, menolak, dan meminta. Fungsi implikatur percakapan yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi fungsi kompetitif (competitive), konvivial (convivial), kolaboratif (colaborative), dan konflikatif (conflikative). Kata Kunci: Implikatur percakapan, Komposisi, Soto Madhureh.
CAMPUR KODE PESERTA PENUTUR BAHASA JAWA DALAM ACARA STAND UP COMEDY ACADEMY 3 DI INDOSIAR NUR KHOTIMAH, ULFA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Campur kode merupakan fenomena kebahasaan yang sering terjadi pada manusia, baik dalam ragam formal maupun nonformal. Fenomena kebahasaan ini tidak hanya terjadi di kehidupan sehari-hari, tetapi juga terjadi pada saat-saat tertentu, penelitian ini dilatarbelakangi oleh gaya bahasa yang menggunakan campur kode pada acara pertelevisian seperti Stand Up Comedy Academy 3 di Indosiar. Pemilihan diksi dari beberapa bahasa ini terbilang unik karena peserta penutur bahasa Jawa sering mengunakannya saat tampil. Selain itu, unsur campur kode yang digunakan yaitu untuk mengemukakan aspirasi peserta yang lebih mengacu pada kritikan dan sindiran terhadap fenomena yang terjadi saat ini dengan pengemasan berbau komedi. Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat tiga tujuan dari penelitian ini sebagai berikut, (1) mendeskripsikan bentuk campur kode peserta penutur bahasa Jawa dalam acara Stand Up Comedy Academy 3 di Indosiar (2) mendeskripsikan wujud campur kode peserta penutur bahasa Jawa dalam acara Stand Up Comedy Academy 3 di Indosiar, dan (3) mendeskripsikan fungsi campur kode peserta penutur bahasa Jawa dalam acara Stand Up Comedy Academy 3 di Indosiar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tuturan dari peserta penutur bahasa Jawa yang mengandung unsur campur kode. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak. Sementara itu, analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih. Hasil penelitian terdapat dua bentuk campur kode yaitu bentuk campur kode ke dalam dan bentuk campur kode ke luar. Wujud campur kode berupa penyisipan kata, penyisipan frasa, penyisipan perulangan kata, penyisipan baster, dan penyisipan klausa. Fungsi campur kode peserta penutur bahasa Jawa yaitu bertujuan untuk mengakrabkan suasana, menunjukkan intelektual, menghormati lawan bicara, penanda ketiadaan ungkapan suatu bahasa, menegaskan pendapat, dan membangkitkan humor. Kata Kunci: campur kode, bentuk, wujud, dan fungsi Abstract Mixed code is a linguistic phenomenon that often occurs whether in normal or non formal communication in humans life. This linguistic phenomenon not only happens in daily life, but also occurs at certain times. Then, this research background based on the language style that uses mixed codes at television program, that is Stand Up Comedy Academy 3 in Indosiar. In that program, many unique dictions are performed by Javanesse participants. Moreover, the way participants express their aspiration is through their critical comments and allution toward the phenomenon that is happening now by covering in situation comedy. From the research background above, these are the objectives of this research; (1) to describe the Javanesses participants pattern of mixed code in Stand Up Comedy Academy 3 on Indosiar Tv Programme, (2) to describe the form of mixed code on Javanese participant in Stand Up Comedy Academy 3 on Indosiar Tv Programme, (3) to describe the functions of mixed codes on Javanese participant in Stand Up Comedy Academy 3 on Indosiar Tv Programme. This present study is descriptive qualitative research. The data of this study is attained from Javanese participants? speech which contain elements of mixed code. Furthermore, the data collection method that is used in this study is reffering method. Meanwhile, the data analysis in this study uses Agih method. The results of this study showed that two patterns of mixed code appeared, those are; mixed code in and mixed code out. Those patterns of mixed code in the form of word insertion, phrase insertion, word loop insertion, baster insertion, and clause insertion.The functions of mixed code of Javanese participants are to familiarizing the atmosphere, showing the intellectual, respecting the speaker, the marker of the absence of the expression of a language, asserting opinions, and generating humor. Keywords:mixed code, form, configuration, and function.
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM VIDEO YOUTUBE BAYU SKAK RAHMI HAPSARI, NUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bayu Skak adalah salah satu kreator youtube di Indonesia yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Bayu Skak dikenal sebagai youtuber yang menggunakan Bahasa Jawa. Selain berbahasa Jawa, Bayu Skak juga menggunakan bahasa lain, seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penguasaan banyak bahasa Bayu Skak menyebabkan adanya campur kode dan alih kode di dalam videonya.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud, faktor penyebab, dan fungsi dari campur kode dan alih kode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak bebas libat cakap.Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1) bentuk campur kode dalam video youtube Bayu Skak meliputi penyisipan unsur kata, frasa, kata ulang, idiom, baster, dan klausa dalam bahasa Inggris, bahasa Jawa, dan bahasa Indonesia. (2) faktor penyebab terjadinya campur kode dalam video youtube Bayu Skak meliputi pengenalan bahasa Jawa, hasil yang dikehendaki, pemilihan kata yang mudah diingat, memperhalus ungkapan, menunjukkan prestise, dan keterbatasan padanan kata. (3) fungsi campur kode dalam video youtube Bayu Skak meliputi menegaskan suatu pendapat, menunjukkan intelektual, menghormati lawan bicara, dan membangkitkan rasa humor. (4) bentuk alih kode dalam video youtube Bayu Skak meliputi alih kode intern, bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa; dan alih kode esktern, bahasa Indonesia ke bahasa Arab, bahasa Arab ke bahasa Indonesia, bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, bahasa Jawa ke bahasa Arab, bahasa Jawa ke bahasa Inggris, dan bahasa Inggris ke bahasa Jawa. (5) faktor penyebab terjadinya alih kode dalamvideo youtube Bayu Skak meliputi, penutur, lawan tutur, hadirnya orang ketiga, perubahan pokok pembicaraan, membangkitkan rasa humor, dan sekadar bergengsi. (6) fungsi alih kode dalam video youtube Bayu Skak meliputi menegaskan suatu pendapat, menunjukkan intelektual, menghormati lawan bicara, dan membangkitkan rasa humor. Kata Kunci: campur kode, alih kode, dan video youtube Bayu Skak. Abstract Bayu Skak is one of the creators of youtube in Indonesia, he from Malang, East Java. Bayu Skak is known as youtuber using Java language. In addition, Bayu Skak also uses other languages, like Indonesian and English. Mastery of Bayu language Skak is the reason of mixing code and switching code in his video. The purpose of this study is to describe the form, causal factors, and the function of mixing code and switching code. This research is a qualitative descriptive study. The method used in this research is the method of free involved captive. The results found in this study are (1) the form of mixing code in the youtube video Bayu Skak is the insertion of words, phrases, reduplication, idioms, baster, and clauses in English, Javanese, and Indonesian. (2) the reason of mixing code in video youtube Bayu Skak is the introduction of the Java language, the desired result, word choice that is memorable, smoothes expression, to show the prestige, and the limitations of a synonym. (3) mixing code function in video Bayu Skak is confirm an opinion, intellectual show, respectful of the other person, and increase his sense of humor. (4) the form of switching code in video youtube Bayu Skak is switching code of internal code, from Javanese to Indonesian and from Indonesian to Javanese; and transfer of external codes, Indonesian ??to Arabic, Arabic ??to Indonesian, Javanese to Arabic, Indonesian to English, English to Indonesian, Javanese to Eglish, and English to Javanese. (5) the reason of switching code in video youtube Bayu Skak is speakers, opponents, people, basics, humor and prestigious representations. (6) switching code function in video Bayu Skak isconfirm an opinion, intellectual show, respectful of the other person, and increase his sense of humor. Keywords: mixing code, switching code, and video youtube of Bayu Skak.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI SISWA KURSUS DI GLOBAL ENGLISH KAMPUNG INGGRIS PARE-KEDIRI RODLIANA LAILATUL HURROH, AUFA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk alih kode (AK), bentuk campur kode (CK), faktor penyebab terjadinya AK, faktor penyebab terjadinya CK, dan fungsi AK, fungsi CK dalam percakapan sehari-hari siswa kursus di Global English Pare-Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian ini adalah tuturan siswa kursus yang mengandung unsur AK dan CK. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan rekam. Teknik analisis data dengan menggunakan model agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk AK dilakukan ekstren. (2) Bentuk CK berbentuk penyisipan kata, frasa, dan pengulangan seluruh; (3) Faktor-faktor penyebab AK meliputi penutur dan lawan tutur; (4) Faktor penyebab CK meliputi campur kode karena keterbatasan padanan kata dan campur kode karena kurang menguasai kode yang dipakai; (5) Fungsi AK dan CK meliputo menegaskan suatu pendapat dan untuk mempermudah menyampaikan maksud. Kata Kunci: alih kode, campur kode, tuturan siswa kursus
ANALISIS WACANA IKLAN PADA INSTAGRAM : TEORI NORMAN FAIRCLOUGH KARTIKAWATI, MARINA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I. Abstrak Penelitian ini membahas tentang analisis wacana iklan pada instagram : teori Norman Fairclough. Analisis wacana yang menggunakan teori Norman Fairclough meyediakan dimensi-dimensi yang bisa digunakan untuk melakukan kajian mengenai teks iklan dalam media sosial yaitu instagram. Praktik kewacanaan yaitu tempat dihasilkan dan dikonsumsi teks yang dihasilka n kemudian dipandang sebagai bentuk penting praktik sosial dalam media sosial pada instagram. Terdapat tiga dimensi analisis wacana teori Norman Fairclough yaitu, dimensi tekstual (mikrostruktural), dimensi kewacanaan (mesostruktural), dan dimensi sosial-budaya (makrostruktural). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tiga dimensi teori wacana Norman Fairclough yaitu dimensi tekstual (mikrostruktural), dimensi kewacanaan (mesostruktural), dan dimensi sosial-budaya (makrostruktural). Sedangkan manfaat penelitian ini yaitu dapat menginspirasi pengguna media sosial untuk mengembangkan kreativitas pembentukan frasa dan kalimat dalam promosi produk agar semakin menarik perhatian konsumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode agih dan teknik perluas. Data dari penelitian ini merupakan kutipan berupa teks iklan dalam instagram. Sumber data yaitu teks iklan dalam media sosial instagram sehingga metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu metode sima dan teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu teknik simak libat bebas cakap. Kata kunci: Analisis Wacana, Iklan, Sosial Media, Instagram II. Abstract This study discusses the analysis of advertising discourse on Instagram: Norman Faircloughs theory. Discourse analysis using Norman Fairclough theory provides dimensions that can be used to conduct studies on ad text in social media that is instagram. The practice of discourse where the resulting and consumed text is produced is then seen as an important form of social practice in social media on instagram. There are three dimensions of Norman Faircloughs theory discourse analysis namely, textual dimension (microstructural), dimension of authorship (mesostruktural), and social-cultural dimension (macrostructural). The purpose of this study is to describe the three dimensions of Norman Faircloughs theory of discourse namely the textual dimension (microstructural), the dimension of authorship (mesostruktural), and the social-cultural dimension (macrostructural). While the benefits of this research is able to inspire users of social media to develop creativity in the formation of phrases and sentences in the promotion of products to increasingly attract the attention of consumers. This type of research is qualitative research with agih methods and extension techniques. Data from this study is a quote in the form of ad text in Instagram. Sources of data ie ad text in social media instagram so that the method used for data collection that is sima method and technique used for data collection that is technique of free libat free capability. Keywords : Discourse Analysis, Advertising, Social Media, Instagram
PENGEMBANGAN KARTU CERIITA RAKYAT JAWA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK DI KOMUNITAS RUMAH BACA GRIYA AKSARA SIDOARJO RIZQI HASANAH DEVI, NADYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat baca di Indonesia. Di samping minat baca merupakan keterampilan yang didapatkan setelah lahir, maka minat baca perlu dibiasakan dan dikembangkan, khususnya untuk anak-anak. Hal itulah yang menjadi tujuan dikembangkannya produk Kartu Cerita Rakyat. Sementara itu penelitian ini dilaksanakan di rumah baca Griya Aksara, pemilihan tempat tersebut karena ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan dari kegiatan membaca. Proses pengembangan Kartu Cerita Rakyat melewati tahapan seperti: analisis permasalahan, merumuskan tujuan, memilih cerita, meringkas dan membuat skenario cerita, menyesuaikan kebahasaan, membuat lay-out, dan mencetak kartu cerita rakyat. Sementara itu hasil validasi aspek materi, kartu cerita rakyat mendapatkan presentase 80% yang termasuk dalam kategori layak. Begitupula aspek desain yang mendapatkan presentase 70,7% dalam kategori layak juga. Di samping itu pada data kepraktisan penggunaan Kartu Cerita Rakyat yang diambil dari angket, jawaban dari anak-anak banyak menunjukkan rasa senang menggunakan Kartu Cerita Rakyat, begitupula jawaban angket yang diberikan pengelola rumah baca yang menyatakan mereka senang dengan penggunaan kartu tersebu. Sementara itu data observasi sebagai ukuran peningkatan minat baca yang diukur dengan tiga aspek, seperti kunjungan, peminjaman buku dan baca buku di tempat menunjukkan kenaikan tetapi tidak terlalu signifikan. Kata kunci: Minat Baca, Anak-anak,dan Kartu Cerita Rakyat Abstract This research is motivated by low interest reading in Indonesia. Beside of reading interest is a skill acquired after birth, the interest in reading needs to be familiarized and developed, especially for children. Thats the purpose of the development of the Folklore Card product. Meanwhile, this research was conducted at Griya Aksara reading home, the selection of the place because it wanted to provide a fun experience of reading activities. The process of developing a Folklore?s Card passes through stages such as: problem analysis, formulating objectives, choosing stories, summarizing and creating story scenarios, customizing language, making layouts, and printing folklore cards. Meanwhile, the validation results of the material aspect, the folklore cards get the percentage of 80% which is included in the eligible category. Then, the design aspect that gets a 70.7% percentage in a decent category as well. In addition to the data on the practicality of using Folklore Cards taken from the questionnaire, the answers from the children showed a lot of fun using the Folklore Card, as well as the questionnaire responses given by the home manager who said they were happy with the use of the card. Meanwhile, observation data as a measure of increased interest in reading as measured by three aspects, such as visits, book borrowing and on-site reading shows an increasing but not very significant. Keywords : Reading interest, Children, and Folklore?s card
LEGENDA SAWUNGGALING DI LIDAH WETAN SURABAYA FUADILA ALHUMAHERA, DIANA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus penelitian pada penelitian ini ada empat yakni bagaimana miteme, episode, oposisi biner dan nilai keutamaan dalam legenda Sawunggaling di Lidah Wetan, Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan miteme, episode, oposisi biner dan nilai keutamaan dalam legenda Sawunggaling di Lidah Wetan, Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Strukturalisme Claude Levi Strauss. Menurut Levi-Strauss (dalam Ahimsa-Putra, 2001:95) mytheme adalah unsur-unsur dalam konstruksi wacana mitis (mythical discourse), yang juga merupakan satuan-satuan yang bersifat kosokbali (oppositional), relatif, dan negatif. Selain itu, mengingat panjangnya cerita dalam legenda, Levi-Strauss membaginya ke dalam beberapa episode. Episode adalah potongan cerita yang setiap bagiannya terdapat pokok tema yang nantinya disatukan menjadi cerita yang utuh. Di dalam episode terdapat sangkutpautnya dengan miteme (Levi Strauss dalam Ahimsa-Putra, 2001:212).Menurut Levi Strauss (2005:214-215) setiap mitos dan legenda memiliki oposisi biner dan oposisi terner. Pertalian dengan kelas, seperti atas bawah, laki laki perempuan, jantan betina. Oposisi biner memiliki sifat saling kontras, bertentangan, atau merupakan kebalikannya.Dalam mitos atau legenda terdapat nilai keutamaan untuk menilai manusia atau tokoh secara hierarki adalam suatu legenda. Nilai keutamaan dalam legenda adalah nilai yang memiliki kedudukan lebih tinggi dalam legenda. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif (Sugiyono, 2010:1). Dengan penelitian ini, peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut, (1) miteme dalam legenda Sawunggaling di Lidah Wetan berjumlah tiga puluh tujuh miteme, (2) episode dalam legenda Sawunggaling di Lidah Wetan berjumlah tiga episode yakni, kegemaran Joko Berek (JB) dan kegigihan Joko HaBerek untuk bertemu Bapaknya, Jayengrono (JR), usaha Joko Berek (JB) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Jayengrono (JR), dan perebutan tahta dengan menjatuhkan umbul-umbul yudha menjadikan Joko Berek (JB) sebagai Temenggung di Surabaya, (3) oposisi biner dalam legenda Sawunggaling di Lidah Wetan berjumlah dua puluh lima, dan (4) nilai keutamaan dalam legenda Sawunggaling di Lidah Wetan berjumlah lima yakni, patuh kepada orang tua, pantang menyerah, tidak memandang orang sebelah mata, berkata jujur, dan rendah hati. Kata Kunci: legenda Sawunggaling, Strukturalisme Levi-Strauss, Nilai keutamaan Abstract Research focuses on this research there are four namely how the mytheme, episode, binary opposition and the value of virtue in the legend of Sawunggaling in Lidah Wetan, Surabaya.The purpose of this study is to find and describe the mytheme, episode, binary opposition and the value of virtue in the legend of Sawunggaling in Lidah Wetan, Surabaya. This study use theory structuralism Claude Levi Strauss.According to Levi-Strauss (in Ahimsa-Putra, 2001:95) mytheme are elements in the construction of mythical discourse, which are also cosokbali, relative, and negative units. Moreover, given the length of the story in the legend, Levi-Strauss divides it into several episode. Episode are pieces of the story that every part there is a theme that will be put together to integrate the whole story. In the episode there is a link to mytheme (Levi-Strauss in Ahimsa-Putra, 2001:212). According to Levi-Strauss (2005:214-215) every myth and legend has binary opposition and ternary opposition. Ties with classes, such as top down, male, female. Binary opposition have contrasting, contradictory, or opposite properties. In myth or legend there is a value of virtue to judge people or figures hierarchically in a legend. The value of virtue in the legend is a value that has a higher position in the legend. The type of research used is descriptive qualitative. Qualitative research methods are often referred to asa naturalistic research methods because the research is natural, also called etnographi method because initially this method is more widely used for research in the field of cultural anthropology, referred to asa qualitative method because the data collected and the analysis is more qualitative (Sugiyono, 2010:1). With this research, the researchers got the following results: (1) the mythem in Sawunggaling legend in Lidah Wetan amounted to thirty seven mythems, (2) episodes in Sawunggaling legend on Lidah Wetan amounted to three episodes, that is Joko Berek (JB) Joko and Joko persistence Berek to meet his Father, Jayengrono (JR), Joko Berek (JB)s effort in completing the tasks assigned by Jayengrono (JR), and the seizure of the throne by dropping the udul-umbul yudha made Joko Berek (JB) as Temenggung in Surabaya, (3) the binary opposition in the legend of Sawunggaling in Lidah Wetan is twenty-five, and (4) the value of virtue in the legend of Sawunggaling in Lidah Wetan is five, that is, obedient to parents, never giving up, not looking at one eye, honest and humble. Keywords: Sawunggaling legend, Levi Strauss structuralism, virtue value

Page 6 of 18 | Total Record : 173