cover
Contact Name
Agnes Anania Triavika Sahamastuti
Contact Email
agnes.ats@maranatha.edu
Phone
+6281282735885
Journal Mail Official
jurnal.shj@maranatha.edu
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sound of Health Journal
ISSN : 30905443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.28932/shj
Core Subject :
Sound of Health Journal is an open access journal that publishes scientific articles in the form of research paper, scientific analysis, or academic-based reviews in the field of health sciences which include, but are not limited to, the fields of medicine, pharmacy, biotechnology, health technology, psychology, clinical and health industry technology, as well as other related topics. The topics may cover fundamental issues up to the application stage. This journal aims to facilitate scientific papers publication in the health sector, provide quality scientific articles that can be used as references and increase the research and publication enthusiasm among academics and health practitioners. This journal seeks to make a tangible contribution to improving community quality of life through the sharing of accurate and relevant information. This journal is published 3 (three) times a year in March, July and November. The editorial board is under Maranatha Christian University. The entire publication process will go through a peer-review stage to ensure the validity and suitability of the article to be published. We encourage authors to submit their work and share findings that can have a positive impact on the health landscape.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 2 no 2 (2026)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KONSUMSI GULA TAMBAHAN DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI DAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Angela Budiman; Shiela Stefani; Rimonta Febby Gunanegara
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan siklus menstruasi dan dismenorea merupakan keluhan umum pada wanita usia reproduktif dan dipengaruhi oleh pola makan serta komposisi tubuh. Asupan gula tambahan berlebih dapat meningkatkan akumulasi lemak tubuh melalui proses de novo lipogenesis yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormonal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi gula tambahan dan persentase lemak tubuh terhadap siklus menstruasi serta dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan metode simple random sampling dan melibatkan 60 responden dengan rata-rata usia 21 tahun. Data diperoleh melalui kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), pengukuran Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), serta kuesioner siklus menstruasi dan dismenorea. Analisis data dilakukan menggunakan uji independen t-test, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara konsumsi gula tambahan dengan siklus menstruasi (p = 1,00) maupun dismenorea (p = 0,18). Selain itu, tidak ditemukan juga hubungan antara persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi (p = 0,48). Namun, terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dan tingkat dismenorea dengan arah hubungan negatif (p = 0,03), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase lemak tubuh, maka tingkat dismenorea cenderung lebih rendah. Kata Kunci: Dismenorea; Gula Tambahan; Persentase Lemak Tubuh; Siklus Menstruasi
HUBUNGAN SCREEN TIME TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA/I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2022 Louis Nicholas Kristanto; Dedeh Supantini; Inez Felia Yusuf
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tidur merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik, kestabilan emosional, dan fungsi kognitif, terutama pada mahasiswa kedokteran yang menghadapi tuntutan akademik tinggi. Screen time, yang didefinisikan sebagai durasi penggunaan perangkat elektronik, dapat mengganggu ritme sirkadian melalui paparan cahaya biru. Penelitian hubungan screen time dan tidur mayoritas dilakukan pada remaja atau masyarakat umum, tetapi fokus pada mahasiswa kedokteran masih jarang dieksplorasi, terlebih populasi tersebut memiliki pola stress akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha angkatan 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 150 mahasiswa dipilih melalui metode purposive sampling. Screen time diukur selama tujuh hari menggunakan Questionnaire for Screen Time of Adolescents (QueST), sedangkan kualitas tidur dinilai pada hari kedelapan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil analisis statistik menunjukkan distribusi data tidak normal (p < 0,01), sehingga dilanjutkan menggunakan analisis korelasi yang menunjukkan hubungan sangat lemah dan tidak signifikan (p = 0,251; r = –0,0553) di antara kedua variabel yang diukur. Hal tersebut diduga bahwa kualitas tidur juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti merokok, kondisi psikis, kondisi emosional, kebiasaan dan pola tidur, serta kondisi medis tertentu. Kata kunci: Kualitas Tidur; Mahasiswa Kedokteran; PSQI; QueST; Screen Time
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN DRUG ERUPTION DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2023-2024 Neza Salsa Fadilla; Dian Puspitasari; Sugiarto Puradisastra
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug eruption (DE) merupakan reaksi kulit akibat penggunaan obat yang menimbulkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari ringan hingga berat dan mengancam jiwa. Obat penyebab tersering DE adalah antibiotik dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien DE di Rumah Sakit Immanuel Bandung tahun 2023–2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, luas lesi, dan obat pencetus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis seluruh pasien drug eruption di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik whole sampling terhadap 209 pasien. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Berdasarkan kelompok usia, distribusi terbanyak pada 20–39 tahun (33%). Berdasarkan jenis kelamin, perempuan (52,6%) lebih banyak dibandingkan laki-laki (47,4%). Distribusi terbanyak berdasarkan luas lesi didapatkan pada kategori generalisata (37,3%), dan obat pencetus terbanyak adalah obat antituberkulosis (16%).   Kata kunci: Drug Eruption; Jenis Kelamin; Luas Lesi; Obat Pencetus; Usia
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI OUTSOURCING DI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Dani; Wenny Waty; Ristag Hamida Hanisia
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah penting dalam kesehatan kerja karena meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan produktivitas pegawai. Status gizi berlebih yang diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut diketahui berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dengan tekanan darah pada pegawai outsourcing di Universitas Kristen Maranatha. Desain yang digunakan adalah potong lintang pada 68 pegawai outsourcing yang mengikuti skrining kesehatan. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, IMT, lingkar perut, tekanan darah sistolik (SBP) dan diastolik (DBP), serta beberapa parameter metabolik lain. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan uji korelasi Spearman menilai hubungan IMT dengan SBP/DBP, dan uji chi‑square menilai asosiasi antara kategori IMT dan status hipertensi (SBP ≥ 140 mmHg dan/atau DBP ≥ 90 mmHg) pada α = 0,05. IMT berhubungan positif signifikan dengan SBP (ρ = 0,33; p = 0,008) dan DBP (ρ = 0,29; p = 0,018). Proporsi hipertensi meningkat seiring kenaikan kategori IMT; hasil uji chi‑square menunjukkan asosiasi bermakna antara kategori IMT dan hipertensi (χ² = 13,77; df = 3; p = 0,003; Cramer’s V = 0,46). Pegawai dengan obesitas memiliki risiko hipertensi 4,7 kali lebih besar dibandingkan pegawai dengan IMT normal. Temuan ini menegaskan pentingnya program promosi kesehatan kerja berbasis tempat kerja yang berfokus pada pencegahan obesitas, pengendalian tekanan darah, dan pemantauan berkala pada pegawai outsourcing. Kata kunci: Hipertensi; Indeks Massa Tubuh; Pegawai Outsourcing; Status Gizi; Tekanan Darah
GAMBARAN KARAKTERISTIK LANSIA BERISIKO JATUH YANG BEROBAT KE POLIKLINIK PENYAKIT DALAM LEIMENA RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG Evandinata Eldoris Sahbirin; Vera Vera; Fen Tih
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan suatu proses penuaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang. Penurunan fungsi tubuh lansia menyebabkan terjadinya gangguan fisik seperti jatuh yang dapat berakibat fatal pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi, risiko, dan karakteristik demografis lansia yang berisiko jatuh di Poliklinik Penyakit Dalam Leimena Rumah Sakit Immanuel Bandung. Penelitian observasional deskriptif dengan desain potong lintang ini melibatkan 88 lansia berusia ≥ 60 tahun yang masih dapat berjalan mandiri. Risiko jatuh dinilai menggunakan timed up and go test dan five times sit-to-stand test. Data riwayat jatuh, cedera, karakteristik demografis, penyakit komorbid, dan status fungsional diperoleh melalui wawancara serta rekam medis. Berdasarkan data penelitian, sebanyak 69 lansia memiliki risiko jatuh. Proporsi tertinggi ditemukan pada usia ≥ 80 tahun sebesar 100%, perempuan sebesar 84,6%, dan penderita penyakit jantung koroner sebesar 86,7%. Sebanyak 43 lansia mengalami jatuh dalam dua tahun terakhir dan 42% di antaranya mengalami cedera. Berdasarkan status fungsional, risiko jatuh tertinggi ditemukan pada lansia dengan ketergantungan ringan sebesar 90%. Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap skrining risiko jatuh di pelayanan rawat jalan. Skrining awal secara daring dapat dipertimbangkan dan dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan saat kunjungan. Kata Kunci: Faktor Risiko; Jatuh; Lansia; RS Immanuel Bandung

Page 1 of 1 | Total Record : 5