cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Pengujian materi mitigasi bencana erupsi Merapi dengan pendekatan spasial melalui metode visual dan field trip Afrinia Lisditya Permatasari Permatasari; Sadewa Purba Sejati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.448 KB) | DOI: 10.21831/gm.v16i2.25205

Abstract

Aktivitas Gunungapi Merapi sebagai salah satu gunungapi paling aktif di dunia menimbulkan dampak terhadap penduduk dan lingkungan, Dampak negatif dapat dirasakan ketika terjadi bencana erupsi seperti pada tahun 2010. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran penduduk di kawasan rawan bencana adalah dengan memberikan sosialisasi atau informasi yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Entitas atau obyek yang dapat dijadikan sebagai target diantaranya adalah siswa sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon entitas atau obyek terhadap informasi atau materi mitigasi bencana yang disampaikan dengan pendekatan spasial (keruangan) melalui metode visual dan field trip. Respon responden terhadap materi mitigasi bencana dianalisis dengan metode regresi linier sederhana. Angka- angka yang muncul sebagai hasil olahan data statistik menjelaskan bahwa mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi secara spasial dengan metode visual dan field trip belum dapat dipahami oleh siswa. Penyebabnya adalah durasi waktu penyampaian materi yang tidak berkesinambungan dan juga faktor usia siswa.
PEMENFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DAN ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO Janu Eko Herwanto; Agus Sudarsono; Bambang Syaeful Hadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.328 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3567

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui kelas kemampuan lahan, mengetahui agihan kelas kemampuan lahan dan menentukan arahan penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahan di wilayah Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Evaluasi kemampuan lahan menggunakan satuan unit lahan sebagai unit analisis evaluasi lahan untuk mengetahui kelas kemampuan lahan. Analisis kemampuan lahan dilakukan dengan metode pencocokan (matching) terhadap 16 varian satuan unit lahan hasil tumpangsusun (overlay) peta bentuk lahan, jenis tanah dan kemiringan lereng. Karakteristik lahan setiap satuan unit lahan diperoleh dari survei di lapangan dan analisis tanah di laboratorium. Arahan penggunaan lahan disesuaikan dengan kelas kemampuan lahan yang terbentuk di daerah penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu: (1) Wilayah Kecamatan Samigaluh terdapat tujuh kelas kemampuan lahan, yaitu: Kelas II-e, III-ew, IV-ew, VI-e, VI-es, VII-e dan VII-es; (2) Agihan kelas kemampuan lahan di wilayah Kecamatan Samigaluh, yaitu: Kelas II-e di Desa Purwoharjo dengan luas 19,273 Ha atau 0,28% daerah penelitian, Kelas III-ew di Desa Purwoharjo dengan luas 10,639 Ha atau 0,16% daerah penelitian, Kelas IV-ew di seluruh desa wilayah penelitian dengan luas 541,736 Ha atau 8,01% daerah penelitian, Kelas VI-e di seluruh desa wilayah penelitian dengan luas 1.933,980 Ha atau 28,59% daerah penelitian, Kelas VI-es di Desa Purwoharjo, Desa Sidoharjo, Desa Banjarsari, Desa Ngargosari, Desa Gerbosari serta Desa Kebonharjo dengan luas lahan sebesar 576,950 Ha atau 8,53% daerah penelitian, Kelas VII-e di Desa Purwoharjo, Desa Sidoharjo, Desa Purwoharjo, Desa Ngargosari dan Desa Gerbosari dengan luas lahan 269,126 Ha atau 3,98% daerah penelitian, dan Kelas VII-es di seluruh desa wilayah penelitian dengan luas keseluruhan 3.413,599 Ha atau 50,46% daerah penelitian; dan (3) Arahan penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahan di wilayah Kecamatan Samigaluh, yaitu Kelas II-e untuk pertanian intensif, Kelas III-ew untuk pertanian sedang, Kelas IV-ew untuk pertanian terbatas, Kelas VI-e dan VI-es untuk penggembalaan sedang, perkebunan dan hutan produksi, Kelas VI-e dan VII-es untuk penggembalaan terbatas dan hutan produksi terbatas.Kata kunci: SIG, Evaluasi Kemampuan Lahan, Arahan Penggunaan Lahan.
Analisis Potensi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Kabupaten Lamongan Tahun 2018 Mitha Asyita Rahmawaty
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.419 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i2.28446

Abstract

This study aims to analyze the potential of sustainable food agriculture land in Lamongan District in 2018. This research emphasizes the potential of sustainable food agriculture land based on Lamongan District Regulation Number 15 Year 2011 concerning Spatial Planning for Lamongan Regency in 2011-2031. The research method used is a quantitative research that emphasizes analytical techniques in GIS (Geographic Information Systems), namely overlay and buffering maps. Map overlay is done between the map of agricultural land use with a map of the carrying capacity agricultural land in Lamongan Regency. Then doing a map buffering analysis technique based on road network parameters. The results showed that the potential area for sustainable food agriculture in Lamongan Regency in 2018 was 45,627.54 hectares or 25.17% of the area of Lamongan Regency.   
KETERKAITAN DESA-KOTA: SEBAGAI ALTERNATIF PEMBANGUNAN PERDESAAN Suparmini Suparmini
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.151 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i2.14192

Abstract

Abstrak Masalah yang dihadapi masyarakat perdesaan adalah rendahnya kualitas hidup, tingginya pengangguran serta sistem produksi dan diversivikasi yang belum berkembang. Akibatnya terjadi kesenjangan kesejahteraan masyarakat perdesaan dibanding dengan masyarakat kota.Oieh karena itu perlu adanya upaya dan pemikiran untuk memperkecil kesenjangan tersebut. Program Pembangunan dengan mengutamakan keterkaitan desakota, program pembangunan ini didasarkan pada teori pembangunan pusat-repi (core periphery) dari Friedman, teori po/arisasl ekonomi dari Hirschman, serta teori ekonomi dari Myrdal. Ketiganya sepakat bahwa hubungan pusat-tepi dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Untuk memperbesar spread effects dan memperkecil pengaruh backwash effects, Myrdal memandang perlu adanya intervensi pemerintah. Sedangkan Hirschman yakin bahwa perbedaan ekonomi keruangan desakota bersifat sementara saja, karena dengan pembangunan yang merupakan intervensi pemerintah akan mempercepat menghilangkan ketimpangan keruangan tersebut. Keberhasilan pendekatan pembangunan perdesaan yang merupakan proses peningkatan kemampuan masyarakat dan penguatan keterkaitan desa-kota tergantung pada keterlibatan pemerintah, masyarakat sendiri, swasta serta /embaga masyarakat. Kata kunci: desa, kota, pembangunan perdesaan
KAJIAN KEPARIWISATAAN UNTUK PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA YANG OPTIMAL DI KABUPATEN LAMONGAN Sri Murtini
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.814 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui  potensi daya tarik dan aksesibilitas obyek wisata  Goa Maharani, Pantai Tanjung Kodok, Waduk Gondang, Makam Sunan Drajad, dan Makam Sendang Duwur (2) menentukan objek-objek wisata yang layak untuk dijadikan pusat pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Lamongan. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai macam data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, pengukuran dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan metode skoring untuk mengetahui tingkat potensi daya tarik dan pusat pengembangan obyek wisata, sedangkan  analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas masing-masing  lokasi obyek wisata. Penilaian tingkat kelayakan objek wisata didasarkan pada  25 komponen daya tarik wisata. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Makam  Sunan Drajad dan Waduk Gondang berpotensi baik, Pantai Tanjung Kodok dan Goa Maharani  berpotensi sedang, Makam Sendang Duwur berpotensi rendah. Aksesibilitas lima obyek wisata yang diteliti dari kota Surabaya termasuk rendah, sedangkan dari kota Lamongan mempunyai aksesibilitas sedang. Dengan menggunakan 7 kriteria pengukuran maka dari ke lima obyek wisata, Goa Maharani dapat dijadikan pusat pertumbuhan kepariwisataan di Kabupaten Lamongan.  Kata Kunci: pengembangan, daerah tujuan wisata,  aksesibilitas.
POTENSI ENERGI TERBARUKAN DI KABUPATEN KEDIRI PROPINSI JAWA TIMUR Nugraho Sistu Prabintoro
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10418.771 KB) | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15412

Abstract

Abstrak             Energi terbarukan (renewable energy) adalah energi yang dapat terus menerus dipakai dengan jumlah yang dapat diperbarui sehingga tidak lemah habis. Jawa Timur khususnya Kabupaten Kediri memiliki potensi sumber energi terbarukan pembangkit listrik, antara lain energi mikrohidro, gelombang, dan surya, Energi terbarukan pembangkit listrik sebagai energi input pembangkit listrik ada 7, yaitu air, angin, biomassa, biogas, panas bumi, matahari, dan gelombang laut. Sumber energi biomassa dapat berupa sampah hasil pertanian dan sampah rumah tangga. Kebijakan pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi adalah suatu konsep untuk mewujudkan sistem penyediaan dan pemanfaatan energi berkelanjutan yang dapat mendorong tercapainya pembangunan nasional berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan yang optimal, penggunaan energi yang efisien, dan membudayakan pola hidup hemat energi. Yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi yang akan datang. Untuk mencapai tujuan ini perlu penerapan kewajiban bagi pelaku energi, untuk memanfaatkan energi terbarukan (renewable energu obligation), khususnya sektor ketenagalistrikan dan kewajiban pelaku energi untuk melakukan efisiensi energi. Kata Kunci : Jawa Timur, Kediri, Potensi, Energi Terbarukan.
RUTE OPTIMAL KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN KETERJANGKUAN RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA YOGYAKARTA Zen Muttaqin; Nurhadi Nurhadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.204 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.17185

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini : (1) mengidentifikasi keterjangkauan masing- masing rumah sakit umum di Kota Yogyakarta, (2) menganalisis rute optimal yang di lalui masyarakat untuk menuju rumah sakit umum. Metode yang digunakan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan network analysis pada Sistem Informasi Geografis. Wawancara pada key person dilakukan untuk mengetahui persebaran dari keterjangkauan rumah sakit. Variabel penelitian ini adalah : karakteristik hambatan lalu lintas seperti kepadatan lalu lintas, traffic light, jalan satu arah dan dua arah, perlintasan rel kereta api; jarak tempuh; waktu tempuh. Hasil yang didapatkan adalah masing-masing rumah sakit umum memiliki keterjangkauan berbeda-beda dalam pelayanannya. Hal ini dikarenakan keterjangkauan pada teori fasilitas pelayanan hanya menjangkau pada jumlah penduduk. Rumah sakit yang memiliki jangkauan terluasa dalah Rumah Sakit Ludira Husada Tama, meliputi Kecamatan Jetis, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Gedongtengen, dan Kecamatan Wirobrajan. Rute optimal yang didapatkan dari hasil network analysis memilih lokasi rumah sakit yang berada di dekatnya dengan jangkauan lima hingga sepuluh menit tergantung pada jumlah hambatan, panjang jalan, dan kepadatan lalu lintas yang dilalui. Rute tercepat dapat dilakukan melalui Kecamatan Danurejan menuju Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi dengan waktu tempuh kurang dari satu menit. Kata kunci : Rumah Sakit, SIG, Network Analysis, Keterjangkauan, Kota Yogyakarta
PERANAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAHAN BERBASIS SOSIAL BUDAYA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nurul Khotimah
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.648 KB) | DOI: 10.21831/gm.v7i2.19093

Abstract

Pengelolaan sumberdaya lahan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta perlu mempertimbangkan potensi sosial budaya yang ada dalam masyarakatnya. Selain berbasis pada ekosistem, pendekatan sosial budaya merupakan salah satu pendekatan yang mampu mewujudkan pengelolaan sumberdaya lahan yang mandiri di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.          Potensi sumberdaya lahan yang ada, memerlukan ruang kelola dalam masyarakat dengan melibatkan peran serta masyarakat secara nyata dalam pelaksanaannya. Ruang kelola tersebut dapat berupa peran serta masyarakat dalam proses penataan ruang dan penentuan kebijakan pengelolaan sumberdaya lahan di wilayah ekosistem.           Partisipasi sosial budaya dari pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih akomodatif terhadap kepentingan bersama yang "intangible" yang dinikmati bersama oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem tersebut. Kata Kunci: Pengelolaan, Sumberdaya Lahan, Sosial Budaya
Hidrogeomorfologi mataair kaki Vulkan Merapi bagian selatan Sholu Ratih; Hervina Nur Awanda; Anton Cesar Saputra; Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.142 KB) | DOI: 10.21831/gm.v16i1.20977

Abstract

Keberadaan mataair pada suatu wilayah merupakan potensi sumberdaya alam yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Lereng selatan Vulkan Merapi sebagai bagian dari vulkan strato muda memiliki potensi sumber mataair. Dalam upaya melakukan pengelolaan mataair informasi mengenai distribusi spasial mataair sangat diperlukan. Penelitian ini dilaksanakan pada lereng selatan Vulkan Merapi dengan tujuan: (1) menganalisis pola persebaran mataair berdasarkan satuan bentuklahan, (2) menganalisis pengaruh kondisi morfologi terhadap persebaran mataair. Metode yang digunakan mencapai tujuan adalah survei geomorfologis dengan pengambilan sampel secara sistematik. Analisis data dilakukan secara deskriptif-eksploratif dengan memperhatikan aspek spasial didukung analisis SIG dengan nearest neighbour analysis. Hasil penelitian: (1) pada lereng selatan Vulkan Merapi terdapat pemunculan mataair dengan pola mengelompok pada satuan bentuklahan kaki vulkan dan dataran kaki vulkan. Pola mengelompok ini mengindikasikan sistem sabuk mataair. (2) kondisi geomorfologis berpengaruh terhadap persebaran mataair, terutama faktor bentuklahan, proses geomorfologi, dan litologi. Anomali persebaran mataair pada bagian timur merupakan contoh pengaruh proses geomorfologi berupa vulkanisme aktif yang membatasi keterdapatan mataair.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN DAN PENYEBAB KERUSAKANSUMBERDAYA AIR SUNGAI BAWAH TANAH DI KAWASAN KARST GUNUNGSEWU Ahmad Cahyadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.073 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3455

Abstract

Informasi terkait dengan tingkat pengetahuan masyarakat terhadapkeberadaan danpenyebab kerusakan sumberdaya air sungai bawah tanah di kawasan karst sangatpenting. Hal ini mengingat informasi tersebut akan menjadi informasi yang sangatberharga untuk mendukung rencana pengelolaan kawasan karst khususnya konservasisungai bawah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuanmasyarakatterhadap keberadaan dan penyebab kerusakan sumberdaya airsungai bawahtanah di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam padabeberapa lokasi yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secaradeskripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di lokasi kajianmemiliki pengetahuantentang keberadaan sungai bawah tanah di kawasan karst. Namundemikian, tingkat pengetahuan tentang penyebab kerusakan sumberdaya air sungaibawah tanah belum banyak diketahui. Kondisi ini disebabkan oleh karena pengetahuanmasyarakat tentang sungai bawah tanah masih rendah. Oleh karena itu, maka upayakonservasi sungai bawah tanah di lokasi kajian sebaiknya di awali dengan melakukanpenyuluhan tentang karakteristik wilayah karst termasuk sungai bawah tanah.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Pengelolaan, Sungai Bawah Tanah, Karst, Gunungkidul

Page 6 of 24 | Total Record : 239


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue