cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
URBAN BIAS SEBAGAI PERANGKAP KETERBELAKANGAN PEMBANGUNAN DESA Reuwih Diah Fitri Yani
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.946 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i2.19557

Abstract

Kegagalan pembangunan wilayah pedesaan yang menghasilkan keterbelakangan lingkungan merupakan proses dari sejarah panjang negeri ini. Munculnya konsep “urban bias” merupakan produk yang diwariskan oleh sejarah kolonialisme di negara-negara dunia ketiga, untuk menuju negara industrialis. Perkembangan teori-teori kolonial, imperialisme dan kapitalisme memberikan dampak sangat besar terhadap tercapainya pembangunan dalam arti sesungguhnya. Sistem pembangunan yang memusat menyebabkan dampak berantai di berbagai wilayah. Perindustrian, permukiman, kesenjangan sosial, urbanisasi hingga hilangnya kesempatan-kesempatan masyarakat di wilayah pedesaan adalah dampak yang dihasilkan oleh pandangan ini. Berbagai potensi dan permasalahan yang dimiliki oleh wilayah pedesaan sudah sepatutnya dikaji sebaik-baiknya dengan tujuan membuka seluas-luasnya kesempatan-kesempatan di wilayah pedesaan. Penentuan pandangan yang tepat pada wilayah pedesaan sesuai dengan karakteristiknya sehingga dapat menganalisa hambatan-hambatan nyata pada wilayah pedesaan. Konsep pembangunan “bottom-up” merupakan pembangunan yang dapat digunakan untuk penyusunan ulang wilayah pedesaan sehingga dapat memperbaiki akibat berantai yang dihasilkan oleh pembangunan masa lalu. Menggunakan konsep “urban bias” tulisan ini mencoba menelaah prasangka-prasangka masa lalu terhadap wilayah pedesaan sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam sasaran pembangunan pedesaan melalui reorieontasi pandangan pembangunan.
KAJIAN KERENTANAN PENGHIDUPAN TERHADAP FENOMENA ROB DI BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) III KOTA SEMARANG Rahma Hayati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.147 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3449

Abstract

Kajian tentang kerentanan merupakan hal penting dalam kajian penghidupanberkelanjutan. Studi mengenai kerentanan menjadi hal penting dalam berbagai langkahpembangunan berkaitan dengan masalah bencana, kemiskinan, perencanaan perkotaanmaupun perdesaan, dan masalah pembangunan lainnya. Beberapa hal pokok yang dapatdipakai sebagai kerangka untuk studi kerentanan, yaitu: 1) sumber kerentanan, 2) areadan kelompok penduduk yang terpapar bencana, 3) kemampuan bertahan dankemampuan pulih. Sumber kerentanan yang mengancam penghidupan di BWK II KotaSemarang adalah bencana genangan rob. Area yang terpapar bencana rob di BWK III KotaSemarang semakin meluas, yaitu 34 kelurahan pada tahun 2000 dan 35 kelurahan padatahun 2005. Penduduk di BWK III Kota Semarang secara pribadi dan bersama telahmelakukan tindakan bertahan terhadap bencana genangan rob dengan meninggikanlantai rumah, lahan pekarangan dan jalan umum. Pemerintah kota secara kelembagaantelah melaksanakan proyek-proyek fisik untuk menghindarkan wilayah dari bencanagenangan rob dengan meninggikan jalan Kapasitas wilayah yang berupa system drainasedan pintu-pintu pompa air seyogyanya dimanfaatkan dengan baik, sehingga kemampuanwilayah untuk terhindar dari bencana genangan rob semakin baik. Tindakan untukmenghindar dari bencana genangan rob secara parsial-lokal-individual memiliki potensikonflik yang besar.Kata kunci: kerentanan, terpapar, kemampuan bertahan, kemampuan pulih
Pengembangan sistem jaringan evakuasi bencana likuifaksi di wilayah Sesar Opak Etika Cahyani; Wahyu Nur Afrita; Annisa Eka Nurul Aza; Dyah Respati Suryo Sumunar
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.969 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28297

Abstract

Adanya pertemuan tiga lempeng dunia menyebabkan Indonesia menjadi daerah rawan bencana. Salah satu bencana yang berpotensi adalah likuifaksi yang merupakan bencana lanjutan dari gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui kondisi geologi, geomorfologi serta sebaran lokasi potensi likuifaksi pada kawasan Sesar Opak. (2) Memetakan jalur evakuasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada kawasan Sesar Opak. Penelitian ini dilakukan di Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DIY dimana daerah ini dilalui oleh sesar opak. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan pendekatan keruangan. Untuk memetakan jalur evakuasi likuifaksi digunakan analisis SIG dan analisis deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Desa Patalan berada pada Graben Bantul yang merupakan endapan aluvium dan endapan lahar dari Merapi. Desa Patalan merupakan salah-satu daerah yang berpotensi terjadi likuifaksi di kawasan Sesar Opak. Jalur evakuasi likuifaksi diarahkan menuju ke utara yang merupakan wilayah yang tidak berpotensi likuifaksi dan ke arah barat menuju wilayah Bambanglipuro dan Bantul. Bencana likuifaksi tidak mampu dicegah, namun dengan adanya jalur evakuasi dapat meminimalisir korban jiwa bencana likuifaksi.
WOMEN’S HOUSEHOLD AND POVERTY Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.447 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3574

Abstract

Poverty means the unfulfilled basic needs (food, shelter, health and basic education). Nowadays, women can participate freely in society due to their advancement in education and occupation. Therefore, many women whose social status is household head don’t rely on men. Meanwhile, the social status of traditional women is still considered relying on men. The violence tends to occur in a poor woman household. Women have work hard and overtime in a poor woman household. The woman emancipation cannot make the status of man equal to woman. When the woman is oppressed, their creativity comes up. The poor women household tries hard to survive. In the worst condition, they often look for a loan and perform a simple life. This is the strategy to survive.Keywords: household, women, poverty
PERAN TELAGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR KAWASAN KARST GUNUNGSEWU PASCA PEMBANGUNAN JARINGAN AIR BERSIH Ahmad Cahyadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.846 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13813

Abstract

AbstrakKawasan karst adalah kawasan yang terbentuk oleh proses pelarutan batuan karbonat sehingga menyebabkan kondisi kering di permukaan dan kaya air di bawah permukaan. Hal tersebut menyebabkan sumber air permukaan yang langka seperti telaga dan mataair menjadi sangat penting. Namun demikian, saat ini kawasan karst yang terdapat di Kabupaten Gunungkidul hampir semua telah terjangkau jaringan pipa air bersih. Hal ini tentunya akan menyebabkan ketergantungan terhadap telaga dan mataair menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan telaga dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan karst Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul pasca pembangunan jaringan pipa air bersih. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan wawancara mendalam (In-depth interviews) pada 30 blok permukiman yang terletak di kecamatan Semanu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini telaga tidak lagi berfungsi untuk sumber pemenuhan air minum. Namun demikian telaga masih digunakan untuk mencuci, memandikan ternak, sumber air minum untuk ternak, serta tempat budidaya ikan yang dikelola oleh masyarakat secara bersama-sama.Kata kunci: karst, telaga, kebutuhan air
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN HUNIAN TETAP MASYARAKAT KORBAN ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010 Aulia Istiqomah; Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.857 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13819

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui: (1) Aspek-aspek permukiman, dan (2) Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kualitas lingkungan permukiman di Hunian Tetap. Penelitian ini dilaksanakan di Hunian Tetap Pager Jurang Desa Kepuharjo dan Hunian Tetap Cancangan Desa Wukirsari. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek-aspek permukiman cukup lengkap, yaitu: 1) Bangunan rumah kuat, 2) Ventilasi baik, 3) Penerangan baik, 4) Pengadaan air baik, 5) Fasilitas untuk mandi baik, 6) Sistem pembuangan sampah dan limbah baik, 7) Pembuangan tinja baik, 8) Permukiman overcrowded, 9) Tidak terjadi kebisingan, 10) Letak permukiman pada lokasi aman, 11) Jarak permukiman dengan fasilitas umum, 12) Prilaku pemiliki rumah, 13) Ada tidaknya serangga dalam rumah, 14) Fasilitas umum, dan 15) Jalan di areal permukiman. Faktor yang menyebabkan kurangnya kualitas lingkungan permukiman, antara lain: kondisi rumah belum sempurna, belum tersedia tempat sampah, penerangan masih kurang, permukiman overcrowded, dan belum tersedia dapur sehingga membangun dengan biaya sendiri. Kata kunci: Kualitas Lingkungan Permukiman, Hunian Tetap
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN KE NON-PERTANIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA Rusmawan Rusmawan
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.796 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14207

Abstract

Lahan merupakan bagian dari bentang alam. Penggunaan lahan merupakan hasil interaksi antara faktor manusia dan faktor lahan. Manusia merupakan faktor yang mempengaruhi atau melakukan kegiatan terhadap lahan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Pola penggunaan lahan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan dinamis yang secara garis besar dikelompokkan kekuatan centrifugal dan kekuatan centripetal. Bentuk bentang lahan, penggunaan lahan dan perkembangannya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang hidup di dalamnya. Dampak nyata perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian adalah semakin berkurangnya luas areal pertanian yang diikuti perubahan mata pencaharian penduduk. Pergeseran luas arel pertanian maupun mata pencaharian ini akan semakin menurunkan intensitas hubungan sosial masyarakat yang telah menjadi identitas masyarakat agraris.  Kata kunci: Penggunaan lahan, dampak sosial budaya
ANALISIS TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIANDI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS Esti Sarjanti, Sigid Sriwanto
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.029 KB) | DOI: 10.21831/gm.v13i1.4479

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tekanan penduduk terhadap lahan pertanian diKecamatan Kembaran. Data untuk mengetahui tekanan penduduk terhadap lahanpertanian berupa data penggunaan lahan dan penduduk, mata pencaharian yangdiperoleh dari data sekunder dan primer. Analisis data dengan rumus tekanan pendudukpengharkatan dan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekananpenduduk terhadap lahan pertanian tergolong tinggi sebanyak 11 desa, dan serta duadesa tergolong sedang yaitu Desa Sambeng Kulon dan Desa Bojongsari serta desatergolong rendah ada empat desa yaitu Desa Pliken, Tambaksari, Linggarsari danKarangsari. Tekanan penduduk terhadap lahan pertanian disebabkan oleh banyaknyapetani yang melebihi luas lahan sawah, bukan disebabkan oleh terjadinya konversi lahanpertanian ke non pertanian Desa yang dapat dijadikan alternatif pilihan pengembangansawah di Kecamatan Kembaran meliputi 4 desa, yaitu Pliken, Tambaksari, Bojongsari danPliken dengan meminimalisir dan mencari altrernatif mata pencaharian lain bagipenduduk bermata pencaharian petani.Kata Kunci:, Penggunaan lahan, lahan Pertanian, Tekanan Penduduk.
KELESTARIAN GUMUK PASIR PANTAI PARANGTRITIS SEBAGAI PENGHALANG (BARRIER) ALAMI GELOMBANG PASANG DAN TSUNAMI Nurul Khotimah
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4735.8 KB) | DOI: 10.21831/gm.v4i2.19008

Abstract

AbstrakGumuk Pasir di Pantai Parangtritis merupakan bentuklahan oleh angin (eolian) yang dipengaruhi oleh pemasokan pasir, kecepatan angin, dan kerapatan vegetasi. Keberadaan gumuk pasir itu mampu menjadi barrier gelombang pasang atau tsunami (isu: air dan nami: pelabuhan).Mengingat pentingnya keberadaan gumuk pasir maka diperlukan usaha-usaha untuk pelestariannya yaitu pengolahan secara baik lahan gumuk pasir pantai, penertiban bangunan yang tidak sesuai azas sekitar muara Opak-Oyo dan di gumuk pasir pantai. Langkah-langkah yang perlu diambil adalah sosialisasi kelestarian lingkungan hidup terhadap masyarakat sekitar gumuk pasir pantai, gerakan rehabilitasi lahan, dan penertiban terhadap pelaku wisata dan masyarakat yang melanggar PERDA  lingkungan hidup. Kata kunci : gumuk pasir, Parangtritis, gelombang pasang, tsunami
TAPAK EKOLOGI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Baiq Ahda Razula Apriyeni
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.588 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i2.19552

Abstract

Salah satu alat yang dapat digunakan dalam pendugaan kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya adalah dengan menggunakan pendekatan tapak ekologi. Pendekatan tapak ekologi dapat digunakan untuk menghitung seberapa besar kemampuan suatu wilayah untuk dapat memenuhi segala kebutuhan komponen yang ada dalam sebuah ekosistem. Pentingnya evaluasi tapak ekologi yang ada di Pulau Lombok dapat menjadi suatu masukan untuk dapat mengetahui bagaimana ketersedian biokapasitas yang ada untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat maupun penduduk daerah lain, sehingga dapat menjadi acuan dalam perencanaan pemanfaatan ruang sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai alat penunjang keputusan bagi pengambil kebijakan dalam mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: Menghitung  nilai tapak ekologis Pulau Lombok berdasarkan Global Footprint Network (GFN). Perhitungan tapak ekologi mengasilkan nilai keseimbangan ekologi sebesar 0,01978 gha. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan Pulau Lombok berada pada kategori Wilayah Surplus sumberdaya

Page 5 of 24 | Total Record : 239


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue