cover
Contact Name
Khairizzaman
Contact Email
khairizzaman@ar-raniry.ac.id
Phone
+6282214545730
Journal Mail Official
quranicun@gmail.com
Editorial Address
Prodi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Jalan Ar-Raniry No. 1 Kopelma Darussalam Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 30480361     DOI : https://doi.org/10.22373/quranicum
Core Subject :
QURANICUM: Journal of Qur’anic and Hadith Studies is a peer-reviewed, biannual journal (June and December) published by the Master’s Program in Qur’anic and Tafsir Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. The journal publishes original research articles and critical reviews that advance the study of the Qur’an and Hadith across disciplines. Coverage includes linguistic, literary, and thematic analyses; tafsir and hadith commentaries and their exegetical traditions; methodological approaches; Qur’anic and Hadith sciences (ʿulum al-Qur’an and ʿulum al-hadith); reception and lived-religion studies (Living Qur’an and Living Hadith); translation studies of the Qur’an; and comparative or regional inquiries spanning the Middle East, the West, the Indonesian Archipelago, and beyond. Submissions grounded in law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science, and related fields are particularly welcome.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 1 no. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Peran Aplikasi Digital dalam Memahami Makna Al-Quran di Era Kontemporer Moh. Akib Moh
QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/quranicum.v2i1.4902

Abstract

Abtract: The advancement of digital technology presents both challenges and opportunities in understanding and applying the teachings of the Qur'an amidst modern social and cultural changes. This study aims to examine the relevance of the Qur'an in the daily lives of Muslims in the digital era by highlighting the role of technology in facilitating a deeper understanding of the holy book. The research employs a qualitative approach with descriptive-analytical analysis of various phenomena related to the use of digital technology, including Qur'anic applications, online learning platforms, and other digital tools. The findings indicate that technology has accelerated access to and dissemination of Qur'anic knowledge, particularly during the COVID-19 pandemic, which increased the usage of mobile applications and online platforms for religious practices. This research contributes by providing insights into how technology integration can enhance the understanding and implementation of Qur'anic values more broadly and contextually in contemporary times.   Keywords: Digital Technology, COVID-19 Pandemic, Qur'anic Applications, Digital Era.   Abstrak: Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru dalam memahami dan mengaplikasikan ajaran Al-Qur'an di tengah perubahan sosial dan budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim di era digital dengan menyoroti peran teknologi dalam memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam terhadap kitab suci ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-analitis terhadap berbagai fenomena penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi Al-Qur'an, platform pembelajaran daring, dan alat bantu digital lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi telah mempercepat akses dan penyebaran ilmu Al-Qur'an, terutama selama pandemi COVID-19 yang meningkatkan penggunaan aplikasi mobile dan platform daring untuk praktik keagamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan perspektif tentang bagaimana integrasi teknologi dapat mendukung pemahaman dan implementasi nilai-nilai Al-Qur'an secara lebih luas dan kontekstual di masa kini.   Kata Kunci: Teknologi Digital, Pandemi COVID-19, Aplikasi Al-Qur'an, Era Digital.
Interpretasi Esoteris Puasa dalam Surah Al-Baqarah Ayat 183 Studi Kitab Tafsir Al-Qusyairi Al-Musamma Lata’if Al-Isyarat Fahmi Idrus Fahmi
QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/quranicum.v1i2.5055

Abstract

This research aims to overcome problems related to the esoteric understanding of fasting and the meaning of fasting verses in the Koran, as well as the contradiction between fasting and committing disgraceful acts. The focus of this research is Tafsir Al-Qushairi Lataif al-Isyarat, using analytical descriptive methods. In the context of society, there is a lack of understanding in understanding the esoteric nature of fasting, where fasting is often interpreted only as a physical obligation without paying attention to the inner dimension. There is also the phenomenon of someone who fasts but still commits disgraceful acts, such as backbiting and being tempted by lust. Through the Ulumul Qur’an approach and Sufism, Al-Qushairi provides an esoteric interpretation of fasting in Surah Al-Baqarah Verse 183. This research reveals that fasting, according to Al-Qushairi, has an inner and outer meaning. The meaning of birth includes enduring hunger, thirst and lust from sunrise to sunset, according to general understanding. However, its inner meaning is deeper, containing Sufi fasting practices of a spiritual nature. The results of this research contribute to the esoteric understanding of fasting in the context of Tafsir Al-Qushairi, with the implication of helping to deepen people's understanding of the true purpose of fasting and moving away from understandings that simply eliminate physical obligations. Thus, this research provides a holistic view regarding the practice and meaning of fasting, not only limited to its outer aspects but also its inner dimensions in accordance with Al-Qushairi's views. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi problematika terkait pemahaman esoteris puasa dan makna ayat-ayat puasa dalam Al-Qur'an, serta pertentangan antara berpuasa dengan melakukan perbuatan tercela. Fokus penelitian ini adalah Tafsir al-Qushairi Lataif al-Isyarat, dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Dalam konteks masyarakat, terdapat ketidakpahaman dalam memahami esoteris puasa, di mana puasa sering diartikan hanya sebagai kewajiban fisik tanpa memperhatikan dimensi batin. Terdapat pula fenomena seseorang yang berpuasa namun tetap melakukan perbuatan tercela, seperti menggibah dan tergoda oleh hawa nafsu. Melalui pendekatan Ulumul Qur’an dan ilmu tasawuf, al-Qushairi memberikan interpretasi esoteris puasa dalam Surah Al-Baqarah Ayat 183. Penelitian ini mengungkapkan bahwa puasa, menurut al-Qushairi, memiliki makna lahir dan batin. Makna lahir mencakup menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbit hingga terbenamnya matahari, sesuai dengan pemahaman umum. Namun, makna batinnya lebih dalam, mengandung praktik-praktik puasa sufistik yang bersifat spiritual. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman esoteris puasa dalam konteks Tafsir al-Qushairi, dengan implikasi membantu memperdalam pengertian masyarakat terhadap tujuan sebenarnya dari ibadah puasa dan menjauhkan pemahaman yang sekadar menggugurkan kewajiban fisik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pandangan holistik terkait praktik dan pemaknaan puasa, tidak hanya sebatas aspek lahiriahnya tetapi juga dimensi batiniahnya sesuai dengan pandangan al-Qushairi.
Strategi Pengelolaan Emosi dalam Perspektif Al-Qur’an Zatil Iesmah Binti Mohamad Yusof; Abdul Wahid; Nuraini Nuraini
QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/quranicum.v2i1.5800

Abstract

Abtract: Islam is a religion that contains high spiritual values that are proven to be able to solve human psychological problems through the therapy of the Qur’an. Islamic psychotherapy is divided into two categories. First, it is mundane in the form of psychological treatment approaches and techniques through the results of human efforts in the form of certain therapeutic techniques. Second, is ukhrawi, in the form of guidance on moral, spiritual and religious values. In the Qur'an, the expression of potential, function and human emotional management is directly related to human behavior. The writing of this thesis uses the type of library research by finding the term verses about emotions and then analyzed by the Qur'anic verses by using the books of interpretations to explain the verses and assisted by writing writing related to the discussion. When one feels negative emotions such as sadness can be managed by training themselves patient, forgiving and dhikrullah as exemplified by the prophets who have been told through the Qur'anic verses. Abstrak: Islam adalah agama yang mengandung nilai-nilai spiritual tinggi dan menawarkan solusi terhadap permasalahan psikologis manusia melalui terapi Al-Qur’an. Psikoterapi Islam terbagi menjadi dua kategori. Pertama, psikoterapi duniawi yang menggunakan pendekatan dan teknik psikologis hasil daya upaya manusia. Kedua, psikoterapi ukhrawi yang berbasis pada nilai moral, spiritual, dan agama. Dalam Al-Qur’an, konsep potensi, fungsi, dan manajemen emosi manusia dikaitkan langsung dengan perilaku individu. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan mengkaji ayat-ayat tentang emosi dalam Al-Qur’an dan menganalisisnya menggunakan kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer. Kajian ini juga didukung oleh literatur psikologi Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi negatif, seperti kesedihan, dapat dikelola melalui kesabaran, pemaafan, dan dhikrullah, sebagaimana dicontohkan dalam kisah para Nabi dalam Al-Qur’an.
Studi Komparatif Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Marāḥ al-Labīddan Tafsir Jalālayn Muhammad Ahmad Marzuki; Rahma Aliya; Alvin Wahyu Herliana
QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/quranicum.v2i1.5994

Abstract

Abtract: This research examines the methodology of interpretation by comparing the book of Tafsir Marāḥ al-Labīd by Sheikh Nawawi al-Bantany with the book of Tafsir Jalālayn by imam Jalaluddin al-mahalli and imam Jalaluddin as-Suyuthi. The method in this study fully uses the library research method, all data is taken from library literacy which consists of primary data and secondary data. This writing aims to find out the similarities and differences in methodology between Tafsir Marāḥ al-Labīdand Tafsir Jalālayn. The way of interpreting Tafsir Marāḥ al-Labīdis called the tahlili method (analysis) with the style of tafsir bil ma'tsur, while Tafsir Jalālayn uses the ijmali method, which is written by directly explaining the word from the perspective of its sharaf, not at length, explaining the meaning of the word or muradif of the word if it has not been known or containing a certain meaning with the pattern of tafsir bi al-Ra'yi. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang metodologi tafsir dengan membandingkan Tafsir Marāḥ al-Labīd karya Syekh Nawawi al-Bantani dan Tafsir Jalālayn Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan mengumpulkan data dari literatur kepustakaan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan metodologi antara kedua kitab tafsir tersebut. Tafsir Marāḥ al-Labīd menggunakan metode tahlili dengan corak tafsir bil ma’tsur, yang menekankan pada penafsiran berdasarkan hadis dan riwayat. Sedangkan Tafsir Jalālayn menggunakan metode ijmali, yaitu penjelasan singkat mengenai makna kata atau frasa, dengan corak tafsir bi al-ra’yi, yang lebih mengutamakan penalaran rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan prinsipil dalam pendekatan tafsir antara keduanya, serta kontribusinya terhadap pemahaman teks al-Qur’an dalam konteks tradisional.
Integrasi Akal dan Wahyu dalam Penafsiran Al-Qur’an Menurut Muhammad Al-Ghazali Muhammad Syauqi; Samsul Bahri
QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/quranicum.v2i1.6057

Abstract

This article discusses the thought of Muhammad al-Ghazali, a significant figure in the interpretation of the Qur'an, focusing on the mauḍūʿī interpretation method he developed. The research question posed is: What are the principles in the maudhui interpretation method applied by al-Ghazali, and how is it implemented in understanding Qur'anic texts? To answer this question, the study employs a qualitative method with a library research approach that includes analyzing relevant literature. The findings of the research indicate that al-Ghazali emphasizes the balance between reason (al-‘aql) and revelation (al-naql) in interpreting the Qur'an while integrating social and cultural contexts into his tafsir. Additionally, this article reveals that the maudhui interpretation method introduced by al-Ghazali serves not only as a means of understanding the Qur'an but also as a tool to bridge Islamic thought with societal realities. This research is expected to provide new insights into Muhammad al-Ghazali's contributions to the development of tafsir science and its relevance in contemporary contexts. Abstrak: Artikel ini merupakan hasil telaahan kepustakaan (library research) tentang integrasi akal dan wahyu dalam penafsiran Al-Qur’an menurut Muhammad al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dan pendekatan penafsiran yang relevan dengan tantangan kontemporer dalam pandangan Muhammad al-Ghazali. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan data berupa pernyataan verbal dari berbagai literatur seperti buku, artikel jurnal, dan karya tulis lainnya. Ditinjau dari segi jenisnya, telaahan dimaksud tergolong sebagai penelitian kualitatif karena berhadapan dengan data berupa pernyataan verbal dari sejumlah literatur, baik berupa buku, artikel jurnal dan karya tulis lainnya. Data yang ditemukan dianalisis dengan menggunakan teknik interpretasi dan holistik guna memperoleh jawaban dari pertanyaan di atas. Hasil penelitian menunjukkan, Muhammad al-Ghazali merupakan seorang tokoh penting dalam aktivitas pendidikan dan dakwah. Dalam rangkaian aktivitas tersebut, ia mengamati kondisi umat Islam dewasa ini membutuhkan penafsirann Al-Qur’an yang sesuai dengan perkembangan zaman. Atas dasar itu ia menawarkan metode tafsir mauḍūʿī dan memilih pendekatan penafsiran yang mengintegrasikan akal dan wahyu, yang bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif terhadap Al-Qur’an. Metode ini memadukan pemikiran rasional dengan petunjuk ilahi untuk menjawab kebutuhan umat Islam dalam menghadapi realitas modern secara efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5