cover
Contact Name
Darania Anisa, S.H.I„M.H
Contact Email
jurnalrisetanakbangsa@gmail.com
Phone
+6285725021408
Journal Mail Official
jurnalrisetanakbangsa@gmail.com
Editorial Address
PP Nurul Huda, Jalinan, RT/RW 002/001, Payudan daleman, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur , Kab. Sumenep, Provinsi Jawa Timur, 69466
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Islamic Studies and Law
Published by PT. Riset Anak Bangsa
ISSN : -     EISSN : 31638376     DOI : https://doi.org/10.66618/
Core Subject :
Islamic Studies and Law is dedicated to the advancement of scholarly research across Islamic studies and legal disciplines through theoretical, historical, and empirical perspectives. Utilizing multidisciplinary and comparative approaches, the journal aims to enrich Islamic intellectual scholarship and foster critical academic dialogue between classical Islamic traditions and contemporary global developments. The journal scope encompasses indepth inquiries into Islamic philosophy and its comparative intersections with diverse philosophical traditions, the evolution of Islamic educational systems, methodologies, and curriculum design, and critical analyses of Islamic jurisprudence Sharia alongside comparative legal frameworks. Furthermore, it addresses spiritual and doctrinal dimensions through the study of Sufism, mystical traditions, and theological discourse Kalam, as well as historical and modern examinations of scientific inquiry and Muslim contributions to civilizational history. This comprehensive scope extends to classical and modern Islamic literature, the principles of Islamic economics and finance contrasted with conventional paradigms, the cultural and aesthetic heritage of Islamic art and architecture, psychological paradigms within Islamic thought compared to modern psychological theories, interfaith dialogue and comparative religion, and the sociocultural dynamics surrounding the preservation and transmission of Islamic traditions globally.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol. 1 no. 2 (2026)" : 15 Documents clear
Keteladanan Rasulullah SAW dalam Pengajaran Al-Qur’an (Analisis terhadap Tafsir Ibnu Katsir) Moh. Musthofa Mahir; M. Aufa
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/n2zhws31

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip Qudwah Hasanah (keteladanan) dalam pengajaran Al-Qur'an menurut Tafsir Ibnu Katsir. Fenomena krisis moralitas dalam beberapa institusi pendidikan Islam, termasuk pesantren, memunculkan urgensi untuk meninjau kembali metode pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Sebagai objek kajian, penelitian ini mendalami pendekatan teladan Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dalam pembelajaran Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim karya Ibnu Katsir.  Rumusan masalah mencakup bagaimana prinsip Qudwah Hasanah diaplikasikan dalam pengajaran Al-Qur’an dan kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan Islam yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi relevansi dan efektivitas pengajaran Al-Qur’an berdasarkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari kitab tafsir, hadits, literatur akademik, dan artikel relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memahami penerapan keteladanan Rasulullah dalam pengajaran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keteladanan Rasulullah dalam pengajaran Al-Qur'an meliputi metode talqin (pengajaran melalui pengulangan), sikap kasih sayang, dan pengamalan ilmu. Ketiga aspek ini tidak hanya efektif dalam mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter moral, spiritual, dan sosial peserta didik.
Akulturasi Islam dan Budaya Jawa dalam Tradisi Kupatan 15 Ruwah dan 7 Syawal Masyarakat Palang Tuban Binuri Khoirun Niawati; Mawan; Titah Maulida Wanodyo; Nurul Hakim
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/1r1xfp21

Abstract

Tradisi kupatan sebagai bagian dari budaya masyarakat Jawa memiliki relevansi penting dalam kajian integrasi agama dan budaya, terutama di tengah arus modernisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai lokal. Di masyarakat Palang, tradisi kupatan pada 15 Ruwah dan 7 Syawal tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai Islam yang telah mengalami proses akulturasi secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk akulturasi Islam dan budaya Jawa dalam tradisi kupatan serta mengidentifikasi nilai-nilai religius, sosial, dan kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk memahami makna simbolik dalam tradisi kupatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kupatan merupakan bentuk nyata akulturasi antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang berlangsung secara adaptif dan damai, baik dalam kupatan 15 Ruwah yang menekankan doa dan penghormatan leluhur, maupun kupatan 7 Syawal yang menekankan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Tradisi ini mengandung nilai religius, sosial, dan kultural yang memperkuat identitas masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi kupatan menjadi simbol integrasi Islam dan budaya Jawa yang berkontribusi dalam penguatan karakter religius-kultural masyarakat, sehingga perlu dilestarikan melalui edukasi kepada generasi muda serta dikaji lebih lanjut dalam konteks perubahan sosial modern.
Kajian Tafsir: Prinsip Kasih Sayang, Sabar, dan Hikmah dalam Pembelajaran Al-Qur’an Rachmadan
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/rypm0m15

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter Islami individu dan masyarakat. Namun, berbagai tantangan seperti kurangnya pelatihan guru, minimnya fasilitas, dan lemahnya semangat belajar siswa sering menghambat efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip sabar, kasih sayang, dan hikmah dalam pembelajaran Al-Qur’an berdasarkan QS. Al-Baqarah 2:45, QS. Ali Imran 3:159, dan QS. An-Nahl 16:125. Dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis deskriptif, penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan lembut, penuh pengertian, dan kebijaksanaan dalam pendidikan. Prinsip sabar membantu menghadapi tantangan belajar, kasih sayang meningkatkan hubungan guru-murid, dan hikmah mendukung penyampaian ajaran secara bijaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga prinsip ini efektif dalam menciptakan lingkungan belajar kondusif, membangun karakter, dan meningkatkan penerimaan ajaran Al-Qur’an. Studi ini menawarkan kontribusi bagi pengembangan metode pengajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.
Perkembangan Pembaruan Hukum Islam di Indonesia Nur Saida Hasibuan; Darania Anisa
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/bbcta389

Abstract

Hukum Islam di Indonesia terus mengalami perkembangan yang dinamis sebagai respons terhadap perubahan sosial, budaya, politik, dan teknologi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan dan pembaruan hukum Islam di Indonesia dengan fokus pada sejarah perkembangannya, bentuk-bentuk pembaruan, serta faktor-faktor yang mendorong terjadinya transformasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan dokumen hukum yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola perkembangan hukum serta adaptasi kontekstual hukum Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan hukum Islam terjadi melalui kodifikasi, lembaga fatwa, ijtihad kolektif, serta pendekatan maqashid al-syariah yang menekankan kemaslahatan umat. Selain itu, perkembangan hukum Islam dipengaruhi oleh perubahan sosial, kemajuan teknologi, globalisasi, pluralisme hukum, dan kebutuhan kepastian hukum bagi umat Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam di Indonesia bersifat dinamis dan terus berkembang untuk tetap relevan dalam menjawab persoalan kontemporer tanpa meninggalkan prinsip dasar ajaran Islam.
Nilai-Nilai Zuhud dalam Al-Qur’an serta Penerapannya dalam Kehidupan Muslim Abdur Rosyid; Arich Hawary Anshorullah
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/96eabm04

Abstract

Tantangan modern, seperti globalisasi, hedonisme, dan materialisme, telah menyebabkan munculnya pola hidup konsumtif dan individualistik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip zuhud. Selain itu, banyak masyarakat yang memiliki miskonsepsi mengenai nilai-nilai zuhud, yang sering dianggap sebagai sikap ekstrem atau tidak realistis dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai zuhud dalam Al-Qur’an, memahami pandangan ulama terkait ayat-ayat zuhud, serta menerapkan konsep tersebut dalam membentuk karakter, pola pikir, dan gaya hidup Muslim yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode Tafsir Tematik konseptual dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis konsep-konsep implisit dalam Al-Qur’an melalui studi literatur. Data dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis yang kredibel dan relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami tema-tema yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai zuhud dalam Al-Qur’an mencakup kesadaran akan hakikat dunia, hidup sederhana, hemat, tidak serakah, dermawan, peduli sosial, serta memprioritaskan kehidupan akhirat. Penerapan nilai-nilai ini dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, menciptakan masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan sejahtera.
Manajemen Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Medan dalam Peningkatan Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nur Fadhila; Athma Mahmuda Damanik; Asiska Nadia Hasibuan; Febriana; Muhammad Hanafi; Sahrul Romadhon
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/7he8y682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen LPTQ dalam peningkatan peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an yang bertujuan untuk mewujudkan penghayatan dan pengamalan Al-Qur'an dalam diri masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa LPTQ Kota Medan telah menerapkan manajemen yang terstruktur melalui perencanaan program pembinaan, pengelompokan sumber daya manusia yang profesional, pelaksanaan pembinaan intensif, serta evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja peserta. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti belum optimalnya pembinaan berkelanjutan di tingkat bawah, lemahnya sistem pendataan peserta, serta keterbatasan sosialisasi informasi MTQ kepada masyarakat. Di sisi lain, LPTQ Kota Medan menunjukkan prestasi yang konsisten dengan keberhasilan meraih juara umum MTQ dan STQH tingkat Provinsi Sumatera Utara secara berulang. Keberhasilan ini didukung oleh strategi pengembangan berbasis potensi lokal, pelatihan terstruktur, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Qur'ani. Dengan demikian, manajemen LPTQ Kota Medan dapat dijadikan model pengelolaan pembinaan MTQ yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Tasawuf Emansipatoris dan Teologi Pembebasan: Rekonstruksi Paradigma Masyarakat tanpa Penindasan Rikal Hamdani; Aminatus Zuhriah; Rifa Hayyu Najwa Brilliana; Najrina Alfa Rosalia; Ali Hasan Siswanto
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/6m7jr558

Abstract

Artikel ini bertujuan merekonstruksi paradigma tasawuf emansipatoris sebagai basis pembentukan masyarakat tanpa penindasan dalam konteks krisis kemanusiaan modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas meningkatnya penindasan struktural, hegemoni kapitalisme, alienasi spiritual, dan ketimpangan sosial yang belum mampu dijawab secara substantif oleh diskursus Studi Islam kontemporer. Kajian keislaman cenderung terjebak dalam pendekatan normatif-ritualistik, sementara tasawuf lebih banyak dipahami sebagai spiritualitas individual yang terpisah dari transformasi sosial. Di sisi lain, penelitian tentang teologi pembebasan Islam masih dominan berorientasi pada kritik sosial tanpa integrasi yang kuat dengan dimensi spiritual-transendental. Kesenjangan penelitian tersebut menunjukkan belum adanya paradigma integratif yang menghubungkan tasawuf, teologi pembebasan, dan humanisme Islam dalam kerangka masyarakat egaliter. Menggunakan pendekatan filosofis-kritis dengan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis hermeneutik dan analisis wacana kritis terhadap literatur teologi pembebasan, tasawuf, filsafat humanisme Islam, serta teori sosial kritis. Secara teoritis, penelitian ini memadukan konsep teologi pembebasan Islam, tasawuf transformatif, dan kesadaran kritis emansipatoris untuk membangun paradigma baru spiritualitas sosial.Tasawuf tidak hanya berfungsi sebagai jalan penyucian individual, tetapi juga sebagai etika pembebasan yang mampu melawan dominasi, dehumanisasi, dan ketidakadilan sosial. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi konsep spiritual-emancipatory society, yaitu paradigma masyarakat berbasis spiritualitas transformatif, humanisme Islam, dan praksis pembebasan sosial. Paradigma ini memperluas epistemologi tasawuf sekaligus menawarkan arah baru bagi pengembangan Studi Islam transformatif kontemporer.
Konsep Pendidikan Tinggi Berbasis Al-Qur’an: Integrasi Nilai Spiritual dan Pembentukan Karakter Farhanah Husnawati
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/adh61p96

Abstract

Artikel ini membahas tantangan dalam pendidikan tinggi di Indonesia terkait dengan pemisahan antara pengembangan intelektual dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai-nilai spiritual Al-Qur'an dapat memperbaiki sistem pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis serta berkarakter mulia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, artikel ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dan tafsir dari ulama klasik serta kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan nilai spiritual untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas tetapi juga bermoral. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual baru untuk pendidikan tinggi yang lebih relevan dengan tantangan modern, berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur'an, guna menciptakan lulusan yang memiliki karakter unggul dan integritas tinggi.
Teologi Islam Transformatif sebagai Kritik Epistemik atas Krisis Dikotomi Ilmu Sintesis Rasionalitas Modern dan Etika Pembebasan Miftha Dwi Chayati; Muvidatul Khusna; Duwi Adinda Zahra; Jafis Muzacky Reihan; Ali Hasan
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/v0xzd406

Abstract

Krisis dikotomi ilmu antara agama dan sains dalam tradisi intelektual Islam kontemporer telah melahirkan fragmentasi epistemologis yang berdampak pada stagnasi pengembangan ilmu pengetahuan dan keterasingan teologi dari realitas sosial. Meskipun teologi modern berupaya merekonstruksi rasionalitas keagamaan melalui pendekatan historis-kritis, dan teologi pembebasan menekankan dimensi praksis serta keberpihakan pada kelompok tertindas, keduanya masih berjalan secara parsial dan belum menghasilkan sintesis epistemik yang integratif. Kesenjangan penelitian terletak pada belum adanya formulasi teologis yang secara simultan mampu menjembatani rasionalitas modern, etika pembebasan, dan kerangka epistemologi keilmuan yang transformatif. Artikel ini bertujuan merumuskan Teologi Islam Transformatif sebagai kritik epistemik atas krisis dikotomi ilmu melalui sintesis rasionalitas modern dan etika pembebasan. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah integrasi antara filsafat ilmu, teologi kritis, dan etika Islam, dengan metode penelitian kualitatif-konseptual berbasis analisis kritis, komparasi teoritik, dan sintesis konseptual terhadap literatur klasik dan kontemporer. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa teologi Islam harus direposisi dari sekadar diskursus normatif-metafisik menjadi kerangka epistemologis yang integratif, praksis, dan berorientasi pada transformasi sosial. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi paradigma teologi Islam transformatif yang mengintegrasikan wahyu, rasio, dan realitas sosial dalam satu kerangka epistemik transdisipliner. Novelty artikel ini adalah pergeseran dari teologi dualistik menuju teologi integratif-transformatif yang berfungsi sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai, sekaligus sebagai instrumen pembebasan dalam menghadapi tantangan global kontemporer.
Pemanfaatan TIK sebagai Sumber Belajar Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Wildatun Nasihah; Mad Sa'i
Islamic Studies and Law Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/31s31575

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sumber belajar berbasis digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu inovasi pendidikan yang sangat relevan di era digital saat ini. Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran PAI yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara konvensional. Kehadiran TIK memungkinkan guru dan peserta didik untuk mengakses berbagai sumber belajar secara lebih luas, cepat, dan fleksibel melalui media digital seperti aplikasi pembelajaran, video edukatif, e-book, website pendidikan, serta platform pembelajaran daring. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menguraikan peran TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, khususnya dalam meningkatkan partisipasi siswa, kemudahan akses terhadap sumber belajar, serta efektivitas proses pembelajaran di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran PAI mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan inovatif sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, penggunaan media digital juga membantu siswa memahami materi keagamaan secara lebih kontekstual dan reflektif. Integrasi TIK mendorong peserta didik menjadi lebih aktif, mandiri, dan kreatif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan TIK sebagai sumber belajar berbasis digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era modern.

Page 1 of 2 | Total Record : 15