cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
kampuslppm@gmail.com
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education
ISSN : -     EISSN : 27742512     DOI : https://doi.org/10.53547/3q53ym38
Core Subject :
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, E-ISSN 2774-2512, is an open-access and peer-reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. The primary focus of REAL DIDACHE is the publication of scholarly works in the field of Christian Religious Education, covering philosophical, theological, pedagogical, spiritual, and practical studies through academic, interdisciplinary, and contextual approaches. REAL DIDACHE welcomes contributions from academics, researchers, educators, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to advancing Christian Religious Education across diverse contexts. Every manuscript that meets the submission requirements is evaluated by expert reviewers through a double-blind review process. Each published article is assigned a DOI with the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 2: september 2025" : 5 Documents clear
PENTINGNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTENYANG RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI ANAK-ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA Victor Oktovianus Dethan; Febe Fenny Irawati Wanggai
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/scw00t11

Abstract

This study aims to analyze the role of parents as role models and the contribution of Christian Religious Education (CRE) in shaping children’s character in everyday life. The background of the study is rooted in the increasing moral and spiritual challenges faced by children in the contemporary era, which demand the integration of faith education through the synergy of family, school, and church. The method employed is a literature review using a narrative-descriptive approach, focusing on the analysis of scholarly works related to family, parental roles, and CRE. The findings reveal that parents serve as primary role models in instilling values of faith, morality, and spirituality, while CRE provides a systematic framework for deepening and internalizing these values. Collaboration among family, school, and church is proven to strengthen the holistic process of character formation in children. This study affirms that parental role modelling, when combined with the contextual implementation of CRE, establishes a conceptual foundation for a faith-based educational model grounded in threefold collaboration. Keywords: character building; Christian religious; educationearly childhood; parental role models Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua sebagai teladan dan kontribusi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan karakter anak dalam kehidupan sehari-hari. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya tantangan moral dan spiritual yang dihadapi anak di era kontemporer, sehingga diperlukan integrasi pendidikan iman melalui sinergi keluarga, sekolah, dan gereja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan naratif-deskriptif, melalui analisis terhadap artikel dan karya ilmiah yang relevan dengan tema keluarga, peran orang tua, dan PAK. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua berfungsi sebagai teladan utama dalam menanamkan nilai iman, moral, dan spiritualitas, sedangkan PAK menjadi sarana sistematis untuk memperdalam dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan gereja terbukti memperkuat proses pembentukan karakter anak secara holistik. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan orang tua, bila dipadukan dengan penerapan PAK yang kontekstual, membentuk fondasi konseptual bagi model pendidikan iman berbasis kolaborasi tripusat. Kata kunci: anak usia dini; pembentukan karakter; keteladanan orang tua; pendidikan agama Kristen  
Kajian Sosio Retorik Mengenai Makna Teologis Terang dalam Yohanes 1:5 Merrick Jonathan
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/46rk0948

Abstract

This research begins with the issue of the narrowing of the theological meaning of the concept of "light" in John 1:5, which in many modern Christian traditions is reduced to a mere ethical metaphor or symbol of well-being, so that the ontological, cosmic, and divine dimensions are neglected. The purpose of this research is to build a corrective hermeneutic framework that restores the meaning of light as an active and transformative divine reality, while placing it as the basis for the development of the curriculum and teaching of Christian Religious Education in the church. The method used is qualitative text analysis with a socio-rhetorical critical approach of Robbins' five textures (internal, intertextual, socio-cultural, ideological, and sacred), combined with canonical reading and evaluation of interpretive biases across traditions. The results of the analysis show that the use of the verb phain?i in the present tense and the narrative structure of the Gospel of John emphasize "light" as a divine reality that is alive, dynamic, and continuously working in creation. This research concludes that John 1:5 represents the presence of God that demands a transformative response from individuals and communities, while also correcting interpretive biases that narrow the meaning. This finding opens up opportunities for the reformulation of church curricula that emphasize the light of Christ as the basis of spirituality and the practice of liberating faith. Keywords: socio-rhetorical studies; Christian religious education; Jesus is the Light; John 1:5 Abstrak Penelitian ini berangkat dari persoalan penyempitan makna teologis atas konsep “terang” dalam Yohanes 1:5, yang dalam banyak tradisi Kristen modern direduksi menjadi sekadar metafora etis atau simbol kesejahteraan, sehingga dimensi ontologis, kosmis, dan ilahi terabaikan. Tujuan penelitian ini adalah membangun kerangka hermeneutik korektif yang memulihkan makna terang sebagai realitas ilahi yang aktif dan transformatif, sekaligus menempatkannya sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum dan pengajaran Pendidikan Agama Kristen di gereja. Metode yang digunakan adalah analisis teks kualitatif dengan pendekatan kritik sosio-retorik lima tekstur Robbins (internal, intertekstual, sosial-budaya, ideologis, dan sakral), dipadukan dengan pembacaan kanonik serta evaluasi bias tafsir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan verba phain?i dalam bentuk present tense serta struktur naratif Injil Yohanes menegaskan “terang” sebagai realitas ilahi yang hidup, dinamis, dan terus bekerja di dalam ciptaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Yohanes 1:5 merepresentasikan kehadiran Allah yang menuntut respons transformatif dari individu maupun komunitas, sekaligus mengoreksi bias penafsiran yang menyempitkan makna. Temuan ini membuka peluang bagi reformulasi kurikulum gerejawi yang menekankan terang Kristus sebagai dasar spiritualitas dan praksis iman yang membebaskan. Kata Kunci: kajian sosioretorika; pendidikan agama Kristen; Yesus adalah Terang; Yohanes 1:5
Toward an Integrative Model of Christian Counseling: Insights from Jesus’ Holistic Ministry Dewi Lidya S; Angela Queen
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/9wzk8580

Abstract

This study examines Jesus’ holistic ministry as a theological resource for developing an integrative model of Christian counseling. While previous studies in Christian psychology and pastoral counseling have highlighted the need for integration, they often remain either theologically descriptive or psychologically reductionist. This research employs a qualitative narrative theological review, drawing on the canonical Gospels as primary sources and contemporary scholarship in Christian psychology and pastoral theology as secondary sources. Through thematic analysis of biblical narratives alongside recent counseling models, four central dimensions of holistic ministry were identified: spiritual restoration, emotional healing, social inclusion, and physical care. These themes provide a theological framework that both resonates with and critiques existing models of Christian counseling. The findings suggest three key propositions: (1) Jesus’ holistic ministry challenges the dualism between spiritual and psychological care; (2) integration requires re-centering counseling on a theology of wholeness (shalom); and (3) biblical narratives can function as paradigmatic case studies for interdisciplinary dialogue between theology and psychology. The contribution of this study lies not only in its pastoral implications for counseling practice but also in its academic advancement of integrative discourse, offering a biblically grounded and theoretically robust framework for future scholarship in Christian psychology and pastoral counseling. Keywords: Christian counseling; holistic ministry; pastoral care; psychological integration; spiritual well-being Abstrak Studi ini mengkaji pelayanan holistik Yesus sebagai sumber teologis untuk mengembangkan model konseling Kristen yang integratif. Meskipun studi-studi sebelumnya dalam psikologi Kristen dan konseling pastoral telah menyoroti perlunya integrasi, studi-studi tersebut seringkali masih bersifat deskriptif teologis atau reduksionis psikologis. Penelitian ini menggunakan tinjauan teologis naratif kualitatif, dengan mengambil Injil kanonik sebagai sumber utama dan kajian kontemporer dalam psikologi Kristen dan teologi pastoral sebagai sumber sekunder. Melalui analisis tematik narasi Alkitab beserta model-model konseling terkini, empat dimensi sentral pelayanan holistik diidentifikasi: pemulihan rohani, penyembuhan emosional, inklusi sosial, dan perawatan fisik. Tema-tema ini menyediakan kerangka teologis yang selaras dan mengkritik model-model konseling Kristen yang ada. Temuan-temuan ini menyarankan tiga proposisi kunci: (1) pelayanan holistik Yesus menantang dualisme antara perawatan rohani dan psikologis; (2) integrasi menuntut konseling yang kembali berpusat pada teologi keutuhan (shalom); dan (3) narasi Alkitab dapat berfungsi sebagai studi kasus paradigmatik untuk dialog interdisipliner antara teologi dan psikologi. Kontribusi penelitian ini tidak hanya terletak pada implikasi pastoralnya terhadap praktik konseling tetapi juga dalam kemajuan akademisnya terhadap wacana integratif, yang menawarkan kerangka kerja yang berlandaskan Alkitab dan kuat secara teoritis untuk kajian masa depan dalam psikologi Kristen dan konseling pastoral. Kata kunci: konseling kristen; pelayanan holistik; perawatan pastoral; integrasi psikologis; kesejahteraan rohani
Pola Kepemimpinan Kristen Yang Menginspirasi: Strategi Meningkatkan Motivasi Jemaat Dalam Pelayanan Imelda Marcos Simbolon; Fransiskus Irwan Widjaja
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/xw4bse28

Abstract

Church leadership plays a vital role in motivating congregants, yet many churches face declining youth involvement, weakened commitment, and fragile leader–congregation relationships. This study examines inspiring Christian leadership patterns and strategies to strengthen congregational motivation using a qualitative descriptive design with a library research approach. Findings show that effective leadership integrates biblical values with transformational and servant leadership principles, supported by clear communication, emotional connection, and leadership training. Leaders who embody these elements are better able to foster active participation and build sustainable ministry cultures. The study’s novelty lies in contextualizing the integration of transformational and servant leadership with biblical values in Indonesian churches, offering both theoretical contributions and practical guidance. Nonetheless, reliance on secondary literature limits direct insights from congregants. Future research should apply mixed methods, including surveys and interviews, for deeper understanding. Ultimately, Christian leadership is not merely managerial but a theological calling to emulate Christ, the Good Shepherd (John 10:11), who leads with vision, humility, and love. Keywords: christian leadership; communication; congregation; ministry Abstrak Kepemimpinan gereja memiliki peran vital dalam memotivasi jemaat, namun banyak gereja menghadapi tantangan berupa menurunnya keterlibatan kaum muda, melemahnya komitmen, serta rapuhnya hubungan antara pemimpin dan jemaat. Penelitian ini mengkaji pola kepemimpinan Kristen yang inspiratif serta strategi untuk memperkuat motivasi jemaat dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif ditandai dengan integrasi nilai-nilai Alkitabiah dengan prinsip kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan pelayanan, yang didukung oleh komunikasi yang jelas, kedekatan emosional, serta pelatihan kepemimpinan. Pemimpin yang menerapkan elemen-elemen ini lebih mampu mendorong partisipasi aktif dan membangun budaya pelayanan yang berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengontekstualisasikan integrasi kepemimpinan transformasional dan pelayanan dengan nilai-nilai Kristiani dalam gereja di Indonesia, sehingga memberikan kontribusi teoretis sekaligus panduan praktis. Namun, ketergantungan pada literatur sekunder membatasi perolehan wawasan langsung dari jemaat. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menggunakan metode campuran, termasuk survei dan wawancara, untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Pada akhirnya, kepemimpinan Kristen bukan sekadar manajerial, melainkan panggilan teologis untuk meneladani Kristus, Sang Gembala Agung (Yohanes 10:11), yang memimpin dengan visi, kerendahan hati, dan kasih. Kata Kunci: jemaat; kepemimpinan kristen; komunikasi; pelayanan
Implementasi Nilai 1 Tesalonika 4:3-5 dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Mengatasi Fenomena Sexting di Kalangan Remaja Harun Puling; Sandra Rosiana Tapilaha
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/8422n364

Abstract

The rapid development of digital technology has created a new social reality that poses significant moral challenges for adolescents, particularly the increasing prevalence of sexting. Sexting not only entails psychological, social, and legal risks but also threatens the moral and spiritual integrity of adolescents in the process of forming their identities. This phenomenon indicates that conventional education alone is insufficient to equip adolescents to face complex digital pressures. This study aims to analyze the implementation of the values of 1 Thessalonians 4:3–5 in Christian Religious Education as a strategy to prevent sexting behavior, emphasizing holiness, self-control, and spiritual awareness. The method employed is a hermeneutical approach, including textual, contextual, and applicative analyses of biblical verses to interpret moral and spiritual meanings and their application in religious education. The findings indicate that integrating holiness values through participatory methods, digital literacy, personal reflection, and family counseling fosters moral resilience, ethical awareness, and self-control among adolescents, making Christian Religious Education effective in developing their character and spirituality in facing digital sexual behavior challenges. Keywords: Christian religious education; dolescent; hermeneutics; sanctificationl; sexting Abstrak Perkembangan teknologi digital telah menciptakan realitas sosial baru yang menimbulkan tantangan moral serius bagi remaja, terutama praktik sexting yang semakin marak. Sexting tidak hanya menimbulkan risiko psikologis, sosial, dan hukum, tetapi juga mengancam integritas moral dan spiritual remaja sebagai individu yang sedang membentuk identitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan konvensional tidak cukup untuk membekali remaja menghadapi tekanan digital yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai 1 Tesalonika 4:3–5 dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai strategi pencegahan perilaku sexting, menekankan prinsip kekudusan, pengendalian diri, dan kesadaran spiritual. Metode yang digunakan adalah kajian hermeneutika, meliputi analisis tekstual, kontekstual, dan aplikatif terhadap ayat-ayat Alkitab untuk menafsirkan makna moral dan spiritual serta penerapannya dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan integrasi nilai kekudusan melalui metode partisipatif, literasi digital, refleksi pribadi, dan konseling keluarga mampu menumbuhkan ketahanan moral, kesadaran etis, dan pengendalian diri remaja, sehingga PAK efektif membina karakter dan spiritualitas mereka dalam menghadapi tantangan perilaku seksual digital. Kata Kunci: hermeneutik; pendidikan agama Kristen; pengudusan; remaja; sexting

Page 1 of 1 | Total Record : 5