cover
Contact Name
Litbang Demak
Contact Email
litbangdemak@gmail.com
Phone
+6285271183331
Journal Mail Official
litbangdemak@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kyai Jebat No. 30A, Demak 59511
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kota Wali
ISSN : -     EISSN : 31239714     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Kota Wali bertujuan menjadi wadah ilmiah dan publikasi hasil penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengembangan daerah berbasis kearifan lokal, spiritualitas, dan inovasi pembangunan berkelanjutan di kawasan Kabupaten Demak
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 1 (2026)" : 6 Documents clear
Analisis Dampak Ekonomi Wisata Religi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak: Pendekatan Deskriptif Analitis: indonesia Dio Samudra; Faiq Tantomalif
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata religi merupakan bentuk perjalanan yang berorientasi pada nilai spiritual dan keagamaan, berbeda dengan pariwisata religi yang bersifat lebih terorganisasi dan melibatkan infrastruktur industri pariwisata secara formal. Kabupaten Demak sebagai Kota Wali memiliki potensi wisata religi yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menganalisis dampak ekonomi wisata religi terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Demak, khususnya di kawasan Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data kunjungan wisatawan selama lima tahun terakhir (2018–2022) menunjukkan tren fluktuatif dengan puncak kunjungan sebesar 399.150 wisatawan domestik ke Masjid Agung Demak pada tahun 2022, menjadikannya destinasi wisata religi ketiga terbesar di Jawa Tengah. Dampak ekonomi yang teridentifikasi meliputi peningkatan pendapatan pelaku usaha hingga Rp500.000 per hari, terciptanya lapangan kerja baru di sektor transportasi, kuliner, dan cendera mata, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Demak. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penghambat seperti keterbatasan infrastruktur dan promosi yang belum optimal, serta merumuskan strategi pengembangan yang mencakup peningkatan aksesibilitas melalui Jalan Tol Semarang-Demak, revitalisasi kawasan wisata, digitalisasi promosi, dan pengembangan fasilitas pendukung. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara kontribusi wisata religi terhadap PAD dan pertumbuhan ekonomi lokal Demak secara komprehensif, yang belum banyak dikaji pada studi sebelumnya.
Dinamika Literasi Masyarakat Kabupaten Demak: Analisis Tren, Disparitas Gender, dan Laju Pertumbuhan Fitri Nurmahmudah; Bangun Hutama Wardana; Eka Cahya Sari Putra
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tren perkembangan angka melek huruf di Kabupaten Demak, menilai kesenjangan literasi berbasis gender, dan mengukur laju pertumbuhan literasi pada periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan menampilkan analisis tren, kesenjangan gender, dan pertumbuhan literasi. Populasi penelitian mencakup penduduk usia ≥15 tahun, dengan unit analisis berupa persentase angka melek huruf total dan berdasarkan gender. Data yang digunakan berbentuk panel tidak seimbang karena ketersediaan data gender terbatas pada periode tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap publikasi statistik resmi. Analisis data meliputi: (1) analisis statistik deskriptif (rata-rata dan deviasi standar) untuk mengidentifikasi tren literasi, (2) analisis komparatif menggunakan effect size Cohen’s d untuk mengukur besaran kesenjangan literasi antara laki-laki dan perempuan, serta (3) analisis laju pertumbuhan tahunan (annual growth rate) untuk mengukur dinamika perubahan literasi antarperiode. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak JASP dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat tergolong tinggi namun mengalami fluktuasi tahunan, terdapat kesenjangan literasi yang nyata antara laki-laki dan perempuan, serta pertumbuhan literasi perempuan lebih cepat dibanding laki-laki, menandakan potensi penyetaraan literasi di masa depan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan data sekunder, sehingga belum dapat mengidentifikasi faktor sosial-ekonomi, budaya, dan motivasi belajar pada tingkat individu atau rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan mengintegrasikan data primer melalui survei, wawancara, atau studi lapangan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya intervensi literasi berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah daerah untuk penguatan kebijakan, sekolah dan perpustakaan sebagai penyedia sumber belajar, serta masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca. Khususnya, pemberdayaan literasi perempuan melalui program pendidikan setara dan monitoring berbasis data dapat mempercepat penyetaraan literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Budaya Curhat (Self Disclosure) sebagai Langkah Awal Meningkatkan Kesehatan Mental Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kabupaten Demak Nur Chasanah
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental di lingkungan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali diabaikan karena kuatnya birokrasi, meskipun tingginya tuntutan kerja sangat rentan memicu stres. Penelitian ini mengisi celah empiris belum adanya kajian tentang budaya "curhat" (self-disclosure) sebagai mekanisme coping informal di birokrasi pemerintah daerah Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi peran budaya "curhat" (self-disclosure) sebagai strategi awal dan bentuk dukungan sosial dalam meningkatkan kesehatan mental ASN di Pemerintah Kabupaten Demak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 ASN di Pemerintah Kabupaten Demak, dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian menemukan bahwa praktik curhat berkontribusi secara substantif pada tiga hal utama: (1) sebagai sarana pelepasan emosi dan reduksi stres; (2) memperkuat modal sosial dan kedekatan interpersonal; serta (3) memfasilitasi dukungan sosial emosional dan instrumental serta pencarian solusi dari rekan sejawat. Meski norma budaya kolektivis, seperti ketakutan gosip dan stigma, membatasi keterbukaan, curhat kepada rekan tepercaya terbukti ampuh sebagai langkah awal (stepping stone) peningkatan kesehatan mental, bukan pengganti layanan klinis. Temuan kritis menunjukkan dukungan masih dominan horizontal; peran atasan belum optimal. Secara teoretis, penelitian ini memperluas diskursus self-disclosure ke ekosistem kerja birokrasi; secara praktis, temuan ini menjadi dasar kebijakan forum diskusi dan kepemimpinan empatik. Keterbatasan penelitian terletak pada sampel kecil dan fokus dukungan antarrekan sejawat. Penelitian lanjutan perlu mengukur efektivitas dukungan atasan langsung (supervisor support) demi terciptanya iklim organisasi yang sehat dan aman secara psikologis.
Pemanfaatan Daun Jambu Air dan Eceng Gondok menjadi Biofoam Dini Nur Maulida; Cahyani Faridhotus Sholekah; Ahmad Khanif
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Styrofoam merupakan kemasan yang berasal dari bahan polimer plastik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan styrofoam yang besar memberikan masalah baru mengenai sampah sisa pemakaian. Oleh karena sampah dengan bahan styrofoam memerlukan penanganan khusus dalam pengolahan, dikembangkan biofoam (biodegradable foam). Biofoam menjadi produk pengganti styrofoam yang lebih ramah lingkungan karena pembuatan dari bahan alami dan mudah diurai oleh tanah. Pembuatan biofoam terdiri dari bahan utama pati dan serat. Pada penelitian ini serat yang digunakan adalah daun jambu air dan eceng gondok. Daun jambu air dan eceng gondok dipilih menjadi serat dalam pembuatan biofoam karena keberadaannya yang mudah ditemui di Kabupaten Demak dan masih minim pemanfaatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biofoam dari daun jambu air dan eceng gondok. Metode pembuatan biofoam pada penelitian ini yaitu metode baking process dengan variasi takaran serat jambu air dan eceng gondok. Komposisi perbandingan daun jambu air dan eceng gondok yaitu 50:50; 30:70; 70:30. Sampel biofoam kemudian dilakukan pengujian seperti uji organoleptis, uji daya serap air dan uji biodegradabilitas. Biofoam dengan komposisi daun jambu air dan eceng gondok 70: 30 memiliki daya serap air terendah sebesar 24,02%. Biofoam pada komposisi tersebut memiliki persentase kemampuan terdegradasi di dalam tanah yang tertinggi yaitu 25,75% selama 3 minggu serta memiliki aroma khas daun jambu air yang lebih dominan.
Ketimpangan Pendapatan di Demak dan Sekitarnya: Peran Pendidikan dan Kesehatan Paramitha Hanifia
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan pendapatan di Demak dan sekitarnya (tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah) tetap menjadi tantangan pembangunan regional. Penelitian ini menguji pengaruh indeks pendidikan dan kesehatan terhadap posisi kelompok 40 persen terbawah relatif terhadap 20 persen teratas, dengan pengangguran sebagai variabel kontrol. Menggunakan data panel sekunder BPS tahun 2010 sampai 2024 (N = 7, T = 15), estimasi dilakukan dengan model panel dinamis Fixed Effects Instrumental Variable (FE-IV) Anderson-Hsiao; arah temuan diperiksa ulang melalui uji robustness antar estimator. Hasil utama menunjukkan bahwa peningkatan indeks pendidikan berkorelasi signifikan dengan pelebaran jurang pangsa pengeluaran kelompok bawah, arah yang konsisten pada seluruh estimator dan selaras dengan mekanisme reproduksi sosial serta inequality loop pada fase akses perguruan tinggi yang eksklusif. Indeks kesehatan hanya memberi indikasi awal pengaruh positif pada model utama, namun belum stabil antar estimator. Pengangguran dan ketimpangan masa lalu tidak signifikan. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian terpisah komponen IPM dengan proksi ketimpangan kelompok bawah pada panel dinamis skala aglomerasi. Keterbatasan utama meliputi sampel wilayah sempit, kapasitas penjelasan model rendah, dan instrumen lemah untuk lag ketimpangan, sehingga temuan bersifat kontekstual dan eksploratif. Implikasi kebijakan mengutamakan afirmasi akses pendidikan tinggi bagi kelompok 40 persen terbawah, sementara rekomendasi kesehatan disertai verifikasi lanjutan.
Koordinasi Antar Instansi Dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan: Analisis Collaborative Governance di Kabupaten Demak Ricky Febriansyah; Ana Husnayanti
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) menuntut adanya koordinasi antar lintas instansi yang efektif, khususnya di wilayah dengan kerentanan geografis tinggi. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan PDPB di Kabupaten Demak dengan menggunakan kerangka collaborative governance Ansell dan Gash. Penelitian mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen, yang menelaah regulasi primer Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025, data institusional PDPB Kabupaten Demak tahun 2025–2026, serta literatur empiris terdahulu. Temuan menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi masih terhambat pada tiga dimensi: (1) starting conditions yang ditandai rendahnya kepercayaan antara KPU dan Bawaslu terkait akses verifikasi data; (2) institutional design yang lemah, termanifestasi dalam fragmentasi sistem Sidalih dan SIAK serta absennya aktor lokal dalam desain kelembagaan PDPB; dan (3) paradoks temporal regulasi antara siklus pemutakhiran triwulanan dengan penyerahan data semesteran. Konfirmasi empiris dari data rincian PDPB menunjukkan bahwa pada Triwulan I 2026 terjadi akumulasi pencoretan 9.807 pemilih TMS terdiri dari 3.998 meninggal dan 5.765 pindah keluar yang membuktikan adanya lagging data akibat kegagalan sinkronisasi real-time. Kontribusi artikel ini terletak pada integrasi variabel kerentanan geografis yaitu banjir rob dan mobilitas penduduk ke dalam analisis collaborative governance pemilu, yang selama ini kurang dibahas dalam literatur PDPB.

Page 1 of 1 | Total Record : 6