cover
Contact Name
Anisa Agustanti, M.Psi.
Contact Email
anisaagustanti@stitihsanulfikri.ac.id
Phone
+628895668752
Journal Mail Official
humas@stitihsanulfikri.ac.id
Editorial Address
Address: Jl. Pabelan1, Pabelan satu, Pabelan Box 56511, Mungkid Magelang Jawa tengah Indonesia
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamic Education and Counseling Journal
ISSN : 28285905     EISSN : 28298551     DOI : https://doi.org/10.63831/iecj
Core Subject :
This journal is published by the Islamic Education Guidance and Counseling Study Program, Tarbiyah Ihsanul Fikri College of Science. The purpose of publishing this scientific journal is as a forum for actualizing opinions, research results, scientific articles from scholars, masters, academics, researchers and practitioners in the field of Islamic Education Counseling Guidance and Guidance studies which will then be disseminated publicly for the sake of progress and development of Islamic scientific studies. This journal is published twice a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 2 no 1 (2023)" : 6 Documents clear
Pj GAMBARAN PROSES ADAPTASI SANTRI BARU PADA PERATURAN PONDOK PESANTREN: pendidikan Didin Hafidhuddin; Faqih Rabbani; Nanang Nazril; Abdulloh Azzam Robbani; Akhmad Zamroni
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren merupakan tempat pembelajaran dimana para santri tinggal bersama-sama dibawah bimbingan guru (kiai). Lingkungan dan peraturan pesantren memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan lingkungan rumah para santri. Santri baru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Para santri baru yang didominasi oleh remaja memiliki dinamika pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupannya, sehingga mereka dituntut untuk selalu beradaptasi dari berbagai kondisi dan pengalaman dalam Pondok Pesantren. Dalam proses adaptasi, para santri masih rentan mengalami permasalahan di tahun pertama, sehingga beberapa santri mengundurkan diri, dan ada yang tetap bertahan dalam keterpaksaan. Keterpaksaan para santri dalam proses adaptasi dapat berdampak buruk pada perilaku diri yang tidak terarah dan hasil belajar yang buruk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran para santri baru dalam proses adaptasi dengan peraturan yang terdapat dalam pondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literature review (studi literatur) yang menggunakan acuan jurnal referensi sehingga didapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri baru masih kesulitan dalam adaptasi sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat beradaptasi terhadap kegiatan pondok pesantren, serta membutuhkan proses dalam membaur dengan kegiatan dan peraturan yang ada di Pondok Pesantren. Implikasi pada penelitian ini yaitu diharapkan memberikan gambaran proses adaptasi santri baru, faktor penyebab dan strategi yang dilakukan agar santri baru dapat beradaptasi dengan peraturan pondok pesantren.
Pj FAKTOR-FAKTOR PENDORONG SELF HARM PADA SANTRI REMAJA PUTRI: pendidikan Almas Azimatun Qonita; Aisyah Shidiqoh; Ridla Surya Ramadlani; Weidya Cahya Wulandar; Anisa Agustanti
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang berpeluang terjadi banyak krisis akibat fluktuasi hormon, perubahan fisik dan psikologis, serta sosial. Krisis ini terutama dapat terjadi apabila pada usia dini, masa kanak-kanak, hingga pra-remaja, seorang individu kurang mendapatkan penguatan yang dibutuhkannya. Adapun remaja yang telah kokoh sejak kecil, mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjadi remaja yang tuntas, yang dapat disebut dengan istilah lebih indah, yakni pemuda. Di Indonesia, ada sistem pendidikan alternatif yang sangat menjanjikan dan dipercaya banyak orang, yakni Pondok Pesantren. Di pesantren, ada banyak dinamika yang akan dialami santri. Banyak budaya khas pesantren yang menuntut santri untuk segera menyesuaikan diri dan berjuang lebih keras daripada remaja lain yang tidak berstatus santri. Santri remaja yang gagal atau kesulitan beradaptasi, ada yang kemudian melakukan perilaku self harm. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong santri melakukan perilaku self harm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dan setelah dilakukan telaah bahan studi, ditambah dengan data faktual dari guru BK di pondok pesantren, ditemukan bahwa faktor penyebab perilaku self harm di kalangan santri remaja putri, antara lain masalah regulasi emosi, kesepian, kecemasan pada berbagai hal, dan juga faktor biologis (genetik). Adapun salah satu solusi atau terapi yang dapat diberikan adalah Emotion focused coping, fokus pada masalah yang membuat stress dan merubahnya menjadi sesuatu hal positif. Jika kontrol emosi sudah baik, itu akan membantu dalam bersosialisasi, sehingga menghindarkan dari kesepian yang menjadi faktor penyebab utama self harm.
Pj GAMBARAN PERILAKU GHOSOB BERDAMPAK PADA KUALITAS DIRI: pendidikan Nisrina Isma LH; Asma Hanifah; Nadya Arifa; Putri Ana Rahadi; Iswatun Iswatun
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ghasab menurut bahasa ialah mengambil sesuatu (benda atau barang) dengan cara zalim secara terang-terangan. Sedangkan menurut istilah syara’ ialah menguasai hak orang lain secara aniaya. Mengghasab perlu diteliti karena ini termasuk perilaku yang sudah marak sekali dilakukan para santri yang berada di sebuah asrama atau pondok pesantren. Selain itu fenomena ghosob memberikan citra negative terhadap lingkungan sekolah, serta membawa dampak negative terhadap interaksi sosial santri, ghosob juga merupakan bagian dari penyimpangan sosial karena bersinggungan dengan norma agama. Perilaku ghasab ini bisa Merugikan orang lain, Merusak karakter santri, Memberikan citra negative terhadap lingkungan sekolah, Penyimpangan sosial karena bersinggungan dengan norma agama.
Pj MODEL PENDIDIKAN MORAL BAGI REMAJA DALAM KONSEP IMANUEL KANT DAN ISLAM: pendidikan NUR SANGADAH
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan moral sangat penting bagi peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan, emosi dan spiritual. Nilai dan moral peserta didik perlu diperhatikan karena pendidikan di rumah maupun disekolah sangat berperan dalam mendukung pengembangan peserta didik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pendidik untuk menanamkan pentingnya nilai-nilai moral dan peserta didik dan mengembangkan model pendidikan moral yang tepat sesuai dengan psikologi perkembangan anak dalam konsep filsafat dan agama Islam. Banyak model dapat dicontoh dalam usaha mewujudkan pendidikan moral yang ideal, fokus pengajaran yang menyertakan kesadaran –meminjam postulat Kant– the existence of God, dapat membantu output pendidikan untuk mengerti tujuan sebenarnya pendidikan. Sejatinya pendidikan hanya diperuntukan untuk memaksimalkan potensi manusia; mentransendensikan kenyataan manusia dari sekedar keberadaannya secara fisik menjadi sprituil dan ruhani. Inilah yang menjadi landasan moral untuk membekali kehidupan manusia di dunia. Terdapat korelasi kuat antara pendidikan moral terbaik yang didapat nabi dalam Islam dengan konsep moral faith Kant. Dalam pandangan Kant mirip-mirip postulat pertamanya: the existence of God, percaya akan keberadaan Tuhan yang menyertai keberadaan manusia di dunia. Kant mengembangkan apa yang disebutnya Doctrine of the Method of Ethics yang terdiri dari dua bagian yaitu, pengajaran dan askese etis. Menurut Kant, etika merupakan doktrin mengenai kewajiban moral yang tidak diturunkan dari hukum ataupun peraturan dari luar. Kewajiban tidak bersifat kodrat melainkan pencapaian subjek bertindak mengikuti akal budi. Mengikuti akal budi adalah kewajiban moral dan bukan kecenderungan kodrat. Inilah alasannya mengapa keutamaan moral dapat diajarkan. Metode pendidikan moral Imanuel Kant dalam karya filsafat dalam buku antropologi dan sejarahnya menyatakan bahwa dapat diwujudkan dengan contoh contoh (modelling) melalui latihan dan dengan tahap demi tahap. Konsep tersebut sama dengan kajian dalam pandangan Islam dalam konsep pendidikan moral spiritualnya. Tulisan ini juga membahas keterkaitan metode pendidikan dalam pandangan Kant dan Islam.
Pj PENGEMBANGAN LKPD PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SAINS KELAS XI SMAIT IHSANUL FIKRI: pendidikan Vannya Rachma Ariarizky; Pawit Riyadi
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang guru harus mengajar dan mendidik, sehingga guru tidak hanya berusaha menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya tetapi juga mendidik kepribadian, sikap, dan sifat murid. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD biologi berbasis problem based learning pada materi sistem pencernaan manusia yang sesuai untuk proses pembelajaran. LKPD dikembangkan dengan sistematika dan standar kriteria kelayakan pembelajaran LKPD. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian pengembangan atau Research and Development dengan menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan Semmel atau disebut dengan model 4-D. Proses pembuatan modul ini diawali dengan tahap validasi LKPD oleh 2 ahli materi dan 2 ahli desain. Hasil validasi LKPD dari segi materi mencapai 96%. LKPD selanjutnya dilakukan uji coba dengan sekolah untuk mengetahui respon pengguna. LKPD masuk dalam kategori “Sangat Baik” sehingga dapat digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
p HUBUNGAN ANTARA HUKUMAN EDUKATIF DENGAN KEJUJURAN SANTRI DI SMPIT CAHAYA INSANI: pendidikan Nurul Hidayah; Nurchayati; Shibaa Mawaddah; Sri nuryati; Zahro Ferli Kinanthi; Hanifah Kurniati
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Pengertian Kejujuran , 2). Pengertian Hukuman Edukatif, 3).Hubungan Hukuman Edukatif terhadap Kejujuran santri SMPIT Cahaya Insani. Penelitian ini menggunakan jenis penelitan kuantitatif dengan subyek santri sejumlah 40 di SMPIT Cahaya Insani Temanggung. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket atau kuesioner dan mengolahnya dengan aplikasi JASP. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan atau korelasi antara hukuman edukasi dan kejujuran santri. Terdapat -value <0,01 berarti adanya hubungan signifikan antara hukuman edukasi dengan kejujuran. Internal koefisien 1.000 berarti adanya keterkaitan hubungan yang sangat kuat (positif), yaitu semakin tinggi hukuman edukasi, maka semakin tinggi juga tingkat kejujuran. Dari hasil kuisioner yang disebarkan juga menjelaskan bahwa hasil uji normalitas yaitu berdistribusi normal. Hasil uji reliabilitas pada data kuisioner yang disebarkan menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha sebesar 1.000 menunjukkan bahwa nilai reliabilitas tinggi. Pemberian hukuman harus memperhatikan beberapa hal diantaranya, a) Memberi kepercayaan pada anak, b) Sanksi disandarkan pada perilaku, bukan pelaku, c) Menghukum tanpa emosi, d) Hukuman sudah disepakati, e) Adanya tahapan pemberian hukuman (hukuman berjenjang)

Page 1 of 1 | Total Record : 6