cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 22 no. 2 (2017)" : 8 Documents clear
IDENTIFIKASI AWAL VOLUME NAIK TURUN PENUMPANG DI TIAP-TIAP STASIUN PEMBERHENTIAN KERETA API KOMUTER SURABAYA-LAMONGAN Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p1-10

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi volume naik dan turun penumpang KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) di tiap-tiap stasiun pemberhentian. Metode yang digunakan dalam identifikasi ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Survai dilakukan pada setiap jam keberangkatan dari dua arah yang berbeda. Hasil identifikasi pada jam keberangkatan sore hari arah Surabaya-Lamongan menunjukkan bahwa Stasiun Pasar Turi memiliki volume penumpang terbesar, yang naik KA sebesar 147 penumpang (65 percent), sedangkan volume penumpang turun dari KA terjadi di Stasiun Lamongan sebesar 203 penumpang (89 percent). Keberangkatan pagi hari dari arah Lamongan-Surabaya, Stasiun Lamongan memiliki potensi volume penumpang terbesar, yang naik sebesar 163 penumpang (72 percent), sedangkan volume penumpang terbesar turun dari KA yang terjadi di Stasiun Pasar Turi sebesar 164 penumpang (73 percent ). Perbandingan load factor KA Komuter diketahui bahwa terbesar dari arah Surabaya-Lamongan terjadi pada jam keberangkatan sore hari sebesar 54,05 percent, sedangkan load factor terbesar dari arah Lamongan-Surabaya terjadi pada jam keberangkatan pagi hari sebesar 53,33 percent.
KINERJA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE (HRS-WC) DENGAN FILLER ABU AMPAS TEBU Nikmatul Azizah; Boedi Rahardjo
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p11-20

Abstract

Tujuan dari penelitian ini (a) mendeskripsikan sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC dan (b) mendeskripsikan kinerja campuran HRS-WC filler abu ampas tebu. Metode penelitian ini meliputi (1) persiapan bahan dan alat; (2) Pengujian bahan meliputi agregat, filler, dan aspal (3) pembuatan benda uji (4) pengujian Marshall, dan (5) penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil penelitian ini menunjukkan (a) pemeriksaanagregat kasar untuk berat jenis bulk 2,54 gram/cm3, berat jenis SSD 2,57 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,63 gram/cm3, penyerapan 1,2 percent, dan keausan agregat sebesar 34,8 percent, sedangkan untuk agregat halus menunjukkan berat jenis bulk 2,5 gram/cm3, berat jenis SSD 2,55 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,61 gram/cm3, penyerapan air 1,63 percent; (b) KAO campuran sebesar 7,25 percent; (c) pengujian campuran dengan alat Marshall diperoleh nilai parameter Marshall pada KAO yaitu, nilai stabilitas 1244,43 kg, kelelehan (flow) 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, nilai Void in Mixture (VIM) sebesar 5,31 percent, nilai Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67 percent, dan nilai Void Filled with Bitumen (VFB) sebesar 72,03 percent
PENGARUH AIR LAUT TERHADAP KEKUATAN TEKAN BETON YANG TERBUAT DARI BERBAGAI MERK SEMEN YANG ADA DI KOTA MALANG Sonny Wedhanto
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p21-30

Abstract

Beton yang terkena pengaruh air laut disyaratkan menggunakan semen Tipe V; namun semen tersebut tidak tersedia di toko-toko bahan bangunan di Malang. Semen yang beredar ada tiga dengan tipe yang berbeda: Tipe I; “setara” Tipe I; dan Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi kekuatan tekan beton yang menggunakan berbagai jenis merk semen yang beredar di Malang terhadap pengaruh air laut, dan mengetahui semen yang terkuat terhadap pengaruh air laut. Sampel menggunakan silinder beton ukuran standar, mutu fc’=17 MPa; tiap perlakuan menggunakan lima buah benda uji; perlakuan dengan merendam benda uji dalam air laut selama 7; 14; dan 28 hari. Pengujian kekuatan tekan menggunakan Universal Testing Machine kapasitas 100 ton.Hasil pengujian: (1) selama 7 hari direndam air laut, kekuatan tekan beton meningkat dengan cepat, tetapi ketika direndam lebih lama kekuatannya cenderung turun; (2) selama 28 hari direndam air laut beton menggunakan semen Tipe I kekuatan tekannya relatif paling tinggi.
PERBANDINGAN MODEL ALIRAN BANJIR UNSTEADY FLOW DAN STEADY FLOW PADA SUNGAI NGOTOK RING KANAL Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p31-40

Abstract

Permodelan aliran banjir pada suatu sungai biasa dimodelkan dengan aliran satu dimensi. Banjir merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS. Hasil permodelan unsteady flow sering terjadi error dikarenakan analisis program yang tidak stabil. Kestabilan model dipengaruhi oleh alur sungai, kemiringan dasar sungai yang curam dan perubahan penampang melintang dari sungai. Karena dalam peramalan banjir dibutuhkan data debit maksimal dan muka air banjir maksimal, maka model aliran steady flow sering digunakan sebagai alternatif untuk perhitungan peramalan banjir. Penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari model aliran banjir steady flow dan unsteady flow. Lokasi penelitian di Sungai Ngotok Ring Kanal, Kabupaten Mojokerto. Permodelan hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS sedangkan permodelan hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS. Hasil permodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa profil elevasi muka air dari model steady flow memiliki kecenderungan lebih tinggi dari elevasi muka air yang dihasilkan oleh model unsteady flow. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi model unsteady flow lebih lama dari model steady flow. Elevasi muka air rata-rata yang dihasilkan oleh model unsteady flow adalah +27.17 m, sedangkan untuk model steady flow adalah +29.62 m.
PENGARUH KARAKTERISTIK SUB-DAS GANGGANG TERHADAP BANJIR DI DESA NGULANAN KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Windarti Eko Rahayu; Mujiyono Mujiyono; Anie Yulistyorini; Nugroho Suryoputro; Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p41-50

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sub DAS Ganggang berupa : (1) tata guna lahan, (2) topografi (Slope), (3) bentuk DAS, (4) kerapatan jaringan dan (5) kekasaran permukaan. Metode yang digunakan dalam studi adalah penelitian deskripsi yang didasarkan observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sub DAS Ganggang memiliki karakteristik : (1) tata guna lahan sebagian besar sawah (2) topografi masuk kategori datar (3) bentuk DAS radial (4) kerapatan jaringan sedang dan (5) kekasaran permukaan 0,2 mempengaruhi banjir Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.
KONDISI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI KOTA MALANG Sudomo Sudomo; Tri Kuncoro
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p51-66

Abstract

Pekerjaan konstruksi yang berisiko besar dan/atau yang berteknologi tinggi dan/atau berbiaya besar harus dilakukan oleh badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas (PT) atau badan usaha asing yang dipersamakan. Pembatasan jenis pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap para pihak maupun masyarakat atas risiko pekerjaan konstruksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu sebagai berikut: (1) Personal factors, (2) Leadership factors, (3) Team factors, (4) System factors, and (5) Contextual/situational factors. Personal factors.Faktor-faktor yang menunjang terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi meliputi: personalia/sumber daya manusia, faktor keuangan, faktor pengalaman kerja, dan faktor peralatan. Faktor personalia/sumber daya manusia untuk menjelaskan tingkat pendidikan penanggung jawab badan usaha, tingkat pendidikan penanggung jawab teknik badan usaha, jumlah tenaga kerja, asal tenaga kerja serta kondisi tenaga ahli yang dipekerjakan. Keberhasilan perusahaan salah satunya bukan diukur dari ukuran besar keuangannya dan tidak dapat lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan perusahaan.
KESESUAIAN TINGKAT BERPIKIR SOAL UJIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN PADA KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Niswah Qurrota A’yun; Sutrisno Sutrisno
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p67-74

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) proporsi tingkat berpikir pada soal ujian, (2) proporsi tingkat berpikir pada tujuan pembelajaran, dan (3) kesesuaian tingkat berpikir soal ujian dengan tujuan pembelajaran pada Keahlian Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (1) proporsi soal ujian tingkat berpikir mengingat (C1): 37 percent, memahami (C2): 33 percent, aplikasi (C3): 30 percent; (2) proporsi tujuan pembelajaran tingkat berpikir C1: 1 percent, C2: 57 percent, C3: 42 percent; dan (3) terjadi ketidaksesuaian proporsi tingkat berpikir C1 dan C2 pada soal ujian dengan tujuan pembelajaran secara signifikan.
BAGAIMANA MENGUKUR KINERJA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI Tri Kuncoro
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p75-80

Abstract

Kinerja kontraktor, konsultan perencana dapat diukur key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU). Hal tersebut, dalam upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja jasa konstruksi dalam kurun waktu tertentu. Key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU) berbeda dari satu negara ke negara lain. Hal tersebut, mengacu pada kondisi pasar yang berbeda, kebijakan, strategi, budaya, hukum, dan lingkungan persaingan yang berbeda. Industri konstruksi saat ini memiliki misi layanan jasa yang berfokus pada pelanggan. Perspektif pelanggan mencakup tiga indikator, yaitu, kualitas pelayanan dan kerja, kepuasan pelanggan, dan pangsa pasar. Kualitas pelayanan dan pekerjaan menempati urutan kedua penting setelah profitabilitas. Indikator kinerja seperti kepuasan pelanggan eksternal, keamanan, efisiensi bisnis, dan efisiensi-Ketekunan perencanaan semakin menjadi penting. indikator kinerja industri kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas, di Malang Raya, meliputi: (1) kapabilitas pelaksana dalam pekerjaan finishing, (2) penyelesaian waktu pekerjaan konstruksi, (3) manajemen pelaksana proyek yang berpengalaman, (4) keuangan dan Perpajakan, (5) produktivitas tenaga kerja, (6) pendayagunaan peralatan, (7) kualitas bahan material.

Page 1 of 1 | Total Record : 8