cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 3 (2020)" : 8 Documents clear
PEMBELAJARAN BLENDED SEBAGAI STRATEGI PERSIAPAN KEPALA SEKOLAH MENGHADAPI ERA NEW NORMAL DI SDN 3 PUTRAJAWA KECAMATAN SELAAWI KABUPATEN GARUT Mintarsih, Mimin
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.28754

Abstract

In the current era of new normal life, which requires all activities to follow certain health protocols. No exception in learning, proper planning is needed so that it fulfills two things, namely health protocols and the best implementation of learning. The purpose of this study was to find out how the principal's strategy in preparing blended learning at SDN 3 Putrajawa, Selaawi District, Garut Regency. This research includes qualitative descriptive research. The principal of SDN 3 Putrajawa, in this research, is the subject of the research. This research was carried out at SD Negeri 3 Putrajawa, precisely in Putrajawa Village, Selaawi District, Garut Regency.Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation techniques. The results of research conducted by researchers can be explained that the principal has used the right strategy in preparing blended learning, in the form of a needs analysis which includes student readiness, teacher readiness, infrastructure readiness, namely forming a blended learning technical service team and evaluating the implementation of learning. Blended learning is ready to be implemented, it can be seen from the results of the needs analysis in the form of teachers ready to carry out blended learning, students ready to take blended learning, and the availability of infrastructure.Pada era kehidupan new normal saat ini yang mengharuskan semua aktivitas mengikuti protokol kesehatan tertentu. Tidak terkecuali  dalam pembelajaran diperlukan perencanaan yang tepat sehingga memenuhi dua hal yaitu protokol kesehatan dan pelaksanaan pembelajaran dengan sebaiknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah dalam mempersiapkan pembelajaran blended di SDN 3 Putrajawa Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Kepala sekolah SDN 3 Putrajawa,  dalam penelitan ini yang menjadi subyek penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Putrajawa, tepatnya di Desa Putrajawa Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat dijelaskan bahwa kepala sekolah ini telah menggunakan strategi yang tepat dalam mempersiapkan pembelajaran blended, berupa analisis kebutuhan yang meliputi kesiapan siswa, kesiapan guru, kesiapan infrastruktur yaitu membentuk tim layanan teknis pembelajaran blended serta evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran blended telah siap dilaksanakan tampak dari adanya hasil analisis kebutuhan berupa  guru siap melaksanakan pembelajaran blended, siswa siap mengikuti pembelajaran blended, dan tersedianya  infrastruktur.
ENGLISH LITERACY ERRORS OF CHILDREN WITH VISUAL IMPAIRMENTS Rochyadi, Endang; Hanafi, Moh; Fatimatuzzahra, Ana
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.25666

Abstract

English literacy is inseparable from the four interrelated aspects of skills which are listening, speaking, reading, and writing aspects. Among the four English literacy skills, writing is considered the most difficult skill, so we need a special technique to practice these skills. For children with visual impairments, writing English vocabulary becomes a challenge especially during the learning process, limitations in seeing make the children often experience writing errors especially in writing structure because children only write English vocabulary based on what is heard, especially from those speakers who are not native speakers. The purpose of this study is to explain the analysis of English literacy errors of children with visual impairments aiming to improve English vocabulary writing literacy skills. The study uses qualitative methods with descriptive methods. Data collection techniques were carried out using observation, interview, and documentation (data triangulation) techniques. The results showed that writing literacy errors that often arise are replacing, omitting and adding letters to English vocabulary based on the results of sound listening skills and the ability to remember vocabulary that the children already knew.Literasi bahasa Inggris tidak terlepas dari empat aspek keterampilan yang saling terkait yaitu aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Di antara keempat keterampilan literasi bahasa Inggris, menulis dianggap sebagai keterampilan yang paling sulit, sehingga diperlukan teknik khusus untuk melatih keterampilan tersebut. Bagi anak tunanetra, menulis kosa kata bahasa Inggris menjadi tantangan terutama selama proses pembelajaran, keterbatasan dalam melihat membuat anak sering mengalami kesalahan penulisan terutama dalam struktur penulisan karena anak hanya menulis kosakata bahasa Inggris berdasarkan apa yang didengar, terutama dari penutur yang bukan penutur asli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis kesalahan literasi bahasa Inggris anak tunanetra yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi menulis kosakata bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi (triangulasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan literasi menulis yang sering muncul adalah mengganti, menghilangkan dan menambahkan huruf pada kosakata bahasa Inggris berdasarkan hasil keterampilan mendengar suara dan kemampuan mengingat kosakata yang sudah diketahui anak.
DESAIN KURIKULUM PELATIHAN KOMPETENSI TEKNIS GENERIK JABATAN PELAKSANA DENGAN PENDEKATAN BLENDED LEARNING DI PUSDIKLAT KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA Kurniawati, Weni; Hernawan, Asep Herry
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.28128

Abstract

This research was conducted in an effort to increase the generic technical competence of executive positions with a blended learning approach at the BKKBN. The research method used in this research is Design and Development (DD) which was developed by Richey Klein through three stages, namely: needs analysis, design and development and evaluation. The research data were obtained through documentation studies, interviews, literature studies and expert assessments. The results of the research are in the form of product training curriculum designs and e-learning learning designs. The results of this study obtained the following information: First, there is a need for training based on the results of a task analysis to fill the generic technical competency gap that occurs in implementing positions at BKKBN. Second, the design of this training curriculum is based on curriculum components, namely the determination of objectives is described through competency standards, basic competencies and competency indicators. Determination of the material refers to the competency indicators that must be achieved by the participants. Learning strategies are applied through blended learning or a combination of e-learning and face-to-face learning. Evaluation to measure the achievement of learning outcomes of trainees through academic evaluation, evaluation of attitudes and behavior and evaluation of performance. Third, the expert assessment on the design of the training curriculum was carried out by curriculum experts and design experts with the results of the assessment being suitable for use in training after being revised according to suggestions. While the results of the feasibility test conducted by the user, namely the KKB Education and Training Center concluded that this curriculum design could be used as a reference in training.Penelitian ini dilakukan dalam rangka upaya peningkatan kompetensi teknis generik jabatan pelaksana dengan pendekatan blended learning di BKKBN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain dan Pengembangan (DD) yang dikembangkan Richey Klein melalui tiga tahapan, yaitu: analisis kebutuhan, desain dan pengembangan serta evaluasi. Data penelitian ini diperoleh melalui studi dokumentasi, wawancara, studi literatur serta penilaian ahli. Hasil penelitian berupa produk desain kurikulum pelatihan dan desain pembelajaran e-learning. Hasil dari penelitian ini diperoleh informasi sebagai berikut: Pertama, adanya kebutuhan pelatihan berdasarkan hasil task analysis untuk mengisi gap kompetensi teknis generik yang terjadi pada jabatan pelaksana di BKKBN. Kedua, desain kurikulum pelatihan ini disusun berdasarkan komponen kurikulum yaitu penentuan tujuan dijabarkan melalui standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator kompetensi. Penentuan materi mengacu pada indikator kompetensi yang harus dicapai oleh peserta. Strategi pembelajaran yang diterapkan melalui blended learning atau perpaduan pembelajaran e-learning dan tatap muka. Evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta pelatihan melalui evaluasi akademik, evaluasi sikap dan perilaku serta evaluasi unjuk kinerja. Ketiga, penilaian ahli pada desain kurikulum pelatihan ini dilakukan oleh ahli kurikulum dan ahli desain dengan hasil penilaian layak untuk digunakan dalam pelatihan setelah direvisi sesuai dengan saran. Sedangkan hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh user yaitu Pusdiklat KKB menyimpulkan bahwa desain kurikulum ini bisa digunakan sebagai acuan dalam pelatihan.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN KATOLIK Damayanthi, Adriana
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.26978

Abstract

The COVID-19 pandemic that occurred in Indonesia has made the Government take the policy of implementing online learning from home to replace conventional learning that has been carried out face-to-face. This online learning policy certainly has an impact on the effectiveness of learning if it has not been followed by the readiness of schools, educators, and students to carry out online learning. This study aims to see how far the effectiveness of online learning is seen from the perceptions of students at the Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya Pastoral High School, most of whom come from families with poor economic conditions and live far from the provincial capital. This study uses a quantitative descriptive method. The technique of collecting data is an online survey method using a questionnaire instrument via google form. The results of the study indicate that online learning that is carried out is sufficient to replace face-to-face learning, but when viewed from the effectiveness, online learning has not been able to achieve learning objectives. The unpreparedness of students and lecturers, both in terms of the ability to use technology and the availability of adequate learning facilities, poor internet network connections at home, costs, and the inability of students and lecturers to adapt to new learning methods to be able to provide virtual conducive classroom conditions. factors that make online learning has not been effectively implemented. This is the reason they prefer face-to-face learning to be applied again when the covid-19 pandemic ends Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia telah membuat Pemerintah mengambil kebijakan menerapkan pembelajaran secara daring dari rumah untuk menggantikan pembelajaran konvensional yang selama ini dilakukan secara tatap muka. Kebijakan pembelajaran daring ini tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran apabila belum diikuti oleh kesiapan sekolah, pendidik, dan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana efektivitas pembelajaran daring dilihat dari persepsi mahasiswa pada Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya, yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu dan tinggal jauh dari ibukota Provinsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode survei secara online menggunakan instrumen kuisioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang dilaksanakan memang cukup dapat menggantikan pembelajaran tatap muka, namun apabila dilihat dari efektivitas, pembelajaran daring belum mampu membuat tujuan pembelajaran tercapai. Ketidaksiapan mahasiswa dan dosen baik dari sisi kemampuan menggunakan teknologi maupun ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai, koneksi jaringan internet yang buruk di tempat tinggal, biaya, dan belum mampunya mahasiswa serta dosen beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru untuk dapat meghadirkan kondisi kelas yang kondusif secara virtual menjadi faktor yang membuat pembelajaran daring belum efektif dilaksanakan. Hal inilah yang menjadi alasan mereka untuk lebih memilih pembelajaran tatap muka kembali diterapkan apabila pandemi covid-19 berakhir
EFEKTIVITAS MODEL CALLA PADA PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Binawati, Ariesa Restianti
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.27817

Abstract

Pronunciations of Chinese that are different from Indonesian pronunciation make beginner learners feel difficult and the need for companions in learning Mandarin. Spelling mistakes make meaning mistakes in Chinese. This requires a language learning model. The CALLA model is a language learning model for the development of foreign language skills according to native speakers. So the CALLA model is used for learning Chinese in order to practice self-directed learning and Mandarin phonetics. This study aims to determine the effectiveness of the CALLA model in Chinese learning in class X SMA. The research method used was a quasi-experimental study in class X SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo with data collection in the form of a response questionnaire to assess learning independence and a performance assessment rubric to assess Mandarin phonetics and then analyzed by using the independent sample t-test. The results of the t test show that the probability value is 0.00 0.05 in the phonetic aspect and 0.014 0.05 on the self-directed learning aspect, which shows that the CALLA model is significantly effective in learning Mandarin for class X. The CALLA model is effectively used in Chinese learning. class X SMA on phonetic aspects and self-directed learning.Pengucapan bahasa Mandarin yang berbeda dengan pengucapan bahasa Indonesia membuat pembelajar pemula merasa kesulitan dan membutuhkan pendamping dalam belajar bahasa Mandarin. Kesalahan ejaan membuat kesalahan makna dalam bahasa Cina. Untuk itu diperlukan model pembelajaran bahasa. Model CALLA merupakan model pembelajaran bahasa untuk pengembangan kemampuan bahasa asing menurut penutur asli. Jadi model CALLA digunakan untuk pembelajaran bahasa Mandarin guna melatih self-directed learning dan fonetik bahasa Mandarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model CALLA dalam pembelajaran bahasa Mandarin di kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu pada siswa kelas X SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo dengan pengumpulan data berupa angket respon untuk menilai kemandirian belajar dan rubrik penilaian kinerja untuk menilai fonetik bahasa Mandarin kemudian dianalisis dengan menggunakan independent sample t -tes. Hasil uji t menunjukkan nilai probabilitas 0,00 0,05 pada aspek fonetik dan 0,014 0,05 pada aspek self-directed learning, yang menunjukkan bahwa model CALLA efektif secara signifikan dalam pembelajaran bahasa Mandarin untuk kelas X. Model CALLA efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Cina. kelas X SMA pada aspek fonetis dan self-directed learning.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SEESAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR Hindasah, Ida; Maskur, Maskur; Risnandah, Yuan; Halimah, Euis Teti
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.28703

Abstract

Based on the results of observations at SDN 1 Karangmulya, especially during the Covid 19 pandemic, there were many difficulties in providing assessments during the distance learning process. So that the author and teacher at SDN 1 Karangmulya is looking for innovations to find out the active learning of students by utilizing information technology-based portfolio applications, namely the seesaw application. Seesaw is a learning platform that allows every student to have a learning journal in a virtual classroom. Seesaw is here and brings a change in the way teachers think about designing online authentic assessments. Through this application the teacher can provide information to parents about what students are doing in their class and can control children's behavior in an integrated manner with the teacher.The results of this study indicate that the portfolio assessment by utilizing the seesaw application shows good results. This is evidenced by the percentage of active student learning above the KKM. Berdasarkan hasil observasi di SDN 1 Karangmulya terutama dimasa pandemi covid 19 banyak kesulitan dalam memberikan penilaian selama proses pembelajaran jarak jauh. Sehingga penulis sekaligus  pengajar di SDN 1 Karangmulya mencari inovasi untuk megetahui keaktifan belajar peserta didik dengan memanfaatkan aplikasi portofolio berbasis teknologi informasi yaitu aplikasi seesaw. Seesaw merupakan sebuah platform pembelajaran yang memungkinkan setiap siswa untuk memiliki jurnal pembelajaran  di kelas  maya. Seesaw hadir dan membawa perubahan cara berfikir guru tentang merancang penilaian otentik secara online. Melalui aplikasi ini guru dapat memberikan informasi kepada orang tua  tentang apa yang dilakukan siswa di kelas mereka serta dapat mengontrol perilaku anak-anak secara terpadu bersama guru.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilain portofolio dengan memanfaatkan aplikasi seesaw  menunjukan adanya hasil yang baik. Hal ini dibuktikan dengan persentase keaktifan belajar peserta didik di atas KKM.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN DARING DI LINGKUNGAN SDN 1 SELAAWI KABUPATEN GARUT Hidayat, Asep
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.28749

Abstract

The existence of a pandemic outbreak that has taken place in Indonesia since March 2020 has changed the order of human life. With the new normal era of life that requires all activities to follow certain health protocols in learning, adequate planning is needed. The purpose of the study was to find out how the principal's strategy in preparing online learning in SDN 1 Selaawi, Selaawi District, Garut Regency. This research includes qualitative descriptive research. In this research, the subject of this research is the principal of SDN 1 Selaawi which is located in Selaawi District, Garut Regency. This research was conducted at SD Negeri 1 Selaawi, precisely in Selaawi Village, Selaawi District, Garut Regency. In this study, data collection techniques were used with observation, interviews and documentation techniques. The results of research conducted by researchers to the Principal of SDN 1 Selaawi, it can be explained that this school principal uses the right strategy in preparing online learning, in the form of needs analysis of student readiness, preparing teachers in determining applications and being able to use the specified application, forming a service team. online learning consultation and evaluation. Readiness to carry out online learning can be seen from the readiness of students, teacher readiness, consulting services and evaluation.Adanya wabah pandemi yang berlangsung di Indonesia sejak Maret 2020 lalu telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Dengan era kehidupan new normal yang mengharuskan semua aktivitas mengikuti protokol kesehatan tertentu dalam pembelajaran diperlukan perencanaan yang memadai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimanakah strategi kepala sekolah dalam mempersiapkan pembelajaran daring  di lingkungan SDN 1 Selaawi Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitan ini yang menjadi subyek penelitian adalah kepala sekolah SDN 1 Selaawi yang terletak di Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Selaawi, tepatnya di Desa Selaawi Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut.  Dalam penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti kepada Kepala Sekolah SDN 1 Selaawi maka dapat dijelaskan bahwa kepala sekolah ini menggunakan strategi yang tepat dalam mempersiapkan pembelajaran daring, berupa analisis kebutuhan terhadap kesiapan siswa, mempersiapkan guru dalam menentukan aplikasi dan dapat menggunakan aplikasi yang ditetapkan, membentuk tim layanan konsultasi pembelajaran daring serta evaluasi.Kesiapan melaksanakan pembelajaran daring tampak dari adanya kesiapan siswa, kesiapan guru, adanya layanan konsultasi dan dilakukan evaluasi.
KEEFEKTIFAN BUKU PENDIDIKAN SEKS UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Ninawati, Mimin
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.24380

Abstract

Many of child sexual abuse cases had occurred in Indonesia in recent years. One of the causes of the high incidence of child sexual abuse was the absence of early sex education both in the family and at school. Sex education in children must be adjusted to the stage of child development and use methods and media that are easily understood by children. Sex education for primary school child mostly occurs in the way we talk about body parts, body function, how we teach children to care for, respect and protect their bodies, and when we prepare our children for puberty. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the book of sex education animated cartoons to improve the student’s sexuality understanding. The method used was quasi-experimental with a pretest posttest one group design. The analysis technique used was the comparative test with paired sample t-test. The results of this study indicated that there were differences in students' sexual understanding before and after the socialization of this book. Using this book was effective to improve sex understanding of elementary school students.Banyak kasus kejahatan seksual pada anak terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebab tingginya kasus kejahatan seksual pada anak adalah tidak adanya pendidikan seks sejak dini baik dalam keluarga maupun di sekolah. Pendidikan seks pada anak harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak dan menggunakan cara dan media yang mudah dipahami oleh anak. Pendidikan seks pada siswa sekolah dasar sebagian besar mengenai cara kita menjelaskan tentang bagian tubuh dan fungsi tubuh, bagaimana kita mengajar anak-anak untuk merawat, menghargai, dan melindungi tubuhnya, dan ketika kita mempersiapkan anak kita untuk pubertas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan book of sex education animated cartoons untuk meningkatkan pemahaman seks siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest one group design. Teknik analisis yang digunakan adalah uji komparasi dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman seks siswa sebelum dan setelah penggunaan buku ini. Penggunaan buku ini efektif untuk meningkatkan pemahaman seks siswa sekolah dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8