cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_imaji@uny.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : 16930479     EISSN : 25800175     DOI : -
IMAJI is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts and arts education, including fine arts and performing arts (dance, music, puppetry, and karawitan). IMAJI is published twice a year in April and October by the Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with AP2SENI (Asosiasi Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik se-Indonesia/Association of Drama, Dance, and Music Education Study Programs in Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER" : 10 Documents clear
POSTER “HOPE” OBAMA DALAM KOMUNIKASI MASSA Aji Windu Viatra
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.134 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.22332

Abstract

Komunikasi menjadi hal yang pokok dalam berinteraksi dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan yang signifikan dalam mengkomunikasikan dirinya terhadap orang lain bahkan dengan mahkluk lainnya. Komunikasi memberikan pengaruh dan peranan yang sangat bermanfaat dalam perkembangan manusia. Saat kita memulai beradaptasi di tempat yang baru, sangat diperlukannya suatu komunikasi yang aktif untuk mengenal budaya di tempat tersebut. Kegiatan ini menjadi hal yang alami, terjadi sesuatu tindakan spontan. Meskipun seringkali menghadapi kesulitan yang kadang kala menjadi suatu pengalaman yang berharga. Media-media komunikasi yang dipakai dalam menyampaikan pesan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan memiliki fungsi dan manfaat yang variatif dan efesien. Proses komunikasi yang melibatkan suatu media juga seringkali memberikan suatu pemahaman yang berbeda-beda yang diterima oleh komunikan, banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Penelitian ini, membahas suatu topik kajian tentang poster Obama. Suatu media komunikasi massa dalam sebuah kampanye pemilihan Pemimpin Negara atau Presiden dan Wakil Presiden. Poster Obama telah memberikan kontribusi besar, atas keberhasilan Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44, dan menjadi orang kulit hitam pertama yang memimpin negara Adidaya tersebut. Suatu program kampanye yang sangat menarik untuk dikaji dalam ilmu desain komunikasi visual, hal ini merupakan topik yang dapat menjadi inspirasi setiap insan dalam mengembangkan dirinya dalam berkomunikasi yang kreatif. Teori pendekatan penelitian ini, menggunakan analisis sudut pandang dari ilmu Komunikasi dan Semiotika Visual. Pendekatan ini, diharapkan dapat menguraikan unsur-unsur visual yang terdapat dalam Poster Obama, dan menjabarkan tanda, pesan, dan makna yang terkandung didalamnya. Kata kunci: poster, kampanye Barack Obama, komunikasi, semiotika.OBAMA’S “HOPE” POSTER IN MASS COMMUNICATIONAbstract Communication is the main thing in interacting with others. Humans have a significant need in communicating themselves to others or even to the other kind of life creatures. Communication gives a very useful influence and role in human development. When we begin to adapt in a new place, we need an active communication to know the culture of that place. This activity becomes a natural thing and happens spontaneously. Although difficulties might appear, it could be a valuable experience.The communication media used for conveying the message ofa communicator and being received by the communicant havevaried and efficient functions. The communication process that involves a media often provides a different understanding that is received by the communicant, and there are many factors that influence it. This researchdiscusses a topic of study about Obama’s poster. A mass communication media for the election campaign of the United Stat’s President and Vice President. Obama’s poster had made a big contribution to the success of Barack Obama to be the 44th President of the United States, and to be the first black people to lead the Superpower country. it was a very interesting campaign program to be explored in visual communication design science, it was a topic that could inspire everyone in developing themselves in a creative communication. The approach theory used in this research was the analysis of the point of view of the Communication and Visual Semiotics sciences. This approach was expected to describe the visual elements contained in Obama’s Poster, and described the signs, messages, and meanings contained on it. Keywords: poster, Barack Obama campaign, communication, semiotics.
BIMBANG GEDANG SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KARYA TARI MIKEK Sari Romundang Wulan
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.085 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.28262

Abstract

Provinsi Bengkulu memiliki beragam seni dan kebudayaan khas adat melayu Bengkulu, salah satunya yaitu Bimbang Gedang. Bimbang gedang, merupakan kesenian adat melayu kota bengkulu dalam rangka acara pernikahan bujang gadis bengkulu ,yang mana pelaksanaan nya melalui prosesiberasan adat untuk memakai dan meminjam adat peradat bimbang yang di pegang oleh rajo penghulu. Tujuan Penciptaan, 1) Sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan tugas mata kuliah Penciptaan Seni; 2) Mengungkapkan ide yang berangkat dari tema Bimbang Gedang; 3) Proses pencarian jati diri dan menemukan bentuk dan karakter baru dalam berkarya; 4) Sebagai wujud kreativitas yang memiliki nilai dan inovasi dalam karya seni tari.Rangsang awal dari garapan ini merupakan rangsang idesional karena ide garapan ini didapat dari karya tradisi tari sapu tangan provinsi Bengkulu. Karya tari ini ditampilkan pada acara adat bimbang Bengkulu, yaitu sebuah acara prosesi pernikahan. Dimana pada saat bimbang gedang para pemuda dan pemudi saling berlomba untuk menunjukkan kebolehannya dalam berbagai hal, baik itu menari ataupun bermain musik. Pada kesempatan ini pula pemuda dan gadis saling bertemu dapat menari dan bernyanyi bersama di dalam area, namun terikat dengan norma adat. Kata kunci: Bimbang Gedang, pengembangan, karya tari, Mikek BIMBANG GEDANG AS A BASIC DEVELOPMENT OF MIKEK DANCEAbtsract Bengkulu has a variety of typical Malay-Bengkulu arts and culture, one of which is Bimbang Gedang. Bimbang gedang is a Malay traditional art in Bengkulu,held during the wedding ceremony of Bengkulu’s girls, which is carried out through a procession of customary rice to use and borrow the customs of the wavering adherents held by Rajo Pengulu.The Purpose of Creation, 1) as one of the requirements for completing an Art Creation course; 2) Expressing ideas that depart from Bimbang Gedang theme; 3) The process of searching for identity and discovering new forms and characters in the work; 4) as a form of creativity that has value and innovation in the dance art.The initial start of this work is a professional stimulus because the idea of †this work was obtained from the work of Bengkulu’s handkerchief dance tradition. This dance is performed at Bengkulu’s traditional wavering event, which is a wedding procession. During the moment of the dance, young men and women vied with each other to show their abilities in various things, whether dancing or playing music. During this event, young men and women who meet each other can dance and sing together in the area, but are bound by customary norms. Keywords: Bimbang Gedang, development, Mikek dance
BENTUK KAPAL PINISI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS DENGAN MEDIA TANAH LIAT Wahyuddin Ridwan; Sutiyono Sutiyono
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.13 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.26980

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mewujudkan bentuk dasar kapal pinisi dalam menerapkan kegiatan melukis dengan menggunakan media tanah liat di dalam pendidikan formal. Penciptaan karya ini menggunakan metode pengembangan. Metode pengembangan penciptaan diperlukan langkah- langkah yang menunjang terciptanya sebuah karya/produk, yaitu: eksplorasi, eksperimentasi, dan pembentukan. Kegiatan eksplorasi dilakukan penjelajahan atau penyelidikan untuk mendapatkan konsep yang akan dijadikan dasar penciptaan. Adapun kegiatan eksperimentasi dimulai dengan pencarian bentuk, teknik. Sedangkan pembentukan yaitu proses perwujudan karya melalui pembuatan model, mendekorasi. Penciptaan karya seni lukis dengan media tanah liat ditemukan bahwa proses ini merupakan upaya dalam pengembangan media seni lukis serta bahan ajar  yang bisa diterapkan dalam lingkup pendidikan formal sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran seni budaya khususnya seni rupa yang berbasis kearifan lokal untuk penanaman karakter dan pengembangan kreativitas bagi peserta didik. Kata Kunci: Bentuk kapal pinisi, penciptaan seni lukis, media tanah liat THE SHAPE OF PINISI SHIP AS A CREATION IDEA OF ART PAINTING WITH CLAY Abstract The purpose of this article is to realize the basic shape of a Pinisi ship in applying painting activities using clay in formal education. The creation of this work uses a development method. The creation development method requires steps that support the creation of a work, namely: exploration, experiment, and formation. The exploration activities were carried out through exploration or investigation to get the concepts that will be used as the basis of creation. The experiment began with the search of forms, techniques. Meanwhile, the formation activities involving the embodiment of the work through modelling, decorating. From the creation of an art with clay in this study, it was found that it was a development of painting media and teaching materials that could be applied in formal educations as a guideline in the implementation of cultural arts learning, especially art based on local wisdom for the cultivation of character and development of learners’ creativity.Keywords: Pinisi ship shape, painting creation, clay media
PEMBELAJARAN KARAWITAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Satrio Wahyu Sanyoto; Ninik Harini; Rully Aprilia Zandra
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.112 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.27805

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan pembelajaran (2) Pelaksanaan pembelajaran (3) Evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Narasumber dari penelitian ini adalah Guru ekstrakurikuler, Pembina ekstrakurikuler, dan Kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data, dan mengambil kesimpulan digunakan saat pengecekan keabsahan data triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran tidak membuat RPP, namun RPP cuma ada dipikran guru dan guru hanya menyiapkan notasi yang sudah di print. (a) tujuan pembelajaran ekstrakurikuler karawitan adalah tampil diacara pendopo kabupaten dan menang lomba di tingkat kabupaten maupun provinsi (b) materi tentang teori dasar karawitan, cara memainkan, pola irama, pola notasi, cara mengaransemen dan materi utama yaitu Gending Lesung Jumengglung (c) metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode demonstrasi dan metode drill, (d) media yang digunakan satu set gamelan laras pelog slendro. LCD Proyektor, microphone, Soundsystem, alat tulis dan papan tulis yang disediakan oleh sekolah. (2) Pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler di SMAN 1 Karangan guru merendah kepada peserta didik dan guru selalu santai dari bahasanya, motivasinya, sikapnya, dan hukumannya yang ringan. (3) Evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Karangan guru melakukan pemilihan bagi peserta didik yang rajin untuk mengikuti lomba, sedangkan peserta didik yang kurang rajin akan di pentaskan di sekolahan.Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Karawitan, Ekstrakurikuler, SMAN 1 Karangan, Trenggalek.THE LEARNING OF KARAWITAN IN EXTRACURRICULAR ACTIVITIESAbstractThe purpose of this study was to describe (1) Learning planning (2) Implementation of learning (3) Evaluation of learning.The research method used is descriptive qualitative. Resource persons from this study were extracurricular teachers, extracurricular coaches, and school principals. The technique of collecting data uses observation, interviews, and documentation. The data analysis activity starts from the data reduction stage, then presents the data, and draws conclusions used when checking the validity of triangulation techniques and source data.The results of this study indicate that: (1) Planning for musical extracurricular learning is not made in writing but is guided by work programs and training schedules, including: (a) musical extracurricular learning goals are as developing talents in the music field and as learning material for appropriate knowledge with the conditions of the students (b) the material about the basic theory of music, how to play, the pattern of rhythm, the pattern of notation, how to arrange and the main material namely Gending Lesung Jumengglung (c) the method used is the lecture method, demonstration method andmethod drill, (d) the media used is a set of gamelan pelog slendro. LCD Projector, microphone, sound system, stationery and the blackboard provided by the school. (2) Extracurricular learning at SMAN 1 Karangan, (a) initial activities, (b) core activities, (c) final activities. (3) Evaluation of learning in Senior High School 1 Karangan is divided into two, namely (a) process evaluation, (b) outcome assessment.Keywords: Learning Process, Karawitan, Extracurricular, SMAN 1 Karangan, Trenggalek. 
IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR DALAM MATA KULIAH “ARRANGEMENT” DI S1 SENDRATASIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Nanda Kurnia Novandhi
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.082 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.27778

Abstract

Arrangement merupakan salah satu ilmu yang harus dikuasai oleh seorang musisi atau orang yang berkecimpung dalam dunia seni musik. Aransemen juga merupakan salah satu yang paling penting dalam menunjang keberhasilan menciptakan sebuah komposisi musik. Pembelajaran aransemen diperlukan seorang musisi atau mahasiswa seni khususnya dalam seni musik karena, untuk membekali mereka dalam menjalani kehidupan sebagai seorang pemain musik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan metode belajar secara konstruktivistik dan behavioristik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui metode pembelajaran apa yang cocok untuk digunakan dalam perkuliahan aransemen. Manfaat penelitian secara teoritis adalah menambah literatur tentang metode pembelajaran dalam seni musik, dan manfaat secara praktis adalah membantu dalam refensi dalam membangun pembelajaran yang baik. Kata Kunci : Arrangement, Metode Belajar, Behavior, Konstruktif IMPLEMENTATION OF LEARNING THEORY IN THE “ARRANGEMENT” COURSE IN S1 SENDRATASIK, SURABAYA STATE UNIVERSITY Abstract Arrangement is one of the sciences that must be mastered by a musician or person working in the world of music art. Arrangement is also one of the most important in supporting the success of creating a musical composition. Arrangement learning is needed by a musician or art student, especially in the art of music because, to equip them to live life as a music player. This type     of research used in this study is qualitative. The learning method used is a constructivist and behavioristic approach to learning methods. The purpose of this research is to find out what learning methods are suitable for use in lecturing arrangements. The theoretical benefit of research is to add to the literature on learning methods in the art of music, and the practical benefit is to help in the refinement in building good learning. Keywords: Arrangement, Learning Method, Behavior, Constructive
NILAI-NILAI KEMANUSIAAN DALAM LAGU ‘AKU RETANG BAO’ DI MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR Wilfebri Oswaldus Wiko
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.121 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.27809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tinjauan nilai-nilai etika nyanyian tradisi nenggo pada pertunjukan tari caci di Manggarai NTT. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian etnografi, fenomenologi, dan hermeneutika. Penelitian  ini dilakukan di Kabupaten Manggarai,  Provinsi  Nusa  Tenggara  Timur.  Subjek  penelitian  ini adalah penari caci, tokoh/tua adat setempat, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat setempat. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi dan dianalisis hingga menghasilkan sebuah kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, nyanyian tradisi “Aku Retak Bao” menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan Manggarai. Kedua, nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam nyanyian tradisi “Aku Retak Bao” meliputi: 1) nilai kesenangan, 2) nilai vitalitas, 3) nilai spiritual dan nilai kesucian, dan nilai spiritual meliputi tiga nilai pokok yang terdiri dari nilai estetis, nilai benar dan salah, dan nilai dari pengetahuan murni demi diri sendiri. Nilai Kesucian berkaitan dengan kepercayaan orang Manggarai di antaranya kepercayaan akan roh alam dan roh leluhur (ritus teing hang/takung dan ritus toto urat), kepercayaan akan adanya roh halus, benda dan ucapan magis, dan Mori Kerang (Tuhan Pencipta). Kata kunci: nilai kemanusiaan, nyaanyian tradisi, Aku Retak Bao VALUES OF HUMANITY IN SONG ‘AKU RETANG BAO’ IN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR Abstract This study aims to review the ethical values of Nenggo traditional song in the Caci dance performance in Manggarai, East Nusa Tenggara Province. This research is a qualitative study using ethnographic, phenomenological, and hermeneutic studies. This research was conducted in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province. The subjects of this study were Caci dancers, local traditional leaders / figures, local government, and local community leaders. Data sources consist of primary data and secondary data. Data collection was done through observation, interviews, and documents. The validity of the data was obtained through triangulation and analyzed to produce a conclusion. The results of this study are as follows. First, the singing of “Aku Retak Bao” becomes an inseparable part of Manggarai culture. Second, the humanity values contained in the tradition singing “Aku Retak Bao” include: 1) the value of pleasure, 2) the value of vitality 3) the spiritual value and the value of purity, and the spiritual value includes three basic values consisting of aesthetic values, true and wrong values, and the value of pure knowledge for one’s own sake. Purity Value relates to the beliefs of Manggarai people including belief in natural spirits and ancestral spirits (rites (riteteing hang/takung dan ritetoto urat), belief in the existence of spirits, magical objects and utterances, and Mori Kerang (God the Creator). Keywords: humanity values, traditional singing, Aku Retak Bao
IMPLEMENTASI SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL REYOG PONOROGO DI SDN KALIMALANG Rizki Mustikasari
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.6 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.24451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sekolah berbasis kearifan lokal di SDN Kalimalang; mengetahuai pemahaman kepala sekolah, ketua tim pengembang, dan guru tentang pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal; mengetahui bentuk kearifan lokal yang dikembangkan; dan strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yang diterapkan di SDN Kalimalang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemeriksaan data dengan menggunakan triagulasi teknik dan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pengertian sekolah berbasis  kearifan lokal antara kepala sekolah, ketua tim pengembang, dan guru sama, yaitu kondisi sekolah    yang menerapkan kearifan lokal dalam suasana pembelajaran. Kearifan lokal yang diterapkan  di SDN Kalimalang adalah seni tari, gamelan Reyog, dan kerajianan Reyog. SDN Kalimalang menggunakan lima strategi dalam pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yaitu membuat team work, menyiapkan fasilitas penunjang, melakukan strategi pelaksanaan, melakukan kerjasama dengan pihak luar, dan menjalin kerjasama dengan masyarakat. Bentuk implementasi sekolah berbasis kearifan lokal di SDN Kalimalang dapat dilihat dari pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci: sekolah reyog, sekolah kearifan lokal, kearifan lokal, kearifan lokal reyog THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL BASED ON LOCAL WISDOM OF REYOG PONOROGO IN SDN KALIMALANG AbstractThis study aims to know the implementation of local wisdom-based school in SDN Kalimalang; knowing the principal’s, team leader development’s, and the teachers’ understanding about developing a local wisdom-based school; knowing the developed form of its local wisdom; and the development strategy of a local wisdom-based school applied in that school. This study was a qualitative descriptive method with triangulation to check the data trustworthiness. The results of this study showed that the understanding of the principal, the team leader development team, and the teacher is the same, in the school’s condition that applies local wisdom in the learning atmosphere. The local wisdom applied in this school is dance art, gamelan reyog, and reyog performance. This school uses five strategies in developing their local wisdom-  based school, involving making team work, preparing supporting facilities, doing strategies implementation, collaborating with external parties, and collaborating with the community. The implementation form of local wisdom-based schools in the observed school can be seen from the integration of local wisdom in learning and in extracurricular activities. Keywords: reyog schools, local wisdom schools, local wisdom, local logistic wisdom
PENGEMBANGAN ‘WAYANG BEBER BABAD MAJAPAHIT’: LAKON “JAYAKATONG MBALELA” Ranang Agung Sugihartono; Tatik Harpawati; Jaka Rianto
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.15 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.26404

Abstract

Industrialisasi semakin meminggirkan eksistensi dan fungsi situs-situs warisan kerajaan Majapahit di Mojokerto, Jombang dan sekitarnya. Mayoritas generasi muda setempat lebih tertarik menjadi buruh pabrik dan mengabaikan seni tradisi. Penyadaran atas potensi kearifan lokal, perlu dilakukan penggalian potensi warisan leluhur, dengan melakukan kreasi wayang beber. Penggunaan jenis penelitian berbasis praktik (practice-based research) ini mencakup tahapan pengumpulan informasi, seleksi, penyusunan, analisis, evaluasi, presentasi, dan komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan perancangan wayang beber mampu menghasilkan wayang beber Babad Majapahit lakon Jayakatong Mbalela yang khas dan berbeda dari wayang beber daerah lain, yaitu: visualisasi bentuk tokoh wayang beber menyerupai tokoh pada relief candi peninggalan Majapahit, pewarnaan wayang beber yang kemerahan identik dengan warna batu-bata candi peninggalan Majapahit, ragam hias (ornamen) juga khas seperti relief candi peninggalan Majapahit. Kata Kunci: Pengembangan, wayang beber, dan babad Majapahit. DEVELOPMENT OF ‘WAYANG BEBER BABAD MAJAPAHIT’: STORY “JAYAKATONG MBALELA” Abstract Industrialization is marginalizing the existence and function of Majapahit royal heritage sites in Mojokerto, Jombang and its surroundings. The majority of the local youths are more interested in becoming factory workers and ignoring their traditional arts. Yet, awareness of the potential of local wisdom is necessary to explore the potential of ancestral heritage, by carrying out wayang beber creation. This Practice-Based Research includes the stages of gathering information, selecting, compiling/ arranging, analyzing, evaluating, presenting, and communicating. The results of this study indicate that the stages of wayang beber design are able to produce wayang beber Babad Majapahit story of “Jayakatong Mbalela” that are unique and different from wayang in other regions, namely: its forms’ visualization resembling those on Majapahit heritage reliefs, the reddish coloring of wayang beber is identical to the colors of the bricks at Majapahit heritage temples, and the various ornamentation is also typical to the temple relief from the Majapahit inheritance. Keywords: Developing, puppet/wayang beber, and babad Majapahit.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERTUNJUKAN WAYANG COKEK LAKON “NDARU ING BUMI SUKOWATI” Ardian Yuliani Saputri
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.146 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.25938

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap adanya nilai-nilai pendidikan karakter pertunjukan wayang Cokek pada lakon “Ndaru Ing Bumi Sukowati”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah rekaman pertunjukan wayang Cokek lakon “Ndaru Ing Bumi Sukowati” yang telah diselenggarakan pada 18 Juni 2017 di Alun-Alun Sasana Langen Putra Kabupaten Sragen. Sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan antartokoh wayang dari rekaman video bersumber dari cerita asal-asul Kabupaten Sragen yang dibawakan oleh dalang Ki Joko Zendhen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, studi dokumentasi, simak dan catat. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya nilai- nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam pertunjukan wayang Cokek lakon “Ndaru Ing Bumi Sukowati”antara lain: jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratif, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, mengahargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Berdasarkan temuan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam wayang Cokek pada lakon tersebut, cerita ini dapat dijadikan sebuah model dalam membangun pendidikan karakter generasi bangsa baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.Kata Kunci: pendidikan karakter, wayang cokek, lakon. THE CHARACTER EDUCATION VALUES IN COKEK PUPPET SOW WITH THE PLAY OF “NDARU ING BUMI SUKOWATI”AbstractThe purpose of this research is to uncover the character education values of Cokekpuppet show in “Lakon Ndaru Ing Bumi Sukowati”. This research uses qualitative research methods. The data in this study is a recording of the Cokek puppet show, “Lakon Ndaru Ing Bumi Sukowati” which was held on 18 June 2017 at Sasana Putra Square, Sragen. The data source in this study  is a conversation excerpt between wayang characters from the recorded video in the original story of Asul Sragen Regency, hosted by Ki Joko Zendhen. The techniques used to collect data were participants ‘ observation, documentation, and notes. The data is collected by listening to and recording the speech in the Wayang Cokek performances of Ndaru Ing Bumi Sukowati. The results of this research include the values of the character education in the Cokek puppet show, Lakon Ndaru Ing Bumi Sukowati such as; honest, discipline, hard work, creative, self-reliant, democratize, curiosity, national spirit, love of homeland, award of achievement, friendly or communicative, love of peace, fond of reading, environmental care, social care, and responsibility. Based on the findings of the character education values contained in the Cokek puppet show in that play, this story can be used as a model to build the character education of our generations both in academic and non-academic fields. Keywords: caharacter education, cokek puppet, play
ANALISIS KURIKULUM JURUSAN PENDIDIKAN SENI TEATER ETHIOPIA Sinshaw, Girmaw Ashebir
Imaji Vol 17, No 2 (2019): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6157.121 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v17i2.27808

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis pendidikan seni teater Ethiopia sebagai bentuk seni kreatif. Di Ethiopia, seni teater baru terbentuk tahun 1978, yang hingga sekarang belum menunjukkan kemajuannya. Kurikulum pendidikan seni teater di Ethiopia belum terlihat baik, dalam arti masih terdapat kekurangan di sana sini, sehingga sampai sekarang masih perlu penyempurnaan. Pendidikan seni teater ditopang oleh jurusan seni yang lain di Universitas Addis Ababa. Hal ini menyebabkan aspek musik, tari, seni rupa, dan seni kriya ikut membentuk terbentuknya pendidikan seni teater. Sekarang, pendidikan seni teater disuntik dengan seni teater tradisional yang menyebabkan bentuknya menjadi seni kreatif namun tidak menunjukkan teater yang mapan. Setiap teater di Ethiopia memilih bahan baku untuk memakmurkan pendidikan seni teater yang sekarang sedang digarap dalam kurikulum pendidikan seni teater Ethiopia. Kata Kunci: teater, pendidikan seni, kurikulum, senikreatif, Ethiopia CURRICULUM ANALYSIS OF THETHEATRE ARTS EDUCATION DEPARTMENT IN ETHIOPIA Abstract The purpose of this article is to analyze the theatrearts education in Ethiopia as a form of creative arts. In Ethiopia, the new theatrearts were formed in 1978, which until now has not shown significant progress. There are still shortages here and there in the curriculum for theatre arts education in Ethiopia, so that it still needs improvement. Theatre education is supported by other art majors at Addis Ababa University. This has caused aspects of music, dance, visual arts, and art to form the formation of theatrearts education. Now, the theatrearts education isinjected with traditional theatre arts, causing their form to become creative arts but not showing established theatre. Likewise, theatre arts in Ethiopia choose raw materials to prosper the theatrearts education which is now being worked on in the Ethiopian theatre arts education curriculum. Keywords: theatre, arts education, curriculum, creative arts, Ethiopia

Page 1 of 1 | Total Record : 10