Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HEGEMONI KEKUASAAN TERHADAP SENI PEDALANGAN -, Sutiyono
Imaji Vol 7, No 2 (2009): IMAJI AGUSTUS
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.117 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v7i2.6635

Abstract

Tulisan ini akan menguraikan pokok bahasan relasi antara kekuasaan dan kesenian. Permahaman ini menyangkut bentuk afiliasi antara dalang wayang kulit (seniman) dengan pihak penguasa dalam hal ini adalah pemerintah atau negara (state). Aspek sub-bidang kajian ini adalah pertunjukan wayang kulit Jawa yang cukup mengental dengan kehidupan budaya masyarakat Jawa. Kajian hegemoni kekuasaan terhadap seni pedalangan akan terarah jika harus melihat secara lurus pada tawaran Gramsci yang menyebutkan bahwa hegemoni memberikan definisi terhadap konsep politik dan konsekwensi pada tugas yang harus diemban oleh partai politik. Dalam hal ini partai politik harus mampu mengelola instrumen hegemoni untuk mengelabuhi masyarakat luas agar menjadi patuh dan mau dikuasai oleh partai politik tersebut. Seperti langkah-langkah yang diambil oleh partai Golkar sebagai kendaraan politik rezim penguasa Orde Baru yakni dengan mengelola pertunjukan wayang sebagai wadah ekspresi sosial dan interaksi antara penguasa dan rakyat. Sebelum wadah ini efektif dan memadai, maka instrumen yang seni pedalangan harus dihegemoni terlebih dahulu. Bentuk kesenian beserta dalang dan komunitasnya harus ditaklukkan, agar semua pesan dan doktrin penguasa terhadap kesenian dapat tercapai. Kesenian benar-benar dapat menjadi kuda emas, yakni kendaraan politik yang manis dan jitu untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Kata kunci: wayang, seni pedalangan, dan hegemoni
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TIME TOKEN sutiyono sutiyono
Jurnal Dikdas Bantara Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v2i2.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris kelas VIII A SMP Negeri 5 Sukoharjo tahun pelajaran 2016/ 2017 dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VIII A SMP Negeri 5 Sukoharjo, semester I tahun pelajaran 2016/ 2017, dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitianini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif Time Tokendapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Sukoharjo Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu: sebelum tindakan 20 siswa atau 62,5%, pada siklus I sebanyak 24 siswa atau 75% dan pada siklus II sebanyak 31 siswa atau 96,9%. Sedangkan rata-rata prestasi belajar Bahasa Inggris siswa sebelum tindakan sebesar 70,9, pada siklus I sebesar 73,4, dan pada siklus II sebesar 81,7.Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif Time Token, prestasi belajar bahasa Inggris.
Pemberdayaan Kebersihan Mandiri Anak Asuh Panti Asuhan Nurul Quran Batam Centre Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Kebersihan Diri (Personal Hygiene) Ade Irpan; Sutiyono
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti asuhan Nurul Quran berada didaerah Batam Centre, dalam kegiatan operasional nya sehari-hari dilakukan dengan swadaya mandiri dari pengelola panti asuhan sehingga hampir seluruh kegiatan yang di lakukan pada panti asuhan tersebut terkadang kurang maksimal. Hal ini dapat terlihat pada penyelenggaraan kegiatan kebersihan para penghuni yang berada di panti asuhan  tersebut. Kebersihan pada panti asuhan Nurul Quran masih jauh dari kategori layak dikarenakan lingkungan pada panti asuhan tersebut kurang bersih karena kurangnya kesadaran dari penguni panti asuhan untuk menjaga kebersihan panti asuhan. Faktor pengetahuan yang rendah dapat menambah buruknya penyebaran penyakit di dalam panti asuhan serta kurangnya pengetahuan tentang manfaat melakukan penerapan personal hygiene yang baik dan benar menyebabkan individu pada panti asuhan Nurul Quran Batam Centredalam melakukan kegiatan-kegiatan keseharian masih kurang sehat dan bersih serta merugikan diri dan orang lain yang berada di sekitarnya. Berlandaskan hal ini, solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan sosialisasi dan penerapan mengenai upaya peningkatan personal  hygiene ini agar tercipta tubuh yang sehat dan terbebas dari segala penyakit serta mendukung terwujudnyaindividu yang sehat sesuai dengan instruksi dari pemerintah Republik Indonesia.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SISTEM REM PADA SISWA KELAS XI SMKN 1 PURWOREJO sutiyono sutiyono
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 1, No 1 (2013): Auto Tech
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/autotech.v1i1.496

Abstract

Tujuan penelitian efektifitas penggunaan modul pembelajaran terhadap ketuntasan belajar sistem rem adalah untuk mengetahui perbedaan, peningkatan dan ketuntasan  pada prestasi belajar siswa yang menggunakan modul pembelajaran dan prestasi siswa tanpa menggunakan modul. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI SMKN 1 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan teknik mesin otomotif. Sampel yang diambil adalah siswa dengan teknik sampel Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan modul pembelajaran dan yang diajar tanpa alat modul pembelajaran. Berdasar Uji Ketuntasan Belajar setelah siswa memperoleh pembelajaran, terlihat bahwa ketuntasan belajar kedua kelompok berbeda secara signifikan. Pada kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan Modul Pembelajaran memiliki ketuntasan belajar yang lebih tinggi dari kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran tanpa Modul. Hal ini terlihat dari tabel 4.7 diperoleh rata-rata prestasi belajar kelompok eksperimen sebesar 7.80 dimana rata-rata tersebut lebih besar dari batas nilai tuntas belajar yaitu 7.00 yang berarti belajar telah mencapai ketuntasan belajar. Pada kelompok kontrol rata-rata prestasinya adalah 7.09 dimana rata-rata tersebut lebih besar dari batas nilai tuntas belajar yaitu 7.00 yang berarti pembelajaran juga telah mencapai ketuntasan belajar. Secara umum menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Modul Pembelajaran lebih efektif, karena berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar dan ketuntasan belajar yang lebih tinggi dari pada yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan modul pembelajaran.   Kata kunci : modul pembelajaran, ketuntasan belajar, sistem rem
Social Action of Conversion in Islamic Art: Study on the Larasmadya Art Form in the Sleman Geocultural Region Sutiyono Sutiyono
Indonesian Journal of Geography Vol 47, No 1 (2015): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.135 KB) | DOI: 10.22146/ijg.6748

Abstract

The research concerned here had the purpose of learning the rationality in the social action of conversion by the farmer communities supporting the Larasmadya art form in the Sleman geocultural region. The research was qualitative in approach. The research subjects were members of the farmer communities supporting the Larasmadya art who previously supporting the Slawatan Maulud art form. The research data were compiled by means of observations, interviews, and documentation. These data were analyzed through the phases of data collection, data reduction, data examination, and drawing the conclusion. Data validation was done by means of triangulation. The research results in relation with rationality in the social action of conversion by the communities supporting the Larasmadya art form in the Sleman geocultural region indicate the following. (1) The Larasmadya art form uses the text called Serat Wulang Reh. The text contains Javanese songs influenced by Islam. In addition, the text of the songs in the Larasmadya art form depicts the life of the farmer communities supporting the Larasmadya art form in the Sleman geocultural region. (2) The presence of the Larasmadya art form implies a process of making Islam native in the Sleman geocultural region.
STRATEGI PADEPOKAN KARAKTER DALAM MEMPERKUAT KARAKTER BERPIKIR KRITIS PADA WARGA NEGARA MUDA ABAD 21 Sutiyono Sutiyono; Danang Prasetyo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.984 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v10i1.30380

Abstract

Universitas Negeri Semarang sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab menciptakan lulusan yang berkarakter. Inovasi yang dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang adalah menciptakan Padepokan Karakter yang merupakan inovasi di bidang pendidikan karakter. Salah satu focus Padepokan Karakter adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis nilai untuk menguatkan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif strategi Padepokan Karakter Universitas Negeri Semarang dengan model pembelajaran berbasis bursa nilai sebagai upaya menguatkan karakter berpikir kritis mahasiswa di abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Padepokan Karakter Universitas Negeri Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Padepokan Karakter yang dibentuk oleh Universitas Negeri Semarang telah mampu memperkuat karakter mahasiswa, terutama dalam kakakter berpikir kritis. Metode yang dikembangkan dalam Padepokan Karakter tersebut yaitu model pembelajaran berbasis bursa nilai. Hasil penelitian ini mendukung teori tentang berpikir kritis yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, menilai, dan memecahkan suatu masalah. Kata kunci: strategi Padepokan Karakter, berpikir kritis, warga negara muda. THE STRATEGY OF PADEPOKAN KARAKTER IN STRENGTEN CRITICAL THINKING CHARACTER ON YOUNG CITIZENS IN THE 21ST CENTURY Abstract: Universitas Negeri Semarang as an institution of higher education has the responsibility of creating graduates with noble character. The innovation undertaken by Universitas Negeri Semarang is creating Padepokan Karakter which is an innovation in the field of character education. One focus of Padepokan Karakter is developing value-based learning models to strengthen students’ critical thinking. This study aims to qualitatively identify the strategy of Padepokan Karakter in Universitas Negeri Semarang with a value exchange-based learning model as an effort to strengthen the character of students’ critical thinking in the 21st century. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. This research was conducted at Padepokan Karakter in Universitas Negeri Semarang. Data collection uses documentation, observation, and interview techniques. Data analysis uses interactive models of Miles and Huberman. The results showed that the Padepokan Karakter formed by Universitas Negeri Semarang has been able to strengthen the character of students, especially in critical thinking. The method developed in the Padepokan Karakter is a value-based learning model. The results of this study support the theory of critical thinking that includes the ability to analyze, evaluate, assess, and solve a problem. Keywords: strategy of Padepokan Karakter, critical thinking, young citizens  
DAMPAK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DALAM KEHIDUPAN SENI TRADISIONAL Sutiyono Sutiyono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.441 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8738

Abstract

Salah satu alasan kuat orang melakukan perjalanan wisata adalah ingin menyaksikan bentuk-bentuk kebudayaan lain yang tidak pernah dijumpai di tempat asalnya.
PENDIDIKAN SENI SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN KARAKTER MULTIKULTURALIS Sutiyono Sutiyono
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.466 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i3.243

Abstract

Abstract: Art Education as a Basis of Multicultural Character Education. Thisarticle discusses art education as a basis for multicultural character education inIndonesia. As a multicultural nation with a variety of cultural backgrounds,Indonesia has been faced with conflicts, violences, clashes, and riots resulting fromsuch differences. Education is deemed to be responsible for such problems and onecause of its failure to solve them is that it does not focus on character building.Character building is necessary in order for the students to appreciatemulticulturalism and it can be integrated into art education.Keywords: multiculturalism, character education, art education
TUMPENG DAh GUNUNGAN : MAKNA SIMBOLPKNYA IPA1,lkM KEHUDMAN MASYARAW JAWA Sutiyono Sutiyono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1517.916 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9041

Abstract

Tumpeng dan gunungan dalam kebudayaan masyarakatJawa mennjadi siinbol dari berbagal fer~uinziia. zr?t-i.i: lain .keselamacan. kedaniaian. kehidupan, dan keseinlbangan ala~n.i'ada rrwalnya, rutitpeng dengarr rnakna simboliknya ieialln~cngnliii kuat pada keb~idayaaii inasyarakat Jawa. Ihlar?~pcrkembangannya, rurlzpeng menjadi niodel dorninan yzrnginewarnai salah satu ciri kebudayaan J a w , seperti : gui?rlngnn,kc~yotzjo, gio, str~pcrm. onurneli, dan istrr~meng arneian. Petunittk rni~nenibuktikan, hahwa iuiizpeizg memberikan deyn ntngi-.slnrpafefisbagi kehidupan masyarakat Jawa.
Improving the English Skills of Dance Students through English Learning with a Cooperative Learning Approach Sutiyono Sutiyono; Wenti Nuryani; Puspitorini Puspitorini; Titik Putraningsih
JOURNAL OF EDUCATION Vol 5, No 1 (2012): November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10785.492 KB)

Abstract

This study was aimed at improving the habits and courage of dance students in communicating in English. This study was classroom action research with a cooperative learning approach performed through English learning in the Curriculum Review and Development Course, The research subjects were 44 students of  the Dance  Education  Department, Language  and  Art  Faculty, Yogyakarta  State University. The learning activity was Numbered Heads Together. Action  implementation was performed in 2 cycles, which were.' (1) improving the habits to ask and read texts, and (2)  improving courage to do presentation and write. Research results showed that the Numbered Heads Together strategy could motivate dance students to be active in the classroom and improve courage to communicate in English (48%  to 75% in the first  and 98% in the second cycle).   Keywords:  English speaking skills, cooperative learning, classroom technique