cover
Contact Name
Nungki Hapsari Suryaningtyas
Contact Email
nungkihapsari36@gmail.com
Phone
+62735322774
Journal Mail Official
buletin.spirakel@gmail.com
Editorial Address
Balai Litbangkes Baturaja Jalan Jenderal Ahmad Yani km. 7 Kemelak Baturaja, Sumatera Selatan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Spirakel
ISSN : 20861346     EISSN : 23548819     DOI : https://doi.org/10.22435/spirakel
Core Subject : Health,
SPIRAKEL is a media for researchers / academics / students / practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service Center, to obtain or disseminate scientific information on tropical infectious diseases.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2019)" : 5 Documents clear
UJI EFIKASI KELAMBU BERINSEKTISIDA DI DESA SUMARE KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT Anis Nurwidayati; Andi Arahmadani Arasy
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.354 KB)

Abstract

One of malaria control methods is by prevention of vector control by using insecticide. One of them is the long-lasting Insecticidal nets (LLINs). The use of LLINs is chosen because it is easy to apply and lasts longer (approximately three years). However, uncontrolled and continuous use will triggers the resistance of mosquitoes to insecticides present in mosquito nets. The test activity aimed to determine the effectiveness of LLINs in Sumare Village. Testing was conducted by following WHO standard method. The results showed that LLINs with permethrin active ingredient in 2012 were no longer effective to be used, with the mortality rate of Anopheles subpictus mosquitoes only 36%. Testing of active LLINs delthamethrin procurement in 2014 was also not effective with Anopheles subpictus mosquito mortality rate of 61.4%. Average temperature recorded during the test was 29C and relative humidity of 72%. The conclusion is the LLINs in Sumare Village that used for one up to three years was not effective.
PENGARUH SUHU RUANGAN, KELEMBAPAN UDARA, pH DAN SUHU AIR TERHADAP JUMLAH PUPA Aedes aegypti STRAIN LIVERPOOL (LVP) Yahya Yahya; Ritawati Ritawati; Dwi Putri Rahmiati
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.235 KB)

Abstract

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan. Vektor utama demam berdarah di Indonesia adalah Aedes aegypti sedangkan Ae. albopictus berperan sebagai vektor sekunder. Mempelajari perkembangan Ae. aegypti diperlukan agar dapat memberikan informasi mengenai karakteristik siklus hidup dan mengevaluasi upaya pengendalian vektor. Penelitian ini menganalisis data rutin atau perkembangan harian Ae. aegypti strain Liverpool yang dipelihara di laboratorium dari Oktober hingga Desember 2018. Selama pengamatan beberapa variabel yang dicatat meliputi suhu ruangan, kelembapan relatif, suhu air, nilai pH, dan jumlah pupa yang berkembang. Hasil pengamatan dianalisis dengan teknik Non parametric correlations melalui uji Spearman rank dan dilakukan uji t (t-test) menggunakan aplikasi statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah pupa dan suhu ruangan. Semakin tinggi suhu ruangan maka ada kecenderungan terjadi penurunan terhadap jumlah larva yang berkembang menjadi pupa, jumlah pupa yang berkembang akan berkurang seiring kenaikan suhu hingga ≥ 300C.
PERIODISITAS MIKROFILARIA Brugia malayi DALAM DARAH DI KABUPATEN MUARO JAMBI Yanelza Supranelfy; Ritawati Ritawati; Reni Oktarina
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.29 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian endemisitas filariasis di Kabupaten Muaro Jambi yang telah dilakukan pada tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka mikrofilaria rate masih ≥ 1% setelah lima tahun pengobatan massal filariasis. Salah satu tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku mikrofilaria dalam darah. Kegiatan yang dilakukan adalah pengambilan sediaan darah jari dilakukan setiap 2 jam sekali mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB hari selanjutnya, terhadap 5 orang responden yang positif mikrofilaria. Setiap responden diambil 2 sediaan darah pada setiap jam yaitu sediaan A dan sediaan B, tetapi analisis hanya dilakukan pada sediaan B. Analisis periodisitas dilakukan menggunakan metode Aikat dan Das yang merupakan metode matematis yang dapat memberikan variasi kepadatan mikrofilaria Brugia malayi dalam darah tepi pada jam yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan empat orang kasus dari kelima kasus di atas mempunyai sifat gelombang yang harmonik. Puncak kepadatan mikrofilaria berbeda-beda, sebagian besar pada tengah malam, sedangkan pada kasus kelima, puncak kepadatan pukul 16040’48’’ (pukul empat sore hari).
EFEKTIVITAS PERANGKAP BERPEREKAT SEDERHANA MENGGUNAKAN ATRAKTAN RENDAMAN JERAMI TERHADAP NYAMUK DI LABORATORIUM Lasbudi Pertama Ambarita; Hotnida Sitorus; Tanwirotun Ni'mah; Marini Marini; Katarina Sri Rahayu; Surakhmi Oktavia
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.149 KB)

Abstract

Pengendalian penyakit demam berdarah dengue masih bertumpu kepada kegiatan pengendalian vektor karena hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perangkat nyamuk berperekat menggunakan atraktan rendaman jerami dengan 4 konsentrasi yang berbeda. Uji efektivitas perangkap berperekat ini dilaksanakan di ruang pemeliharaan nyamuk Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes Baturaja. Konsentrasi rendaman jerami yang digunakan adalah 0%, 10%, 50% dan 100% dengan 6 pengulangan. Pengamatan nyamuk yang terperangkap dilakukan setiap hari pada jam yang sama. Hasil penelitian menunjukkan nyamuk mulai terperangkap sejak hari pertama pengamatan pada seluruh konsentrasi. Hari terakhir pengamatan (hari ke-17) menunjukkan jumlah nyamuk paling banyak terperangkap pada konsentrasi 50% (rerata 28,5 nyamuk) diikuti konsentrasi 100% (rerata 26,0 nyamuk), 10% (rerata 20,0 nyamuk) dan 0% (rerata 10,7 nyamuk). Secara statistik hasil uji sidik ragam menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar konsentrasi atraktan yang digunakan.Komposisi nyamuk yang tertangkap antara lain nyamuk betina lebih banyak tertangkap dibandingkan nyamuk jantan (65%) serta Ae. aegypti dominan terperangkap (95,1%) dibandingkan Culex quinquefasciatus. Meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan antar perlakuan namun bila dilihat dari jumlah nyamuk yang terperangkap perangkap nyamuk berperekat berpotensi digunakan dalam penanggulangan DBD baik dalam konteks pengendalian maupun surveilans.
BEBERAPA TANAMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI REPELEN DI INDONESIA Marini Marini; Hotnida Sitorus
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.53 KB)

Abstract

Penyakit tular vektor, khususnya vektor nyamuk merupakan penyakit zoonosis yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Menghindari gigitan nyamuk masih menjadi pilihan yang efektif untuk mencegah penularan penyakit akibat tular vektor ini. Salah satu cara untuk menghindari gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan insektisida jenis repelen. Pemakaian insektisida jenis repelen cukup populer di kalangan masyarakat karena penggunaannya yang dianggap lebih efisien dan efektif untuk menghindari gigitan nyamuk. Penggunaan insektisida kimiawi banyak memberikan efek negatif bagi manusia dan lingkungannya, sehingga diperlukan insektisida alami yang aman dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan aktif yang berasal dari tumbuhan di lingkungan sekitar. Diperlukan informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai bahan aktif alami untuk repelen, maka tulisan ini merangkum beberapa hasil penelitian tentang repelen berbahan dasar tumbuhan. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka diperoleh 13 jenis tanaman yang memiliki daya proteksi diatas 50% selama 6 jam pengujian. Ketiga belas tanaman yang disajikan dalam tulisan ini dapat tumbuh dengan baik dengan iklim di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat membudidayakannya dan mengembangkannya sebagai bahan insektisida alami.

Page 1 of 1 | Total Record : 5