Jurnal Vektor Penyakit
Jurnal Vektor Penyakit is an open access, per-reviewed, online journal fully dedicated to publishing quality manuscript on all aspects on tropical diseases, i.e malaria, dengue, lymphatic filariasis, chikungunya, schistosomiasis, soil transmitted helminth, leptospirosis and others related to vector, reservoir and zoonotic diseases. Jurnal Vektor Penyakit also concerned to the pathology, epidemiology, prevention, health environment, treatment and control of the parasitic and infectious diseases, tropical diseases as well as public policy relevant to that group of diseases.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember"
:
9 Documents
clear
Pengaruh Perbedaan Ekosistem dan Faktor Lingkungan terhadap Keragaman Jenis Kelelawar di Kabupaten Tojo Una - Una dan Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah
Anis Nurwidayati;
Made Agus Nurjana
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.091 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.291
Abstract The bat species biodiversity varies across environments in six different ecosystems based on Vectora 2015 Research Report. These ecosystems were distant forests and near settlements, non forests near and far residential, as well as near and remote coastal settlements. We measured species diversity (Shannon-Wiener index), environmental factors were also measured during bat surveys, ie air temperature, humidity and weather during survey. This paper was a further analysis of Vectora 2015 Research Report. The analysis was aimed to determine the impact of environmental factors to the bat species diversity especially in Tojo Una-Una and Tolitoli District. We found that the temperature and humidity factors significantly affect the diversity of bat species. The highest species diversity found in the forest near settlement, that was 0,3396. Abstrak Data Riset Khusus Vektora tahun 2015 menunjukkan adanya keragaman spesieskelelawar di lokasi riset yang terdiri atas enam ekosistem yang berbeda. Ekosistemtersebut adalah hutan , non hutan jauh dan dekat pemukiman dekat dan jauhpemukiman, serta dekat dan jauh pemukiman pantai . Faktor lingkungan juga diukurpada saat dilakukan survei kelelawar, yaitu suhu udara, kelembaban dan cuaca saatpenangkapan. Tulisan ini merupakan hasil analisis lanjut Riset Khusus vektora tahun2015. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh ekosistemdan faktor lingkungan (suhu, kelembaban dan cuaca) terhadap keragaman jeniskelelawar di Kabupaten Tojo Una-Una dan Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah danperannya sebagai reservoir penyakit zoonosis. Hasil analisis menunjukkan bahwafaktor suhu dan kelembaban berpengaruh pada keragaman spesies kelelawar secarasignifikan.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue (Literature Review)
Tri Yuni Sukesi;
Supriyati Supriyati;
Tribaskoro Tunggul Satoto
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.928 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.294
Abstract Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) was still a public health problem that has been more than 20 years with various efforts. Community participation was great for reducing the incidence of DHF. Community empowerment will greatly assist the government in succeeding DHF preventive efforts so that DHF can be controlled. The method used in this study was a literature study that examines the various references closely related to community empowerment in the control of DHF diseases. References examined come from the results of research both from within or abroad, books and official reports issued within a period of not more than 10 years. The number of literature studied was 35 literatures.Community empowerment in the control of DHF was necessary because the government can not run alone in efforts to control DHF. All programs that were rolled out will be useless if the community was not involved in planning, monitoring and evaluation processes. This is because DHF was related to environmental problems in which humans were involved in creating an enabling environment for the spread of DHF Community empowerment in . DHF control was important to support the implementation and sustainability of DHF control program. Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakatwalaupun sudah dikendalikan lebih dari 20 tahun dengan berbagai upaya. Peran sertamasyarakat sangat besar dalam upaya pengendalian sehingga pemberdayaanmasyarakat penting dilakukan untuk mengurangi kejadian penyakit DBD.Pemberdayaan masyarakat akan sangat membantu pemerintah dalam menyukseskanupaya preventif DBD sehingga DBD dapat dikendalikan. Metode yang digunakan dalamkajian ini adalah studi literatur yang mengkaji berbagai referensi yang erat kaitannyadengan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit DBD. Referensi yangdikaji berasal dari hasil penelitian baik dari dalam atau luar negeri, buku dan laporanresmi yang dikeluarkan dalam kurun waktu tidak lebih dari 10 tahun. Jumlah literatureyang dikaji sebanyak 35 literatur. Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBDdiperlukan karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam upaya pengendalianDBD. Semua program yang digulirkan akan tidak berguna apabila masyarakat tidakdilibatkan dalam perencanaan, proses monitoring dan evaluasi. Hal ini disebabkankarena DBD berhubungan dengan masalah lingkungan dimana manusia terlibat dalammenciptakan lingkungan yang mendukung terhadap penyebaran penyakit DBD.Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD penting untuk menunjangpelaksanaan dan keberlangsungan program pengendalian DBD.
Diagnosis Klinis Demam Berdarah Dengue di Tiga Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah Tahun 2015-2016
Hayani Anastasia
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.358 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.834
Abstract Dengue is a major public health problem in Indonesia including Central Sulawesi. In the past, Palu was the only city reported high dengue cases. Then, dengue outbreaks were also reported from several districts in Central Sulawesi. The Provincial Health Office suspected over-reporting of dengue infection. This reviewed article was aimed to identify whether the clinical diagnosis was the cause of over-reporting of dengue infection. Data of dengue cases from three districts/city in 2015-2016 were analyzed descriptively. The results showed that there was an over-reporting of dengue infection by 51.7%. The over-reporting occurred because the diagnosis of cases was not strictly followed the guideline for dengue infection classification by the Ministry of Health. Therefore, it is necessary for the health practitioners to understand fully the guideline of dengue infection classification used in Indonesia. Abstrak Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Kota Palu merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) utama di Sulawesi Tengah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kejadian luar biasa DBD dilaporkan di beberapa kabupaten. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menduga adanya kemungkinan over-reporting kasus DBD yang menyebabkan meningkatnya laporan kasus DBD setiap tahunnya. Review ini bertujuan untuk mengidenfikasi kemungkinan adanya over-reporting kasus DBD di tiga kabupaten/kota di Sulwesi Tengah. Data kasus DBD tahun 2015-2016 dianalisis secara deskriptif untuk melihat adanya over-reporting. Hasil menujukkan bahwa terdapat kelebihan 51,7% kasus DBD yang disebabkan karena diagnosis tidak mengikuti kriteria diagnosis klinis sesuai panduan klasifikasi infeksi dengue yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu sangat penting bagi klinisi untuk memahami kriteria diagnosis infeksi dengue yang digunakan di Indonesia.
Studi Filariasis Pasca Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Tahap III Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016
ritawati ritawati;
Reni Oktarina
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (852.039 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.837
Abstract Muara Enim is an endemic lymphatic filariasis district in South Sumatera Province. Microfilaria rate reported in 2009 was 10.3%. Filarial prevention mass drug administration (MDA) was simultaneously carried out since 2013. The objectives of the study were to identify the lymphatic filariasis situation (microfilaria rate, history of drugs administration, vector species and larval habitat) after the introduction of third phase filariasis prevention drugs. Study design was cross sectional study, which located in Penanggiran and Cinta Kasih Village, Muara Enim District in 2015. Sampling was done by examination of finger blood at night from 19:00 to 24:00. The history of taking MDA was asked to the villagers > 15 years old that were taken finger blood speciments. The catching of adult mosquitoes was done once by human landing collection method for 12 hours (18.00-06.00). Observation of larvae was conducted in larval breeding habitats.The results found one sample Brugia malayi mikrofilaria species positive of 726 from the sentinel village of sentinel. Microfilarial rate was 0.29%. The dominant mosquito vector species was Culex quinquefasciatus. The mosquito larvae were found in the marsh area. We found only 22% of 537 respondents has been taking the drug three times for three years. Abstrak Muara Enim merupakan daerah endemis filariasis di Provinsi SumateraSelatan. Mikrofilaria rate dilaporkan tahun 2009 sebesar 10,3%. Pemberianobat pencegahan massal serentak dilakukan sejak tahun 2013. Tujuanpenelitian mengetahui gambaran filariasis (mikrofilaria rate, riwayat minumobat, spesies nyamuk dan habitat larva) pasca-Pemberian Obat PencegahanMassal (pasca-POPM) filariasis tahap tiga. Desain penelitian studi potonglintang, lokasi penelitian di Desa Penanggiran dan Cinta Kasih. Pengambilansampel dengan cara pemeriksaan darah jari pada malam hari dimulai pukul19.00-24.00 WIB terhadap seluruh penduduk desa yang datang pada saatsurvei darah jari (SDJ). Riwayat minum obat pencegahan ditanyakan padapenduduk yang diambil spesimen darah jari berumur >15 tahun. Penangkapannyamuk dewasa dilakukan masing-masing satu kali di desa lokasi penelitiandengan metode human landing collection selama 12 jam (18.00–06.00 WIB).Pengamatan dan pencidukan larva pada habitat perkembangbiakan larva.Hasil pemeriksaan darah terhadap 726 orang ditemukan satu orang positifmikrofilaria dengan spesies Brugia malayi dengan Mf rate sebesar 0,29%.Frekuensi minum obat massal filariasis selama tiga tahun POPM dari 537responden hanya sebesar 22,0%. Spesies nyamuk yang dominan ditemukanCulex quinquefasciatus. Larva nyamuk vektor filariasis ditemukan di rawa.Disarankan sosialisasi, pentingnya minum obat pencegahan filariasis danpeningkatan praktik pencegahan untuk mengurangi kontak dengan nyamuk.
Lotion Ekstrak Daun Zodia (Evodia sauveolens) Sebagai Repellent Nyamuk Aedes sp
Indah Werdiningsih;
Riski Amalia
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.748 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.839
AbstractDengue fever is vector borne disease by Aedes sp. mosquito. Insecticide was used widespreadly to control this vector. The use of insecticide in long periode will arise problemssuch as polluting the environment, killing non-target organism, and causing vectorresistant. It is need to looking for natural ingredient to use as the repellent of mosquitoescontact. Zodia plant (Evodia sauveolens) is contain active substances among otherlinanool and a-pinene which are natural active ingredients as mosquitoes repellent. Thestudy aimed to determine the influence of lotion from Zodia leaves extract against Aedessp. mosquitoes. The study design was post test only control. The result showed the highestprotection lotion zodia leaf extract (Evodia sauveolens) against Aedes sp. was atconcentration of 50% and 60%, ie 90% in the first hour. Long time protection longestpower was concentration 60%, that can reached up to 6 hours at 16%. We can concludethat there was an influence of the application of lotion from Zodia leaves extract to theprotection against Aedes sp. Abstrak Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes sp.Penggunaan insektisida merupakan cara yang sering digunakan. Namun demikian,penggunaan insektisida dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satutindakan pencegahan kontak nyamuk adalah dengan pemakaian repellent yangumumnya berbahan aktif kimia sintetis. Untuk itu perlu dicari bahan alami yang lebihaman, diantaranya penggunaan tanaman zodia (Evodia sauveolens) yang mengandungbahan aktif linanool dan a-pinene yang merupakan bahan alami penolak nyamuk.Metode penelitian ini post tes only control design. Pembuatan ekstrak dengan metodedestilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian lotionekstrak daun zodia terhadap daya proteksi nyamuk Aedes sp. Hasil penelitianmenunjukkan daya proteksi lotion ekstrak daun zodia (Evodia sauveolens) terhadapnyamuk Aedes sp. paling tinggi pada konsentrasi 50% dan 60% pada jam pertama yaitu90 %. Daya proteksi terlama diperoleh pada konsentrasi 60% yang dapat mencapai jamke-6 sebanyak 16%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan ada pengaruh pengolesanlotion ekstrak daun zodia terhadap daya proteksi nyamuk Aedes sp.
Pemetaan Keong Fokus Oncomelania hupensis lindoensis di Empat Desa Schistosomiasis di Kabupaten Sigi dan Poso
Samarang Pawakkangi;
Malonda Maksud;
Mujiyanto Mujiyanto;
Junus Widjaja;
Hayani Anastasia
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.184 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.849
Abstract The habitat of Oncomelania hupensis lindoensis snails was found widely spread in the three areas of the Napu, Bada and Lindu Highlands with the infection rate above 1%. The last focus distribution map of this snail was done eight years ago. Therefore, it needs to be updated. This study aimed to identify and map the primary and secondary foci area of O.hupensis lindoensis snail. Mapping of the intermediate host of schistosoma, O. hupensis lindoensis was conducted for seven month in four schistosomiasis endemic villages in Poso and Sigi District of Central Sulawesi in 2016. The result showed that snail of O. hupensis lindoensis in Sedoa was found reduced to 33 foci, in Watutau Village was also reduced to two foci, in Tomehipi Village was found increased become eight foci, and in Tomado Village was found reduced become 15 foci. The foci areas needs to be changed into agricultural land, to reduce the number and area of O. hupensis lindoensis. Abstrak Penyebaran habitat keong O. hupensis lindoensis ditemukan di tiga wilayah yaitu Dataran Tinggi Napu, Bada dan Lindu dengan infection rate di atas 1%. Data distribusi fokus telah dilakukan delapan tahun lalu melalui pemetaan fokus, sehingga perlu diperbaharui. Telah dilakukan pemetaan habitat perantara schistosomiasis keong O. hupensis lindoensis selama tujuh bulan di empat daerah endemis di Kabupaten Poso dan Sigi Sulawesi Tengah. Studi ini bertujuan memetakan dan mengidentifikasi fokus keong O. hupensis lindoensis di dataran tinggi Napu, Bada, dan Lindu, sebagai pembaharuan data perkembangan fokus di daerah endemis. Hasil pemetaan habitat hospes perantara schistosomiasis keong O. hupensis lindoensis menunjukan bahwa jumlah fokus keong O. hupensis lindoensis di Desa Sedoa menurun menjadi 33 fokus, di Desa Watutau jumlah fokus menurun menjadi dua fokus, di Desa Tomehipi meningkat menjadi delapan fokus, dan di Desa Tomado menurun menjadi 15 fokus. Aktivitas pengelolaan area fokus menjadi lahan produktif perlu diintensifkan guna mengurangi jumlah fokus O. hupensis lindoensis.
Potensi Ekstrak Daun Marigold (Tagetes erecta L.) sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes aegypti di Laboratorium
Marini Marini;
Vivin Mahdalena;
Tanwirotun Ni'mah
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.873 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.898
Abstract Control of mosquito vectors by using natural ingredients is being developed intensively. Marigold (Tagetes erecta) was widely used as a mosquito repellent plant. The results of research before had found that marigold leaf extract has a repulsive effect on Aedes aegypti mosquitoes. This study aimed to identify the potential of marigold leaf extract as larvacide against Ae. aegypti larvae in the laboratory. The material used in this research was extracts of marigold leaves. Larvacide test was carried out by dissolving of extract in water at the concentration of 2,000 ppm, 4,000 ppm, 6,000 ppm, 8,000 ppm, and 10,000 ppm. The larvae used was Ae. aegypti larvae as many as 25 larvae each five treatment of replications. Probit analysis was conducted on larval mortality after 24 hours of exposure. The results of the probit analysis showed that the estimated concentration of extracts that could result in larval mortality up to 95% (LC95) was 7,456 ppm. From the result we can conclude that ethanol extract of marigold leaves (T. erecta L. ) has the biolarvacidal activity against larvae. Abstrak Pengendalian vektor nyamuk dengan memanfaatkan bahan alam makin banyak dikembangkan. Marigold (T. erecta) merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pengusir nyamuk. Hasil penelitian sebelumnya menemukan bahwa ekstrak daun memiliki daya tolak terhadap nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi ekstrak daun marigold sebagai larvasida terhadap larva Ae. aegypti instar III di laboratorium. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun marigold hasil ekstraksi dari penelitian sebelumnya. Uji larvasida dilakukan dengan melarutkan ekstrak dalam air pada konsentrasi 2.000 ppm, 4.000 ppm, 6.000 ppm, 8.000 ppm, dan 10.000 ppm. Larva yang digunakan yaitu larva Ae. aegypti sebanyak 25 larva tiap perlakuan dengan lima ulangan. Dilakukan analisis probit terhadap kematian larva setelah 24 jam paparan. Hasil analisa probit menunjukkan perkiraan konsentrasi ekstrak yang mampu mengakibatkan kematian larva hingga 95% (LC95 ) adalah 7.456 ppm. Ekstrak etanol daun marigold (T.erecta L.) memiliki potensi sebagai biolarvasida terhadap larva Ae. aegypti.
FRONT MATTER VOL.12 NO.2 2018
Jurnal Vektor Penyakit
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.491 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.986
BACK MATTER VOL.12 NO.2 DESEMBER 2018
Jurnal Vektor Penyakit
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.819 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.987