cover
Contact Name
Alvin Noor Sahab
Contact Email
alvinriezal@yahoo.com
Phone
+628999722227
Journal Mail Official
indoislamika@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Graduate School State Islamic University Kertamukti No. 5, Pisangan Barat, Ciputat Timur, Cireundeu, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419 Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Indo-Islamika
ISSN : 20889445     EISSN : 27231135     DOI : https://doi.org/10.15408/idi.v9i1.14826
Jurnal Indo-Islamika adalah jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2011 melalui SK Direktur Pascasarjana Fokus Fokus Jurnal Indo-Islamika adalah menyediakan pemahaman yang baik tentang Islam khas Indonesia melalui telaah pemikiran dan penelitian lapangan mutakhir dalam bentuk artikel dan telaah buku Cakupan Cakupan Indo-Islamika adalah wacana dan penelitian Islam Indonesia dan menyebarkannya kepada akademisi di tingkatan regional dan internasional. Menjadi semacam studi kawasan, Jurnal Indo Islamika mengundang para pemikir dan peneliti untuk menyumbang tulisan dari berbagai pendekatan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
Radikalisme di Indonesia: Sejarah Rekonstruksi dan Dekonstruksi Greg Soetomo
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14798

Abstract

Para peneliti menulis sejarah dengan pendekatan rekonstruktif. Penjelasan Martin van Bruinessen (2002) mengenai genealogi radikalisme Islam kontemporer di Indonesia, adalah salah satu contohnya. Para sejarawan berasumsi bahwa perjalanan sejarah adalah sebuah kontinuitas, di mana satu mata rantai peristiwa dengan mata rantai  yang lain saling menyambung. Menggunakan pendekatan teori sejarah dekonstruktif, tulisan ini hendak memberikan catatan dan koreksi terhadap pendekatan rekonstruktif tadi. Pendekatan ini menolak segala prakonsepsi mengenai kesatuan dan kontinuitas sejarah yang selama ini justru dijadikan pegangan kebenaran. Pertanyaan yang hendak dijawab dalam paper ini adalah bagaimana menjelaskan bahwa pendekatan sejarah dekonstruktif berimplikasi pada uraian topik genealogi pemikiran radikalisme di Indonesia secara mendasar? Penjelasan dekonstruktif sejarah akan memperlihatkan adanya keanekaragaman dan diskontinuitas dalam struktur pemikiran, kerangka berpikir, serta ideologi dan kekuasaaan dalam sejarah gerakan dan pemikiran radikalisme di Indonesia.
Modernitas dan Keindonesiaan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Muhammad Yusuf
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14792

Abstract

This research shows that 19 (nineteen) fatwas of 104 (one hundred and four) fatwas of the Indonesian Ulama Council (MUI) from 1983 to 2009 are reflecting modernity and the Indonesia-ness. The modernity of the fatwas is implemented in the using of maqasid shari‘ah, the maslahat principle, collective ijtihad, and flexibility in madhhab. As for the Indonesianess of the fatwas is implemented at the local wisdom which includes the consideration of: National Stability of Indonesia, the Republic of Indonesia (NKRI), Public Order, National Culture, and Legislation regulated in Indonesia.The research supports the thought of the contextualist group which is represented by Sahal Mahfudh, Ali Yafie and Munawar Chalil; both of them echo the contextual relationship between fiqh and the aspects of Indonesian people’s life. Also Muhammad Atho Mudzhar which states that the implementation of any Islamic law is the result of interaction between the jurist or mufti with his sociocultural and sociopolitical environment. Musfirin al-Qahtani as well states the importance of istinbat methodology in facing the development of the contemporary Islamic law (fiqh) by standing on the shariah arguments, the fiqh formulas (qaidah fiqhiyyah), takhrij, and maqasid al-shari‘ah.
Blasphemy dalam Karya Sastra: Sebuah Catatan antara Etika dan Estetika Artistik Ita Rodiah
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14799

Abstract

Artikel ini mengkaji persinggungan nilai antara etika dan estetika-artistik dalam karya sastra, kendatipun keduanya dapat berjalan berdampingan, tetapi tidak dapat disangkal dalam beberapa praktiknya terkadang menimbulkan pergesekan. Blasphemy dan kebebasan subjek creator-licentia poetica-merupakan dua contoh yang mewakili persinggungan nilai tersebut. Beberapa pendekatan dari pelbagai mazhab teori kesusastraan dipaparkan dalam artikel ini.  Argumentasi yang menjadi dasar dari masing-masing pendekatan dalam teori kesusastraan tersebut seakan menutup diri dari pelbagai kemungkinan yang muncul pada pihak lain, oleh karena itu, penulis berupaya mengemukakan kembali konsep strukturalisme genetik yang diperkenalkan oleh Bourdieu sebagai sebuah bentuk pendekatan yang mengakomodasi persinggungan, setidaknya dua nilai tersebut.
Corporate Social Responsibility dan Pemberdayaan Masyarakat (Studi Komparatif Bank Syariah dan Bank Konvensional) Sufyati HS
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14793

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa  terdapat perbedaan dampak Corporate Social Responsibility/CSR  bank syariah dan bank konvensional terhadap pemberdayaan masyarakat. Dari tiga variabel yang diujikan meliputi variabel ekonomi, sosial dan lingkungan yang diukur secara terpisah, ternyata variabel ekonomi pada bank konvensional tidak memiliki dampak, sedangkan variabel sosial dan lingkungan memiliki dampak terhadap pemberdayaan masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa program CSR bank konvensional tidak murni berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, tapi lebih kearah bisnis komersil dan keberpihakan kepada pelaku usaha yang lebih feasible. Program CSR bidang ekonomi yang dijalankannya dengan model pola kemitraan yang berujung pemberian fasilitas pinjaman dengan tingkat suku bunga dan persyaratan tertentu sehingga  memberatkan masyarakat.Sebaliknya, CSR bank syariah lebih berdampak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, karena dibarengi dengan pembinaan dan pengembangan ekonomi umat. Program yang dilakukannya melalui penyaluran  produk kredit kebajikan (qard h}asan), yaitu pinjaman tanpa margin (bagi hasil) yang diberikan secara perorangan dan kelompok.Penelitian ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Sayd Farook, et al (2011), Al-Qadi (2012),Yazis, et al (2013), Chintaman (2014), dan Ershad (2015), bahwa bank syariah  menerapkan aspek tanggung jawab sosial dalam semua dimensi, sedangkan bank konvensional lebih pada dimensi sosial dan lingkungan. Sependapat pula dengan teori Elkington (1999), Jim Ife, et al (2006), Chahal, et al (2006), dan David Crawther (2008), yang mengatakan bahwa dalam pemberdayaan masyarakat hendaklah disertai transformasi  secara seimbang, baik itu transformasi ekonomi, sosial, lingkungan, budaya dan agama maupun politik, sehingga kekuatan faktor-faktor itu akan membentuk kemandirian masyarakat.Sebaliknya, penelitian ini tidak sependapat dengan teori Milton Friedman (1962), Joel Bakan (1970) dan Thurow (1997), bahwa tanggung jawab sosial perusahaan hanyalah memaksimumkan profit dan bila perusahaan melaksanakan CSR  akan menurunkan profit. Tanggung jawab sosial hanya ada pada individu dan tidak melekat pada perusahaan, sebab tanggung jawab perusahaan adalah menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya bagi pemegang saham.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.  Data primer meliputi hasil observasi, wawancara dan penyebaran angket. Data sekunder meliputi buku, jurnal, artikel, laporan tahunan perusahaan dan sumber lainnya yang relevan dengan topik penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi dengan teknik analisis data multiple linear regression.
Mempertimbangkan Kembali Hubungan Islam dan llmu Pengetahuan Didin Saepudin
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14800

Abstract

Membongkar Misteri Gerakan Sosial Islam (Studi Analisis Visi, Misi dan Fenomenologis Komunitas Jamaah Tabligh) Sulhan Hamid A. Ghani
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14795

Abstract

Jamaah Tabligh merupakan dakwah Islam yang lahir dibidani oleh Maulana Muhammad Ilyas pada tahun 1926 di distrik Deoband India, mulai masuk dan berkembang di Jawa Timur pada awal dekade delapan puluhan. Namun demikian sampai sekarang institusi Islam tersebut masih merupakan sesuatu yang sangat mesteri bagi mayoritas umat Islam di Jawa timur. Berdasar realita sosial di atas tulisan ini berusaha untuk dapat mengungkap visi dan misi yang ingin dicapai gerakan sosial Islam tersebut, dengan cara melakukan telaah dokumentasi yang diperoleh dari literature bacaan hasil karya para tokoh dan praktisi amalan jama‘ah tersebut. Kemudian studi ini juga menyingkap fenomena sosial dari perspektif kehidupan sehari-hari, dalam komunitas Jamaah Tabligh desa Temboro, Magetan, Jawa Timur sehingga pendekatan yang digunakan adalah analisis visi, misi dan pendekatan fenomenologis.Melalui telaah dokumentasi diperoleh temuan Jamaah Tabligh mempunyai  dua visi pokok yaitu : meningkatkan kualitas keilmuan Islam bagi umat seluruh alam, dan berusaha memproduk kembali, agar umat Islam seluruh alam, memiliki  perilaku sosial keagamaan persis seperti pada zaman Nabi dan sahabatnya di kota Madinah, sedang misi yang diupayakan ada dua bentuk kegiatan yakni: melaksanakan sosialisasi ta‘lim dengan cara gerak dari satu masjid ke masjid yang ada di seluruh alam, dan berupaya untuk membentuk suasana belajar di setiap masjid umat Islam di seluruh alam. Berdasar studi latar diperoleh temuan bahwa komunitas Jamaah Tabligh desa Temboro, Magetan, telah berhasil membentuk individu warganya, memiliki skema kognitif, sehingga individu tersebut telah memiliki kepahaman tentang perlunya belajar agama, pentingnya belajar agama dan kebutuhan untuk membentuk suasana belajar agama, sehingga skema kognitif tersebut mempunyai peran yang cukup signifikan dalam membentuk masyarakat belajar dan berperan dalam mewujudkan perubahan perilaku sosial keagamaan.   
Menemukan Akar Kegagalan Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia JM Muslimin
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14801

Abstract

Istibdal Wakaf Saham pada Tabung Wakaf Indoesia: Legalitas dan Dampaknya Muhammad Aiz
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v6i1.14796

Abstract

The grand conclusion of this dissertation is the more contextual the qiyiis the more beneficial it is for the people. In line with that, there is a shift paradigm from "habs al-esl" (maintaining the immortality of the wakaf object )  to a pradigm of "tasbil  al- thamsreli” (preservance  and development of the benefit of waqf) which opens the path selectively to  the istibdal of waqf objects to be relevant with the share waqf management at present time.The finding is that in practice of istibdal in Tabung Wakaf Indonesia (TWI), the tendency of to use of the Hanafi understanding in the context of the continuing exclusion of qadi (judge/government) for having their associated sigh at of wakif istibdal in relation with process can be done by Nazhir. In addition, in the context of replacing old waqf object (shares) with a new waqf objects that are not similar (parking lot behind the financing and other waqf stock name) is based on the principles of the Hanbali Islamic school. This type of research is qualitative through field study and library research. In conducting this research, the author analyzes the sociolegal approach (socio legal research).

Page 1 of 1 | Total Record : 8