cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas" : 13 Documents clear
أغراض خطابة الإمام الخميني و خصائص أسلوبها Iqbal, Muhammad
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.795 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3708

Abstract

AbstractAl-Khumayni is the first Iranian Supreme Leader had a big hand in the Iranian revolution. He was born on 24 September 1902 in Khomein, Markazi Province. Together with his followers in the city of Qum, al-Al-Khumayni began to build a political base against the royal family especially the Shah of Iran Mohammed Reza Pahlavi, who later became an important part of the power steering Iran's Islamic Revolution. The main weapon held by al-Khumayni was political speeches capable of moving masses in large numbers so as to make future milestone Iranian empire felled. He was a great orator capable of sorting out the words and put them into a strand of pearls that evoke a spirit listeners to dissolve in their struggle against the Iranian royal family and American intervention. The style of language in his speech (Uslub Khithaby) which was the rhetorical speech trigger the urge author to analyze it more deeply through one of his speeches was phenomenal "American intervention in Iranian affairs".---AbstractAl-Khumayni is the first Iranian Supreme Leader had a big hand in the Iranian revolution. He was born on 24 September 1902 in Khomein, Markazi Province. Together with his followers in the city of Qum, al-Al-Khumayni began to build a political base against the royal family especially the Shah of Iran Mohammed Reza Pahlavi, who later became an important part of the power steering Iran's Islamic Revolution. The main weapon held by al-Khumayni was political speeches capable of moving masses in large numbers so as to make future milestone Iranian empire felled. He was a great orator capable of sorting out the words and put them into a strand of pearls that evoke a spirit listeners to dissolve in their struggle against the Iranian royal family and American intervention. The style of language in his speech (Uslub Khithaby) which was the rhetorical speech trigger the urge author to analyze it more deeply through one of his speeches was phenomenal "American intervention in Iranian affairs".
Konsep Pertentangan Makna dalam Linguistik Modern dan Linguistik Arab Yusuf, Kamal
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3695

Abstract

Abstrak Artikel ini akan membahas tentang pertentangan makna dan gagasan yang menyatakan bahwa pengertian antonimi telah direvisi. Pertentangan makna akan dibahas dalam dua perspektif, yaitu linguistic modern dan linguistik Arab. Menurut linguistic modern, pertentangan makna terjadi ketika dua kata atau lebih bertentangan dalam maknanya. Dalam sudut pandang ini, pertentangan makna dianggap sebagai dua bentuk yang saling bertentangan dalam maknanya. Maka munculah istlah antonym, komplementari, direksional, dan kontrari. Sementara itu, menurut linguistic arab, pertentangan makna dianggap sebagai satu bentuk kata yang memiliki pertentangan dalam maknanya. Fenomena inilah yang disebut dengan kontranimi (contranymy).---Abstract This article deals with oppositeness of meaning and the notion of antonymy is revised. The oppositeness of meaning is discussed further in two perspectives, i.e. modern linguistics and Arabic linguistics. According to modern linguistics, oppositeness of meaning is when two words or more contrary in meaning. In this view, oppositeness of meaning is assumed as two forms that opposite in their meaning. There are such as antonymy, complementary, directional, and contrary. Meanwhile, according to Arabic linguistics tradition, oppositeness of meaning is assumed one form that has contrary in meaning. This phenomenon is what so called contranymy.
Peran Elit Masyarakat: Studi Kebertahanan Adat Istiadat di Kampung Adat Urug Bogor Asep Dewantara
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.417 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3703

Abstract

AbstrakTulisan ini merupakan penelitian studi lapangan dengan Judul Peran Elit Masyarakat: Studi Kebertahanan Adat Istiadat Di Kampung Adat Urug Bogor ini bertujuan pertama, menguji teori Ajip Rosidi mengenai Perubahan Sosial Budaya melalui data lapangan atau secara empiris. Kedua untuk mengungkapkan nilai-nilai budaya dalam adat istiadat atau kearifan lokal di Kampung Adat Urug dan menjelaskan peran Ketua Adatnya sebagai elit masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan Antropologis, Sosiologis dan Hermeunitik. Sementara Subjek kajiannya adalah masyarakat kontemporer di Kampung Adat Urug, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya kabupaten Bogor, terutama Ketua Adat yang berjumlah tiga orang dan sebagian warga sebagai informan---AbstractThesis research field studies with title Role Of Elite Society:  Studies Of Viability Customs In Kampung Adat Urug Bogor  aims first to test the theory of Ajip Rosidi on social-cultural change through field data or empirically. Second to express cultural values in customs or local wisdom in Kampung Adat Urug Bogor and explains the role of chairman of the customary as an elite society in maintaining the continuity of traition. This research is a descriptive-qualitative anthropological, sociological and hermeunitik. While the subject of study is of contemporary society in Kampung Adat Urug, Kiarapandak village, Sukajaya District, Bogor regency, especially indigenous Chairman of three people and some residents as informants.
Ajengan Dadun Abdulqohhar Tokoh Ulama Kesohor Di Sukabumi (1936-2006) M. Syahru Ramadlan
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.673 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3709

Abstract

AbstrakArtikel dengan judul “Ajengan Dadun Abdulqohar dan Kontribusinya dalam Pengembangan Islam di Sukabumi (1936-2006)” ini berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh Taufik Abdullah dalam buku Manusia dalam Kemelut Sejarah, bahwa “orang besar adalah orang yang mampu menjawab tantangan masyarakatnya sendiri”. Mereka yang terus maju menghadapi semua permasalahan dan tantangan disamping konsisten memperjuangkan ide serta cita-cita. Keberhasilan mereka menjawab tantangan tersebut dengan sendirinya memunculkan kontribusi tersendiri bagi pengembangan masyarakat. Melihat kriteria di atas, maka para alim ulama yang mempunyai nama besar dan mampu mencetak banyak kader serta mempunyai lembaga pendidikan bisa dimasukkan ke dalam golongan orang besar yang dimaksud oleh Taufik Abdullah. Ajengan Dadun adalah salah satu ulama tersebut. Penelitian bercorak sejarah biografis ini bertujuan untuk mengungkapkan riwayat hidup, perjuangan serta kontribusi Ajengan Dadun Abdulqohhar dalam pengembangan Islam di masyarakat Sukabumi. Ajengan Dadun Abdulqohhar adalah sosok ulama karismatik yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan Islam di Sukabumi yang terindikasi dari lembaga pendidikan, karya tulis yang ditinggalkan, serta banyaknya murid yang meraih kesuksesan. Ajengan dadun juga tercatat sebagai penggagas pendirian Ma’had Aly di Jawa Barat dan salah satu pendiri Majlis Ulama Jawa Barat, yang kemudian dirubah menjadi MUI Jawa Barat.
شعـر الغـزل في العـصر الجاهلي و العـصر الحديث : دراسة موازنة بين شعـر عنتـرة العبـسي و أحمد شـوقي Dian Febriana
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.657 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3707

Abstract

AbstrakAntarah Al-Absy adalah salah satu penyair ternama pada masa jahiliyah yang terkenal sebagai pemuda yang kuat sehingga ditakuti oleh lawan-lawannya. Sedangkan Ahmad Syauqi ia terkenal sebagai penyair masa modern yang dijuluki sebagai Amir As- syu’ara. Penulis menemukan banyak persamaan dan perbedaan dalam syair-syair ghazal kedua penyair Arab tersebut. Pemilihan diksi yang mudah dicerna pembaca dan pendengar serta isi syair tentang cinta sejati menjadi titik persamaan di antara mereka. Namun, di samping itu, gaya bahasa yang dipakai Ahmad Syauqi dalam syairnya menitikberatkan pada gaya seorang orator yang sedang merayu sang kekasih. Sedangkan Antarah berusaha meramu syairnya sehingga menjadi sebuah kisah cinta yang romantis.---AbstractAntarah Al-Absy was one famous poet in the pre-Islamic time of Arab which was renowned as a strong young man so feared by his opponents. While Ahmad Syauqi who was famous as a poet of modern times dubbed as Amir As-syu'ara. The author found a lot of similarities and differences in the their ghazal poetries. Selection of diction that is easy understood by the readers and listeners as well as content poem about true love are the point of similarities between them. However, in addition, the style of language used in Ahmad Syauqi’s poem focuses on the style of an orator who is seducing her lover. While Antarah try concocting his verse so that it becomes a romantic love story.
Pendekatan Pragmatik dalam Mendukung Kemampuan Komunikasi Lisan Saefudin Saefudin
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.133 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3694

Abstract

AbstrakTujuan dari komunikasi adalah untuk mendapatkan pesan dari orang lain secara jelas dan tidak ambigu. Melakukan komunikasi memerlukan usaha dari pengirim maupun penerima. Proses komunikasi dapat terganggu dengan adanya kesalahan, sehingga pesan akhirnya  disalah-tafsirkan  oleh  penerima.  Ketika gangguan tersebut tidak terdeteksi, hal ini dapat menimbulkan kebingungan, usaha yang sia- sia dan  kesempatan  yang  hilang.  Kenyataannya, Komunikasi akan sukses  bila kedua pihak memahami informasi yang sama sebagai hasil dari komunikasi. Jadi, dapat diasumsikan bahwa pendekatan  yang  dapat  menciptakan  situasi pembelajaran bahasa kedua (asing), terutama dalam kemampuan komunikasi lisan adalah dalam bentuk pragmatic. Tulisan ini mencoba membahas alasan mengapa ada nilai dalam pembelajaran pragmatic secara eksplisit pada pembelajar bahasa kedua (L2) dalam target bahasa. Pentingnya isu dalam gagasan pragmatic sangat dipertimbangkan, termasuk dalam menentukan kontribusi pragmatic dalam mendukung kemampuan berbicara siswa, bagaimana mempersiapkan pembelajar bahasa dalam memahami hubungan pragmatic dan fungsi bahasa dalam terma komunikasi yang dapat diterima, dan peranan sintaksis dan semantic dalam mem fasilitasi pembelajaran pragmatik---AbstractThe purpose of communication is to get the message across to others clearly and unambiguously. Doing this involves effort from both the sender of the message and the receiver. And it's a process that can be fraught with error, with messages often misinterpreted by the recipient. When this isn't detected, it can cause tremendous confusion, wasted effort and missed opportunity. In fact, communication is only successful when both the sender and the receiver understand the same information as a result of the communication. So, it is assumed that the approach which can creat the situation of second language learning, especially oral communication skill is pragmtics. This paper discusses a rationale why there is value in explicitly learning pragmatics for second-language (L2) learners in the target language. The importance of issues in the notion of pragmatics is considered, including determining the contribution of pragmatics in supporting the students’ speaking skill, how to preapre the language learners understand the relation of pragmatics and language functions in the term of acceptable communication, and the role of syntax and semantics in facilitating the learning of pragmatics.
Menakar Ulang Kualitas Buku-Buku Terjemahan di Indonesia Wijaya, M. Tatam
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.055 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3701

Abstract

AbstrakPenerjemahan buku-buku Islam di Indonesia semakin marak dilakukan. Akan tetapi, kegiatan penerjemahan tersebut belum seiring dengan kualitas buku terjemahan yang dihasilkan. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Kecerobohan penerjemah, waktu penerjemahan (deadline) yang sangat singkat, dan apresiasi yang diberikan kepada penerjemah  yang masih minim, merupakan sebagian faktor penyebabnya. Salah satu upaya untuk memperbaiki iklim penerjemahan di Indonesia adalah adanya pihak yang turut serta dalam mengontrol kualitas buku-buku terjemahan. Dengan kontrol inilah  tinggi rendahnya kualitas buku terjemahan dapat diketahui. Sementara itu, mengontrol kualitas suatu karya terjemahan itu dapat dilakukan dengan beragam cara, di antaranya memberikan kritik atau penilaian. Kritik dalam arti memberikan apresiasi dan penilaian secara objektif, mengoreksi kekurangan dan kelebihan suatu karya terjemahan. Dari kritik  itu pula hubungan dialektik antara teori dan praktik dalam menerjemahkan serta kriteria dan standar penilaian dapat diketahui.---AbstractTranslating book is a trend in Indonesia nowadays. Unfortunatelly, its quality is not good enough. There are many factors which caused it, including the carelessness of translator, the time of translating, and a little appreciation to the translator. While, there is an effort to recover such bad thing, that is an institution to control its quality. By this control, the quality of translation books could be measured. This control can be carried in may ways, by criticizing and assessing  for example. Criticizing means making an objective assessment of the works. This kind of criticism will observe the relation between theory and practice in translating.
Konflik Vertikal Antara Gerakan Aceh Merdeka Di Aceh Dengan Pemerintah Pusat Di Jakarta Tahun 1976-2005 Kurnia Jayanti
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.811 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3698

Abstract

AbstrakTulisan ini menganalisis konflik vertikal antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintahan pusat pada masa orde baru hingga masa reformasi (1976-2005). Skripsi ini menjawab beberapa pertanyaan berikut: bagaimana sejarah  Gerakan Aceh Merdeka terbentuk? bagaimana perjalanan konflik Vertikal di Aceh yang dilalui GAM? faktor apa saja yang menyebabkan rakyat Aceh yang ingin melepaskan diri dari Indonesia? upaya apa yang di lakukan untuk penyelesaian konflik antara Gerakan Aceh Merdeka dengan pemerintah Indonesia dalam meraih rancangan kesepakatan damai? Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian kepustakaan. Adapun teknis penulisan skripsi ini termasuk tata cara membuat catatan kaki, penulis menggunakan buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi) CeQDA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.---AbstractThis thesis analyzes the vertical conflitc between the Free Aceh Movement (GAM) and the central government in the new order until  the reform periode (1975-2005). This thesis to answer the following question: how the history of the Free Aceh Movement formed? How to travel vertical conflict in Aceh GAM passed? What factors are causing the people of Aceh who want to break away from Indonesia? What effortss will be undertaken to resolve the conflict betqween the Free Aceh Movement and the Indonesian government in achieving the draft peace agreement? To answer some of these questions, the autors conducted a study of literature. As for technical writing  (thesis and dissertation) CEQDA UIN Syarif Hidaytullah Jakarta.
Analisis Sosiolinguistik Perubahan Bahasa Pada Masa Pra-Pasca Pubertas Karlina Helmanita
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.567 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3710

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh dua masalah, pertama bahasa sebagai instrumen komunikasi yang digunakan anak, dan kedua anak sebagai pengguna dan pemakai  bahasa. Dari segi bahasa kita dapat amati bahwa sifat bahasa sangat dinamis dan cenderung mengalami perubahan. Sedangkan dari segi pengguna bahasa,  kita juga dapat amati adanya dinamika bahasa yang terjadi pada anak secara terus menerus.Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui perubahan bahasa anak yang mengalami masa transisi dari masa pra-pubertas ke masa pasca-pubertas awal 2) Mengetahui perubahan bahasa pada masa pasca-pubertas dalam pertalian antara bahasa dan pikiran; apakah bahasa yang mempengaruhi pikiran, atau pikiran yang mempengaruhi perubahan bahasa. 3) Mengetahu hubungan perubahan bahasa dengan kesantunan bahasa pada masa pra-pasca pubertas.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan terhadap fakta dan fenomena empiris yang disaksikan peneliti apa adanya. Oleh karena itu semua fenomena yang nampak, direkam dan dirinci dengan tidak mempertimbangkan benar atau salahnya. Dengan demikian penelitian ini berusaha memberikan refleksi terhadap data yang diperoleh dari objek penelitian secara langsung.Hasil temuan penelitian ini adalah 1)Perubahan bahasa masa pra-pubertas mengalami peralihan karena faktor usia dan relasi yang dibangun penutur pada masa pasca pubertas. 2) Bahasa anak yang mengalami masa transisi bersifat resiprokal dengan pikirannya. Karenanya bahasa pada masa pasca pubertas dapat mempengaruhi pikiran dan pikiran juga dapat mempengaruhi perubahan bahasa seseorang.3) Kesantunan bahasa anak pada masa pasca pubertas tidak dapat dilihat melalui norma kesantunan  semata tapi juga harus melihat faktor solidaritas bahasa teman-teman sebaya bagi penutur dan petutur dalam prinsip kerjasama tuturan.---AbstractThe research was distributed by two issues, firstly the language as an instrument of communication that is used, and the second two children as users and users of language. In terms of the language we can observe that the nature of the language is very dynamic and tend to experience change. While the language of the user, we can also observe the presence of the dynamics of language that occur in children continuously. The purpose of this study is to: 1) Mengetahui change language of children who experienced the transition from the pre-puberty to the time of initial puberty post-baby 2) know the language changes in the post-war period of puberty in the nexus between language and mind; does language affect the mind, or mind affecting change language. 3) Knows the relationship with politeness language change language on pre-post puberty. It is a qualitative descriptive study. The researchof dilwithkukan through observation of confinedap facts and empirical phenomena being witnessed by researchers. Therefore all phenomena appear, recorded and specified by not considering is right or wrong. Thus this study sought to provide a reflection against data obtained from research object directly. The results of these research findings is 1) changes the language of the pre-puberty experience the transition because of the age factor and the relationships that were built in the post-war period speakers of puberty.) Bahasa children undergoing transition are reciprocally with his mind. Hence the language in the post-war period of puberty can affect the mind and the mind can also affect change language person. 3) Kesantunan language of the child at the time of post puberty cannot be seen through the sheer politeness norms but should also see the solidarity factor language friends-peers for the speakers and the cooperation principle in speech petutur.
Membincang Historiografi Islam Abad Pertengahan Johan Wahyudhi
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.696 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i1.3697

Abstract

AbstrakIslam merupakan agama yang memiliki peradaban tinggi. Hal ini terlihat ketika kita membicarakan perkembangan ilmu pengetahuannya yang begitu menawan. Boleh dikatakan, modernisasi yang kita lihat sekarang ini tentu tidak dapat tergelar tanpa sumbangsih Islam. Bagaimanapun, Islam telah menorehkan tinta emas sebagai agama yang tidak saja menenggelamkan diri dalam ibadah ritualistik melainkan juga turut memperhatikan perkembangan umat manusia. salah satu hal yang menjadi perhatian Islam adalah perkembangan penulisan sejarah. Di abad pertengahan Islam, banyak ditemukan langgam-langgam historiografi yang berbeda dengan masa sebelumnya.---AbstractIslam is a religion which has a high civilization. it is can be seen when we talk about its developing knowledge. Hence, it can be said that modernization, as we see now day, is cannot be standing without the work of Islam. However, Islam had painted a masterpiece as a religion that is not only sinking itself in aspects of ritualistic but it also has a responsibility to fulfill the mankind’s need. One of them is the emerging of historiography. In the Islamic middle ages, there are many styles of historiographies which are different from previous era.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue