cover
Contact Name
DR. Ir. Elpawati, MP.
Contact Email
elpawati@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agribusinessjournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JOURNAL AGRIBUSINESS
ISSN : 19790058     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agribusiness Journal is a biannual and peer review journal published since June 1, 2007 by Study Program of Agribusiness, Faculty of Science and Technology, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Previously it has the name of Jurnal Agribisnis. Since 2017, it has been published with the name of Agribusiness Journal according to the registration name from LIPI (ISSN 1979-0058). The journal is in Bahasa publishing 2 issues per year on June and December. The journal covers all aspects of agribusiness and rural development, including agricultural economics and natural resource, business and entrepreneurship, agricultural management, agricultural marketing, consumer behavior, farmer’s community empowerment, agricultural communication, agricultural institution and human resource, economics of halal food, agricultural finance, agricultural policy, international trade, agro-technology, and food security.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL" : 7 Documents clear
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BAGI SWASEMBADA PANGAN DALAM SISTEM AGRIBISNIS SYARIAH Ujang Maman
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.129 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5134

Abstract

Swastanisasi adalah fenomena kebijakan yang ada di indonesia, dimana asset strategis diserahkan kepada swasta. Namun dengan regulasi yang mengizinkan privatisasi SDA seperti  sumber air akan menimbulkan dampak buruk seperti krisis air bagi masyarakat sekitar. Padahal pemerintah berupaya mewujudkan swasembada pangan. Dimana pengembangan sektor pertanian membutuhkan air dengan jumlah banyak. Maka penelitian ini bertujuan menganalisis konsepsi kepemilikan mata air, dan pengelolaan mata air yang seharusnya menjadi kebutuhan umum. Metode penelitian dilakukan dengan Analisis deskriptif dan studi kepustakaan yang dilakukan dalam prespektif agribisnis syariah. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa sumber mata air merupakan kebutuhan mendasar bagi warga sekitar. Maka penguasaan sumber mata air akan mengakibatkan kesulitan air bagi warga. Dalam konteks agribisnis syariah mata air merupakan kepemilikan umum. Maka dalam perspektif agribisnis syariah ada larangan untuk menyerahkannya kepada individu, perusahaan lokal, dan korporasi internasional melalui Penanaman Modal Asing (PMA), Pemerintah harus langsung mengelolanya dengan jujur dan amanah, dikembalikan sepenuhnya kepada rakyat. Seperti halnya air tanah, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, maka harus masuk ketegori kepemilikan umum. Maka kebijakan yang dapat diambil adalah pengklasifikasian yang jelas mengenai sumber daya air, berdasarkan debit air, jumlah penduduk yang membutuhkan, proyeksi jumlah pertambahan penduduk, dan berdasarkan luas areal lahan pertanian yang harus diairi. Diperlukan reorientasi manajerial mengenai pengelolaan sumber daya air dengan mengacu pada konsepsi agribisnis syariah, dengan melarang PMA, PMDN, dan pelarangan menyerahkan sumber daya air kepada pihak swasta. Pemerintah harus merevisi Undang-Undang No.7 Tahun 2004 tentang sumber daya air yang memberikan peluang bagi privatisasi sektor penyediaan air minum, khususnya Pasal 9 Ayat 1.
RESPON PETANI DAN ADAPTASINYA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM Lilis Imamah Ichdayati
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.08 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan respons petani dan adaptasinya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Pandeglang, Karawang, dan Cilacap sebagai perwakilan dari tiga provinsi sentra produksi padi yang memiliki sarana irigasi teknis terbesar. Metode yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data pada penelitian ini adalah 1) metode survey, 2) metode pengamatan di lapangan, dan 3) metode kuesioner dengan respondennya adalah kelompok tani yang telah ditentukan kriterianya yaitu yang berperan sebagai pengambil keputusan di kelompoknya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan Chi-square untuk melihat respons petani yang dapat dilihat dari perubahan sikap petani terhadap adaptasi perubahan iklim. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurangnya pemahaman petani tantang apa yang dimaksud dengan perubahan iklim. Namun demikian, dalam prakteknya petani telah melakukan mitigasi dan adaptasi walaupun dalam bentuk yang masih sederhana. Saran dari penelitian ini adalah: 1) Dalam mempertahankan swasembada beras tetapi mampu menurunkan emisi gas rumah kaca, diperlukan beberapa rekomendasi seperti : manajemen air selektif, menggunakan varitas rendah emisi namun produktivitas tetap tinggi, paket teknologi budidaya ramah lingkungan, mudah diterapkan petani dan diterima konsumen. 2) Perlu penelitan lanjutan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan langkah-langkah operasional pejabat teknis instansi terkait dan jajarannya sehingga diseminasi tentang perubahan iklim dapat tersosialisasi dan tertangani dengan baik. 3) Perlu sosialisasi secara massif dan luas kepada petani/kelompok tani terkait tentang dampak, strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan usahatani komoditas pangan khususnya padi yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
STRATEGI MITIGASI EMISI GAS METAN PADA BUDIDAYA PADI SAWAH Mudatsir Najamuddin
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.186 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengurangan emisi gas rumah kaca dari aktivitas produksi padi dengan biaya relatif rendah, sebagai usaha mitigasi (pengurangan) perubahan iklim. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan 1) metode survey, 2) pengamatan di lapangan, 3) metode kuesioner, dan 4) metode partisipasi stakeholder dalam pengambilan keputusan strategik. Alat analisis dan teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode AHP (Analitical Hierarchy Process) dengan asumsi bahwa emisi gas rumah kaca dari aktivitas produksi padi merupakan permasalahan yang kompleks, strategik, tak berstruktur, dan dinamik dimana data dan informasi statistik dari masalah yang dihadapi sangat sedikit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, dari tiga strategi yang ditetapkan, diperoleh strategi penerapan teknik budidaya menjadi prioritas utama dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca serta upaya adaptasi dengan perubahan iklim sehingga sasaran program swasembada beras yakni mempertahankan/meningkatkan produksi tetap tercapai. Saran dari penelitian ini adalah: 1) Dalam mempertahankan swasembada beras tetapi mampu menurunkan emisi gas rumah kaca, diperlukan beberapa rekomendasi seperti : manajemen air selektif, menggunakan varitas rendah emisi namun produktivitas tetap tinggi, paket teknologi budidaya ramah lingkungan, mudah diterapkan petani dan diterima konsumen. 2) Perlu penelitan lanjutan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan langkah-langkah operasional pejabat teknis instansi terkait dan jajarannya sehingga diseminasi tentang perubahan iklim dapat tersosialisasi dan tertangani dengan baik. 3) Perlu sosialisasi secara massif dan luas kepada petani/kelompok tani terkait tentang dampak, strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan usahatani komoditas pangan khususnya padi yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan
PERLINDUNGAN PRODUK PERTANIAN MENGHADAPI PASAR BEBAS ASEAN (MEA) 2015 Akhmad Riyadi Wastra
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.381 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5132

Abstract

Dibukanya perdagangan bebas China ASEAN Free Trade Area (CAFTA) dan India ASEAN Free Trade Area (IAFTA) terhitung awal tahun 2010 dan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015,  merupakan tantangan bagi para produsen atau pelaku bisnis dalam negeri, untuk lebih meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkannya, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk impor yang pasti akan membanjiri Indonesia. Peningkatan kualitas produk yang antara lain akan menghilangkan kesenjangan dan keberterimaan standard, merupakan salah satu bentuk Non-tariff barrier to trade (NTB), sehingga produk domestik tidak terpukul dan tetap dapat bersaing ketika produk impor membanjiri pasar dalam negeri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perlindungan produk pertanian menghadapi pasar bebas Asean (MEA) 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Data sekunder yang digunakan yaitu studi kepustakaan, dengan mencari dan mempelajari berbagai teori yang ada hubungannya dengan masalah yang sedang diteliti. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : (1) Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015, memberikan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk dapat meningkatkan mutu produk pertanian, yang mempunyai keberterimaan tinggi di masyarakat ASEAN, (2) Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif mendukung program standardisasi dengan mulai mengerti dan membeli produk yang diproduksi berdasarkan standar mutu yang ditetapkan, (3) Standar mutu produk pertanian harus dipahami oleh masyarakat luas melalui sosialisasi standar di berbagai media massa secara aktif, (4) Keberhasilan semua stakeholder terkait, mulai dari kelompok. tani/gabungan kelompok tani, pengusaha kecil menengah-atas, pendukung sarana prasarana termasuk kelembagaan serta swasta terhadap standar dan regulasinya akan melindungi produk pertanian menyambut Masyarakat Ekonomi Asean 2015 mendatang.
ANALISIS PENGUATAN MEREK DALAM MEMBENTUK EKUITAS MEREK PADA MINUMAN SARI BUAH BB (Studi Kasus: Mahasiswa (end user) di Fakultas Sains dan Teknologi) Resti Lusan Nugrahaini; Nunuk Adiarni; Mudatsir Najamuddin
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.128 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5137

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis respon konsumen terhadap karakter dari merek BB, (2) Menganalisisrespon konsumen terhadap penguatan bagi merek BB, (3) Menganalisis tingkat ekuitas merek BB bagi konsumen. Penelitian dilakukan pada mahasiswa (end user) di Fakultas Sains dan Teknologi dari bulan Mei-September 2014. Menggunakan dua jenis penelitian, yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Terdapat dua unit analisis data pada penelitian yaitu informan dan responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan  pendekatan purposive. Calon  responden  harus  memiliki  kriteria  tertentu,  yaitu  responden  yang  dipilih merupakan konsumen minuman sari buah. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Rao. Kesimpulan yang diperoleh yaitu: (1) Responden merespon positif karakter merek yang melekat pada BB. Karakter dari BB terdapat pada identitas merek yang melekat pada merek tersebut. Karakter tersebut dapat direspon oleh responden sebagai karakter dari merek BB, (2) Penguatan merek terhadap BB direspon dengan positif oleh responden. Pengutan merek BB dilakukan dengan memberikan tiga hal, yaitu Customer Value, manfaat fungsional dan manfaat emosional, (3) BB berhasil mencapai tingkatan top of mind bagi 53% responden. Merek tersebut banyak dipikirkan dan dicari oleh responden saat mereka membutuhkan sebuah minuman sari buah dalam kemasan. Sedangkan saran yang dapat diberikan penulis adalah: (1) Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel penelitian sehingga dapat diperoleh hasil penelitian dengan tingkat generalisasi yang lebih tinggi,  menambah cakupan wilayah pengambilan sampe, dan melengkapi dengan wawancara langsung kepada responden untuk memperoleh data yang lebih berkualitas, (2) Perlunya penguatan merek berkelanjutan untuk menanamkan pengetahuan konsumen atas merek.
TELAAHAN KONVERSI TEMBAKAU, SUATU TINJAUAN EKONOMI Iskandar Andi Nuhung
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.136 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5133

Abstract

Para peneliti kesehatan menemukan bahwa, rokok adalah penyebab dominan penyakit kanker,paru-paru dan penyakit serius lainnya. Konvensi Internasional melalui Konvensi Pengendalian Tembakau bertujuan untuk melindungi generasi muda dari penyakit serius yang disebabkan oleh dampak dari rokok. Larangan merokok tersebut, berimbas pada kegiatan pengembangan tembakau diseluruh dunia termasuk  Indonesia. Konversi harus memperhatikan seluruh aspek, baik teknis, ekonomi dan sosial budaya. Jika dipaksakan mengkonversi tembakau dengan komoditi lain, sementara bertambahnya jumlah perokok, maka Indonesia harus mengimpor rokok dengan harga mahal. Pendapatan negara dalam bentuk cukai dan kesempatan kerja yang cukup besar, merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan konversi dilakukan. Saat ini Indonesia termasuk negara produsen tembakau terbesar ke-lima di dunia. Karena pengembangan tembakau di Indonesia sudah berlangsung lama, sehingga pembudidayaan temabakau dikalangan masyarakat sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Maka diperlukan penelitian untuk mengetahui konversi tembakau dan tinjauannya dalam aspek perekonomian. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  bisnis tembakau terkait dengan industri rokok serta sektor ekonomi lain yang melibatkan jutaan orang seperti petani maupun karyawan/buruh, maka konversi tembakau harus memperhatikan  Komoditas yang dipilih memiliki nilai ekonomi minimal equal dengan nilai bisnis tembakau. Konversi dilakukan dengan komoditi yang secara teknis spesifik lokasi untuk dikembangkan. Konversi areal dilakukan secara bertahap dan pemerintah memberikan stimulasi penyediaan benih dan pasar produk yang dihasilkan oleh petani. Perlu dilakukan kajian konprehensif dengan memperhatikan segala aspek dan impilkasinya bagi petani, industri, masyarakat dan kepentingan nasional, melalui penyusunan Fesibility Study. Karena bisnis tembakau terkait sektor-sektor pembangunan lainnya, maka perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
ANALISIS TATANIAGA UBI JALAR DI DESA PURWASARI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR. JAWA BARAT E, Elpawati; Hariry Anwar; Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.257 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5182

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis saluran tataniaga ubi jalar serta pola saluran tataniaga ubi jalar untuk mengetahui saluran tataniaga mana yang lebih efisien. Pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling. Data primer memiliki responden terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Data sekunder diperoleh melalui data-data yang releven dengan penelitian yang berasal instansi terkait. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dilakukan dengan pengamatan terhadap karakteristik saluran tataniaga, lembaga dan fungsi-fungsi tataniaga, struktur pasar dan perilaku pasar. Dan deskriptif kuantitatif dilakukan untuk melihat efisiensi tataniaga dengan pendekatan analisis margin tataniaga, farmer share's, dan rasio keuntungan biaya. Setelah dianalisis diperoleh kesimpulan: (1) Sistem tataniaga ubi jalar yang ada di Desa Purwasari adalah: 1 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pabrik tepung. 2 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pedagang pengumpul tingkat 2-pedagang grosir-pedagang pengecer-konsumen. 3 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pedagang pengumpul tingkat 2-pedagang grosir-konsumen. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh petani, pedagang pengumpul tingkat 1, pedagang pengumpul tingkat 2, pedagang grosir dan pedagang pengecer ubi jalar adalah fungsi pertukaran berupa penjualan dan pembelian, fungsi fisik berupa kegiatan pengemasan, pengangkutan dan fungsi fasilitas berupa informasi pasar, penanggungan resiko dan pembiayaan. (2) Struktur pasar pada petani dan pedagang grosir cenderung mendekati pasar persaingan sempurna, sedangkan pedagang pengumpul tingkat pertama, pedagang pengumpul tingkat kedua, dan pedagang pengecer cenderung mendekati pasar oligopoli. (3) Saluran tataniaga ubi jalar yang efisien adalah saluran tataniaga satu karena memiliki margin tataniaga yang paling kecil sebesar Rp.800/Kg, rasio keuntungan dan biaya tertinggi sebesar 2.20, dan farmer's share yang tertinggi dibandingkan pada saluran tataniaga yang lainnya yaitu 69,23 persen.

Page 1 of 1 | Total Record : 7