cover
Contact Name
Abdul Hakim Wahid
Contact Email
hakim.wahid@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
ISSN : 02156253     EISSN : 27146103     DOI : -
Core Subject : Social,
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2000): Refleksi" : 8 Documents clear
Konsep Max Weber tentang Kepemimpinan Kharismatik Zaini Muchtarom
Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5946.934 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14341

Abstract

Krisis kepemimpinan yang tengah dialami oleh bangsa Indonesia dewasa ini menggugah perhatian masyarakat untuk mencari sosok pemimpin yang mampu menumbuhkan kepercayaan yang telah lama hilang dari hati sanubari masyarakat. Dalam suasana krisis kepemimpinan semacam itu, timbul pertanyaan, apakah Indonesia memerlukan seorang pemimpin yang kharismatik?
Contained-Opposition, Opposition Movements in Indonesia: A Case Study of ICMI Nanang Tahqiq
Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15881.241 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14342

Abstract

Many inquiries have been made about the existence of Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI - phonetically: Each Me - Asociaton of Indonesian Muslim Intellectuals), notably after Bachruddin Jusuf Habibie resigned form the presidency, and 'Gus Dur' (a nickname of Abdurrahman Wahid) was elected as the new president of Indonesia (the fourth president) for the period 1999-2004.
The Concept of Miracle in the Qur'an Form Mohammed Arkoun's Point of View Sri Mulyati
Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6671.926 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14343

Abstract

The concept of Qur'an as a miracle of Muhammad is an Islamic doctrine that has engaged Muslim thinkers for many generations, with the literature on the issue of i'jaz continuing to grow from the third/ninth century onward.
Tauhid dalam Terminologi Sufisme Hamdani Anwar
Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5603.662 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14344

Abstract

Tauhid adalah pokok keyakinan dalam Islam, yang juga menjadi dasar dari semua ajarannya. Akidah ini dimaksudkan untuk mengoreksi dan meluruskan kepercayaan manusia yang waktu itu dirasa sudah menyimpang jauh dari jalan Allah.
Menggagas Sosiologi Agama Jamhari Jamhari
Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5160.358 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14340

Abstract

Sosiologi agama adalah usaha memahami agama, sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari fenomena sosial, secara sosiologis (empiris dan rasional=ilmiah). Para pemikir yang dianggap sebagai pendiri (founding fathers) sosiologi maupun antropologi, hampir dipastikan semua menjadikan agama sebagai kajian ini mereka.
Konsep Max Weber tentang Kepemimpinan Karismatik Zaini Muchtarom
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14341

Abstract

Krisis kepemimpinan yang dihadapi Indonesia saat ini memunculkan keinginan masyarakat untuk menemukan sosok pemimpin yang dapat mengembalikan kepercayaan yang hilang. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan mengenai perlunya pemimpin yang karismatik. Kepemimpinan karismatik mengandung unsur misterius yang memikat banyak orang, didasarkan pada kepercayaan intuitif dan hubungan emosional antara pemimpin dan pengikutnya. Ketaatan para pengikut terhadap pemimpin karismatik muncul karena penghargaan atas ketulusan hati dan misi pemimpin yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi. Hal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan: Apa sebenarnya kharisma yang dianggap misterius dan memikat itu? Bisakah perilaku yang mencerminkan kepemimpinan karismatik diidentifikasi sehingga esensinya dapat dipahami? Apa yang membedakan kepemimpinan karismatik dari bentuk kepemimpinan lainnya? Dan, bisakah kharisma ditransformasikan atau dibentuk melalui pelatihan? Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hakikat kepemimpinan karismatik serta relevansinya dalam situasi krisis kepemimpinan di Indonesia.
The Concept of Miracle in the Qur'an Form Mohammed Arkoun's Point of View Sri Mulyati
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14343

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep i’jaz al-Qur’an, atau mukjizat Al-Qur’an, yang telah menjadi topik diskusi di kalangan pemikir Muslim selama berabad-abad. Al-Qur’an menantang manusia dan jin untuk menghasilkan teks yang setara dengannya, tantangan yang belum pernah berhasil dijawab (QS. [17]: 88). Konsep ini dikenal sebagai tahaddi dan merupakan aspek utama dari keunikan serta ketidakmampuan untuk meniru Al-Qur’an. Berbagai ulama Muslim, seperti al-Nazzam, al-Jahiz, al-Rummani, hingga al-Zamakhshari, telah menyumbangkan teori-teori yang beragam mengenai i’jaz, termasuk teori Sarfa dan nazm. Dalam pandangan modern, Mustafa Sadiq al-Rafi’i dan Sayyid Qutb menekankan ketidakmampuan manusia untuk meniru Al-Qur’an, sementara Bint al-Shati melihat Al-Qur’an sebagai karya yang tidak bisa diklasifikasikan sebagai prosa atau puisi. Di era kontemporer, meskipun tafsir Al-Qur’an sebagian besar masih tradisional, pemikir seperti Fazlur Rahman dan Mohammed Arkoun terus berkontribusi pada diskusi mengenai i’jaz. Kesimpulannya, i’jaz tetap menjadi topik penting dalam kajian Al-Qur’an, yang mencakup aspek teologis, estetis, dan linguistik.
Contained-Opposition, Opposition Movements in Indonesia: A Case Study of ICMI Nanang Tahqiq
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14342

Abstract

Artikel ini membahas Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam konteks politik dan sosial Indonesia, terutama setelah era Soeharto dan terpilihnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden. Didirikan pada era Orde Baru dengan Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai ketua pertama, ICMI menarik perhatian publik sebagai gerakan sosial-religius yang berperan dalam menjembatani kesenjangan antara umat Muslim dan penguasa. Namun, ICMI juga dikritik karena dianggap sebagai alat pemerintah untuk mempertahankan kekuasaan. Artikel ini mengeksplorasi peran ICMI sebagai oposisi loyal, organisasi yang mendukung rezim namun diharapkan dapat menjadi kelompok penekan. Selain itu, artikel ini membahas ideologi, orientasi politik, dan posisi ICMI sebagai jaringan berbagai kelompok kepentingan, termasuk ketegangan internal di antara anggotanya yang berasal dari latar belakang disiplin ilmu dan aliran Islam yang berbeda. Artikel ini juga menyoroti bagaimana ICMI mencerminkan dinamika sosial dan politik Indonesia yang kompleks, di mana gerakan sosial dan agama tidak selalu sesuai dengan teori-teori Barat tentang organisasi gerakan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2000 2000


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi Vol 23, No 2 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 2 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 1 (2024): Refleksi Vol 23, No 1 (2024): Refleksi Vol. 22 No. 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 1 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 1 (2023): Refleksi Vol. 21 No. 2 (2022): Refleksi Vol 21, No 2 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 1 (2022): Refleksi Vol 21, No 1 (2022): Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi Vol. 20 No. 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021) Vol 20, No 1 (2021): Refleksi Vol. 20 No. 1 (2021): Refleksi Vol 19, No 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi Vol 19, No 1 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 1 (2020): Refleksi Vol 18, No 2 (2019): Refleksi Vol 18, No 1 (2019): Refleksi Vol 17, No 2 (2018): Refleksi Vol 17, No 1 (2018): Refleksi Vol 16, No 2 (2017): Refleksi Vol. 16 No. 1 (2017): Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi Vol 15, No 2 (2016): Refleksi Vol 15, No 1 (2016): Refleksi Vol 14, No 2 (2015): Refleksi Vol 14, No 1 (2015): Refleksi Vol. 13 No. 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 6 (2014): Refleksi Vol. 13 No. 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 4 (2013): Refleksi Vol 13, No 3 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 1 (2011): Refleksi Vol. 13 No. 1 (2011): Refleksi Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 1 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 1 (2009): Refleksi Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 2 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 2 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi Vol 10, No 1 (2008): Refleksi Vol 9, No 3 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 2 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 1 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 1 (2007): Refleksi Vol 8, No 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 3 (2006): Refleksi Vol 8, No 2 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 1 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 1 (2006): Refleksi Vol 7, No 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 2 (2005): Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 1 (2005): Refleksi Vol 6, No 3 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 3 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 2 (2004): Refleksi Vol 6, No 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 1 (2004): Refleksi Vol 6, No 1 (2004): Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi Vol. 5 No. 1 (2003): Refleksi Vol 5, No 1 (2003): Refleksi Vol 4, No 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 2 (2002): Refleksi Vol 4, No 2 (2002): Refleksi Vol 4, No 1 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 1 (2002): Refleksi Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi Vol. 2 No. 3 (2000): Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 2 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi Vol 2, No 1 (2000): Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi Vol 1, No 1 (1998): Refleksi More Issue