cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 3 (2013)" : 14 Documents clear
PAIKEM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI Ruaida -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAIKEM stands for active, innovative, creative, effective, and fun is the goal for achieving a high understanding level of the issues being studied. PAIKEM should be applied by teacher to improve the quality of learning that have an impact on students’ learning outcomes. But still there were pros and cons in the use of PAIKEM itselfs among teachers. This may be due to a lack of teachers’ understanding more specifically on the concept of PAIKEM itself. One of the principles of PAIKEM is student centered learning. Teachers need to design learning that enables full engagement of students in the learning process to get better results. PAIKEM in Economic learning is necessary therefore Economics depart from a number of problems that people face in their everyday lives and brought closer to the theoritical concept there is to find solution for the economic problems. A number of models/types of learning in accordance with the principles of PAIKEM that have ever been applied by economics teacher in the learning process is the picture and picture, simulation and STAD. As the result, more and more students are actively involved in the learning process that impact on their learning outcomes is also getting better. Therefore, teachers need to develop learning model in accordance with the principles of economy PAIKEM on different materials. Key words: PAIKEM, and economic learning
STRATEGI PEMBANGUNAN ACEH BESAR BERBASIS EKONOMI KERAKYATAN Gunawan -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya semua pembangunan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibarengi dengan usaha-usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam upaya memacu pembangunan daerah. Maka perlu dikenali berbagai tantangan, kendala dan peluang. Kendala utama masa lalu dalam pembangunan adalah efisiensi dan berkelanjutan. Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten yang berada dalam wilayah NAD yang terletak diujung pulau Sumatera dengan luas wilayah adalah 2.974,12 km2 dibagi dalam 23 kecamatan yang terdiri dari 68 Pemukiman, 608 Desa, 18 pulau, 14 Gunung dan 83 Sungai dengan jumlah penduduk ± 302.662 jiwa. Yang terdiri dari laki-laki 155.443 dan perempuan 147.219. (Aceh Besar Dalam Angka: 2006).Kabupaten Aceh Besar sampai dengan sekarang ini belum terjadi atau mengalami pemekaran menjadi kabupaten baru sebagaimana halnya kabupaten-kabupaten lain, namum dalam wilayah kabupaten Aceh Besar telah terjadi pemekaran kecamatan sejak tahun 1999, yaitu dari 13 kecamatan menjadi 23 kecamatan. Pemekaran kecamatan tersebut bukan dilakukan secara sewenang-wenang namun atas dasar permintaan atau aspirasi masyarakat setempat, mereka menginginkan agar daerahnya yang selama ini kurang berkembang dengan harapan menjadi lebih cepat berkembang dalam membangun begitu juga kesenjangan sosial ekonomi, antar wilayah dapat diperkecil. Pembangunan kabupaten Aceh Besar merupakan bagian penting dari pembangunan regional dan nasional yang saat ini sedang dipacu pelaksanaannya, konflik vertikal yang dialami selama ini telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam pembangunan, potensi ekonomi yang sudah terbangun sebagian sudah hancur terutama disektor pertanian, sektor kehutanan dan perkebunan, sektor industri dan pertambangan dan sektor-sektor lainnya sehingga membawa pengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat, agar hal-hal tersebut dapat diminimalkan dampaknya dalam pelaksanaan pembangunan Aceh Besar yaitu memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik yang bermuatan sinergis dapat dilakukan skala prioritas, memilih urutan-urutan berdasarkan pentingnya suatu tujuan, sasaran dalam suatu program, memudahkan mengadakan pengawasan dalam evaluasi. (Aceh Besar Dalam Angka, 2006)Dalam alam reformasi sekarang ini dan otonomi yang luas bagi daerah kinerja-kineria ekonomi dan pembangunan tidak cukup dilaporkan secara kualitatif karena mekanisme demokrasi akan memberi kesempatan yang besar bagi masyarakat untuk memantau dan mengevaluasi kinerja-kinerja pemerintah. (Riyadi dan Dedi Supriady : 2004)Masyarakat akan menggunakan indikator-indikator yang dipublikasikan untuk publik sebagai alat untuk mengobservasi apakah suatu pemerintah berhasil, kurang berhasil, atau tidak berhasil dalam pencapaian sasaran ekonomi dan pembangunannya. Oleh karena itu, perencanaan strategi sebagai langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah berupaya untuk menginterprestasikan segenap keahlian SDM dan sumber daya lainnya sehingga mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan stratejik Daerah, Nasional dan lokal dalam tuntutan manajemen Nasional. (AR Mustopradidjaja : 2003).Permasalahan yang dihadapi oleh Aceh Besar sebagai berikut.1)  Laju pertumbuhan sektor pertanian relatif lebih lamban dan tertinggal dibandingkan dengan faktor industri dan manufaktur serta jasa lainnya apalagi setelah krisis ekonomi melanda negara Indonesia. Hal ini tercermin dari tingkat produktifitas dan kualitas pertanian yang masih rendah serta tingkat investasi pertanian yang masih sangat kurang di Kabupaten Aceh Besar.2)     Sistem pemasaran hasil pertanian yang masih berskala lokal dan belum mampu menembus pemasaran secara langsung untuk pasar nasional, rendahnya semangat kerja masyarakat Aceh Besar untuk menggalakkan kegiatan sektor pertanian sebagai sektor yang menampung aktifitas ekonomi masyarakat.3)     Dari berbagai jenis tanaman perkebunan yang diusahakan petani pada umumnya diusahakan secara tradisional sehingga produksi persatuan luas tanaman perkebunan sangat rendah apabila dibandingkan dengan produksi standar untuk masing-masing jenis tanaman perkebunan.4)     Perkembangan industri masih terbatas pada industri kecil dan industri rumah tangga, hal ini tidak terlepas dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ditambah dengan ketidakpastian politik luar negeri telah membawa dampak perekonomian rakyat secara keseluruhan.5)     Perkembangan dibidang pertambangan belum begitu kelihatan hal ini disebabkan belum adanya investor asing yang mau menanamkan modalnya di Kabupaten Aceh Besar.6)     Prasarana irigasi Kabupaten Aceh Besar masih minim bila dibandingkan dengan luas baku lahan sawah (30,421 Ha) hanya sebagian yang sudah mendapat pelayanan irigasi.7)     Dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan menyebabkan roda perkembangan sektor riel dan masyarakat mengalami kemunduran. (Aceh Besar Dalam Angka : 2006) 
TRADISI LISAN DODA-IDI SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER ANAK ACEH * (ORAL TRADITION DODA-IDI AS FORMING CHARACTER CHILD ACEH) Armia -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This riset as a flashback to the past Acehnese in function of oral tradition in shaping the character of children. The author sees the point of view of character formation of children in Aceh since the early (since the swing). The issue today is (1) deviated character of today's young generation, (2) concerns about the character of the young generation in the future. Based on the above problems, the formulation of the research problem as follows: (1) how the oral tradition-doda idi child Aceh since past. Description of the purpose of this study was to: (1) describe the oral tradition-doda idi as a child character formation, (2) describe the character formed by tradition-doda idi. This research uses descriptive qualitative method. research results is to set (1) How to integrate the values for the formation of character generation in Aceh can be done by (a) selecting poems-doda idi accordance with the value which would integrated, (b) integrated values-doda idi poem that spoken/sung since the swing. (c) provide reinforcement in the positive values contained in the poem doda idi. (d) the child appreciated avoid ambiguous/appreciation can bring negative values for the formation of the character of the child. (e) maintain the oral tradition as a means of creating a creative for the formation of the character of the child. (2) The values of the characters can be integrated in the poems-doda idi is     (a) the character of the love of God and all His creation, (b) self-reliance and responsibility, (c) honesty or trust, diplomatically, (d) respect and polite, (e) generous, like helping each other and mutual assistance, (f) self-confident and intelligent worker, (g) leadership and justice, (h) a good and humble, (i) the character of tolerance, peace and unity.  Key words: oral tradition, doda-idi, character
STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI DAERAH PERKOTAAN (Studi Kasus di Gampong Pineung Kota Banda Aceh) Muhammad Yunus
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengentasan kemiskinan di daerah perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripstif yang berjenis Studi kasus, yaitu studi  kasus pada Gampong Pineung, Kota  Banda Aceh. Hasil penilitian menunjukkan bahwa strategi pengentasan kemiskinan di gampong Pineung dilakukan dengan empat cara yaitu: Pertama, menciptakan kesadaran warga masyarakat untuk peduli terhadap program pengentasan kemiskinan melalui program pembangunan gampong. Kedua, adanya keterlibatan masyarakat dalam pengentasan kemiskinan antara lain dengan adanya upaya masyarakat yang berkemampuan tinggi untuk memberikan modal usaha secara mandiri kepada masyarakat miskin. Ketiga, aparatur gampong meningkatkan kesadaran masyarakat dan mensosialisasikan program pengentasan kemiskinan melalui pentingnya membayar zakat. Keempat, aparatur gampong mengajak semua komponen masyarakat untuk mendukung dan membantu untuk melakukan pengentasan kemiskinan dengan mengupayakan suksesnya program pemerintah.   Kata kunci: strategi, pengentasan kemiskinan, daerah perkotaaan
PENGELOLAAN SANGGAR CUT NYAK DHIEN DALAM MENGEMBANGKAN KEBUDAYAAN ACEH (CUT NYAK DHIEN ATELIER MANAGEMENT IN DEVELOPING ACEH CULTURES) Tengku Hartati
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atelier is one of container in developing and preserving region cultures. This atelier aim is to preserving and developing region cultures by guiding and traditional art training to young generation. Its decrease and increase are depend on the human resource quality and others supporting means. Management knowledge is needed in atelier managing in order to get the maximal aim. This research aim is to know Cut Nyak Dhien atelier management in developing Aceh culture which relate to planning, implementation, organization, and supervision at Cut Nyak Dhien atelier Banda Aceh. This research uses qualitative approach with descriptive analysis method. The data collecting technique was done by interview, observation, and documentation study. The research subjects are atelier head, trainer, manager, and Cut Nyak Dhien atelier’s elements. The research output shows: (1) Cut Nyak Dhien Atelier planning involve atelier head, trainer, and atelier managers. The program planning is according to its need and atelier aim. (2) In applying atelier program, the head, trainer, managers, and elements always have coordination. (3) Organizing is done with gather and arrange all resource which is needed include the human resource. (4) Supervision is done directly and indirectly by the head and Cut Nyak Dhien atelier coordinator. Keyword: atelier management and cultures development
THE STUDENTS’ OPINION TO THEIR TEACHER’S GIVING FEEDBACK ON THEIR ENGLISH SKILL Tri Murni
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feedback atau umpanbalik adalah informasi yang diberikan guru kepada murid tentang perbaikan dari kesalahan dalam lembar kerja murid yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman murid tentang keterampilan yang diajarkan.  Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang opini murid terhadap umpanbalik yang diberikan oleh guru terhadap tugas-tugas bahasa Inggris mereka. Method yang digunakan ada deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan data yang diperoleh dianalisis dengan persentase. Instrumen yang digunakan adalah kuestioner dan sampel terdiri dari 70 (tujuh puluh) murid sekolah menengah pertama di Banda Aceh. Hasil penelitian ditemukan bahwa 63 atau 90% murid menjawab umpanbalik dari guru sangat memotivasi  mereka dalam belajar. Murid memiliki opini yang sangat baik terhadap umpan balik yang diberikan guru karena dapat memacu dan mendukung mereka untuk lebih memahami tugas yang diberikan dan meningkatkan pemahaman dan kemampuan terhadap tugas-tugas pelajaran bahasa Inggris yang mereka kerjakan. Umpanbalik adalah model pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Inggris murid. Umpanbalik menolong murid untuk memahami  pelajaran yang dipelajari dan memberikan murid bimbingan untuk meningkatkan belajar mereka. Umpanbalik juga membangun hubungan yang baik antara guru dan murid. Kata kunci: umpan balik, opini , keterampilan bahasa Inggris
PELAKSANAAN MANAJEMEN KURIKULUM PADA SMA NEGERI 1 BUENGCALA KABUPATEN ACEH BESAR Amri Yusuf Lubis
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum sekolah menengah merupakan seperangkat pengalaman belajar yang dirancang untuk siswa sekolah menengah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu, diperlukan suatu pola pengelolaan yang memadai, yang disebut dengan manajemen kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kurikulum pada SMA Negeri 1 Buengcala Kabupaten Aceh Besar dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan hambatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan kurikulum dimulai dari pengembangan silabus dengan merancang pembelajaran yang berisi rencana materi ajar, pengelompokan materi, dan penyajian materi hal ini dapat dilihat dari program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, criteria ketuntasan minimal; (2) Pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran yang meliputi penugasan guru, pemberian tugas tambahan, penyusunan jadwal, pembagian rombongan belajar, pengisian absen guru dan siswa, penetapan kegiatan ekstra kurikulur, pelaksanaan ujian dan pengisian rapor dan remedial serta peran guru dalam pelaksanaan kurikulum juga pengambilan keputusan dan mengimplementasikan program pengajaran;  (3) Ada hambatan berarti yang dialami kepala sekolah dalam pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 1 Buengcala Kabupaten Aceh Besar. Akan tetapi, diperlukan pembinaan dari kepala sekolah dan komitmen guru untuk melaksanakan kurikulum di SMA Negeri 1 Buengcala. Pembinaan dari kepala sekolah dengan adanya reward dan punishment, sehingga guru-guru yang memiliki komitmen mendapatkan penghargaan dan sebaliknya. Kata kunci: manajemen kurikulum 
VARIASI PEMBELAJARAN KESENIAN DI SMA LAB SCHOOL BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2012/2013 Ramdiana -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to determine teacher competence Culture Arts Lab School High School Syiah Kuala University held a variety of teaching and learning in teaching both theoretical and practical learning. Subjects were two teachers Cultural Arts Lab School High School Syiah Kuala University who teach in class VII, VIII and IX. Data collection techniques used were observation of learning activities using video. The method selected for video recording with video recording makes it possible to analyze the complexity of learning activities gradually and more accurate. Learning activities are recorded in full without audited. For the purposes of video analysis initially transferred to a CD. The next step for the preparation of the analysis was transcribing video.  After that video recordings were analyzed using categories defined as follows: 1) variations in the way of teaching; 2) variations in the use of media and teaching tools; 3) variations in patterns of interaction and student activities. The results observation of learning activities using video two teachers Cultural Arts Lab School High School Syiah Kuala University who teach in class VII, VIII and IX it can be concluded that: (1) hold a variety of teacher competence in teaching including both categories and the need for improvement in aspects of focusing students; (2) hold a variety of teacher competence in the use of media and teaching tools include both categories; (3) the competence of teachers held a variety of interaction patterns and student activities include both categories, there is need for improvement in aspects of students' patterns of interaction and activity between the teacher-student and patterns of teacher-student-teacher. Keyword: observation, data collection, analysis, and concluded 
ISLAM DAN DUNIA KEPARIWISATAAN DI ACEH Aslam Nur
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Sebagaimana terefleksi pada judul di atas, fokus utama yang dibahas dalam makalah ini adalah tentang kesesuaian antara agama Islam dengan industri pariwisata. Tema ini menjadi penting untuk dibicarakan karena, pertama, ada pendapat dari sekelompok umat Islam yang mempertentangkan antara ajaran Islam dengan industri pariwisata. Kelompok ini berpendapat bahwa industri pariwisata tidak akan berkembang dan maju di sebuah masyarakat Islam yang menganut agama tersebut secara ketat dan kuat (kaffah).  Semangat Islam dengan etos dunia pariwisata bertolak belakang seratus delapan puluh derajat sehingga tidak mungkin dipertemukan. Ketika pendapat seperti ini diterima dan diyakini oleh suatu masyarakat, secara otomatis, industri pariwisata tidak akan berkembang di masyarakat tersebut.            Tema ini juga menjadi penting dibahas dalam konteks Aceh karena penduduk yang mendiami provinsi ini adalah mayoritas beragama Islam. Provinsi Aceh bukan saja dikenal dengan julukan “Serambi Mekkah” yang dengan julukan tersebut menunjukkan keeratan/keidentikan Aceh dengan Islam, juga karena sejak tahun 2002, Syariat Islam telah berlaku secara formal di provinsi ini. Pengembangan pariwisata di suatu wilayah selalu terkait dengan potensi dan karakteristik dasar yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah tersebut. Karenanya, tema tentang Islam dan dunia kepariwisataan menjadi sebuah topik penting untuk diperbincangkan dalam rangka mengembangan industri pariwisata di provinsi Aceh.            Tulisan ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama membahas tentang hubungan Islam dengan kebudayaan. Islam adalah sebuah agama yang berasal dari Allah swt. dan diajarkan oleh Rasul-Nya Muhammad saw. serta ajarannya telah final (tidak ada penambahan dan pengurangan). Sementara kebudayaan adalah keseluruhan produk yang dihasilkan oleh manusia, baik dalam wujud cultural ideas, cultural activities, maupun cultural artifacts. Bagian kedua dari tulisan ini akan membahas tentang kesesuaian ajaran Islam yang berkaitan dengan kepariwisataan. Kebudayaan merupakan faktor penting dalam kepariwisataan. Setiap perbincangan tentang kepariwisataan, perbincangan ini tidak terlepas dari aspek budaya masyarakat setempat. Karenanya, bagian kedua tulisan ini membahas tentang korelasi Islam dan budaya Aceh terhadap program pengembangan kepariwisataan di Aceh.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TARI KREASI BARU DENGAN KOMBINASI GERAK DASAR TARI Nurlaili -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap dosen/guru mempunyai kiat dan cara-cara tertentu agar pembelajaran yang dilakukan berhasil dan tercapai. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang variatif pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan pemilihan model pembelajaran yang disesuaikan dengan materi mata kuliah yang diampu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran dengan kombinasi gerak dasar tari dan mendeskripsikan hasil yang diperoleh dari penerapan pengembangan model pembelajaran tari kreasi dengan kombinasi gerak dasar tari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada mata kuliah Tari Kreasi, model pembelajaran dengan mengkombinasikan gerak dasar tari dianggap berhasil dan gerak-gerak yang diajarkan cepat dipahami oleh mahasiswa, sehingga berdampak pada tingkat kreativitas dan hasil yang diperoleh.  Kata kunci:  model pembelajaran, tari Kreasi Baru, gerak dasar tari 

Page 1 of 2 | Total Record : 14