cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
An Analysis of Grammatical Errors in Writing Recount Text Committed by the 8th Grade Students of SMP Negeri 1 Seririt ., Putu Pipin Septiari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12124

Abstract

Dirancang sebagai penelitian deskriptif-kualitatif, studi ini ditujukan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Seririt beserta sumber-sumber kesalahan yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas 8 SMP 1 Seririt dan objek penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan gramatikal yang dilakukan oleh siswa. Dalam penelitian ini, tulisan siswa dianalisis dengan menggunakan taksonomi Azar mengenai tipe-tipe kesalahan dan klasifikasi sumber kesalahan oleh Brown. Hasil studi ini menunjukkan bahwa ada total 447 kesalahan gramatikal yang dilakukan oleh siswa. Tipe kesalahan yang paling dominan ditemukan adalah kesalahan bentuk kata kerja (verb tense) sebanyak 22.82%, diikuti dengan kesalahan diksi (word choice) sebanyak 16.33%, pengurangan kata (omit a word) sebanyak 11.19%, penambahan kata (add a word) sebanyak 10.51%, kapitalisasi (capitalization) sebanyak 7.38%, ejaan (spelling) sebanyak 5.82%, tunggal-jamak (plural-singular) sebanyak (4.47%),tanda baca (punctuation) sebanyak (4.47%), arti tidak jelas (meaning not clear) sebanyak 4.25%, bentuk kata (word form) sebanyak 4.03%, kalimat beruntun (run on sentence) sebanyak 3.36%, kalimat tidak lengkap (incomplete sentence) sebanyak 2.91%, susunan kata (word order) sebanyak 2.01% dan kesalahan artikel (article error) sebanyak 0.45%. Sedangkan sumber kesalahan yang paling dominan ditemukan adalah faktor intralingual (interlingual factor) sebanyak 62.67%, diikuti oleh strategi komunikasi siswa (communication strategy) sebanyak 29.42%, faktor interlingual (interlingual factor), dan konteks pembelajaran (context of learning) sebanyak 0.68%.Kata Kunci : kesalahan gramatikal, analisis kesalahan, teks recount. Designed as descriptive qualitative study, this research aimed at investigating the types of grammatical errors committed by the 8th grade students of SMP Negeri 1 Seririt in writing recount text as well as the sources of error affecting their writing. The subjects of this study were 30 grade 8 students of SMP Negeri 1 Seririt and the objects were grammatical errors committed by the students. In this research, students’ writings were analyzed by using Azar’s taxonomy of types of error and Brown’s classification of sources of error. The result of the study showed that there were 447 total grammatical errors committed by the students. The most frequent type of error committed was verb tense error (22.82%). It was followed by word choice error (16.33%), omit a word error (11.19%), add a word error (10.51%), capitalization error (7.38%), spelling error (5.82%), plural-singular error (4.47%), punctuation error (4.47%), meaning not clear (4.25%), word form error (4.03%), run on sentence (3.36%), incomplete sentence (2.91%), word order error (2.01%) and article error (0.45%). As for the sources of error, intralingual factor was found as the most common source of error affecting the students in writing recount text (62.67%). Then, it is followed by students’ communication strategy (29.41%), interlingual factors (7.42%), and context of learning (0.68%). keyword : grammatical errors, error analysis, recount text.
The Use of Media in English Language Teaching at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar ., Putu Yogi Agustia p; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14957

Abstract

This study intends to investigate kinds of media that used by the English teacher in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, the way how those media used, the benefits and the weaknesses of using media in teaching English, and the teachers’ reason of using media in teaching English. It utilized qualitative method in collecting the data. The data were collected from observation sheet and interview guide. It also used smartphone to take a picture when the researcher observed teaching-learning process in the classroom. It also used to record the conversation between the researcher and the English teacher in interview section. The obtained data were mainly analyzed based on Heinich, et al (2002) theory about Instructional Media and Technologies for Learning. It showed there are twelve media that used by the English teachers in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. There were some benefits and weaknesses from using media in teaching English which appears based on the way those media used and the conditions in the classroom. Those data was collected by using observation sheet. The data about the English teachers’ reason in using media will be showed by using interview guide. The English teachers stated that media have big impact to increase the students motivation in learning.Kata Kunci : media for teaching English, the way how used media, benefits and weaknesses of media, teachers’ reason of using media Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis-jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, cara bagaimana media tersebut digunakan, manfaat dan kelemahan menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris, dan alasan guru menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data. Data dikumpulkan dari lembar observasi dan panduan wawancara. Penelitian ini juga menggunakan smartphone untuk mengambil gambar ketika peneliti mengamati proses belajar mengajar di kelas. Ini digunakan untuk merekam percakapan antara peneliti dan guru bahasa Inggris di bagian wawancara. Data yang diperoleh terutama dianalisis berdasarkan Heinich, et al (2002) teori tentang Media Instruksional dan Teknologi untuk Belajar. Ini menunjukkan ada dua belas media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Ada beberapa manfaat dan kelemahan dari menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris yang muncul berdasarkan pada cara media tersebut digunakan dan kondisi di kelas. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data tentang alasan guru bahasa Inggris dalam menggunakan media akan ditunjukkan dengan menggunakan panduan wawancara. Guru bahasa Inggris menyatakan bahwa media memiliki dampak besar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.keyword : jenis-jenis media untuk mengajar bahasa inggris, cara penggunaan media, kelebihan dan kekurangan media, alasan guru dalam menggunakan media
THE CHARACTERIZATION OF ELIZABETH BENNET IN JANE AUSTEN’S PRIDE AND PREJUDICE ., Ketut Ariani; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penokohan Elizabeth Bennet pada novel Pride and Prejudice karangan Jane Austen. Textual analysis digunakan sebagai metode pada penelitian ini untuk menganalisis penokohan Elizabeth Bennet. Sebagai tokoh utama, Elizabeth Bennet digambarkan secara langsung dan tidak langsung melalui penggambaran dari penulis, tokoh lain, perkataan, tindakan dan penampilan. Sebagai wanita yang memiliki kecerdasan tinggi, Elizabeth Bennet mempunyai kecepatan dalam berpikir, kemampuan mengamati dan memahami situasi. Tapi ia memiliki perasangka buruk terhadap tokoh lain, terutama Darcy. Ia juga seorang yang peduli dan perhatian walaupin ia sering mengabaikan peraturan yang ada di masyarakat. Ia memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Meskipun ia digambarkan sebagai seorang wanita yang tidak fashionable, tetapi ia mampu menarik perhatian tokoh lain melalui wajah cantik dan mata indahnya. Dari tingkah lakunya, ia digambarkan sebagai seorang yang berbicara secara langsung dan tajam, keras kepala namun periang. Dari semua penokohannya, Elizabeth Bennet bisa di lihat sebagai tokoh yang sempurna. Ia mempunyai watak yang seimbang antara watak positif dan negatif yang terkombinasi sempurna.Kata Kunci : novel, penokohan, tokoh This study aimed at identifying the characterization of Elizabeth Bennet in Jane Austen’s Pride and Prejudice. Textual analysis was applied in this study as the method to analyze the characterization of Elizabeth Bennet. As the main character, Elizabeth Bennet is revealed both directly and indirectly through the description from the author, other character, speech, action and appearance. As a woman with a good intelligence, Elizabeth Bennet has quick wit, ability in observing and sensibility. But she has a bad prejudice to others especially Mr. Darcy. She is also a caring and apprehensive woman though she tends to be a heedless woman who ignores the society rules. She has a healthy and strong body. Although she is an unfashionable woman but she can attract others by her beautiful face and her dark eyes. From her attitude, she is revealed as an outspoken, sharp-tongued, headstrong and cheerful woman. From those characterizations, Elizabeth Bennet can be seen as a perfect character. She has the balance characterization between positive and negative characterization which are combined perfectly.keyword : character, characterization, novel.
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON ENGLISH ACHIEVEMENT IN THE PRIMARY SCHOOL IN BULELENG ., Pt. Febry Budi Hendrawan; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11080

Abstract

The aim of this study is to find out the effect of ICT-based interactive game towards the English achievement of sixth grade students in primary school cluster IV in Sukasada district, in academic year 2016/2017. This study was a quasi-experimental research which used post-test only control group design. The population of this study was 174 students from eight elementary schools in cluster IV in Sukasada district. The samples of this study were 22 students of sixth graders in SD Negeri 3 Sukasada and 22 students of sixth graders in SD Negeri 4 Sukasada selected by administering cluster random sampling technique. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. It was found that the result of hypothesis testing (independent t-test) showed that the tobs = 3.256>tcv= 2.018 and the significance value of the data was 0.002 lower than α = 0.05. It can be inferred that there is a significant effect of ICT-based interactive towards students’ English achievement. In conclusion, ICT-based interactive game is an effective teaching media and it is suggested to be applied by teachers to improve students’ English achievement in primary schools. keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
THE EFFECT OF PQRST METHOD ON READING ACHIEVEMENT IN SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 3 SAWAN ., A.A. Ari Kartini Priyanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12595

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Post-Test Only Control Group Design untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode PQRST terhadap prestasi membaca siswa kelas VIII di SMPN 3 Sawan. Pada penelitian ini, populasinya adalah siswa kelas VII yang terdiri dari 217 siswa. Ada dua kelompok yang dipilih sebagai sample dan kedua kelas tersebut masing-masing terdiri dari 27 siswa. Kelompok dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas 7 A4 merupakan kelompok eksperimen yang diajarkan menggunakan metode PQRST, sementara kelas 7 A5 merupakan kelompok konrol. Data yang dikumpulkan menggunakan reading test yang terdiri dari 20 soal objektif yang dianalisis secara deskriptif dan inferential menggunakan independent t-test. Null Hypothesis pada penelitian ini ditolak karena nilai signifikan adalah 0,000 dan lebih rendah dari nilai alpha yang signifikan (0,05). Selain itu, hasilnya dibuktikan dengan nilai rata-rata kedua kelompok. Nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 76.85 sedangkan nilai rata-rata kelompok control adalah 60.93. Ini berarti nilai tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari metode PQRST pada prestasi membaca siswa kelas VII di SMPN 3 Sawan. Kata Kunci : prestasi membaca siswa, metode PQRST This research was an experimental research which used Post-Test Only Control Group Design to investigate whether or not there is any significant effect of PQRST method on reading achievement in seventh grade students at SMPN 3 Sawan. In this research, the population was the seventh grade students which consist of 217 students. There were 2 groups selected as sample and each group consist of 27 students. The group was chosen by cluster random sampling technique. The 7A4 class as an experimental group was taught by using PQRST method, while the 7A5 class as a control group. The data was collected by reading test consist of 20 questions which analyzed descriptively and inferentially used independent t-test. The Null hypothesis in this study was rejected because the significant value was 0.000 and lower than the significant value of alpha level (0.05). In addition, the result was also proved by the mean score of both groups. The mean score of experimental group was 76.85 while mean score of control group was 60.93. It meant the result showed that there was significant effect of PQRST Method on reading achievement in seventh grade students at SMPN 3 Sawan.keyword : Keywords: Students’ reading achievement, PQRST Method
AN ANALYSIS OF EFL TEACHERS AND STUDENTS BELIEFS ABOUT WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACK IN WRITING INSTRUCTION ., Andre Dwi Saka; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11255

Abstract

Umpan balik koreksi tertulis merupakan salah satu strategi yang paling umum digunakan oleh guru EFL dalam merespon masalah siswa dalam menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keyakinan guru dan siswa terkait umpan balik koreksi tertulis dalam pelajaran menulis EFL. Untuk mengumpulkan data penelitian, dua orang guru dan dua puluh orang siswa dari sebuah sekolah menengah atas di Denpasar, Indonesia, diwawancara. Respon mereka lalu ditranskripsi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa guru memandang umpan balik koreksi tertulis penting dalam meningkatkan akurasi menulis siswa. Namun, mereka juga menyatakan bahwa pemberian umpan balik koreksi tertulis memiliki tantangan tersendiri. Kedua guru memiliki pandangan berbeda terkait umpan balik koreksi tertulis yang efektif untuk diberikan kepada siswa. Salah satu guru lebih memilih menggunakan koreksi langsung, namun di sisi lain, guru yang lain percaya bahwa koreksi tidak langsung adalah yang terbaik. Temuan selanjutnya mengungkapkan bahwa siswa berpendapat umpan balik koreksi tertulis membantu mereka dalam menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam tulisan mereka. Namun, terindikasi juga bahwa siswa mengalami beberapa kesulitan dalam memahami umpan balik dari guru mereka. Oleh karena itu, guru perlu menanggulangi masalah adanya koreksi yang belum dipahami oleh siswa, seperti dengan memberikan koreksi yang lebih jelas atau mengadakan diskusi dengan para siswa setelah pemberian koreksi.Kata Kunci : Umpan balik koreksi tertulis, kesalahan, keyakinan guru dan siswa Written corrective feedback is one of the most common strategies used by EFL teachers in responding to students’ problems in writing. The present study aimed to disclose the beliefs of teachers and students regarding written corrective feedback in EFL writing instruction. Two teachers and twenty students from a senior high school in Denpasar, Indonesia were interviewed to gather the data of this study. The response of the participants were transcribed and analyzed qualitatively. The results of the interviews showed that the teachers viewed written corrective feedback as important in improving students’ writing accuracy. However, they also mentioned that providing written corrective feedback had its own challenges. The teachers had contrasting ideas regarding the type of written corrective feedback that is the most effective to be provided. One teacher held a strong preference for direct written corrective feedback, but on the other hand, the other teacher believed indirect written corrective feedback was the best. Further result reveals that the students found written corrective feedback helpful in locating and revising the errors in their writing. However, the result also indicates that the students experienced some difficulties in understanding their teachers’ feedbacks. Because of that, teachers need to tackle the problems on written corrective feedback that is confusing for students, for instance by giving more clear correction or holding a discussion with the students after the provision of the correction.keyword : Written corrective feedback, error, teachers and students' beliefs
THE EFFECT OF NUMBERED HEADS TOGETHER TECHNIQUE ON THE TENTH GRADE STUDENTS' READING COMPREHENSION AT SMA N 2 SINGARJA IN ACADEMIC YEAR 2018/2019 ., I Gusti Ayu Mirawati; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari teknik Numbered Heads Together pada pemahaman membaca siswa kelas sepuluh di SMA N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan pola Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Program Matematika dan IPA. Cluster random sampling digunakan dalam menentukan sampel penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini adalah X MIPA 1 yang ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan teknik Numbered Heads Together dan X MIPA 2 yang ditetapkan sebagai kelompok kontrol yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional. Data dikumpulkan dengan melakukan posttest dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor rata-rata yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol di mana kelompok eksperimen mencapai 84,11 dan kelompok kontrol mencapai 79,58. Selanjutnya, analisis statistik inferensial menunjukkan hasil pengujian hipotesis menemukan nilai t hitung (tobs) lebih tinggi dari nilai t tabel (tcv) di mana t hitung (tobs) adalah 3,383 dan nilai t table (tcv) adalah 1.996. Ini menunjukkan bahwa hipotesis null (Ho) dalam penelitian ini ditolak. Itu menegaskan bahwa ada efek signifikan dari teknik Numbered Heads Together (NHT) pada pemahaman membaca siswa kelas sepuluh di SMA N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2018/2019.Kata Kunci : Numbered Heads Together (NHT), pemahaman membaca, siswa kelas X, teknik This study aimed at investigating the effect of Numbered Heads Together Technique on reading comprehension of tenth grade students in SMA N 2 Singaraja in academic year 2018/2019. This study was experimental research which used Post-test Only Control Group Design. The population in this research was tenth grade students in Mathematics and Science Program. Cluster random sampling was used in determining the sample of this study. The sample in this study were X MIPA 1 assigned as experimental group taught by using Numbered Heads Together Technique and X MIPA 2 assigned as control group taught by using conventional technique. The data were collected by conducting posttest and analyzed statistically by using descriptive analysis and inferential analysis. The descriptive statistical analysis showed that the experimental group achieved higher mean score than the control group where the experimental group achieved 84.11 and the control group achieved 79.58. Furthermore, the inferential statistical analysis showed the result of the hypothesis testing found the value of t-observe (tobs) was higher than the t-critical value (tcv) where the t-observe (tobs) was 3.383 and the t-critical value was 1.996. It indicates that the null hypothesis (Ho) in this study was rejected. It confirmed that there was a significant effect of Numbered Heads Together (NHT) technique on reading comprehension of tenth grade students in SMA N 2 Singaraja in academic year 2018/2019.keyword : Numbered Heads Together (NHT), reading comprehension, technique, tenth grade students
An Analysis of Jargon Used By Receptionist in Front Office at Grand Istana Rama Hotel ., Komang Tia Dwi Pradipta; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk bahasa jargon yang digunakan di kantor depan di Hotel Grand Istana Rama. 2) Mengidentifikasi dan menganalisis makna setiap jargon di kantor bagian depan di Grand Istana Rama Hotel. 3) Mengidentifikasi dan menggambarkan fungsi setiap jargon yang digunakan di kantor bagian depan di Grand Istana Rama Hotel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang terutama difokuskan pada penemuan daripada menggunakan analisis statistik. Studi ini berlangsung di Hotel Grand Istana Rama yang merupakan hotel bintang 4 dan dapat dianggap sebagai hotel elite. Penelitian ini menggunakan peneliti sebagai instrumen utama dan 2 instrumen tambahan yaitu pedoman wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan 4 informan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Studi ini menunjukkan bahwa 1) bentuk bahasa jargon yang digunakan di kantor bagian depan di Hotel Grand Istana Rama adalah singkatan, akronim, afiksasi, pinjaman leksikal, penciptaan, kata dan formasi frase. 2) arti setiap bentuk linguistik didasarkan pada penggunaannya. 3) fungsi setiap jargon adalah: memberikan bahasa teknis dan mendorong solidaritas dalam kelompok.Kata Kunci : jargon, bentuk linguistik, makna, fungsi This study aimed to 1) Identify and analyze the linguistic forms of jargon used in front office department at Grand Istana Rama Hotel. 2) Identify and analyze the meaning of each jargon in front office department at Grand Istana Rama Hotel. 3) Identify and describe the function of each jargon used in front office department at Grand Istana Rama Hotel. This study was descriptive qualitative research which mainly focused on discovery rather than using statistical analysis. This study took place at Grand Istana Rama Hotel which belonged to 4 star hotels and can be considered as elite hotel. This study used researcher as main instrument and 2 additional instruments namely interview guide and observation. This study used 4 informants which were selected based on certain criteria. This study showed that 1) the linguistic forms of jargon used in front office department at Grand Istana Rama Hotel are abbreviation, acronym, affixation, lexical borrowing, coinage, word and phrase formation. 2) the meaning of each linguistic form is based on its use. 3) the function of each jargon were: providing technical language and encouraging in-group solidarity. keywords: jargon, linguistic form, meaning, function keyword : jargon, linguistic form, meaning, function
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE SECOND GRADE STUDENTS OF SMPK 2 HARAPAN IN WRITING DESCRIPTIVE TEXTS IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Sophiarini Putu Yulia; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis-jenis kesalahan tata bahasa yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas dua SMPK 2 Harapan dalam menulis teks deskriptif pada tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini juga mendeskripsikan sumber-sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswi. Subyek penelitian ini adalah 39 siswa-siswi kelas 8B. Tulisan siswa-siswi dianalisis dengan menggunakan teori Azar dalam mengklasifikasikan jenis-jenis kesalahan tata bahasa yang dilakukan oleh siswa-siswi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 12 jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswi. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi ejaan (3.80%), pemilihan kata (4.60%), kata sambung (2.40%), tunggal-jamak (10.62%), kata kerja subjek (26.25%), susunan kata (4.80%), bentuk kata kerja (7,81% ), kata ganti (22,24%), preposisi (6.41%), artikel (5.61%), penghilangan kata (4.20%), dan tanda baca (2.60%). Jumlah kesalahan tatabahasa dalam teks deskriptif adalah 499 kesalahan. Dari segi sumber-sumber kesalahan, sumber-sumber kesalahan dianalisis dengan menggunakan teori Brown. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan yang paling umum berasal dari kesalahan intralingual transfer (26.44%) dan kesalahan yang paling sedikit berasal dari konteks pembelajaran (22.76%). Dari perhitungan kuisioner didapat 949 kesalahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas dua SMPK 2 Harapan masih banyak melakukan kesalahan dari pengembangan bahasa kedua ke sistem linguistik.Kata Kunci : Teks descriptif, kesalahan tata bahasa, menulis This study aimed at investigating the kinds of grammatical errors committed by the second grade students of SMPK 2 Harapan in writing descriptive texts in academic year 2017/2018. This study also described the sources of errors committed by the students. The subjects of this study were 39 students of class 8B. The students’ writings were analyzed by using Azar theory in classifying the kinds of grammatical errors committed by the students. The result of this study indicated that there were 12 types of errors committed by the students. Those errors were spelling (3.80%), diction (4.60%), conjunction (2.40%), singular-plural (10.62%), subject-verb agreement (26.25%), word order (4.80%), verb form (7.81%), pronoun (22.24%), preposition (6.41%), article (5.61%), omit a word (4.20%), and punctuation (2.60%). The total number of grammatical errors in descriptive texts was 499 errors. In terms of sources of errors, the sources of errors were analyzed by using Brown theory. The result of this study indicated that the most common errors came from intralingual transfer sources (26.44%) and the least common errors came from context of learning sources (22.76%). From the result of the questionnaire was 949 errors. Therefore, it can be concluded that the second grade students of SMPK 2 Harapan still committed lots of errors from L2 linguistic development. keyword : Descriptive text, grammatical errors, writing.
AN ANALYSIS OF CODE MIXING USED IN INSTAGRAM BY STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION ., Mashita Amellia Kartika Sari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe dari campur bahasa terutama yang ditemukan pada media sosial seperti Instagram juga untuk menemukan alasan yang mendasari penggunaan campur bahasa yang digunakan oleh mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris dalam keseharian. Model dari penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif dimana penelitian ini difokuskan pada suatu kejadian campur bahasa. Berkaitan dengan hal itu, penelitian ini hanya fokus pada campur bahasa antara Bahasa Indonesia – Bahasa Inggris yang digunakan oleh mahasiswa. Selain itu, data diperoleh melalui observasi pada akun Instagram mahasiswa dan mewawancarai beberapa subjek terpilih dengan menggunakan sebuah panduan wawancara. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teory Ho (2007) dan Hoffman (1991). Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa tipe campur bahasa yang paling dominan yaitu lexical words dengan jumlah 54 (34.6%). Sedangkan, alasan yang mendasari penggunaan campur bahasa oleh siswa yang paling dominan yaitu talking about a particular topic dimana seluruh subjek terpilih memilih alasan tersebut. Meskipun begitu, peneliti menemukan tiga alasan tambahan diluar dari teory Hoffman (1991) seperti; keterbatasan kosa kata, gengsi, dan melatih penguasaan berbahasa Inggris.Kata Kunci : Campur bahasa antara bahasa Indonesia-bahasa Inggris dan Instagram. This study aimed at analyzing the types of code mixing, specifically found in the social media, especially in Instagram as well as to find out the reasons underlying the use of code mixing by the students of English Language Education in daily conversation. The design of this research is descriptive qualitative study since it focused on a single case of phenomenon of code mixing. Therefore, this study only focused on Indonesian-English code mixing used by the students. Moreover, the data were collected through observing on the students’ Instagram account and interviewing the selected subjects by using an interview guide. Furthermore, the collected data were analyzed by using Ho’s theory (2007) and Hoffman’s theory (1991). Based on the data analysis, the result of the study showed that the dominant type of code mixing used by the students was lexical word with the total number of 54 items (34.6%). Meanwhile, the dominant reason underlying the use of code mixing by the students was talking about a particular topic, where all of the selected subjects picked that reason. However, the researcher found three additional reasons out of Hoffman’s theory (1991), namely: vocabulary limitation, prestige, and practicing English mastery.keyword : Indonesian-English code mixing and Instagram.