cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
An Analysis of Grammatical Errors Committed by the Eighth Semester Students of English Language Education at Ganesha University of Education in Writing Research Proposals ., Ni Putu Trisna Sari Putri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18785

Abstract

Karya tulis ilmiah adalah jenis karya tulis yang digunakan untuk memberi informasi mengenai penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti. Di dalam proses menulis, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh penulis. Salah satunya adalah tata bahasa. Aspek ini memiliki peran yang penting di dalam menulis karena tata bahasa mengkrontrol struktur dari setiap kalimat dengan tujuan untuk menujukkan kualitas dari tulisan tersebut. Faktanya, kesalahan tata bahasa masih dilakukan oleh siswa yang mempelajari bahasa Inggris untuk bahasa asing di dalam tulisannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dan sumber-sumber dari tata bahasa yang dilakukan oleh siswa dari pendidikan bahasa inggris di Universitas Pendidikan Ganesha dalam menulis proposal skripsi. Sebanyak 24 proposal diambil oleh peneliti sebagai sumber data dalam penelitian ini. Di dalam menganalisis jenis-jenis kesalahan tata bahasa, sebanyak dua teori digunakan oleh peneliti diantaranya adalah teori dari Dulay, Burt & Krashen (1982) dan Zarahweh (2012). Ditemukan bahwa ada 1454 kesalahan yang secara umum dibagi ke dalam empat jenis kesalahan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa di dalam proposal skipsinya adalah penghilangan kata (44.9%), diikuti oleh kesalahan pembentukan kata (17.9), penambahan kata (34.7%), dan kesalahan penyusunan kata (2.6%). Kesalahan-kesalahan itu disebabkan oleh dua faktor yaitu interlingual dan intralingual. Dari total jumlah kesalahan, faktor intralingual menempati faktor tertinggi yang mempengaruhi siswa dalam melakukan kesalahan-kesalahan.Kata Kunci : Proposal Skripsi, Kesalahan Tata Bahasa, Jenis Kesalahan, Sumber Kesalahan Scientific writing is a kind of writing used to share information about a study that has been conducted by a researcher. In the process of writing, there are several important aspects that should be considered by a writer. One of those aspects is grammar. It has important role in the writing because it controls every structure of sentences in order to show the quality of the writing. In fact, grammatical errors are still committed by EFL students in their writings especially in writing thesis proposal as a part of scientific writing. This study aimed at analyzing types and sources of grammatical errors committed by the eighth semester students of English Language Education at Ganesha University of Education in writing thesis proposals. There were 24 proposals taken by the researcher as the sources of data in this study. In analyzing the types of grammatical errors, there were two theories employed the researcher such as the theories from Dulay, Burt & Krashen (1982) and Zarahweh (2012). It was found that there were 1454 errors which generally divided into four types of errors. The most common errors committed by the students in their thesis proposals were omission (44.9%), followed by misformation (17.9%), addition (34.7%), and misordering (2.6%). Those errors were caused by two factors namely interlingual and intralingual. From the total number of errors, the intralingual factor played the highest factor affecting the students in committing errors. Keywords : Thesis Proposal, Grammatical Error, Type of Error, Sources of Errorkeyword : Thesis Proposal, Grammatical Error, Type of Error, Sources of Error
AN ANALYSIS OF QUESTION POSED BY ENGLISH TEACHER DURING TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., PUTU AYU LINDA KRISTIANA DEWI; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bagaimana guru bahasa inggris memberikan pertanyaan kepada siswa, (2) medeskripsikan bagaimana respon siswa terhadap pertanyaan guru. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian seorang guru bahasa inggris dan siswa kelas tujuh di SMP Negeri 6 Singaraja. Data dari penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, maupun wawancara. Adapun instrument yang digunakan yaitu lembar observasi dan rekaman video, checklist, dan panduan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitaf dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) guru sebagian besar mengajukan pertanyaann convergent (61.07%) yang digunakan untuk mengecek pemahaman siswa. (2) pertanyaan procedural (25.89%) yang digunakan untuk mengevaluasi persiapan siswa dan berhubungan dengan rutinitas kelas, dan pertanyaan divergent (13.04%) yang digunakan untuk memelihara wawasan dengan memaparkan hubungan baru. Kemudian, adapun enam strategi yang digunakan, yaitu no calling out, cold call, repeating, prompting, waiting, and probing. Strategi yang paling banyak digunakan oleh guru adalah no calling out dengan presentase (54.35%). Kemudian, siswa memberikan tiga jenis respon dalam bentuk verbal (81,42%), non-verbal (4,74%), dan no-response (13,84%).Kata Kunci : Pertanyaan guru, Respon siswa This study aimed to (1) describe how the English teacher gives question to the students, (2) describe how the students give response to the teacher’s question. This study was a case study with the subject of an English teacher and seventh grade students at SMP Negeri 6 Singaraja. The data were collected through observation and documentation, as well as interview. The instrument used were observation sheet and video recorder, checklist, and interview guide. The collected data were analyzed quantitatively and qualitatively. The result showed that (1) the teacher mostly posed convergent question (61.07%) which were used to check students’ understanding, (2) procedural question (25.89%) which were used to evaluate student preparation and dealt with classroom routines, and (3) divergent question (13.04% ) which were used to nurture insight by exposing new relationship. Then, six strategies were used, namely no calling out, cold call, repeating, prompting, waiting, and probing. The most used strategy by the teacher was no calling out with percentage (54.35%). Then, the students provided three kinds of response in the form of verbal (81.42%), non-verbal (4.74%), and no-response (13.84%). keyword : Students’ responses, Teacher’s question
The Reinforcement Used By English Teacher In Eighth Grade Students Of SMP N 1 Kintamani ., NI WAYAN YULI ERAYANTI; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18796

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian case study deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis penguatan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris, (2) alasan guru menggunakan penguatan tersebut, dan (3) keefektifan penguatan guru pada siswa. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas delapan SMP N 1 Kintamani. Metode pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi serta wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris siswa di kelas delapan SMP N 1 Kintamani lebih banyak menggunakan penguatan positif (79.39%) dan diikuti oleh penguatan negatif (20.61%) selama proses belajar mengajar. Penguatan positif yang diberikan oleh guru adalah tangible reinforcement (72.38%), social reinforcement (27.07%), dan privilege reinforcement (0.55 %). Penguatan negatif yang digunakan oleh guru menyebut nama siswa (46.81%), reminders, prompt and cues (21.28%), proximity (17.02%), gesture (10.64%) dan kontak mata (4.25%). Alasan guru menggunakan penguatan itu adalah karena penguatan itu bisa memotivasi siswa serta membuat siswa tetap memperhatikan pelajaran. Penguatan positif yang diberikan oleh guru efektif pada siswa karena dapat membuat siswa aktif di kelas. Sementara, untuk penguatan negatif, tidak semua dari mereka efektif.Kata Kunci : penguatan, sekolah menengah pertama This research was a descriptive case study study aimed at describing (1) kinds of reinforcement used by english teacher, (2) the reason of teacher using those reinforcements, and (3) the effectiveness of the teacher’s reinforcements on students. The subject of the study was an english teacher and the eighth grade students of SMP N 1 Kintamani. The method of data collection were observation and documentation as well as interview. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The result of the study showed that the english teacher in eighth grade students of SMP N 1 Kintamani mostly used positive reinforcement (79.39%) followed by negative reinforcement (20.61%) during the teaching and learning process. Positive reinforcement given by the teacher were tangible reinforcement (72.38%), social reinforcement (27.07%), and privilege reinforcement (0.55 %). Negative reinforcement used by the teacher were mention students’ name (46.81%), reminders, prompt and cues (21.28%), proximity (17.02%), gesture (10.64%) and eye contact (4.25%). The reason of teacher using those reinforcement was because those reinforcement could motivate the students as well as keep them on track. Positive reinforcement given by the teacher was effective on students because it could make students active in the classroom. While, for the negative reinforcement, not all of them were effective.keyword : junior high school, reinforcement
READING INTEREST AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY IN THE JUNIOR SECONDARY SCHOOL ., Ketut Sintya; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat membaca dan kompetensi membaca pada deskriptif teks serta hubungan antara dua variable yang dilakukan di SMP N 1 Kubutambahan. Terdapat dua kelas yang terlibat sebagai subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII C dan VII F. Penelitian ini dirancang dalam metodologi kuantitatif korelasional dengan menggunakan dua instrumen untuk mengukur minat membaca dan kompetensi membaca siswa pada teks bahasa inggris. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut terdiri dari angket minat membaca dan tes kompetensi membaca pada teks deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah deskriptif dan koefisien korelasi pearson’s product moment. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa minat membaca dan kompetensi membaca siswa masing-masing dikategorikan baik dan tinggi. Temuan penelitian menyiratkan pentingnya mengembangkan minat membaca sebagai kegiatan belahjar sehari-hari dirumah dan disekolah, hal ini akan meningkatkan kompetensi membaca pada waktunya. Kata Kunci : Minat Membaca, Kompetensi Membaca, dan Koefisien Korelasi. The current research objectives were focused on the students’ reading interest and reading competency on descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMPN 1 Kubutambahan, while the sample of this study was the students of class VII C and VII F. This research was designed in a correlation quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students’ reading interest and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading interest questionnaire and reading competency test. Data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings disclose that the students’ reading interest and reading competency are categorized as good and high respectively. The research findings imply the importance of developing reading interest as a day-to-day learning activities at home and/or at school, which will enhance reading competency in due times.keyword : Reading Interest, Reading Competency, and Correlation Coefficient
READING EFFICACY AND THE STUDENTS' READING COMPETENCY BASED ON THE 2013 CURRICULUM IN THE SENIOR HIGH SCHOOL ., Vieny Andani Padmallah; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18802

Abstract

Tujuan penelitian ini fokus pada rasa percaya diri yang dimiliki oleh siswa dalam membaca dan profil deskriptif kompetensi membaca siswa serta hubungan antara kedua variable di SMAN 1 Sawan. Penelitian ini dirancang sebagai metodologi kuantitatif korelasi. Dua instrumen diberikan untuk mengukur rasa percaya diri dalam membaca siswa dan kompetensi membaca mereka pada teks-teks Bahasa Inggris. Dua instrumen terdiri dari kuesioner rasa percaya diri dalam membaca siswa dan tes kompetensi membaca. Data dikumpulkan menggunakan dua instrument ini. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan langkah-langkah deskriptif dan koefisien korelasi dari Pearson Product Moment. Hasil penelitian menemukan bahwa rasa percaya diri dalam membaca yang dimiliki oleh siswa dan kompetensi membaca masing-masing siswa dikategorikan tinggi. Hasil dari penelitian ini menyiratkan pentingnya meningkatkan rasa percaya diri dalam membaca siswa serta kompetensi membaca siswa.Kata Kunci : rasa percaya diri membaca, kompetensi membaca, koefisien korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading efficacy and reading competency descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMAN 1 Sawan. This research was designed as a correlational quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students’ reading efficacy and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading efficacy questionnaire and reading competency test. Data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings discover that the students’ reading efficacy and reading competency are categorized as high respectively. The research findings imply the importance of improving reading efficacy, as well as their reading competency.keyword : reading efficacy, reading competency, correlation coefficient
READING HABITS AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY IN THE JUNIOR SECONDARY SCHOOL IN SINGARAJA ., Made Lady Agustina; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan membaca dan kompetensi membaca pada deskriptif teks serta hubungan antara dua variable. Penelitian ini dirancang dalam metode kuantitatif korelasil. Populasi penelitian siswa kelas VII di SMPN 5 Singaraja yang berjumlah 352 siswa sedangkan sample penelitian ini yaitu siswa kelas VII F dan VII K yang berjumlah 64 siswa. Sample penelitian ini menggunakan purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument yaitu angket kebiasaan membaca dan tes kompetensi membaca. Angket kebiasaan membaca digunakan untuk memperoleh data kebiasaan membaca siswa dan tes kompetensi membaca digunakan untuk memperoleh data kompetensi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah- langkah deskriptif dan koefisien korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara kebiasaan membaca siswa dan komptensi membaca. Kata Kunci : Kebiasaan Membaca, Kompetensi Membaca, Koefisien Korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading habits and reading competency on descriptive profiles as well as the relationships between the two variables. This research was designed in a correlation quantitative methodology. The population was seventh grade students of SMPN 5 Singaraja consist of 352 while the sample was VII F and VII K class which consisted of 64 students. The samples were selected by purposive random sampling. The two instruments consisted of reading habits questionnaire and reading competency test. Questionnaire was used to obtain the data of students’ reading habits and reading test to obtain the data of reading competency. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings showed that there is a significant positive correlation between students’ reading habits and their reading competency. keyword : Reading Habits, Reading Competency, Correlation Coefficient.
READING MOTIVATION AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY BASED ON THE 2013 CURRICULUM IN THE SENIOR HIGH SCHOOL ., Ketut Lediani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18805

Abstract

Tujuan penelitian dari penelitian ini difokuskan pada motivasi membaca siswa dan profil deskriptif kompetensi membaca serta hubungan antara dua variabel di SMAN 3 Singaraja. Desain penelitian penelitian ini adalah metodologi kuantitatif korelasional. Dua instrumen diberikan untuk mengukur motivasi membaca siswa dan kemampuan membaca mereka pada teks-teks bahasa Inggris tertulis. Dua instrumen terdiri dari angket motivasi membaca dan tes kompetensi membaca. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumeni. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah deskriptif dan Koefisien Korelasi Product Moment dari Pearson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa motivasi membaca siswa dan kompetensi membaca masing-masing dikategorikan baik dan tinggi. Temuan penelitian menyiratkan bahwa pentingnya mengembangkan motivasi membaca sebagai kegiatan belajar sehari-hari di rumah dan / di sekolah akan meningkatkan kompetensi membaca pada saat yang tepat. Kata Kunci : Kata kunci: koefisien korelasi, kompetensi membaca, motivasi membaca The research objectives of this study were focused on the students’ reading motivation and reading competency descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMAN 3 Singaraja. This research design of this study was a correlational quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students’ reading motivation and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading motivation questionnaire and reading competency test. The data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings showed that the students’ reading motivation and reading competency were categorized as good and high respectively. The research findings imply that the importance of developing reading motivation as a day-to-day learning activities at home and/at school will enhance reading competency in due times. keyword : Keywords: correlation coefficient, reading competency, reading motivation
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY TOURIST INFORMATION CENTER STAFF AT JATILUWIH RICE TERRACE ., I Putu Bagus Arka Wiguna; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18808

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan tipe-tipe dari strategi komunikasi yang digunakan oleh staf pelayanan informasi di Jatiluwih Rice Terrace, tipe dari strategi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh staf, dan alasan dari strategi komunikasi yang digunakan oleh staf. Penelitian ini menggunakan qualitative design. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada delapan tipe strategi komunikasi yang digunakan oleh staf pelayanan informasi di Jatiluwih Rice Terrace, yaitu; Message Abandonment (17%), Circumlocution (1%), Non-linguistic Signal (18%), Literal Translation (6%), Foreign zing (11%), Appeal for help (10%), Stalling or Time Gaining (18%), Comprehension check (11%), and Clarification request (8%). Time gaining dan Non Linguistic signal merupakan tipe strategi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh staf. Ada dua alasan utama dari strategi komunikasi yang digunakan oleh staf, yaitu; (1 untuk menghindari kesulitan bahasa yang akan dihadapi oleh staf agar membuat pengunjung lebih mudah untuk memahami dan tidak bingung tentang ucapan dan (2) untuk membuat komunikasi lebih efisien dan menyediakan waktu untuk berpikir.Kata Kunci : strategi komunikasi, layanan informasi, jatiluwih rice terrace The purpose of the study was to find out the types of communication strategies used by the Information Center Staff at Jatiluwih Rice Terrace, the type of communication strategies mostly used by the staff, and the reasons of communication strategies used by the staff. The subject of this study was the Information Center staff at Jatiluwih Rice Terrace. This study employed qualitative design. The methods of data collection were observation and interview. The findings of study showed that there were nine types of communication strategies applied by Tourist Information Center staff at Jatiluwih Rice Terrace, namely; Message Abandonment (17%), Circumlocution (1%), Non-linguistic Signal (18%), Literal Translation (6%), Foreign zing (11%), Appeal for help (10%), Stalling or Time Gaining (18%), Comprehension check (11%), and Clarification request (8%) Time gaining and Non Linguistic signal were the communication strategies that were mostly used by the staff. There are two main reasons of communication strategies used, namely; (1) to avoid language difficulties that would be faced by the staff to make the visitors easier to understand and not confused about the utterance and (2) to make the communication more efficient and provide time to think.keyword : communication strategies, information center, jatiluwih rice terrace
AN ANALYSIS OF THE TEACHER’S QUESTIONS IN EFL LEARNING AT SENIOR HIGH SCHOOL ., Kadek Intan Rustiana Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pertanyaan dan tujuan dari setiap jenis pertanyaan yang digunakan oleh seorang guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Seorang guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas XI di SMAN 3 Singaraja dengan rela menjadi subjek penelitian ini. Penelitian ini adalah penelitian survei dimana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif didukung oleh beberapa literatur terkait. Analisis data didasarkan pada studi teoritis dan empiris untuk mendapatkan penjelasan yang rinci. Bagian teoritis mencakup teori mengenai jenis dan tujuan pertanyaan yang diajukan oleh Richard & Lockhart (1996), Padmadewi et al. (2017), and Turney et al. (1973). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menggunakan semua jenis pertanyaan yang diajukan oleh (1996) dan Padmadewi et al. (2017). Pertanyaan tersebut meliputi pertanyaan prosedural, divergen, konvergen, permintaan, retoris, mendorong, dan menyelidik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pertanyaan tingkat rendah sering digunakan oleh guru. Hasil lain mengungkapkan bahwa guru menggunakan delapan dari dua belas tujuan pertanyaan yang diajukan oleh Turney et al. (1973) dan Padmadewi et al. (2017). Sebagai kesimpulan, penggunaan pertanyaan tingkat rendah dan tinggi dirasakan harus seimbang dalam kaitannya dengan pengembangan proses berpikir siswa.Kata Kunci : Kata kunci: Tanya jawab, pertanyaan guru, pembelajaran Bahasa Inggris. This study aimed at analyzing types of questions and purposes of each type of question used by a teacher in EFL learning. An English teacher who taught the eleventh grade students at SMAN 3 Singaraja willingly became the subject of this study. This study was a survey research in which the data were collected through observation and interview. The data were analyzed descriptively supported by several related literatures. The analysis of the data was based on theoretical and empirical studies in order to get a detail explanation. The theoretical part covers theories of types and purposes of questions proposed by Richard & Lockhart (1996), Padmadewi et al. (2017), and Turney et al. (1973). The results of the study revealed that the teacher used all types of questions proposed by Richard & Lockhart (1996) and Padmadewi et al. (2017). Those are procedural, divergent, convergent, compliance, rhetorical, prompting, and probing questions. The result also showed that low-order questions were frequently used by the teacher in EFL learning. Another result revealed that the teacher used eight out of twelve purposes of questions proposed by Turney et al. (1973) and Padmadewi et al. (2017). In conclusion, the use of low-order and high-order questions should be balanced in relation to the development of students’ thinking process.keyword : Keywords: Questioning, teacher’s questions, EFL learning.
THE EFFECT OF NUMBERED HEADS TOGETHER TECHNIQUE ON THE TENTH GRADE STUDENTS' READING COMPREHENSION AT SMA N 2 SINGARJA IN ACADEMIC YEAR 2018/2019 ., I Gusti Ayu Mirawati; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari teknik Numbered Heads Together pada pemahaman membaca siswa kelas sepuluh di SMA N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan pola Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Program Matematika dan IPA. Cluster random sampling digunakan dalam menentukan sampel penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini adalah X MIPA 1 yang ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan teknik Numbered Heads Together dan X MIPA 2 yang ditetapkan sebagai kelompok kontrol yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional. Data dikumpulkan dengan melakukan posttest dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor rata-rata yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol di mana kelompok eksperimen mencapai 84,11 dan kelompok kontrol mencapai 79,58. Selanjutnya, analisis statistik inferensial menunjukkan hasil pengujian hipotesis menemukan nilai t hitung (tobs) lebih tinggi dari nilai t tabel (tcv) di mana t hitung (tobs) adalah 3,383 dan nilai t table (tcv) adalah 1.996. Ini menunjukkan bahwa hipotesis null (Ho) dalam penelitian ini ditolak. Itu menegaskan bahwa ada efek signifikan dari teknik Numbered Heads Together (NHT) pada pemahaman membaca siswa kelas sepuluh di SMA N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2018/2019.Kata Kunci : Numbered Heads Together (NHT), pemahaman membaca, siswa kelas X, teknik This study aimed at investigating the effect of Numbered Heads Together Technique on reading comprehension of tenth grade students in SMA N 2 Singaraja in academic year 2018/2019. This study was experimental research which used Post-test Only Control Group Design. The population in this research was tenth grade students in Mathematics and Science Program. Cluster random sampling was used in determining the sample of this study. The sample in this study were X MIPA 1 assigned as experimental group taught by using Numbered Heads Together Technique and X MIPA 2 assigned as control group taught by using conventional technique. The data were collected by conducting posttest and analyzed statistically by using descriptive analysis and inferential analysis. The descriptive statistical analysis showed that the experimental group achieved higher mean score than the control group where the experimental group achieved 84.11 and the control group achieved 79.58. Furthermore, the inferential statistical analysis showed the result of the hypothesis testing found the value of t-observe (tobs) was higher than the t-critical value (tcv) where the t-observe (tobs) was 3.383 and the t-critical value was 1.996. It indicates that the null hypothesis (Ho) in this study was rejected. It confirmed that there was a significant effect of Numbered Heads Together (NHT) technique on reading comprehension of tenth grade students in SMA N 2 Singaraja in academic year 2018/2019.keyword : Numbered Heads Together (NHT), reading comprehension, technique, tenth grade students