cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
PEMANFAATAN CITRA PENGIDERAAN JAUH PADA GOOGLE EARTH UNTUK PEMBUATAN PETA CITRA DI KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN Putra, I Wayan Krisna Eka
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.547 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10557

Abstract

Kecamatan Marga merupakan salah satu kecamatan yang sebagian besar desa-desa nya belum memiliki peta desa khususnya peta citra. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar (1) terbentuknya pengetahuan dan keterampilan aparat desa dalam hal membuat peta citra, dan (2) memfasilitasi aparat desa agar dapat menghasilkan peta citra. Tahapan pelaksanaan kegiatan yaitu: (1) persiapan yang meliputi penyusunan materi dan pedoman untuk download data citra penginderaan jauh pada Google Earth menggunakan software StichMaps dan Quantum GIS, penyusunan materi dan pedoman untuk membuat peta citra, serta validasi data citra yang akan digunakan sebagai data dasar, (2) pelaksanaan yang meliputi pemberian bimbingan teknis cara download data citra penginderaan jauh pada Google Earth, (3) evaluasi keberhasilan kegiatan membuat peta citra dari data citra penginderaan jauh pada Google Earth, dan proses print out peta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar sesuai rencana, hanya saja peserta masih belum bisa mandiri membuat peta terutama pada saat melakukan proses layout peta.
VARIASI KOMPOSISI SAMPAH BERBASIS SOSIO EKONOMI PEMUKIM PADA KOMPLEKS PERUMAHAN DI KELURAHAN BANYUNING Christiawan, Putu Indra
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.034 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10095

Abstract

The accelerated of increase in the number of urban migrants adjoining the construction of unplanned housing. The construction of unplanned housing will produce pressure on the environment, especially the pressure of waste that is the outcome of the activity of the resident consumption. The aim of this study was to analyze the influence of resident characteristics with the waste composition in public housing in Banyuning Sub-district. The research method used is analytic survey. The analysis used in this research is descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that the number of family members, education level and income level partially and simultaneously had a significant effect on the waste composition, both organic and non-organic waste in public housing in Banyuning Sub-district. This study concludes that it is necessary to design a form of waste management that is more specialized in urban waste generated by residential.
REFLEKSI KRITIS KONDISI DEMOGRAFI INDONESIA: ANTARA BONUS DAN BENCANA DEMOGRAFI Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.68 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10558

Abstract

Indonesia still has various demographic problems. Large population, low population quality, and uneven distribution of population. In quantity, Indonesia can be said will soon enjoy the demographic dividend because the large number of population is a productive age. But the large number of productive age population was not followed by a reliable quality and this can actually be a demographic disaster. This article presents the outlook as a critical reflection of Indonesia's current demographic condition derived from the review of demographic data and related writings. The results obtained are that the demographic conditions of Indonesia are in the "crossroads".  In terms of quantity, Indonesia will enjoy demographic dividend, but in terms of the quality of Indonesia will be faced with the demographic disaster. To avoid the negative impacts of the demographic conditions and to enjoy the momentum, extra effort needs to be done not only by the government, but by all components of the nation. Real, immediate and continuous efforts that can be done include improving the quality of human resources, especially through education and health, creating jobs by all parties, placing the elderly population as an asset, and consolidating the agricultural sector through the empowerment of local farmers as well as cutting wages between agriculture and non-agricultural sectors.
STUDI KEMITRAAN DESA ADAT DENGAN PELAKU USAHA WISATA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA LOVINA DI KABUPATEN BULELENG Wahyuni, Made Arie
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.271 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10551

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kawasan Lovina Kabupaten Buleleng dengan tujuan: (1) Mengidentifikasi potensi wisata yang dimitrakan untuk pengembangan ekowisata Lovina, (2) Mendeskripsikan bentuk kemitraan yang dilakukan desa adat dalam pengembangan ekowisata Lovina (3) Menganalisis kontribusi dari bentuk kemitraan dalam pengembangan ekowisata Lovina. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive area sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan dokumen. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Potensi wisata mencakup 4 aspek yang wajib dikelola. Pengelolaan tersebut akan lebih mudah jika dimitrakan dengan pihak lain. Adapun aspek yang dimitrakan yaitu atraksi wisata berupa atraksi lumba-lumba dan kegiatan budaya, akomodasi wisata berupa hotel dan restauran, akses berupa jalan dan kelembagaan; (2) Terdapat empat bentuk kemitraan yaitu Kontrak Kelola dengan aspek yang dikontrakkan adalah jabatan dalam suatu organisasi/ manajemen saja, Kontrak Sewa terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata milik pemerintah daerah, maka pelaku usaha wisata menyewa lahan dan minta izin usaha kepada pihak manajemen operasional DTW Lovina, Hak Guna Bangunan (HGB) terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata adalah milik desa adat, bangunan kios/ toko dibangun oleh pemerintah, dan pelaku usaha wisata membeli/ menyewa kios/ toko saja, Kontrak Konsesi terjadi karena pelaku usaha wisata memiliki lahan sendiri, maka dapat membuka usaha sesuai dengan kemampuannya; (3) Bentuk kemitraan berkontribusi positif dalam pengembangan ekowisata Lovina. Terdapat tiga bentuk kemitraan yang berkontribusi tinggi terhadap pengembangan ekowisata yaitu bentuk kemitraan kelola, HGB, dan konsesi. Bentuk kemitraan kontrak sewa kontribusinya sedang terhadap pengembangan ekowisata. Faktor lokasi dan kepemilikan lahan sangat mempengaruhi interaksi dengan seluruh aspek kepariwisataan. Khusunya tentang penerimaan pendapatan yang rendah dibandingkan dengan pelaku usaha yang berlokasi di dekat situs obyek wisata. 
PERJUANGAN MASYARAKAT PASEBAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN PESISIR UJUNG BARAT KABUPATEN JEMBER Akbar, Fikri Haikal
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.495 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10619

Abstract

Artikel ini membahas perjuangan masyarakat Paseban untuk melakukan konservasi terhadap lingkungan. Permasalahan yang dikaji pada artikel ini adalah faktor penyebab masyarakat melakukan perjuangan untuk menolak pertambangan serta upaya yang dilakukan masyarakat untuk menolak tambang. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial dan pendekatan antropologi. Metode yang digunakan adalah observasi non partisipasi dengan teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Paseban merupakan wilayah dipesisir pantai selatan jawa yang memiliki kandungan pasir besi dan direncanakan sebagai daerah penambangan. Dampak rencana penambangan yakni dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Masyarakat menggunakan kearifan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan di Paseban. Upaya yang dilakukan antara lain dengan cara sosial budaya yakni selametan perempatan, larung sesaji, dan tanggap wayangan. Selain itu dilakukan pula upaya penanaman tanaman mangrove, pemanfaatan sebagai tempat wisata, lahan perkebunan dan penggunaan alat tradisional sebagai kearifan lokal masyarakat. Artikel ini menunjukkan bahwa ada upaya dari masyarakat untuk menjaga agar wilayah pesisir tetap lestari.
ANALISIS POTENSI MATA AIR SEMERU UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH PENDUDUK DAN IRIGASI PERTANIAN DESA NGUTER, KECAMATAN PASIRIAN, KABUPATEN LUMAJANG Maulana, Ikaf Fajar
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.715 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air untuk penduduk dan irigasi di Desa Nguter. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi mata air Semeru untuk pemenuhan kebutuhan air bagi penduduk dan irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey meliputi pengukuran kuantitas mata air dengan menggunakan metode WEIR, pengukuran kualitas air, kebutuhan air penduduk dilakukan wawancara, serta kebutuhan irigasi dianalisis menggunakan software cropwat 8.0. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil debit rata-rata mata air Semeru yaitu sebesar 1.564.973,28 liter/hari. Dari segi kualitas mata air Semeru termasuk kedalam kategori layak untuk disuplai kepada penduduk maupun irigasi. Rata-rata kebutuhan air penduduk Desa Nguter pada musim kemarau dan hujan yang 608.569,5 liter/hari. Secara kuantitas perbandingan debit mata air Semeru untuk kebutuhan air bersih penduduk sangat mencukupi dari masa sekarang atau 50 tahun kedepan. Selain itu, mata air Semeru memenuhi kebutuhan dalam jaringan irigasi Umengan.
PERENCANAAN KELUARGA DAN FERTILITAS SUKU BAJO DI ERA PERUBAHAN (STUDI KASUS: SUKU BAJO DI PERKAMPUNGAN MOLA KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI) Subardjan, Subardjan
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.268 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perencanaan keluarga dan fertilitas suku Bajo dengan fokus: (1) pandangan suami-istri terhadap perencanaan keluarga, (2) mengidentifikasi kondisi sosial, ekonomi, demografi dan budaya dalam kaitannya dengan perencanaan keluarga, (3) menganalisis penggunaan alat kontrasepsi KB dan fertilitas. Analisis dilakukan dengan tekhnik statistik kuantitaif (crosstab) dan tekhnik analisis kualitatif (Miller dan Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) nilai keluarga yang berlaku pada pasangan suami-istri suku Bajo di era perubahan adalah nilai “keluarga besar”; (2) aspek- aspek sosial, ekonomi, demografi, dan budaya merupakan aspek-aspek yang menentukan ukuran keluarga di “era perubahan” dalam hal ini jumlah anak yang diinginkan dan preferensi terhadap anak laki-laki yang masih tinggi. (3) dari kondisi tersebut (1 dan 2) sehingga menyebabkan wanita usia subur (15-49) tahun suku Bajo mayoritas tidak menggunakan alat kontrasepsi KB. Dengan demikian, mengakibatkan fertilitas dalam hal ini jumlah rata-rata Anak Lahir Hidup (ALH) dan Anak Masih Hidup (AMH) cenderung lebih tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7