cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2018)" : 11 Documents clear
PEMBANGUNAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI SEKITAR GUNUNG API TENTANG RISIKO BENCANA ERUPSI Purnomo, Agus
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13610

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana respon dan persepsi masyarakat disekitar Gunungapi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi. Dari hasil studi respon dan persepsi mereka terhadap bencana sangat bervariasi. Banyak variabel yang mempengaruhi, seperti pendidikan, beban tanggungan, jenis kelamin, usia, hingga pengalaman bencana. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara. Analisis model interaktif digunakan untuk mendeskripsikan hasil wawancara. Dari hasil analisis ditemukan bahwa masyarakat di Kecamatan Ngantang - Malang yang terdampak erupsi Kelud pada tahun 2014 tidak siap dalam menghadapi bencana tersebut karena pengalaman tahun sebelumnya tidak pernah sampai seperti itu. Ada juga pendapat dari masyarakat di Kabupaten Kediri bahwa erupsi Kelud pada tahun 2014 merupakan  dampak dari perebutan  wilayah Kelud  dengan  Kabupaten Blitar. Masyarakat di Kecamatan Poncokusumo - Malang menyikapi erupsi Gunungapi Bromo tahun 2014 sebagai sebuah takdir dan selama mereka berbuat baik maka desa mereka tidak akan terkena dampak merusaknya. Mereka sangat percaya dengan karma baik dan karma buruk. Jika ada satu warga saja di desa mereka yang melakukan hal buruk maka seluruh warga desa akan terkena murka dari Gunungapi Bromo. Dan masyarakat di Kabupaten Bondowoso beranggapan bahwa erupsi Raung pada tahun 2015 akan sama seperti sebelumnya dan tidak merusak. Mereka tidak merasa keberatan jika harus dievakuasi atau direlokasi karena sebagian besar warga yang tinggal di lereng Raung bekerja kepada pihak Perhutani dan tidak merasa memeliki lahan atau rumah pondok tersebut sepenuhnya. Mereka adalah warga yang sudah memiliki tempat tinggal di wilayah lain (Kecamatan Sumber Wringin - Bondowoso).
Sigi Kelengkapan Media Pembelajaran Geografi pada SMA Negeri di Palangka Raya Dewi, Eri Puspita; Natalia, Krisma; Pribadi, Teguh
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.695 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13848

Abstract

This study was conducted to analyze the geographical learning media completeness (GLMC). Eight public senior high schools (PSHS) were surveyed from August to September 2015. GLMC questionnaire used to explore those data. Descriptive statistics used to reveal school characteristics and GLMC. Cross-tabulation with chi-square analysis applied to measure not only school accreditation (SA) but also school quality (SQ) with GLMC. GLMC at PSHA in Palangka Raya were less full criteria. Software, laboratory equipment, mock-ups, visual-aids, and specimens were some samples of GLMC rarely found at PSHA in Palangka Raya. SA was not correlated with GLMC (χ2 = 8,533; C = 0,718; df = 4; p = 0,074) so it was SC (χ2 = 2,000; C = 0,447; df = 2; p = 0,368). Nevertheless, PSHA in Palangka Raya had higher SA and SQ indicated qualified GLMC. Apply school facilities and infrastructures management enhanced the quality of the geographical learning media (GLM). Teachers should optimize GLM at school by increasing their information technology literacy and skill.
Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang Haris, Abd; Subagio, Lutfi Bagus; Santoso, Fajar; Wahyuningtyas, Neni
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.52 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13967

Abstract

Abstract Land is a strategic resource that has value economically. Currently, the amount of agricultural land annually continues to decrease. The reduced number of agricultural land is the result of an increase in the number and activity of the population and development activities. The research method used in this research is qualitative. This study attempts to examine the conversion of agricultural land and its impact on the socio-economic conditions of the communities of Karangwidoro Village. Based on the results of the research note that land transfer function in Karangwidoro Village including the type of massive transfer of functions. Almost all kawsan Karangwidoro village is now a settlement, whereas previously a farming area. The area of land that has been transformed into housing from 2003 to 2017 is approximately 193 hectares. As a result of the conversion of agricultural land into housing makes the people of Karangwidoro Village experiencing the transition of livelihood or commonly referred to as economic transformation.Keywords: Land Functionality Transfer, Agriculture, Social, Karangwidoro Abstrak Tanah merupakan sumberdaya strategis yang memiliki nilai secara ekonomis. Saat ini, jumlah luasan tanah pertanian tiap tahunnya terus mengalami pengurangan. Berkurangnya jumlah lahan pertanian ini merupakan akibat dari adanya peningkatan jumlah dan aktivitas penduduk serta aktivitas pembangunan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji alih fungsi lahan pertanian dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masayarakat Desa Karangwidoro. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Alih fungsi lahan di Desa Karangwidoro termasuk jenis alih fungsi yang masif. Hampir seluruh kawsan Desa Karangwidoro saat ini menjadi pemukiman, padahal sebelumnya merupakan kawasan pertanian. Luas lahan yang berubah menjadi perumahan sejak 2003 hingga 2017 kurang lebih sekitar 193 hektar. Akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan menjadikan masyarakat Desa Karangwidoro mengalami peralihan mata pencaharian atau biasa disebut dengan istilah transformasi ekonomi.Kata kunci: Alih Fungsi Lahan, Pertanian, Sosial, Karangwidoro
ANALISIS LOKASI PEMBUANGAN LIMBAH PADAT DI KOTA TEGAL MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Iryanthony, Sigit Bayhu
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.322 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13655

Abstract

The increasing population population is a problem for the environment. Increased population will increase the amount of consumption and waste generated. Waste Solid (SW) becomes a problem that is not needed properly. SW deliber changes environmental balance that can cause contamination of soil, air and air. The problem of SW in Tegal City becomes a serious problem. TPA located in Muarareja Urban Village, the lease of the land has expired since November 2015. The need to study the determination of the landfill location is an immediate need. By utilizing Geographic Information System (GIS), is an ideal model in determining location based on data overlay method. GIS utilization with physical data analysis and conformity with Spatial Plan (RTRW). Obtained several location options that can be used as an alternative landfill location. Some government locations, 1) Pulosari District, Kab. Pemalang, 2) District Tonjong, Kab. Brebes, 3) Kedungbanteng Sub-district, Tegal Regency.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN KANDANG SAPI DI KELURAHAN BENER KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA Arsanti, Vidyana
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.353 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13901

Abstract

Abstrak Kegiatan yang berkaitan dengan kandang sapi tentunya tidak lepas dari apa yang disebut dengan limbah. Hal ini juga harus diperhatikan cara limbah ini dikelola dengan baik oleh pengelola kandang sapi dengan tepat manfaat. Data yang digunakan oleh peneliti yaitu Data primer yaitu pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik wawancara, Data Sekunder yaitu pengumpulan data dengan dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini (1) Persepsi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kandang sapi yang dikelola oleh kelompok kandang Tri Andini Rejo memiliki respon netral, (2) Pengelolaan Limbah yang selama ini dilakukan oleh pengelola kandang memiliki pergeseran dari yang semula hanya menumpuk kotoran sapi kemudian di jual, sekarang diproses menjadi pupuk organik yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi. Pengelolaan Limbah dengan menggunakan teknologi yang maju belum termanfaatkan dengan baik oleh pengelola kandang karena kurangnya kualitas Sumberdaya Manusia. Kata kunci : Kandang Sapi, Pengolahan Limbah, Persepsi Masyarakat
THE MAPPING OF RARE PLANT SPECIES DISTRIBUTION IN MONKEY FOREST, UBUD, GIANYAR, BALI Wijana, I Nyoman; Wesnawa, Gede Astra
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.959 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13749

Abstract

The purpose of this research was to know the species of rare plants existing in forest tourism Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali and their mapping distributions in the original nature. This is an explorative research. The populations of this research were all species of plants in Monkey Forest. This research samples were the plant species covered by the squares. The sampling method used was quadratic method with systematic sampling technique. The mapping of rare plant species distribution used simple mapping method which was simple polygon compass and GPS. Identification of rare plant species was conducted through interviews, questionnaires, observations, and document studies. The results showed that the distribution of rare plant species in Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali was in groups. The total number of rare plant species their nature were 33 species with the details that there were as many as six species of plants belonging to the National Rare category, 18 species of Bali Rare category, eight species of Regency Rare category, and one species of Rare Sub-District category.
Atlas Sosial Ekonomi Daerah Rawan Bencana Gunungapi Merapi Permatasari, Afrinia Lisditya
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.266 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13906

Abstract

AbstrakAtlas sosial ekonomi di daerah rawan merapi, sangat diperlukan untuk menyajikan data dan pembaruan data secara spasial. Erupsi Gunungapi Merapi pada tahun 2010 telah merubah berbagai macam struktur sosial ekonomi masyarakat di daerah rawan bencana Merapi, khususnya di daerah Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Turi dan Kecamatan Pakem (daerah penelitian). Penelitian ini dapat menjadi salah satu masukan dan rujukan untuk membuat kebijakan bagi pemerintah. Merode analisis yang digunakan yaitu analisis diskriptif dan analisis secara spasial. Hasil yang diperoleh yaitu berupa pembaruan data mengenai peta kawasan rawan bencana, peta upaya mitigasi di Kecamatan Cangkringan, peta kepadatan penduduk, peta kelompok usia rentan, peta rasio jenis kelamin, peta tingkat pendidikan dan distribusi tingkat sekolah di daerah rawan bencana Gunungapi Merapi, peta penggunaan lahan, peta potensi wisata, analisis PDRB sebelum dan sesudah erupsi Gunungapi Merapi. Atlas sosial ekonomi juga dapat memberikan masukan kepada pemerintah sebagai policy maker, lembaga swadaya dan masyarakat tentang pentingnya manajemen risiko bencana.Kata kunci : atlas, sosial ekonomi, kawasan rawan bencana, Merapi 
Identifikasi Urban Heat Island di Kota Solok menggunakan Algoritma Landsat-8 OLI Landsurface Temperature Nofrizal, Adenan Yandra
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2189.224 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13755

Abstract

Pembangunan yang terjadi di Kota Solok akan menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi dengan meningkatnya lahan terbangun akan menyebabkan naiknya suhu permukaan (surface temperature) yang dapat menyebabkan terjadinya urban heat island. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu permukaan yang ada di Kota Solok dan daerah fenomena urban heat island dan hubungan antara perubahan penggunaan lahan terhadap suhu permukaan yang menyebabkan terjadinya urban heat island di daerah Kota Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan salah satu model Land Surface Temperature untuk mengetahui suhu permukaan dengan menggunakan aplikasi pengolahan citra digital selain itu juga menggunakan metode Object Base Image Analyst (OBIA) untuk mendapatkan penggunaan lahan yang ada di Kota Solok. Dengan menggunakan metode yang digunakan akan didapatkan suhu permukaan yang ada di Kota Solok dan daerah fenomena Urban Heat Island serta hubungannya penggunaan lahan dengan suhu permukaan.Kata Kunci : Suhu Permukaan, OBIA, Penggunaan Lahan
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG karunia, amanda rakhmi
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.773 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13937

Abstract

Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman rekreasi, gelanggang renang, kolam pancing), objek wisata minat khusus (terdapat berbagai jalur-jalur pendakian), objek wisata budaya (terdiri dari peninggalan purbakala seperti: candi, makam, dan situs), serta objek wisata religi (Pura Hindu). Akan tetapi popularitas objek wisata Kabupaten Lumajang hanya berkembang dalam skala lokal saja tidak seperti kabuapaten-kabupaten tetangga di sekitarnya, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dimana objek wisata yang berpotensi dijadikan sebagai pusat pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survai. Lokasi penelitian dilakukan pada 10 objek wisata yang sudah tercatat dalam Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupten Lumajang, yaitu Pantai Bambang, Pemandian Alam Selokambang, Pura Mandara Giri Semeru Agung, Pemandian Joyokarto, Water Park KWT Lumajang, Ranu Klakah, Pemandian Al-Kautsar, Piket Nol, Goa Tetes, dan Hutan Bambu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara accidental sampling yaitu pengambilan jumlah sampel yang dilakukan secara kebetulan tanpa direncanakan terlebih dahulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dengan panduan kuesioner yang digunakan untuk menggali informasi mengenai variabel daya tarik objek wisata, variabel sikap pedagang, variabel  kondisi objek wisata, variabel tingkat kebersihan, variabel kondisi keamanan, variabel fasilitas penunjang kepariwisataan, variabel promosi, serta variabel aksesibilitas. Penelitian ini juga menggunakan teknik pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk memperoleh data mengenai variabel jarak antar kawasan lokasi objek wisata, variabel jarak objek wisata terhadap pemukiman, dan variabel jarak objek wisata ke ibu kota kabupaten. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi untuk menjelaskan klasifikasi potensi objek wisata di Kabupaten Lumajang. Peta Potensi Wisata Kabupaten Lumajang digambar dengan menggunakan program Arch GIS 10.5. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Pemandian Alam Selokambang adalah objek wisata yang berpotensi sebagai pusat pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Lumajang dengan skor potensi sebesar 102, dimana skor ini merupakan skor tertinggi dibandingkan dengan 10 objek wisata lain yang dijadikan penelitian. Kata kunci : Pusat Pertumbuhan Pariwisata, Objek Wisata, Kabupaten Lumajang
Analisis Konektivitas Wilayah di Kota Denpasar Shara, Aprilia Riszi Indah Dewi
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.667 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13811

Abstract

Connectivity analysis is one of the most important things in a regional planning or development. A certain region can be developed properly if the connectivity system of the region is good too. The aim of this research is to identify regional hierarchy, service centers, and inter-regional interactions in each sub-district in Denpasar City. The method used in this research is quantitative method. Data analyzed by using index analysy of centrality, gravitation model, and konig-shimbel. The results showed that based on centrality index and gravity model, West Denpasar District has the highest value compared to the other three districts in Denpasar City. It shows that West Denpasar District is an area with hierarchy I (growth center) Denpasar City. Determination of hinterland-center of Denpasar is based on the availability of facilities in each sub-district. Keywords: connectivity, hierarchy areas, Denpasar City

Page 1 of 2 | Total Record : 11