cover
Contact Name
Dr. Mubarak, M.Si
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pplh_ur_jkl@unri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Lingkungan
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM TERBARUKAN, Study Kasus: Penelitian Pendahuluan Produksi Gula dan Bioethanol dari Tumbuhan Nipa (Nipa frutican) di Bagansiapi-api Rohil
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Experimental of preliminary study was conducted to know production of sugar and theirethanol content from Nipafruticanin the Stasiun Riset BioetanolMangrove Nipa ofBagan Siapi-api Rokan Hilir, Riau, from February to Marc 2010. Production of Nipa’ssugar was increased by 6 days of experiment, and from that time (6 days) showed a fewflucuation till the 14 days of experiment. No significant effect of nira productionbetween twohands andthree hands fruitof each Nipaclump which isextracted theirsugar.Sugar of Nipafrutican contained between 18 to 24 brix, and could produced about1 liter (99,64%) ethanol from 7 liters of its sugar.The people’s involvement in efforts toextract sugar of Nipa for producing sugar and bioethanol could become one of a strategyin a sustainable management of mangrove ecosystem(Nipa).
PENGEMBANGAN PENERAPAN PRODUKSI BERSIH HASIL PENGOLAHAN PERIKANAN BERBASIS IKAN PATIN
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk pengembangan penerapan produksi bersih pengolahan hasilperikanan yang berasal dari ikan patin sehingga dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis produkpangan dan dapat mengatasi kelimpahan hasil samping yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkannilai tambah produk. Rendemen daging merah ikan patin sebesar 38,60%, dan daging putih sebesar2,53%, sedangkan untuk rendemen daging secara keseluruhan sebesar 41,13%, dan untuk rendemensurimi sebesar 29,61%. Karakteristik surimi yang diperoleh sesuai SNI (01-2649-1992) rupa dan warna:bersih, warna daging spesifik jenis ikan, aroma : segar spesifik jenis, daging: elastis, padat dankompak, dan rasa : netral agak manis, dengan kadar air sebesar 82,20%, kadar abu sebesar 0,74%,Protein sebesar 14,54%, lemak sebesar 1,09%, dan karbohidrat sebesar 1,43%. Pada pengolahan samosaikan patin memiliki tingkat penerimaan terhadap warna yaitu 77,50%, bau yaitu 73,75%, rasa yaitu67,50% rupa yaitu 72,50%, sedangkan untuk kandungan proksimat seperti kadar air sebesar 31,64%,kadar protein sebesar 4,47%, kadar lemak 15,45% dan kadar abu sebesar 2,12%. Untuk pembuatantepung tulang ikan patin memiliki ciri-ciri rupa putih dan cerah, aroma ikan terasa, dengan tekstur yanghalus dan kering. Untuk pengolahan kerupuk tulang ikan patin memiliki tingkat penerimaan konsumencukup tinggi yaitu sebesar 79%, dengan karakteristik tekstur yang kompak dan rapuh bila dipatahkan,permukaan halus dan bersih, agak beraroma ikan, rasanya enak serta memiliki warna putih agakkekuning-kuningan, kemudian memiliki kandungan air sebesar 5,84% dan kadar abu 11,62%.Kata kunci: Produksi bersih, ikan patin, rendemen, surimi, samosa, tepung tulang, kerupuk
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TALANG MAMAK DALAM BERLADANG
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talang Mamak is one of Indonesian native tribes residing in IndragiriHulu Riau Province, the total of population is estimated to ± 3341patriarch or ±9418 people, spread over five (5) sub districts such as: Rakit Kulim sub district,Batang Gansal sub district, batang Cenaku sub district, Rengat barat sub district,Seberida sub district. Talang Mamak community has some local wisdom infarming ranging from land clearing of the fields to post harvest handling. Theaims of this research is 1) To determine the forms of local wisdom of TalangMamak communities performed in farming 2) Analyzing the meaning of localwisdom in maintaining environmental ecosystems. Farming is a source of foodsecurity in sustaining economics life of Talang Mamak community. Each processof farming activity has the value of wisdom that can be of ancestors forgenerations. The method used was a survey method with a qualitative approachsuch as collecting data through observation, documentation and interviewsdirectly to Patih, batin, custom leaders and farming communities. Determinationof informants or key figures done on purpose by the researcher.The results of the research are 1) The equipment used in farming is veryconventional, 2) Shifting cultivation is a concept in preserving ecosystems, 3) Thestages of farming have good local wisdom as conservation, disaster mitigation andsustainable development.Keywords: Local Wisdom, Farm, Patih, Batin,environmental preservation.
KAJIAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN HASIL SAMPING PERIKANAN UNTUK PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meminimal pencemaran limbah dari hasilsamping pabrik perikanan (home industry/modern), mengoptimalkan pemanfaatanlimbah perikanan dengan karakteristik yang dimiliki pada pupuk cair organik.Metode penelitian yang akan dilakukan yaitu metode eksperimen yaitu denganmelakukan percobaan dan kajian secara langsung dalam pembuatan pupuk cairorganik yang dilakukan dengan penambahan limbah bawang putih sebagai bahantambahan. Penggunaan limbah ikan nila, patin dan kembung sebanyak 50%; 100%;dan 150%). Hasil penelitian pemanfaatan limbah ikan yang dikombinasikan denganlimbah pertanian (bawang putih) memberikan hasil yang baik dalam kandunganunsur makro pupuk cair. Penggunaan limbah ikan untuk pupuk cair membutuhkanwaktu fermentasi selama 7 hari sudah menghasilkan komponen unsur makro yangsesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bagi tanaman. Hasil terbaikpenggunaan limbah ikan sebagai pupuk cair terdapat pada penggunaan limbah ikankembung yang dapat menghasilkan kandungan unsur makro yaitu N berkisar antara10,7-21,4%; N berkisar 8,7-17,6%; K berkisar 7,3-13,8%; Ca berkisar 5,4-10,2%dan Mg berkisar 5,9-9,6%. Karakteristik yang dihasilkan adalah warna cerah dancemerlang, tidak pekat sampai dengan warna agak gelap dan pekat, tetapi tidakberminyak.Keywords: limbah, perikanan, pupuk cair, organik
ANALISIS POTENSI AIR TANAH DAN STRATEGI PENGELOLAAN YANG BERKELANJUTAN DI KECAMATAN SUNGAI MANDAU KABUPATEN SIAK
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air tanah (ditinjau dari aspekkualitas fisik, kimia dan biologi) yang terdapat di Kecamatan Sungai Mandau, polapenyebaran dan strategi pengelolaannya yang berkelanjutan dengan menggunakan metodesurvey yakni melakukan pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Pengolahan datakedalaman air tanah dilakukan dengan menggunakan program Arc Gis 10.dan strategipengelolaan yang berkelanjutan dirumuskan dengan menggunakan analisis SWOTberdasarkan wawancara langsung dan kuisioner kepada responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geologi daerah penelitian mendukunguntuk dijadikan sebagai kawasan potensial air tanah yang dapat dikelola secara berkelanjutan.Potensi air tanah yang dihitung dengan metode estimasi kuantitatif berdasarkan analisis datacurah hujan adalah 298.537,70 juta m 3 /tahun,sedangkan kualitasnya secara umum memenuhipersyaratan baku mutu untuk air minum, kecuali di Desa Lubuk Jering dan Desa Sei.Selodang, uji lab menunjukkan bahwa akuifer air tanah dangkal di Desa ini sangat rentanterhadap polusi dari aktifitas permukaan, dimana kandungan bakteri E. coli nya cukup tinggiyakni 920/100 ml air.Pola penyebaran potensi air tanah secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sebaran airtanah dangkal dan sebaran air tanah dalam. Berdasarkan rekonstruksi data geologi, diketahuibahwa geometri dan pola konfigurasi akuifer air tanah dangkal mengikuti pola konturtopografi, tetapi kualitasnya tidak mengikuti pola tersebut, sedangkan pada air tanah dalamgeometri dan pola konfigurasi akuifer tidak mengikuti pola kontur topografi, tetapi mengikutipola stratigrafi dan struktur geologi, demikian pula dengan kualitasnya. Berdasarkaninterpolasi kontur, diketahui bahwa pola aliran air tanah dalam umumnya mengikutikecenderungan timur laut-barat daya.Kata Kunci: Potensi air tanah, kualitas air tanah, strategi pengelolaan yang berkelanjutan
STRATEGI PENGELOLAAN WISATA CANDI MUARA TAKUS BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KAWASAN AGROPOLITAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Rahmola, Williandrie Amigo
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research concerning Strategy Of Muara Takus Temple Management In Environmental Concept At Agropolitan Area In XIII Koto Kampar District Kampar Regency has done in December 2012 till May 2013. This research use survey method. Sample in this research use sample purposive approach. Qualitative data use observation and interview. Quantatif data use quesioner. Muara Takus Temple have some potency to develop and to get the maximum result. Some potency is Potency of area physical Muara Takus Temple, Potency of natural resources area, Potency of area facilities and basic facilities Muara Takus Temple, Potency of Sociology society around the area, Potency of development Muara Takus Temple as Pilgrimage People of Budha tourism. Problems and issues in management in Muara Takus Temple area environment is Lack facilities and basic facilities support of tourism, Lack of promotion tourism Muara Takus Temple, Lack of sinergy between stakeholders policy management Muara Takus Temple, Society Support not yet optimal, Lower visit tourism. Muara Takus Temple Existing located in quadran III. Tourism management use defensive strategy. Some strategy who recommended in Muara Takus Temple Management With Environmental Concept is Build of infrastructure, facilities and basic facilities Strategy, Promotion of Tourism Strategy, Build Tourist Information Centre Strategy, make economics of local society Strategy, make the quality of life cultural local society strategy, Map Of tourism Explore strategy. Some Factors influencing applying of strategy management of Muara Takus Temple is Human Resource with quality and with tourism concept, available budget from APBN, APBD I and of APBD II still not yet optimal, There is no coordination between stakeholders to manage Muara Takus Temple and lack of society participant and lack of Tuition from stakeholders.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PACU JALUR SEBAGAI WATERFRONT CITY TELUK KUANTAN
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Kuantan is a capotal city of Kuantan Singingi, regency it has potency of natural resources which can be improved to tourism area, conservation area, residence`area that help economy of people and`also to realize an eternity of environtment. Kuantan river is one of natural resources that can be used to increase economy and people welfane of Teluk kuantan. Kuantan river that belongs of the Teluk Kuantan city.Has an important part in social development, culture, and economy of Teluk Kuantan, that could be a center of govermnent which has the waterfront city konsep. This reserach was intended to know the condition of Kuantan river environment in legal aspek, biophysics aspect, and human society, it has potency of not and what is the problem of pacu jalur area to be waterfront city and to find out the some alternatives development that probably can be performed through optimal and continuosly. Model development is made according to the ecology aspect, culture-social aspect, economy aspek and commite aspect which is used Analytical Hierarchy Processs (AHP). Based on the result of this research, Pacu Jalur area had potency as a waterfront city development. Model development waterfront city can be seen from legal aspect and biophysic that classified into three zone including, natural zone, semi-natural zone, and multi purpose zone. According to AHP assesment, then the alternative strategy development Pacu Jalur area as Teluk Kuantan waterfront city for development of community; development area; revitalisasi river; increasing of coordination stakeholders; law enforcement, and policy socialization.Keywords: Pacu jalur area, waterfront city, Teluk Kuantan
PENAMBANGAN BATUAN DI KECAMATAN PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN Siregar, Yusni Ikhwan
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze 1) condition of rocks mining operations existing, 2) stakeholders understanding of good mining practice and 3) physical environment impact of rocks mining operations in sub district of Pangkalan Kerinci Regency of Pelalawan. The methods used to collect the data is a survey method with qualitative descriptive approach. The Mining operations existing condition of the eight mines do not have permit except locations III that only have mining permit (IUP). Mining system still uses an open system and not fully implement the K3 system, environmental protection and post-mining land cover. Stakeholders understanding about good mining practice include: aspects of licensing (72% = understand), technical mining (65% = understand), environmental protection (73% = understand), relationship of the upstream-downstream / conservation / value-added of community development / the area around the operation sites (66% = understand), frame rules regulations and applicable standards appropriate stages of mining operations (79% = very understand ). Health safety (44% = less understand), prepare a post-mining land ( 45% = less understand). Physical environmental impacts arising from mining, include: the loss of natural beauty, the loss of some habitat for flora and fauna, the increase in water runoff (surface run-off), noise (noise) and vibration (ground vibration) due to the operation of heavy equipment, air pollution, oil and used oil spills, soil subsidence and the presence of dry holes without plants.Keywords : Mining, Environmental Degradation, Pelalawan
ANALISIS KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN RAWAN GENANGAN DI WILAYAH PESISIR (KASUS UTARA PULAU BENGKALIS)
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global yang terjadi saat ini telah meberikan dampak terhadap perubahan iklim dan naiknya permukaan laut secara global. Kenaikan muka air laut yang berhasil dicatat pada abad ke-20 diperkirakan 0,17 mm pertahun. IPCC menyatakan bahwa kegiatan manusia berperan dalam pemanasan global sejak pertengahan abad ke-20.Wilayah Utara Pulau Bengkalis sebagai pulau yang diapit oleh Selat Malaka, selat Bengkalis dan Selat Padang disinyalir mendapat pengaruh dari pemanasan global. Tujuan penelitian adalah memprediksi kenaikan muka air laut dan daerah rawan genangan di wilayah pesisir utara Pulau Bengkalis. Asumsi dasar yang digunakan sebagai acuan penelitian adalah kenaikan muka air laut atau sea level trend yang diperoleh dari data yang tersedia satelit altimeter seperti Topex/Poseidon.Berdasarkan prediksi, kenaikan muka air laut di utara Pulau Bengkalis pada tahun 2000 telah mencapai 3,5 mm. Prediksi kedepannya diperkirakan akan meningkat hingga 7 mm pada tahun 2020 dengan rata-rata kenaikan 0,12 mm/tahun. Wilayah yang terkena dampak dari perubahan tinggi muka air pesisir utara pulau Bengkalis adalah Desa Selat Baru, Desa Jangkang, Desa Bantan Air dan Desa Teluk Pambang.Perkiraan daerah rentan genangan terjadi di muara sungai dan wilayah utara bagian barat laut yaitu berdekatan dengan desa Meskom. Berdasarkan tingkat tekanan, maka daerah wilayah penelitian dibagi menjadi 3 wilayah utama (berdasarkan prediksi morfologi, vegetasi dan jenis tanah) yaitu wilayah tekanan utama terdapat pada desa Meskom , tekanan kedua terdapat pada Desa Selat Baru dan tekanan ketiga terdapat di muara sungai sekitar Desa Pambang.Kata Kunci: Kenaikan muka air laut, Rawan Genangan
ANALISIS LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL ANAK JALANAN DI KOTA PEKANBARU Dewi, Deslin Pramudita
Jurnal Kajian Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kajian Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekanbaru city as the central government has developed a very rapid development in various fields such as economy, trade, transportation, education, housing, and other businesses. Developments led to the population of the city has increased very rapidly. This increase in population if not properly managed can lead to problems later on both social and environmental issues for the government of Pekanbaru. One of them is the problem of street children. In this study took the formulation of the problem of the state of the neighborhood in the city of Pekanbaru street children, street children know the social environment, and the impact of social living environment and the behavior of street children street children The method used in this research is to interview techniques and observations made in some point of intersection of street children like SKA Mall, Ramayana Shopping Centre, Junction expectations highway, Lotus Road, Prince Road hidayat, and Mall Pekanbaru. From the results of research conducted in some point of the childs residence street known that the street children are still far from the residence eligibility standards in general, such as the lack of toilets, TPS (landfills), lighting. Judging from the social situation of street children can be drawn conclusion that the low education of street children and street children social behavior deviates from social circumstances. While the impact of the social environment where street children live and is divided into two effects: the effect of internal and exsternal. Internal impact is shown by the presence of maturation itself, has a strong physical and has a strong group of people around the street children. Faktro exsternal ditinjaukkan with the occurrence of mental retardation, lack of education, lack of understanding of the norms that apply to the detriment of their environment.Keyword : Perception, the state of the neighborhood, the social and environmental impact of the social environment on behavior.

Page 3 of 4 | Total Record : 40