cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 (2021)" : 10 Documents clear
ANALISA PERUBAHAN SUSEPTIBILITAS MAGNETIK DAN KOMPOSISI PARTIKEL PASIR ALAM SUNGAI ROKAN SEBAGAI FUNGSI KECEPATAN PUTAR TABUNG BALL MILLING Salomo Sinuraya; Erwin Amiruddin; Diah Nurrohmah; Tri Wulandari
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.225-229

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang suseptibilitas magnetik dan komposisi partikel magnetik pasir alam Sungai Rokan, Provinsi Riau sebagai fungsi kecepatan putar tabung ball milling. Sampel dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari sebelum dilakukan pemisahan antara partikel magnetik dengan partikel non magnetik menggunakan Iron Sand Separator, hasil ini disebut dengan produk ISS. Produk ISS di milling dengan kecepatan putaran tabung milling yang berbeda yaitu 100, 150, and 200 rpm dengan bola besi berdiameter 2,0 cm. Produk yang diperoleh dari ball milling kemudian dipisahkan partikel magnetik dan non magnetik  menggunakan magnet Neodimium Iron Boron (NdFeb), hasil ini disebut dengan produk ball milling(produk BM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suseptibilitas magnetik produk ISS memiliki nilai 1.930,771 × 10-5, sedangkan nilai suseptibilitas magnetic produk ball milling meningkat seiring dengan kenaikan kecepatan putar tabung, yaitu 28.188,141 × 10-5, 31.136,137 × 10-,5 and 33.123,550 × 10-5 untuk kecepatan putar 100, 150, and 200 rpm. Hasil identifikasi XRF menunjukkan unsur magnetik  Fe meningkat dari 13,777% menjadi 27,064%, sedangkan unsur non magnetik Si mengalami penurunan dari 58,401% menjadi 42,920%.
SURVEI HYDROCHEMICAL AIR TANAH DANGKAL DAN SIFAT KARAKTERISTIK TANAH DILAHAN PERTANIAN PALAWIJA DI MARPOYAN DAMAI Sari Agriona; Juandi Muhammad
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.197-203

Abstract

Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai di Kota Pekanbaru memilikii potensi lahan perthanian yaitu tanaman palawija.Aktivitas pertanian tersebut dapat menebabkan dampak terhadap pencemaran air bawah tanah, hal ini disebabkan karena penggunaan pupuk pada lahan pertanian yang dapat meresap kedalam sistim air bawah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan parameter PH, COD, BOD, TDS, Bakteri Coli, Kekeruhan, Fe,Mn, dan Pb serta mengetahui karakteristik tanah berdasarkan porositas dan permeabilitas. Sampel air dan tanah dikumpulkan dari Jalan Kartama, Kelurahan Maharatu, Keamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.Sampel air diambil dari satu sumber dan sampel tanah di ambil 5 titik pengamatan yang mewakili lahan pertanian pada kedalaman 10 cm. Analisis kualitas air dan karakteristi tanah bersifat deskriptif analitik, sedangkan hubungan antara karakteristik porositas dan permeabilitas dianalisis dengan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air untuk semua parameter tergolong baik kecuali parameter PH yang bernilai 3,86 dan bersifat asam. Karakteristik tanah menunjukkan bahwa nilai porositas terbesar yaitu 38,26% dan nilai porositas terkecil 22,0 % sedangkan nilai permeabilitas tanah maksimum yaitu 9,93 cm/jam dan permeabilitas tanah minimum yaitu 1.22 cm/jam. Data keduanya menunjukkan bahwa hubungan permeabilitas dan porositas berbanding lurus, semakin besar permeabilitas maka nilai porositas juga akan meningkat.
EFEK LAPISAN GANDA ANTIREFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN TRANSMISI PHOTOVOLTAICS DARI SEL SURYA Asnawi Asnawi; T. N. Faiza; C. Diningsih; Muhimmatul Khoiro; Rohim Amirullah Firdaus
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.230-237

Abstract

Photovoltaic merupakan teknologi sel surya dalam teapannya dilapangan sangat rentan terhadap kerusakan, baik akibat korosi dan goncangan yang terjadi akibat angin. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan menggunakan sistem pelapisan pada material kaca panel sel surya. Optimalisasi dan efisiensi dapat dilakukan dengan memberikan gap indeks kaca dan udara sekitar 1,5. Perbedaan tersebut dapat menghasilkan sekitar 92% transmisi energi cahaya dapat masuk ke dalam panel sel surya. Teknologi untuk mengurangi refleksi pada panel surya dengan menggunakan sistem pelapisan ganda yang disebut sebagai material anti-reflektif. Tujuan penelitian ini mengkaji dan mengevaluasi berbagai artikel hasil penelitian material SiO2-TiO2, SiO2-ZnO dan SiO2-MgF2 sebagai pelapis antirefleksi pada sel surya yang dibuat dengan sol-gel spin coating.Metode penelitian ini menggunakan literatur review dari berbagai jurnal dan artikel penelitian terkait penggunaan bahan SiO2-TiO2, SiO2-ZnO, SiO2-MgF2. Selanjutnya artikel tersebut dianalisis dan dievaluasi untuk mengetahui apakah artikel tersebut layak atau tidak untuk dijadikan dasar fabrikasi sel surya. Selanjutnya artikel tersebut dianalisis dan dievaluasi untuk mengetahui apakah Hasil penelitian menunjukkan nilai transmitansi sebesar 99,7% untuk material SiO2-TiO2, SiO2-ZnO (96,1%) dan 98,9% untuk material SiO2-MgF2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa material SiO2-TiO2 merupakan material dengan kinerja antirefleksi terbaik untuk panel solar cell, dengan demikian material tersebut dapat digunakan sebagai acuan referensi untuk penelitian lebih lanjut pada bidang teknologi panel surya.
PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN HYBRID THERMOELECTRICS DENGAN MEMANFAATKAN PANAS MATAHARI DARI KOLEKTOR PARABOLA SILINDRIS Defrianto Defrianto; Eri Wiyadi; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.167-172

Abstract

Pembangkit energi listrik Thermoelectric Generator tipe 10W-4V-40s bekerja melalui perbedaan suhu dikedua sisinya. Sisi panas (Th) dari sebuah elemen TEG diletakan pada dudukan yang terbuat dari bahan Alumunium Dural dan diberi sumber panas yang berasal dari kolektor surya parabola, pada sisi dingin (Tc) elemen TEG dipasang heatsink guna mengurangi energi panas yang menembus sisi dingin serta menjaga suhunya agar tetap rendah, hasil dari penelitian menunjukan bahwa Kolektor surya parabola dalam penelitian ini mampu menghasilkan suhu maksimum sebesar 64,2 °C. Tegangan Voc maksimum yang dihasilkan dari penelitian adalah sebesar 1,087 V selain itu tegangan beban Vo terhadap variasi hambatan beban RL pada suhu Th 40 °C dan suhu sisi dingin Tc 32 °C  adalah 459, 47 mV pada R­L 20 Ω., arus beban maksimum yang diperoleh adalah 125,97 mA pada RL 0,5 Ω dan cendrung turun seiring bertambahnya RL yaitu sebesar 23,63 mA pada RL 20 Ω. Nilai tegangan VL dan IL paling besar terletak pada saat receiver berada pada ketinggian 17,5 cm atau tepat berada pada titik fokus reflektor, yaitu sebesar 120,90 mV dan 31,87 mA dengan ∆T sebesar 25 °C.
PENGARUH UKURAN BOLA MILLING TERHADAP NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK DAN DISTRIBUSI UKURAN NANOPARTIKEL MAGNETIK DISINTESIS DARI PASIR PANTAI SUNGAI SUCI BENGKULU Nindy Daviny; Erwin Erwin
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.204-207

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang suseptibilitas magnetik dan distribusi ukuran nanopartikel magnetik pasir pantai Sungai Suci Bengkulu. Sampel disintesis menggunakan ball milling. Partikel oksida besi dan non-besi oksida dari produk ball milling dipisahkan menggunakan magnet Neodymium Iron Boron (NdFeB). Pengukuran induksi magnetik pada produk ball milling telah dilakukan dengan menggunakan probe magnetik Pasco. Produk NdFeB digiling selama 60 jam menggunakan kombinasi bola milling dengan diameter 0,5, 0,7 dan 1,5 cm dan produk tersebut dinamakan produk BM1. Produk ini dibagi menjadi tiga bagian yang disebut BM1A, BM1B, BM1C kemudian digiling secara terpisah selama 40 jam masing-masing menggunakan bola milling berdiameter 0,5, 0,7 dan 1,5 cm. Produk dari ball milling ini dinamakan BM2A, BM2B dan BM2C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suseptibilitas magnetik produk BM II meningkat dengan bertambahnya ukuran bola milling yaitu 9215,48 × 10-5, 10097,64 × 10-5 and 11056,86 × 10-5 untuk ukuran milling ball masing-masing 0.5, 0.7 dan 1.5 cm. Distribusi ukuran partikel dari sampel ditentukan dengan menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran ukuran partikel pada persentase 10% berturut-turut adalah 0,40 µm dan 1,30 µm untuk BM2A dan BM2C.
IDENTIFIKASI LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN ARZA GRIYA MANDIRI JAMBI Irfan Afifuddin; Rustan Rustan; Tika Restianingsih
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.173-178

Abstract

Sumber daya air merupakan hal penting bagi masyarakat karena air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup termasuk manusia. Meningkatnya populasi manusia disertai dengan perkembangan sektor pembangunan mengakibatkan kebutuhan akan air bersih sangat tinggi. Di sisi lain, pencemaran lingkungan dan pemanasan global telah menyebabkan sumber air bersih di permukaan terus berkurang. Perlu dilakukan eksplorasi air tanah bawah permukaan untuk memenuhi kebutuhan terhadap air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran dan kedalaman lapisan akuifer, yang berpotensi menyimpan cadangan air bawah tanah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi schlumberger. Akuisisi data dilakukan menggunakan 16 lintasan dengan panjang masing-masing lintasan yaitu 200 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv dan perangkat lunak Surfer. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 16 lintasan pengukuran, lapisan akuifer yang dapat diinterpretasi mengandung air tanah terletak antara 1035’50’’ - 1036’40’’ Lintang Selatan dan 103030’50’’ - 104031’40’’ Bujur Timur mengarah ke selatan dengan kedalaman 50 - 100 meter.
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN PARAMETER FISIS AIR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Mardian Peslinof; M. Ficky Afrianto; Yoza Fendriani; Benedika Ferdian Hutabarat
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.208-216

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan sistem pemantauan parameter fisis air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Raspberry Pi. Parameter yang dipantau pada sistem ini yaitu pH, temperatur air, kekeruhan air, dan ketinggian air. Parameter yang dipantau merupakan parameter yang penting untuk menentukan tingkat kualitas dan kuantitas air. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu tipe DS18B20, sensor kekeruhan tipe SEN0189, sensor pH air tipe SEN0161, dan sensor ultrasonic HCSR04 trigger untuk ketinggian air. Perangkat lunak sistem yaitu program yang ditanamkan pada mikroprosesor Raspberry Pi. Mekanisme kerja dari sistem pemantauan yaitu sistem akan mendeteksi parameter fisis dari sensor, hasil sinyal dari sensor akan diproses melalui Raspberry Pi, dan data yang telah diproses tersimpan diserver yang bisa diakses pada web. Tingkat sensitifitas sensor yang didapatkan dari observasi terhadap sistem untuk parameter pH, kekeruhan, temperatur, dan ketinggian air masing-masing adalah 52,715 mV/pH, 0,0005 V/NTU, 0,0255 V/°C, dan 0,0583 milidetik/cm. Persentase ketepatan rata-rata yang didapatkan pada pengujian sistem adalah berkisar antara 96,86% sampai 99,9%. Ketelitian pada sistem berkisar antara 0,94 sampai dengan 0,99. Dari hasil pengujian ketepatan dan ketelitian maka sistem pemantauan parameter fisis air dapat bekerja dengan baik. Penelitian ini harapannya dapat menghasilkan sistem pemantauan parameter fisis pada air  yang berfungsi membantu pihak terkait untuk mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air dengan mudah, efisien, dan akurat.
MEMBANGUN MODEL NEUTRON POROSITY BAWAH PERMUKAAN DENGAN PROPERTI FISIK DATA SEISMIK PADA RESERVOIR KARBONAT Tabah Fatchur Rubiyana; Paul Hutabarat
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.179-190

Abstract

Properti fisik sering diaplikasikan pada analisis eksplorasi migas dengan menggunakan data seismik. Namun, pada kenyataannya, tidak satupun properti fisik (atribut) dari data seismik yang dapat mengungkapkan seluruh jenis litologi suatu lapisan bawah permukaan. Diperlukan kombinasi dari berbagai properti fisik (multi-atribut) dan data lain untuk melakukan pemetaan terhadap sebaran litologi suatu lapisan bawah permukaan. Salah satu dari atribut seismik yang dapat digunakan dalam menggambarkan keadaan litologi bawah permukaan adalah impedansi akustik (AI). Impedansi akustik dapat memberikan informasi berupa litologi batuan pada suatu lapisan. Informasi ini dapat diinterpretasikan dengan melakukan inversi. Inversi yang dilakukan terhadap impedansi akustik mendapatkan hasil penampang sebaran impedansi akustik yang menunjukkan litologi. Dengan kondisi litologi yang ada, korelasi terhadap properti fisik lain dapat dimodelkan. Beberapa proprti fisis yang digunakan ini disebut dengan istilah multi-atribut. Metode multi-atribut dapat memprediksi dan memodelkan porositas batuan dari atribut seismik. Penerapan metode ini digunakan untuk menggambarkan sebaran lateral dan pemetaan porositas (neutron porosity). Hasil penelitian dengan menggunakan metode multi-atribut seismik yang diterapkan pada data seismik Lapangan LMGS diperoleh peta sebaran neutron porosity. Nilai neutron porosity yang didapatkan untuk menunjukkan suatu reservoir hidrokarbon berkisar antara 0,05 sampai dengan 0,2 dalam skala fraction.
KAJIAN PENGARUH MESOSCALE CONVECTIVE COMPLEX DI PULAU JAWA TERHADAP CURAH HUJAN SAAT KEJADIAN BANJIR DI KENDAL PADA 26-27 JANUARI 2019 Muhammad Ikko Safrilda Maulana; Nur Irfan Wicaksono; Yosafat Donni Haryanto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.217-224

Abstract

Mesoscale Convective Complex (MCC) merupakan bagian dari Mesoscale Convective System (MCS) yang karakteristiknya dapat diamati menggunakan citra satelit Himawari-8 kanal infrared. Dalam penelitian ini pengaruh MCC dihitung berdasarkan nilai estimasi curah hujan di pusat inti dan selimut awan terhadap jumlah curah hujan observasi dengan menerapkan metode Convective Stratiform Technique (CST) dan Modified Convective Stratiform Technique (MCST).CST merupakan metode estimasi curah hujan dengan pemisahan kelompok konvektif dan stratiform, sedangkan MCST merupakan modifikasi dari CST pada intensitas curah hujan dan luasan area lingkup piksel rata-ratanya. Kedua metode tersebut diverifikasi menggunakan data curah hujan observasi di Kendal dengan stasiun pengamatan yang terdekat dengan pusat inti dan selimut awan MCC. Tujuan penelitian ini yaituuntuk mengetahui pengaruh MCC di Pulau Jawa terhadap tingginya curah hujan saat kejadian banjir pada 26-27 Januari 2019 di Kendal. Hasil pengolahan estimasi curah hujan menunjukkan nilai curah hujan yang mendekati nilai observasi pada inti awan MCC 2 senilai 84,989 mm menggunakan metode CST. Meskipun nilai estimasi curah hujan di kedua metode cenderung underestimate, namun hasil verifikasi pengaruh MCC terhadap curah hujan di Kendal menunjukkan hubungan sedang hingga kuat pada metode CST dengan nilai korelasi berkisar antara 0,30 hingga 0,61. Sedangkan metode MCST berkisar antara 0,30 hingga 0,59 yang menunjukkan kategori lemah hingga sedang. Nilai error CST juga lebih kecil dibandingkan nilai error MCST dengan nilai yang berkisar antara 3,17 hingga 8,63. Sehingga metode CST lebih baik digunakan untuk mengestimasi curah hujan pada pusat inti MCC dan pusat selimut MCC.
POTENSI DAUN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA) SEBAGAI BIOREDUKTOR UNTUK SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK DALAM PENYERAPAN METILEN BIRU Mega Wati Siregar; Yanuar Yanuar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.3.191-196

Abstract

Nanopartikel perak dapat disintesis dengan metode kimia, namun metode ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan karena penggunaan zat beracun. Sehingga metode biosintesis lebih diminati karena ramah lingkungan. Biosintesis nanopartikel perak dilakukan menggunakan bioreduktor ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa) sebagai potensi untuk penyerapan metilen biru. Nanopartikel perak adalah bahan semikonduktor yang memiliki potensi sebagai fotokatalis untuk menyerap metilen biru.  Proses biosintesis berlangsung pada suhu 80 °C selama 10 menit. Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan bahwa nanopartikel perak yang disintesis menggunakan perbandingan ekstrak dan larutan AgNO3 1:7 memiliki serapan panjang gelombang yang merupakan karakteristik pembentukan nanopartikel perak pada panjang gelombang 424 nm. Analisa SEM menunjukkan bahwa nanopartikel perak memiliki bentuk morfologi berupa serat nano atau nanofiber. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak degradasi maka semakin besar persentasi degradasi zat warna metilen biru. Nanopartikel perak mampu mendegradasi metilen biru dengan konsentrasi 25 mg/L dengan nilai efesiensi degradasi pada waktu optimum 6 jam adalah 86,13%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10