cover
Contact Name
Achmad Zainal Arifin, Ph.D
Contact Email
achmad.arifin@uin-suka.ac.id
Phone
+6281578735880
Journal Mail Official
sosiologireflektif@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Jl. Adisucipto 1, Yogyakarta, Indonesia, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Reflektif
ISSN : 19780362     EISSN : 25284177     DOI : https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1959
JSR focuses on disseminating researches on social and religious issues within Muslim community, especially related to issue of strengthening civil society in its various aspects. Besides, JSR also receive an article based on a library research, which aims to develop integrated sociological theories with Islamic studies, such as a discourse on Prophetic Social Science, Transformative Islam, and other perspectives.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2018)" : 14 Documents clear
TRANSFORMASI KESETARAAN BURUH: STUDI KRITIS TEORI KEADILAN JOHN RAWLS Mohammad Takdir
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v12i2.1430

Abstract

This paper aims to change the laborers who are always seen as an underdeveloped and oppressed societies. In looking at the relations of laborers and employers, some people often use the paradigm of slavery rather than the humanitarian paradigm.This research used theory of justice John Rawls’s as an approach in fighting for labor rights in the works system in Indonesia. Justice for Rawlsm defined as a combination of freedom and equality. Rawlsian’s theory of justice often refereed to as “liberal equality”, which emphasizes the justice as fairness aspect. This theory of justice used to offer a new alternative in correcting earlier theories of justice, such as utilitarianism and institutionalism that are perceived as failing in reducing errors to the paradigm of labor. This study showed that injustice in a social structure of society is more due to the loss of deep empathy associated with the argument of equality as a keyword in the conception of justice. Rawls offers the concept of justice as fairness that should be the main foothold in the struggle for equality of laborers in various aspects, especially concerning the fulfillment of rights, obligations, and welfare of life.Artikel ini bertujuan untuk mengubah paradigma tentang buruh yang selalu dipandang sebagai sekelompok masyarakat yang terbelakang dan tertindas. Dalam memandang relasi buruh dan majikan, sebagian orang seringkali menggunakan paradigma perbudakan daripada paradigma kemanusiaan (humanitarian paradigm). Penelitian ini menggunakan teori keadilan John Rawls sebagai pendekatan dalam memperjuangkan hak-hak buruh dalam sistem kerja di Indonesia. Keadilan bagi Rawls, diartikan sebagai perpaduan antara kebebasan (freedom) dan kesamaan (fairness). Teori keadilan Rawlsian sering disebut dengan istilah “kesamaan-liberal”, yang menekankan pada aspek justice as fairness.Teori keadilan ini digunakan untuk menawarkan sebuah alternatif baru dalam mengoreksi teori-teori keadilan sebelumnya, seperti utilitarianisme dan institusionalisme yang dianggap gagal dalam mengurangi kesalahan terhadap paradigma buruh. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakadilan dalam sebuah struktur sosial masyarakat lebih diakibatkan oleh hilangnya rasa empati yang mendalam terkait dengan argumen kesetaraan (equality) sebagai kata kunci dalam konsepsi keadilan. Rawls menawarkan konsep tentang justice as fairness yang harus menjadi pijakan utama dalam memperjuangkan kesetaraan buruh dalam berbagai aspek, terutama menyangkut pemenuhan hak, kewajiban dan kesejahteraan hidup.
PERGESERAN NORMA SOSIAL PADA REMAJA: Studi Pada remaja di Kota Tanjungpinang Endri Bagus Prastiyo
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v12i2.1306

Abstract

Tanjung Pinang is a developing city in Riau Islands Province. However, there are some shifts of values occurring on the teenagers. The formulation of the problems in this study is that how social norm shifts occurred on the teenagers in Tanjung Pinan g. Then, this study also aims to investigate the forms of social norm shifts on the teenagers in Tanjung Pinang. This study was a Qualitative with a Case Study approach. The respondents were the teenagers who were raided by the Tanjung Pinang Public Order Agency in 2017. The data were collected through in depth interview and documentation. Then, the data were analyzed by using Miles and Hubermen’s model (1984) of qualitative analysis technique. The findings have showed that there were some shifts of social norm occurred on the teenagers in Tanjung Pinang. The teenagers have done so many violations of social norm in society like consuming alcoholic drinks, drugs, and committing free sex. These behaviors occurred because of two factors: internal and external factors.Kota Tanjungpinang merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Kepulauan Riau yang saat ini sedang berkembang, namun memiliki berbagai masalah terkait dengan pergeseran nilai yang terjadi pada generasi mudanya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu,  Bagaimana pergeseran  norma sosial yang terjadi pada remaja di kota Tanjungpinang. Sementara tujuan penelitian ingin melihat  bentuk pergeseran norma sosial yang terjadi pada remaja di Kota Tanjungpinang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Kualitiatif dengan pendekatan studi kasus, Informan penelitian adalah remaja yang terjaring razia yang dilakukan oleh SATPOL PP Kota Tanjungpinang dalam kurun waktu tahun 2017,  Metode pengumpulan data yaitu Wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa data kualitatif dengan model Miles dan Hubermen (1984). Hasil penelitian menunjukan bahwa telah terjadi pergeseran norma sosial dikalangan remaja Kota Tanjungpinang dimana mereka telah banyak melakukan pelanggaran norma sosial yang ada dimasyarakat, mulai dari adanya remaja yang mengkosumsi minuman berakohol, menggunakan narkoba, bahkan melakukan seks bebas. Perilaku  ini terjadi  karna ada faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran norma itu terjadi, yaitu faktor secara internal dan eksternal, internal berasal dari dalam diri remaja itu sendiri, sementara eksternal merupakan faktor yang didapat dari luar diri remaja. 
AKTIVISME, FILANTROPI SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI YOGYAKARTA: Studi terhadap Dinamika Aktivisme Yayasan Sahabat Ibu dalam Pemberdayaan Perempuan di Yogyakarta Ahmad Arif Widianto
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v12i2.1316

Abstract

This article discusses the dynamics of women`s activism of Yayasan Sahabat Ibu (YSI) in empowering women in Yogyakarta. YSI was formed by woman activists who concerned to recover children and women after the earthquake in Yogyakarta through philanthropic activities. Their activism continues following some natural disasters in Yogyakarta from 2006-2012. The activists then declared themselves as non-governmental organizations (NGOs). The orientation of the YSI movement has also changing changed from charity to productive women empowerment.This orientation were caused by changes in the way activists view the problems of women in Yogyakarta. YSI then runs three programs namely the Maternity and Child Benefit Program (PROSIBU), Mandiri Empowerment Program (PRIMA) and Smart and Skilled Mother Program (PINTAR). In this paper, The dynamics of YSI is discussed in three points; first, portraits of women’s activism and philanthropy in Indonesia; second, the dynamism of YSI activism from charity toward productive empowerment; third, YSI’s efforts to escape the dependence of philanthropic or fundraising assistance from donor agencies through the development of productive economics and the establishment of savings and credit cooperatives.Artikel ini membahas dinamika aktivisme perempuan Yayasan Sahabat Ibu (YSI) dalam melakukan pemberdayaan perempuan di Yogyakarta. YSI terbentuk dari perempuan-perempuan aktivis yang tergerak untuk melakukan recovery terhadap anak-anak dan perempuan pasca gempa bumi di Yogyakarta melalui kegiatan filantropis dan motivasi. Aktivisme mereka berlanjut seiring beruntunnya bencana alam di Yogyakarta dari tahun 2006-2012. Para aktivis tersebut kemudian mendeklarasikan diri sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Orientasi gerakan YSI pun berubah dari kegiatan karitatif menuju pemberdayaan perempuan yang produktif Perubahan orientasi tersebut disebabkan oleh perubahan cara pandang para aktivis terhadap permasalahan perempuan di Yogyakarta. YSI kemudian menjalankan tiga program yaitu Program Santunan untuk Ibu dan Anak (PROSIBU), Program Pemberdayaan Ibu Mandiri (PRIMA) dan Program Ibu Cerdas dan Terampil (PINTAR). Dalam tulisan ini, Dinamika YSI dibahas dalam tiga poin; pertama, potret aktivisme perempuan dan filantropi di Indonesia. Kedua, dinamika aktivisme YSI dari karitatif menuju pemberdayaan produktif. Ketiga, Upaya YSI untuk melepaskan diri dari ketergantungan bantuan filantropis atau fundraising dari lembaga donor melalui pengembangan ekonomi produktif dan pembentukan koperasi simpan pinjam.
MENGULAS LITERATUR KEISLAMAN GENERASI MILENIAL Syaifuddin Sholeh
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v12i2.1445

Abstract

Penelitian ini dilakukan di beberapa kota yang dianggap mampu merepresentasikan persinggungan generasi milenial seperti Makassar, Yogyakarta, Medan, Pekanbaru dan lainnya. Penelitian ini melibatkan sejumlah peneliti dengan latar belakang disiplin keilmuan di bidang studi islam dan ilmu sosial seperti politik Islam, antropologi Muslim urban, studi lintas iman, studi Al-Quran dan Hadits, kajian Timur Tengah, salafisme, studi minoritas, dan hukum islam. Fokus dari penelitian ini adalah memetakan literatur keislaman yang mengepung dan dibaca oleh generasi milenial, khususnya pelajar SMA dan Mahasiswa. Penelitian juga sebisa mungkin melihat tingkat keberterimaan literatur keislaman yang beraneka ragam dalam orientasi ideologis, genre, kecenderungan pendekatan, dan style di kalangan generasi milenial. Generasi milenial dijadikan fokus penelitian karena dianggap representasi kaum muda yang aspirasi, keinginan, dan positioning, mereka saat ini akan menentukan masa depan Indonesia. Buku ini mencoba menyasar gagasan besar terkait literatur keislaman generasi milenial dari data dan dinamika di daerah penelitian, para penulis akan mengulas aspek literatur pendidikan yang formal di SMA dan perguruan tinggi, produksi wacana, pola diseminasi dan distribusi, apropriasi dan konsumsi serta narasi alternatif yang muncul untuk mengimbangi wacana islamis yang cukup dominan.

Page 2 of 2 | Total Record : 14