cover
Contact Name
Achmad Zainal Arifin, Ph.D
Contact Email
achmad.arifin@uin-suka.ac.id
Phone
+6281578735880
Journal Mail Official
sosiologireflektif@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Jl. Adisucipto 1, Yogyakarta, Indonesia, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Reflektif
ISSN : 19780362     EISSN : 25284177     DOI : https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1959
JSR focuses on disseminating researches on social and religious issues within Muslim community, especially related to issue of strengthening civil society in its various aspects. Besides, JSR also receive an article based on a library research, which aims to develop integrated sociological theories with Islamic studies, such as a discourse on Prophetic Social Science, Transformative Islam, and other perspectives.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2022)" : 12 Documents clear
BUILDING INTERFAITH SOLIDARITY DURING THE COVID-19 PANDEMIC THROUGH CELEBRATION OF MUSLIM AND CHRISTIAN RELIGIOUS HOLIDAYS IN INDONESIA Maftukha Maftukha
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v16i2.2349

Abstract

Physical distancing policy has forced religious people in Indonesia to carry out worship at home and celebrate religious holidays with following a strict health protocol. This situation has affected for a loosening of solidarity in society, especially at the beginning era of pandemic. However, there are religious groups that modify some of the practices of religious rituals on their religious holidays, and adapt them to the rules of physical distancing, including Muslims and Christians in North Sulawesi. This article intends to discuss about Lebaran Ketupat and Thanksgiving, which are Muslim and Christian holidays in Minahasa as a means to strengthen community solidarity during the pandemic. This article was compiled based on a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with Muslim and Christian communities in Ratatotok, Southeast Minahasa and Poigar Bolaang Mongondow in North Sulawesi. The results showed that the practice of Lebaran Ketupat and Thanksgiving can create social solidarity among interfaith groups. In addition, modifications to the practice of Eid Ketupat and Thanksgiving during the 2020-2021 pandemic have become a local resilience in dealing with the various impacts of the Covid-19 pandemic. Their ability to modify the Lebaran Ketupat and Thanksgiving rituals allows Muslim and Christian communities to create their solidarity as “torang samua basudara” (we are all brothers), in both idea and practice.Physical distancing telah memaksa umat beragama di Indonesia untuk melaksanakan ibadah di rumah dan merayakan hari besar keagamaan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini berimplikasi pada mulai merenggangnya solidaritas di masyarakat. Namun demikian, terdapat kelompok keagamaan yang memodifikasi beberapa praktik ritual keagamaan pada hari besar keagamaan mereka, dan menyesuaikannya dengan  aturan pembatasan physical distancing tersebut, diantaranya adalah umat Muslim dan Kristen di Sulawesi Utara. Artikel ini bermaksud untuk membahas tentang Lebaran Ketupat dan Pengucapan Syukur yang merupakan hari besar umat Muslim dan Nasrani di Minahasa sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas masyarakat di masa pandemi. Artikel ini disusun berdasarkan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mandalam terhadap masyarakat Muslim dan Kristen di Ratatotok Minahasa Tenggara dan Poigar Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Lebaran Ketupat dan Pengucapan Syukur dapat menciptakan solidaritas sosial diantara kelompok lintas agama. Selain itu, modifikasi praktik Lebaran Ketupat dan Pengucapan Syukur di masa pandemi pada tahun 2020-2021 telah menjadi local resilience dalam menghadapi berbagai dampak pandemi Covid-19. Kemampuan mereka untuk memodifikasi ritual Lebaran Ketupat dan Pengucapan Syukur memungkinkan masyarakat Muslim dan Kristen untuk menciptakan solidaritas mereka sebagai “torang samua basudara” (kita semua bersaudara), baik dalam ide maupun praktik. 
NGAJI ASIK SAMBIL NGOPI: STRATEGI BRANDING KOMUNITAS “TERAS DAKWAH” DI YOGYAKARTA, INDONESIA (LEARNING ISLAM WHILE ENJOYING COFFEE: A BRANDING STRATEGY OF “TERAS DAKWAH" COMMUNITY IN YOGYAKARTA, INDONESIA) Eko Saputra
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v16i2.2313

Abstract

The hybridity of Muslim youth with popular culture has had an influence on the da'wah packaging strategy carried out by many da'wah communities in Indonesia, including the Teras Da'wah Community in Yogyakarta, Indonesia. The packaging of da'wah with a more popular, fun, and modern cover has made Teras Da'wah as one of da'wah communities with the most wanted by many younger Muslims in Indonesia. This article aims to describe how the branding strategy is run by the Teras Da'wah Community using a qualitative research approach, namely through ethnographic and netnographic studies for six (6) months in the Teras Da'wah Community. The results of the study reveal that the appreciation of popular culture among young people today has a significant role in 'attracting' these millennials to recite the Koran in a relaxed but serious manner at Teras Da'wah. The form of this appreciation is packaged from the selection of an attractive logo, the interior of the room that resembles a cafe, the study content packaged in slang and the clustering of the study program according to the level of understanding of the members. The consequence of this strategy is the increasingly hybrid identity of Muslim youth in Indonesia due to the intersection between Islamic values and popular culture that has long been attached to them.Hibriditas anak-anak muda muslim dengan budaya populer telah membawa pengaruh pada strategi pengemasan dakwah yang dilakukan oleh banyak komunitas dakwah di Indonesia. Salah satu diantaranya yang telah menerapkan strategi tersebut adalah Komunitas Teras Dakwah di Yogyakarta, Indonesia. Pengemasan dakwah dengan cover yang lebih ngepop, fun, dan modern telah menjadikan Teras Dakwah sebagai komunitas dakwah yang diminati oleh banyak anak-anak muda muslim di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi branding yang dilakukan oleh Komunitas Teras Dakwah dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yakni melalui studi etnografi dan netnografi selama enam (6) bulan di Komunitas Teras Dakwah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa apresiasi Teras Dakwah terhadap budaya populer di kalangan anak muda saat ini memiliki peran signifikan dalam ‘menarik’ milenial ini untuk mengaji dengan santai tapi serius di Teras Dakwah. Wujud apresiasi ini dikemas dari pemilihan logo yang menarik, interior ruangan yang menyerupai kafe, konten kajian yang dikemas dengan bahasa gaul dan klusterisasi program kajian sesuai dengan tingkat pemahaman anggota. Konsekuensi dari strategi ini adalah semakin hibridnya identitas anak-anak muslim di Indonesia akibat persinggungan antara nilai-nilai Islam dengan budaya populer yang sudah lama melekat pada diri mereka.

Page 2 of 2 | Total Record : 12