cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PEMILIHAN WARNA LIPSTIK BERDASARKAN INFORMASI USIA DAN WARNA KULIT DENGAN MENGGUNAKAN METODA ARTIFICIAL NEURAL NETWORK Bilqis Amaliah; Amethis Oktaorora
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.882 KB)

Abstract

Seringkali seorang wanita sulit untuk memutuskan warna lipstik apa yang sesuai untuk dirinya, terutama bagi wanita yang baru pertama kali membeli lipstik. Pada situasi seperti ini pihak penjual diharapkan dapat memberikan saran kepada wanita atau pelanggan tersebut.Untuk membantu pihak penjual agar dapat memberikan saran kepada pelanggan maka pada penelitian ini akan dibuat suatu aplikasi yang dapat menentukan warna lipstik yang tepat bagi pelanggan. Aplikasi dibangun dengan melakukan proses pengenalan pola, klasifikasi dan ramalan pada data kasus yang ada. Data masukan yang dibutuhkan berupa informasi warna kulit dan usia dari pelanggan. Metode yang digunakan adalah metode pembelajaran Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network) dengan menggunakan fungsi training Levenberg- Marquardt. Hasil dari penelitian ini adalah dapat menentukan warna lipstik bagi pelanggan dengan tingkat akurasi rata-rata adalah 51%.Kata kunci : Klasifikasi, Artificial Neural Network, Levenberg-Marquardt
MENGHITUNG FUNGSI RESIKO DAN KEGAGALAN PADA PEMODELAN LINEAR Mulyana Mulyana Mulyana
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.432 KB)

Abstract

Berdasarkan teori farmakologi, hubungan fungsional antara kecepatan penyembuhan dengan faktor yang mempengaruhinya adalah linear. Nilai ramalan untuk konsumen merupakan ramalan faktual, sedangkan untuk produsen rata-rata hitungnya. Sehingga model mana yang akan dijadikan acuan dalam memprediksi tingkat penyembuhan. Makalah ini merupakan hasil penelitian kepustakaan, dengan tujuan untuk menelaah tentang beda pendapat antara konsumen dan produsen, terhadap produk yang dibuat si produsen tersebut.Proses penelitian dimulai dengan telaah kepustakaan, dan diakhiri dengan analisis data tentang pendapat efektivitas penyembuhan sejenis obat. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa, telaah perbandingan pendapat konsumen dengan produsen merupakan model linear. Dengan persoalan yang harus dianalisis adalah tentang fungsi target, fungsi resiko dan fungsi kegagalan.Kata kunci : fungsi target, fungsi kegagalan, fungsi resiko.
PENERAPAN MODEL ADAPTIF DALAM RANCANG BANGUN SISTEM KUIS ONLINE Arief Hidayat; Bayu Surarso; Aris Sugiharto
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.809 KB)

Abstract

Makalah ini membahas sebuah sistem kuis berbasis web dengan fitur adaptif yang ditambahkan. Sistem kuis adaptif ini menjadi lebih personalisasi karena model pertanyaan yang disajikan secara khusus dirancang bagi siswa sesuai dengan tingkat kemahiran mereka. Siswa akan lebih mengenal kekuatan dan kelemahan dalam proses belajar mereka karena mereka tidak akan menuju ke tingkat kesulitan yang lebihtinggi jika mereka tidak memenuhi nilai yang dipersyaratkan pada tingkat tertentu. Makalah ini fokus pada komponen utama fitur adaptif dan teknik untuk melaksanakan komponen adaptif tersebut. Sebuah studi perbandingan antara sistem adaptif saat ini dilakukan untuk mengidentifikasi komponen adaptif yangditerapkan dan teknik untuk menerapkan komponen adaptif. Hasil studi banding menjadi dasar untuk mengembangkan sistem kuis adaptif ini. Sistem kuis adaptif ini terdiri dari tiga komponen utama: student model, domain model dan adaptation model. Student model menggambarkan pengetahuan siswa, model domain merupakan domain mengajar atau representasi dari student model, sedangkan adaptation model terdiri dari satu sekumpulan aturan yang mendefinisikan aksi pengguna. Teknik stereotype dan overlaymodel diterapkan untuk student model, semantic network diterapkan pada domain model dan 'IF-THEN' rule diterapkan pada adaptation model. Sistem kuis adaptif ini menjadi sebuah sistem penilaian siswa berdasarkan kemampuan, pengetahuan dan preferensi dari masing-masing peserta didik.Kata kunci : Kuis online, adaptif, student model, domain model, adaptation model
Nomor Induk Kependudukan Sebagai Kunci Standar Kegiatan Transaksi Elektronik Pada Layanan Publik Jaminan Kesehatan Masyarakat Ifan Rizqa M.Kom; Eny Rachmani S.KM, M.Kom; Dr.dr. Sri Andarini Indreswati, M.Kes
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.828 KB)

Abstract

Kebijakan program penanggulangan masyarakat miskin (BLT, Beras Bersubsidi, BOS, Jamkesmas) termasuk dalam kluster I menjadikan banyak dampak, salah satunya adalah banyaknya Kartu Kepesertaan. Maka Pemerintah perlu memberikan kartu multifungsi untuk mendapatkan semua pelayanan program kluster I. Kartu multi fungsi membutuhkan Single Identity Number (SIN) untuk menghubungkan semua program yang ada. NIK pada KTP merupakan field field yang unik dan dapat digunakan kunci transaksi. Maka dibutuhkan pengelolaan yangprofesional dan komprehensif dari mulai data dasar penduduk miskin, standarisasi dan kesinambungan pelayanan medis di sarana pelayanan kesehatan yang tergabung dalam Jamkesmasda. Kegiatan ini bertujuan: 1. Identifikasi kebutuhan dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Semarang yang tergabung dalam Jamkesmasda Kota Semarang, 2. Terbentuknya Kartu Identitas Jamkesmasda basis nama dan NIK sebagai dasar SIN. 3.Terbentuknya Sistem Informasi Jamkesmada Kota Semarang yang dapat menghubungkan semua sarana pelayanan kesehatan yang tergabung dalam Jamkesmasda, 4. Teraplikasikannya Sistem Informasi Jamkesmada Kota Semarang pada semua sarana pelayanan kesehatan yang tergabung dalam Jamkesmasda.Melalui metode penelitian Research and Development dengan Web Engineering Method, meliputi tahapan Communication method, Requirement analysis methods, Design methods, Construction/coding, dan Testing method menghasilkan sistem terintegrasi dengan data masyarakat miskin dari berbagai sarana pelayanan kesehatan sehingga dapat dihasilkan laporan tentang penggunaan dana jamkesmaskot dan penyerapannya pada masyarakat miskin. Pada kenyataannya mengintegrasikan seluruh pelayanan kesehatan yang telah diterima masing-masing dikarenakan masing-masing sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai berbagai sistem tersendiri dapatdilakukan.Kata kunci : Jamkesmaskot, Single Identity Number, NIK, KTP
TINGKAT KEMATANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI (IT GOVERNANCE) PADA LAYANAN DAN DUKUNGAN TEKNOLOGI INFORMASI (KASUS : PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KOTA SEMARANG) Bambang Supradono
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.909 KB)

Abstract

Layanan dan dukungan (service and support) teknologi informasi (TI) pada tata kelola teknologi informasimerupakan bagian yang strategis dalam menjamin ketersediaan dan keberlanjutan penerapan proyek teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan (maturity) atas prosesproses layanan dan dukungan TI pada berbagai institusi perguruan tinggi swasta di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metodologi kerangka kerja COBIT yang dikembangkan IT Governance Institute (ITGI) yang berbasis di Amerika Serikat untuk kontrol dan audit TI dengan fokus pada domain “delivery and support (DS)”. Hasil dari penelitian yang menggunakan sampel 10 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik di Kota Semarang menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kematangan (maturitylevel) Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang sebagian besar sudah cukup baik yaitu di atas skala 3 (defined). Dengan distibusi tingkat kematangan pada Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang dapat diklasifikasikan dalam 3 kelompok tingkat kematangan layanan teknologi informasi, yaitu tingkat maturity ”Rendah” sebanyak 2 PTS, tingkat maturity “Sedang” sebanyak 5 PTS dan tingkat maturity “Tinggi” sebanyak 3 PTS.Kata Kunci : Layanan dan dukungan, Tingkat kematangan, COBIT
ANALISIS KINERJA SISTEM INTERFACE MSOAN V5.2 MENGGUNAKAN METODE AVERAGE DAILY PEAK HOUR DI PT TELKOM PURWOKERTO Wahyu Pamungkas; Eka Wahyudi; Kukuh Krismanto
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.352 KB)

Abstract

Multi Service Optical Access Node (MSOAN) merupakan salah satu layanan multi service pada Next Generation–Digital Loop Carrier (NG-DLC) yang mampu meringkas jaringan telekomunikasi antara Local Exchange (LE) dengan Access Network (AN) menjadi lebih sederhana. Teknologi ini didukungdengan interface V5.2 yang bersifat dinamis dengan menggunakan maximum 16 link E1 atau 480 kanal komunikasi sesuai aturan Pulse Code Modulation-30 (PCM-30). Dengan kondisi pelanggan yang terus bertambah, merlu adanya analisis trafik untuk menentukan berapa jumlah interface V5.2 ataupun modul link E1 untuk memenuhi layanan yang disediakan kepada pelanggan. Model analisis traffic yang digunakan adalah Average Daily Peak Hour (ADPH). Analisis trafik pada jaringan yang sudah dibangun bisa dijadikan pedoman untuk menambah, mengurangi atau memindah interface V5.2 maupun modul link E1 guna mendapat performansi yang diinginkan. Dari hasil analisis yang dilakukan untuk interface V5.2 milik PT TELKOM,Tbk Area Network Purwokerto yang menangani beberapa lokasi (ring: PWT 503, PWT 505, PWT 506) ditemukan bahwa seluruh interface membutuhkan tambahan link E1 dengan jumlah yang bervariasi.Kata kunci: MSOAN, NG-DLC, V5.2, ADPH, Access Network.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN POLISI DALAM MEMEGANG SENJATA API MENGGUNAKAN SCORING SYSTEM Rudy Setiawan
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.103 KB)

Abstract

Saat ini kasus penyalahgunaan senjata api di kepolisian semakin marak. Mulai dari kasus penembakan terhadap sipil, penembakan sesama polisi sampai menembak diri sendiri. Penggunaan Kekerasan dan senjata api merupakan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang sebagai pilihan terakhir bagi aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Tes kelayakan memegang senjata api di kalangankepolisian menjadi semakin penting setelah melihat serangkaian peristiwa yang terjadi pada kepolisian.Tes persyaratan untuk menentukan masih layak atau tidaknya seorang anggota polisi tersebut menggunakan senjata api harus tetap dilakukan secara periodik, sehingga tidak terjadi lagipenyalahgunaan senjata api. Analisa pehitungannya menggunakan metode Scoring System, dimana memiliki kemampuan menyajikan informasi dalam bentuk angka, sehingga komandan kepolisian dapat memberikan evaluasi terhadap kelayakan subyek tes dalam bentuk nilai. Sistem Pendukung Keputusan pada kepolisian berdasarkan suatu tes kelayakan untuk menentukan kelayakan seorang polisi dalammemegang senjata api sehingga dapat mengurangi penyalahgunaan senjata api. Penelitian ini membuataplikasi yang dapat digunakan sebagai sistem pendukung keputusan bagi Komandan dalam menentukan kelayakan anggota polisi dalam memegang senjata api dengan Scoring System. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengetahui tingkat kelayakan seorang polisi berdasarkan hasil tes kelayakan dengan metode Scoring System. Sistem membantu Komandan dalam menentukan kelayakananggota polisi memegang senjata api yang dilakukan secara periodik.Kata Kunci : Kelayakan, Senjata Api, Sistem Pendukung Keputusan, Scoring System
SISTEM MONITORING BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG DENGAN SMS GATEWAY Dewi Heaven; Nina Sevani
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.745 KB)

Abstract

Sebuah gedung, baik yang digunakan untuk perkantoran, perumahan, maupun pergudangan, pada dasarnya merupakan suatu aset berharga yang perlu dilindungi dari berbagai macam bahaya, salah satunya adalah bahaya kebakaran. Pemahaman tersebut membuat setiap gedung dilengkapi dengan alatalatuntuk mendeteksi dan mengatasi bahaya kebakaran yang dapat terjadi. Pemasangan sensor asap, alarm kebakaran, sampai dengan adanya tabung pemadam kebakaran menjadi bukti akan kepedulian pemilik (pengelola) gedung dalam mendeteksi dan memantau kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran. Sebagian besar proses monitoring yang dilakukan saat ini masih dirasa cukup lambat. Beberapa informasi penting sering kali terlambat diterima oleh pengelola gedung. Penambahan jumlah pegawai untuk mengatasi hal ini juga dirasakan masih kurang efisien. Oleh karena itu dirasakan perlu dibuat sebuah sistem otomatis yang bertujuan untuk monitoring kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran pada gedung melalui pengiriman SMS (Short Message Service). Dengan menerapkan sistem monitoring menggunakan SMS ini, maka diharapkan proses pelaporan dan pemberian informasi tentang kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran kepada pengelola gedung akan dapat dilakukan setiap saat dengan lebih cepat dan akurat, tanpa dibatasi oleh jarak. Implementasi sistem monitoring ini memerlukan aplikasi yang diinstal pada server yang terhubung ke sebuah handphone dan alat deteksi. Setiap kali server menerima tanda bahaya dari alat deteksi, server akan langsung mengirimkan tanda pengiriman SMS ke handphone. Handphone yang menerima tanda dari server akan langsung mengirimkan SMS sesuai dengan jenis bahaya kebakaran yang terdeteksi ke nomor-nomor yang tersimpan dalam handphone. Kesulitan penyampaian informasi hanya terjadi apabila terdapat gangguan pada SMS center atau pada alat yang digunakan (server dan handphone).Kata kunci : Monitoring, Kebakaran, SMS, Server, Sensor
ASPEK HUKUM PENGEMBANGAN USAHA MELALUI INTERNET Ocktavianus Hartono
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.881 KB)

Abstract

Saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah bidang informasi teknologi. Perkembangan dalam bidang informasi dan teknologi ini memiliki banyak dampak baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak positif dari perkembangan ini dapat kita rasakan dalam bidang perekonomian. Dengan berkembangnya teknologi, maka pelaku usaha memiliki alternatif lain untuk memasarkan barang maupun jasanya tanpa harus membuka cabang baru yang tentunya membutuhkan modal yang besar. Saat ini pelaku usaha dapat memasarkan produknya melalui media internet. Hal ini merupakan peluang yang sangat menguntungkan bagi pelaku usaha yang inginmemperluas pangsa pasarnya karena apabila dahulu, kegiatan ekonomi (jual beli) hanya dapat terjadi apabila produsen dan konsumen bertemu secara langsung.Dengan media internet maka kegiatan jual beli dapat terjadi tanpa harus bertemu muka. Hal ini akan mempermuda,menghemat biaya dan waktu dari pelaku usaha. Namun untuk menggunakan peluang ini, pelaku usaha harus memperhatikan aspek hukum yang ada karena tanpa memperhatikan aspek hukumnya, keinginan untuk mendapatkan keuntungan malah akan menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada pelaku usaha mengenai peluang bisnis memasarkan produk usahanyamelalui media internet, prosedur hukum yang harus mereka taati, dan juga agar pelaku usaha tidak terjerat kasus-kasus hukum yang mungkin terjadi apabila mereka mengabaikan aspek hukum yang ada. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang menggunakan data hukum kepustakaan, yang bertujuan untuk menemukan kebenaran melauli cara berpikir deduktif. Sifatdari penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan secara menyeluruh proses-proses hukum yang harus dilakukan pelaku usaha dalam menggunakan peluang ini agar terhindar dari permasalahan-permasalahan hukum. Tujuan penelitian ini adalah agar pelaku usaha dapat memperolehinformasi yang jelas mengenai prosedur-prosedur hukum yang harus mereka lakukan dalam mengembangkan usahanya.Kata kunci : Perkembangan Teknologi, Peluang Bisnis, Aspek Hukum
ANALISIS KENAIKAN NILAI AUPC TERHADAP PENURUNAN NILAI Eb/No KARENA REDAMAN HUJAN PADA TEKNOLOGI VSAT SCPC TERHADAP LINK BUDGET ARAH UPLINK DAN DOWNLINK Wahyu Pamungkas; Anggun Fitrian; Sri Karina P
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.61 KB)

Abstract

Redaman hujan merupakan salah satu redaman yang harus diperhatikan ataupun diperhitungkan pada saat penggunaan komunikasi satelit. Nilai Carrier To Noise Uplink (C/N)u dan Carrier To Noise Downlink (C/N)d akan berkurang akibat hujan karena adanya pengurangan daya carrier yang diterima oleh satelit dan juga stasiun bumi. Akibatnya, nilai Eb/No akan berkurang ataupun menurun, hal ini tentu saja akan mempengaruhi kinerja komunikasi satelit dalam hal ini adalah VSAT SCPC. Meskipun penurunan Eb/No kecil, namun sangat mempengaruhi kualitas link komunikasi satelit yang digunakan. Untuk mengantisipasi penurunan nilai Eb/No maka digunakan metode Automatic Uplink Power Control (AUPC). AUPCberfungsi untuk meningkatan daya secara otomatis pada saat terjadinya penurunan nilai Eb/No. Untuk itu diperlukan sebuah analisis terhadap kenaikan nilai AUPC terhadap penurunan nilai Eb/No yang disebabkan pengaruh redaman hujan terhadap link budget arah uplink dan downlink. Pemodelan redamanhujan menggunakan ITU-R Model yang akan dihubungkan dengan sistem VSAT SCPC, sehingga dapat diketahui berapa besarnya redaman hujan yang terjadi. Selanjutnya nilai AUPC akan diatur secara otomatis sehingga nilai Eb/No dapat disesuaikan untuk menghindari kondisi minimalnya yang dapatberakibat pada naiknya nilai Bit Error Rate (BER).Kata kunci : VSAT SCPC, Link Budget, Redaman Hujan, AUPC, BER

Page 2 of 39 | Total Record : 386