cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 22527702     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
“Experientia” merupakan istilah dalam bahasa Latin yang artinya “pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman”. Pemilihan nama ini selaras dengan metode transfer dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dipraktikkan di Unika Widya Mandala Surabaya, yakni “experiential learning” (mahasiswa dan dosen belajar bersama melalui partisipasi aktif dalam pembelajaran akademik). Berkala ilmiah ini dipublikasikan oleh Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, terbit dua kali setahun, dan memuat kajian/analisis/telaah/tinjauan empirik dalam ranah psikologi; yang bisa berupa penelitian lapangan maupun kajian teoretik. Misi jurnal ini adalah “give psychology away”—mengutip kata-kata klasik Philip Zimbardo—yakni membantu pengembangan psikologi menjadi ilmu yang sungguh-sungguh bermanfaat bagi kemaslahatan manusia dalam tataran mikro (individual) dan makro (komunal).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Motivasi Berprestasi Pada Penderita Spondyloarthritides Dengan Jenis Enteropathic Arthritis Ananta, Dorinda; Hapsari, Elisabet Widyaning
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.227 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.784

Abstract

Spondyloarthritides adalah kelompok gangguan yang memiliki ciri – ciri klinis yang khas dan berkaitan dengan kelainan faktor genetik HLA-B27, yang menyerang pada bagian lutut dan pergelangan kaki, dan juga tangan, pundak, dan bagian atas pundak,dalam kondisi kelelahan. Motivasi berprestasi adalah motivasi yang berhubungan dengan pencapaian beberapa standar kepandaian atau standar keahlian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi berprestasi pada penderita penyakit Spondiloartropaty dengan jenis Enteropathic Arthritis. Partisipan penelitian ini seorang mahasiswa yang mengalami Spondylorarthritides, type Eteropathic Arthritis. Partisipan menunjukkan motivasi berprestasi yang tinggi terlepas dari kondisinya. Hasil penelitian menghasilkan empat tema mutama: faktor – faktor motivasi berprestasi, gambaran motivasi berprestasi, strategi untuk mencapai tujuan, dan faktor kesehatan yang mempengaruhi motivasi. Motivasi berprestasi didasarkan pada keinginan informan untuk ingin tetap aktif dan sekaligus mampu menjadi yang terbaik dalam setiap aktivitas yang dijalaninya saat ini.
Faktor-Faktor Brand Loyalty Smartphone Pada Generasi Y Tirta Angela; Nurlaila Effendi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.781

Abstract

Brand loyalty terhadap smartphone merupakan bentuk perilaku pembelian berulang yang dilakukan konsumen terhadap suatu merek smartphone yang sama. Brand loyalty merupakan suatu fenomena penting bagi industri. Generasi Y merupakan sasaran penelitian ini karena berkarakteristik sebagai techno-generation yang akan menjadi pimpinan pasar pada masa depan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi brand loyalty terhadap smartphone, pada generasi Y. Teknik sampling adalah purposive dan snowball. Penelitian ini dilakukan dengan perspektif kualitatif, dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan dengan wawancara, dan dianalisis mengunakan analisis tematik induktif. Hasil menunjukkan dua faktor yang memengaruhi brand loyalty terhadap smartphone pada generasi Y, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor interla mencakup faktor-faktor psikologis yang melibatkan motivasi, persepsi, proses belajar, dan faktor-faktor pribadi yang melibatkan kepribadian dan nilai. Faktor-faktor eksternal mencakup faktor-faktor sosial yang melibatkan gaya hidup komunitas, lingkaran kerja atau kuliah, teman, lingkaran keluarga, dan media. Kepribadian yang dipengaruhi oleh lingkaran keluarga merupakan hal terpenting yang memengaruhi brand loyalty generasi Y terhadap smartphone.
Proses Dan Dampak Informasi Dalam Strategi Iklan Bersambung Pond’s Flawless White Versi 7 Days To Love Novita Ekasari Onggosaputra; Florentina Yuni Apsari
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.087 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.782

Abstract

Strategi penayangan iklan yang kreatif ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satu strategi penayangan iklan yang ternyata menjadi perhatian masyarakat yaitu iklan bersambung seperti iklan produk Pond’s Flawless White. Penelitian tentang strategi penayangan iklan bersambung ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana proses dan dampak informasi dari strategi penayangan iklan bersambung produk Pond’s Flawless White. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Proses pangambilan data dilakukan melalui angket dan wawancara. Informan yang menjadi subjek penelitian merupakan konsumen yang telah menonton keseluruhan episode iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan dampak informasi dari iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love hanya sampai pada dimensi afeksi. Iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love belum mampu membuat penontonnya melakukan pembelian produk. Konsumen menyukai konsep cerita yang disuguhkan, tetapi enggan untuk mencoba menggunakan produk karena lebih percaya pada produk yang sudah biasa digunakan.
Intensi Social Loafing Pada Tugas Kelompok Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Mahasiswa Sutanto, Stephanie; Simanjuntak, Ermida
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.778

Abstract

Tugas kelompok dalam perkuliahan dapat menimbulkan social loafing pada mahasiswa. Social loafing adalah kecenderungan seseorang untuk mengurangi usahanya ketika mengerjakan tugas secara kelompok dibandingkan ketika mereka dievaluasi secara personal. Intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing diduga berhubungan dengan adversity quotient yang dimiliki oleh mahasiswa. Adversity quotient adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dalam menghadapi dan mengatasi masalah, hambatan atau kesulitan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Subyek penelitian adalah 85 orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala intensi social loafing dan skala adversity quotient. Hasil analisa data menunjukkan nilai -0.299 dengan p < 0.001 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Semakin tinggi adversity quotient yang dimiliki oleh mahasiswa maka semakin rendah intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Dosen disarankan untuk memberikan tugas-tugas perkuliahan yang dapat menstimulasi adversity quotient pada mahasiswa sehingga intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing dapat menurun.
Antara Harapan Dan Takdir: Resolution To Infertility Pada Perempuan Infertil Tedjawidjaja, Detricia; Rahardanto, Michael Seno
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.48 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.783

Abstract

Infertilitas merupakan masa krisis bagi orang yang mengalaminya. Tujuan penelitian ini ialah mengeksplorasi gambaran psikologis yang dialami perempuan infertil hingga sampai tahap resolution to infertility. Dengan pendekatan fenomenologis, peneliti melakukan wawancara kepada empat perempuan yang memiliki masalah infertilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan infertil akan melalui tahap period of grief sebelum masuk ke tahap penerimaan terhadap infertilitas. Gambaran psikologis yang paling sering ditunjukkan informan ialah perasaan sedih, cemas, dan stres. Proses penerimaan dicapai para informan dengan pertama-tama memaknai kepemilikan anak sebagai takdir dari Tuhan. Pemaknaan akan takdir ini selanjutnya memunculkan harapan bahwa Tuhan bisa memberikan anak pada masa depan. Harapan menjadi sumber utama kekuatan bagi para informan penelitian dalam menerima kondisi infertilitas. Hasil penelitian juga mengungkap faktor-faktor protektif dan risiko yang mampu mempengaruhi keberhasilan perempuan infertil dalam menjalani program kehamilan. Faktor-faktor protektif meliputi aspek spiritualitas, marital benefit, dukungan sosial, dan coping mechanism, sedangkan faktor-faktor risiko meliputi tekanan sosial, kesibukan suami dalam pekerjaan, dan hubungan negatif antara pasien dan tenaga kesehatan profesional. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga profesional kesehatan dalam memberikan bantuan medis dan psikologis bagi perempuan infertile.
Mewujudkan Kampung Bersih Dan Sehat Melalui Pemberdayaan Komunitas Kader Lingkungan Untuk Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kupang Krajan Surabaya Ngonde, Sylvia Kurniawati
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.311 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.779

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian berkelanjutan tentang pemberdayaan yang berbasis komunitas dalam bidang kesehatan yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Penelitian ini merupakan proses penerapan dari rancangan pemberdayaan para kader lingkungan sebagai strategi untuk pemberantasan penyakit demam berdarah dengue di Kecamatan Sawahan Kelurahan Kupang Krajan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan seri dari awal model penelitian etnografi karena akan ditindaklanjuti kembali di masa mendatang. Para informan adalah kader lingkungan dan pemangku wilayah di kecamatan Sawahan, Kelurahan Kupang Krajan. Metode pengumpulan data berbasis wawancara mendalam, dokumentasi foto dan rekaman, catatan lapangan. Analisa tematik digunakan untuk menggali aspek-aspek sosial budaya yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini juga mensinergikan pemaknaan teori pemberdayaan dari Rappaport (1987), Zimmerman dan Wandersman (2003) dengan teori The Interactive Systems Framework (ISF) of dissemination and implementation. Penelitian ini sekaligus menggali pemaknaan penerapan teori ISF yang hasilnya belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya optimalisasi intervensi komunitas dan kelemahan penerapan teori ISF bila dikaitkan dengan situasi sosial budaya dan konflik internal yang berdampak terhadap optimalisasi pelaksanaan intervensi komunitas. Dengan demikian rangkaian penelitian etnografi yang menggambarkan dinamika kehidupan warga masih harus dimaknai dan digali di masa mendatang.
Sikap Terhadap Kenakalan Remaja Dengan Religiositas Pada Anggota REKAT (Remaja Katolik) Di Surabaya Margaretha Wahyu Widyarti; Johannes Dicky Susilo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.866 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.780

Abstract

Kenakalan remaja adalah salah satu perilaku menyimpang yang disebabkan oleh kegagalan individu dalam menjalankan tugas-tugas perkembangannya di masa remaja. Perilaku kenakalan remaja ini juga dilandasi oleh sikap yang dimiliki para remaja. Sikap yang mendukung terhadap kenakalan remaja memiliki potensi untuk memunculkan perilaku kenakalan pada remaja. Upaya pencegahan kenakalan remaja dapat dilakukan dengan pembinaan dari segi agama untuk menumbuhkan religiositas pada remaja dan pengetahuan baik-buruk sehingga akan membentuk sikap yang tidak mendukung pada kenakalan remaja. Salah satu pembinaan keagamaan yang ada adalah pembinaan Remaja Katolik (REKAT). Namun pada kenyataannya masih ada anggota REKAT yang melakukan kenakalan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan sikap terhadap kenakalan remaja pada anggota REKAT di Surabaya. Subjek penelitian (N = 108) adalah anggota REKAT di Surabaya yang berusia 12-17 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi non parametrik Kendall’s tau-b. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0,426 dengan p < 0.001 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara religiositas dengan sikap terhadap kenakalan remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 7