cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
PENGARUH DOSIS PUPUK KOMPOS ENCENG GONDOK DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L.)” Rizki Haqa Purnama; Sartono Joko Santosa; JM Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research about "The Effect of Dosage Fertilizer Compost Water Hyacinth and Plant Distance on Growth and Yield mustard (Brassica juncea L.)" was done from February 26th to May 16th, 2013 in the village of Kunden, Wirogunan sub district, Kartasura district, Sukoharjo regency. This research aims to study the best dosage and plant distance can improve the growth and yield of mustard plants optimum and the interaction between dosage and plant distance. The research using Randomized Complete Block design (RCBD) consists of two factors treatments with three replications. The research show that: (1) the treatment of dosage fertilizer compost of water hyacinth was effect on improve number of leaves, fresh weight of plant, weight the plant of consumed, and dry weight of plant,(2) the giving fertilizer compost of water hyacinth with dosage 2 kg/m2 is the best dosage because improve growth yield mustard plants optimal namely  11,44 sheet,  fresh weight of plant namely  91,16 g, weight the plant of consumed namely 65,24 g , and dry weight of plant namely 7,01 g,(3) the treatment of plant distance was effect on improve number of leaves, length of leaves, fresh weight of plant, weight the plant of consumed, dry weight of plant,and index of harvest , (4) treatment plant distance of 20x20 cm is the best plant distance  because improve growth yield mustard plants optimal namely 11 sheet,  length of leaves namely 17,94 cm, fresh weight of plant namely 89,46 g, weight the plant of consumed namely 64,62 g, and dry weight of plant namely 7,61 g, (5) no interaction between dosage fertilizer compost water hyacinth and plant distance on growth and yield of mustard. Key words : Compost Water Hyacinth, Plant Distance , mustard
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI ISOPROTHIOLANE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L) Istiglaila Risma Kumala; Sartono Joko Santosa; JM Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The of research "INFLUENCE CONCENTRATION AND FREQUENCY APPLICATIONS ISOPROTHIOLANE ON THE GROWTH AND YIELD  the curly red chili (Capsicum annuum L.)" has been done on 6th Apriluntil14th July 2013 in Green House of Agriculture Faculty SlametRiyadi University which is located in Kadipiro Village, Banjarsari district, Surakarta regency, Central Java province. This research aims to known the concentration and frequency application the  isoprothiolane that can improve crop growth and the yield of curly red chili optimally This research arranged was Completely Randomized Design (CRD), The results show that giving : Isoprothiolanein pepper red curly significant effect on increas thenumber of fruits per crop, length of fruit, diameter of fruit, weight of fruit per crop, but did not significantly effect height of plant, the fresh weight of biomass and the dry weight of biomass. Giving isoprothiolane with concentration 0.4 ml / l of water and 2 times theapplicationgivesthe highest result on the number offruitspercropis13.67, length of fruit is14.33cm, diameter of fruitis6.84mm, andweight offruitpercropis 25.20g. Key words :concentration, frequency application, curly red chili
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA ( Lactuca sativa, L. ) Aulia Lintang Hadi Ariyantoro Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aulia Lintang Utomo, NPM : 11301003. Pengaruh Macam Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa, L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam media tanam dan konsentrasi pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2014 sampai tanggal 18 Januari 2015 di Kalurahan Mojosongo, Kecamatan Banjarsari, Kodya Surakarta dengan ketinggian tempat 143 m di atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama, macam media tanam (M) yang terdiri atas tiga macam perlakuan (M1 = Media tanam campuran tanah dan pupuk kandang, M2 = Media tanam campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam dan M3 = Media tanam campuran tanah, pupuk kandang dan pasir). Faktor kedua, konsentrasi pupuk daun (K) yang terdiri atas empat taraf perlakuan (K0 = 0 cc/l, K1 = 1 cc/l, K2 = 2 cc/l dan K3 = 3 cc/l). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Perlakuan macam media tanam berpengaruh nyata terhadap berat brangkasan kering, indek panen dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar brangkasan serta berat konsumsi per tanaman. Perlakuan konsentrasi pupuk daun berpengaruh nyata terhadap berat brangkasan kering dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar brangkasan, berat konsumsi per tanaman serta indek panen. Tidak ada interaksi antara perlakuan macam media tanam dan konsentrasi pupuk daun terhadap semua parameter pengamatan. Berat konsumsi tertinggi 26,34 g/tanaman, diperoleh pada kombinasi perlakuan M2K3 (campuran media tanam dari tanah : pupuk kandang : arang sekam yang disemprot pupuk daun pada konsentrasi 3 cc/l. Berat konsumsi terendah 16,14 g/tanaman, diperoleh pada kombinasi perlakuan M1K0 (campuran media tanam dari tanah : pupuk kandang tanpa disemprot pupuk daun).Kata kunci : Media Tanam, Pupuk Daun, Tanaman Selada
KOMPONEN HASIL VARIETAS WIJEN (Sesamum Indicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI YANG DIPENGARUHI OLEH SAAT PEMUPUKAN Dewi Ratna Nurhayati Prapto Yudono, Taryono Eko Hanudin
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan tujuan menghasilkan paket teknologi budidaya wijen dengan membedakan saat pemupukan telah dilaksanakan di Lahan Pasir pantai Keburuhan Purworejo, tahun 2013. Lahan pasir dengan produktivitas yang rendah, dicirikan oleh bahan penyusun tanah yang dominan (>80%) terdiri dari pasir menjadikan ketersediaan air dan unsur hara tanaman sangat rendah. Untuk itu diperlukan bahan organik guna perbaikan media tanam dengan pupuk organik, dan pupuk NPK. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan dasar RAKL dengan 4 ulangan dengan 2 faktor , Faktor 1 : Jenis wijen ( V ), V1 = wijen putih V2 = wijen Hitam. Faktor 2 : waktu aplikasi pemupukan dari penggunaan pupuk kombinasi organik dan an organik (W), yakni W1 = diberikan 5 hari sebelum tanam ,W2 = diberikan 0 hari / saat tanam, W3 = diberikan 5 hari setelah tanam Dari kedua faktor tersebut, maka terdapat 6 variasi perlakuan, dengan 4 kali ulangan. Variasi perlakuan : V1W1, V1W2 , V1 W, V2W1, V2W2, V2 W3. Dari dua faktor penelitian tersebut diperoleh 24 variasi perlakuan, adapun varietas yang digunakan adalah : SBR 1 dan SBR 3. Adapun komponen hasil yang diamati adalah jumlah bunga, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong, berat kering polong dan biji, serta biji. Dari hasil penelitian dapat disampaikan bahwa pemberian pupuk berupa pupuk kandang ayam dan NPK pada takaran 11,25 ton/ha dan pupuk an organik NPK setara dengan dosis 18,75 ton / ha pada saat tanam memberikan hasil yang berbeda nyata untuk jumlah bunga, berat biji / tanaman berta 100 biji pada Varietas SBr 1.Kata kunci : Lahan pasir pantai, saat pemupukan , varietas wijen.
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ( IAA, Root Up, dan Gibgro-20T ) TERHADAP PERTUMBUHAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc. ) Diyan Isbiyantoro Ch. Tri Harwati, J.M. Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ( IAA, Root Up, dan Gibgro-20T ) TERHADAP PERTUMBUHAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc. )” telah dilaksanakan mulai bulan Juni 2014 sampai Oktober 2014 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah..Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan tiga perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf nyata 5%.Perlakuan konsentrasi ZPT IAA 50, 75, dan 100 ppm tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, berat segar dan berat kering brangkasan per rumpun ; kecuali konsentrasi 75 ppm yang berpengaruh nyata meningkatkan jumlah daun per rumpun tanaman jahe. Perlakuan konsentrasi ZPT Root Up 50 ppm hanya berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun dan berat kering brangkasan per rumpun, sedangkan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat segar brangkasan per rumpun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan konsentrasi ZPT Root Up 75 dan 100 ppm hanya berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun per rumpun ; sedangkan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar dan berat kering brangkasan per rumpun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan konsentrasi ZPT Gibgro 20T 50, 75, dan 100 ppm tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, berat segar dan berat kering brangkasan per rumpun tanaman jahe. Perlakuan terbaik adalah ZPT Root Up dengan konsentrasi 50 ppm karena dapat menghasilkan jumlah daun terbanyak yaitu 15,67 daun dan berat kering brangkasan yang lebih berat yaitu 2,32 g per rumpun tanaman jahe.Kata kunci : Konsentrasi, ZPT, Pertumbuhan, Jahe.
KAJIAN DOSIS PUPUK HAYATI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN (Cercospora sp) PADA TANAMAN JAGUNG SEMI (Zea mays L.) Diyan Pratiwi Mustarsyidah Y. Sartono Joko Santosa Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Dosis Pupuk Hayati Terhadap Intensitas Penyakit Bercak Daun Cercospora sp Pada Tanaman Jagung Semi (Zea Mays L.)”, telah dilaksanakan mulai bulan November 2014 sampai Januari 2015 di Desa Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 800 meter diatas permukaan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan dosis pupuk hayati yang tepat dapat menekan intensitas penyakit bercak daun Cercospora sp pada tanaman jagung semi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk hayati tidak berpengaruh terhadap intensitas penyakit bercak daun Cercospora sp pada tanaman jagung semi serta tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan) dan hasil (jumlah tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot) tanaman jagung semi.Kata kunci : pupuk hayati, bercak daun Cercospora sp, jagung semi
PENGARUH MACAM MEDIA TUMBUH DAN PUPUK MIKRO PLANT NATURE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT AKASIA (Acacia mangium Willd) Hadris Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Macam Media Tumbuh dan Pupuk Mikro Plant Nature Terhadap Pertumbuhan Bibit Akasia (Acacia mangium Willd)” telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014 sampai Juli 2014, bertempat di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui pengaruh terbaik dari perlakuan macam media tumbuh dan pupuk mikro terhadap pertumbuhan bibit akasia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan ( Duncan Multiple Range Test / DMRT) pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ternyata yang berpengaruh hanya macam media saja, sedang pupuk mikro plant nature tidak berpengaruh terhadap seluruh parameter, ini menunjukkan : (1) Perlakuan macam media tumbuh tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, berat kering total, nisbah pucuk akar, dan indeks mutu bibit saat bibit akasia berumur 2 bulan, sedangkan terhadap tinggi bibit dan jumlah daun adalah nyata. (2). Pengaruh terbaik diperoleh pada perlakuan media campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 98 : 1 : 1 karena dapat menghasilkan bibit akasia yang lebih efisien pada tinggi dan jumlah daun yang lebih baik.Kata Kunci : Media Tumbuh, Pupuk Mikro, Bibit Akasia
PENGARUH DOSIS PUPUK MIKROSIL DAN MACAM PERLAKUAN PADA BUNGA JANTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI (Zea Mays L) Miftachurochim Siswadi Dewi Ratna Nurhayati
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk mikrosil dan macam perlakuan pada bunga jantan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi (Zea Mays L). Penelitian ini dilakasanakan dengan menggunakan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah Faktor I adalah dosis pupuk mikrosil (D) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu DO : Tanpa Pupuk Mikrosil, D1 : Pupuk Mikrosil Dosis 10 kg/ha (0,04 g/polibag), D2 : Pupuk, Mikrosil Dosis 15 kg/ha (0,06 g/polibag), D3 : pupuk Mikrosil Dosis 20 kg/ha (0,08 g/polibag). Faktor II adalah macam perlakuan pada bunga jantan (P) yang berdiri atas 3 taraf, yaitu Po : Tanpa pencabutan bunga jantan P1 : Dengan pencabutan bunga jantan P2 : Dengan pembungkusan bunga jantan. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa :Perlakuan dengan penambahan dosis pupuk Mikrosil tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi (Tinggi Tanaman, Jumlah Tongkol,Diameter Tongkol, Berat Tongkol Berklobot, Berat Kering Brangkasan, Umur Panen dan Kadar Gula), namun perlakuan tanpa penambahan pupuk Mikrosil dan perlakuan pencabutan bunga jantan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi (Zea mays L.), dibuktikan pada hasil tertinggi berat tongkol tanpa klobot pertanaman yaitu 75 g diperoleh pada kobinasi perlakuan tanpa memberikan pupuk Mikrosil dan pencabutan bunga jantan (D0P1), dan dari pengamatan berat segar brangkasan diketahui bahwa hasil tertinggi yaitu 500 g diperoleh pada kombinasi tanpa pemberian pupuk mikrosil dan pencabutan bunga jantan (D0P1).Kata Kunci : Pupuk mikrosil, Bunga jantan, Jagung semi
PENGARUH BEBERAPA JENIS MEDIA PERENDAMAN BENIH PADA PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes Falcataria(L.) Nielsen) The Effect Of Some Of Types Media Soaking Seeds On The Seedling Growth Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen Makruf Amirudin Priyono Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Beberapa Jenis Media Perendaman Benih Pada Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes Falcataria(L.) Nielsen)”, telah dilaksanakan pada bulan juli 2014 sampai dengan bulan oktober 2014 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, kota surakartadengan ketinggian tempat 85 meter dpl. Melode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf nyata 5%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis media perendaman benih pada pertumbuhan bibit sengon (Paraserianthes Falcataria(L.) Nielsen). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Berdasarkan analisis ragam bahwa perlakuan beberapa jenis media perendaman benih berpengaruh terhadap peningkatan saat munculnya daun pertama, berat segar bibit, dan berat kering bibit, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, Namun setelah diadakan uji lanjutan (uji BNJ 5%) hasilnya sebagai berikut: (a). Perlakuan perendaman benih dengan air panas selama satu menit, dapat mempercepat saat munculnya daun pertama menjadi 6,0 hari dibanding kontrol yaitu 14,3 hari, (b). Perlakuan perendaman benih dengan asam sulfat selama 30 dan 35 menit dapat meningkatkan berat segar bibit menjadi 12,71 dan 12,54 g dibanding kontrol (5,76 g), berat kering bibit menjadi 3,06 dan 2,83 g dibanding kontrol (1,38 g), serta dapat pula mempercepat saat munculnya daun pertama menjadi 6,7 hari, tetapi berbeda tidak nyata jika dibandingkan dengan perlakuan perendaman benih dengan air panas selama satu menit. (2). Melihat hasil yang ada tidak sesuai dengan hipotesa, maka penelitian ini masih perlu diadakan pencermatan terutama penentuan lokasi demi kepentingan ilmiah yang akan datangKata kunci: Sengon, Jenis media perendaman benih
PENGARUH KONSENTRASI EM4 DAN LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR TIRAM TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BECAK DAUN ALTERNARIA PADA TANAMAN PAKCHOY ( Brassica rapa L) Oscar Chrismadian Noventa Siswadi Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian EM-4 dan penggunaan limbah media tanam jamur tiram terhadap intensitas penyakit becak daun Alternaria pada tanaman pakchoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah faktor I konsentrasi EM-4 (E) terdiri dari 4 taraf dan faktor II limbah media tumbuh jamur tiram (L) terdiri dari 2 taraf Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Duncan’ s pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. 1) Pemberian Em4 dan Limbah mediajamur tiram pada tanaman pakchoy berpengaruh terhadap intensitas penyakit becak daun Alternaria umur tanaman 2 minggu, namun tidak berpengaruh pada umur tanaman 3 dan 4 minggu. 2) .Pemberian Em4 dan Limbah media jamur tiram pada tanaman pakchoy berpengaruh terhadap lebar daun, jumlah daun, berat segar brangkasan, berat kering bangkasan dan berat daun yang dapat dikonsumsi. 3) Pemberian EM4 pada limbah media jamur tiram mampu menekan intensitas penyakit becak daun Alternaria sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoy.Kata Kunci : EM4, limbah media tanam jamur tiram, becak daun alternaria

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm More Issue