cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK TEH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TIMUN (Cucumis sativus L.) Sigma Saputra Surya Negara Sartono Joko Santosa Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ektrak teh dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian, didapatkan bahwa : Perlakuan konsentrasi ekstrak teh dan dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap Jumlah Buah, Berat Buah Pertanaman, Berat Segar Brangkasan, dan Berat Kering Brangkasan. Perlakuan konsentrasi ekstrak teh dan dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah, dan berat per buah. Perlakuan konsentrasi ekstrak teh dan dosis pupuk NPK memberikan berat segar rata-rata tertinggi pada perlakuan konsentrasi ekstrak teh 5 gram dosis pupuk NPK 45 gram dan konsentrasi ekstrak teh 15 gram dosis pupuk NPK 15 gram sebesar 440 gram. Perlakuan konsentrasi ekstrak teh dan dosis pupuk NPK memberikan hasil terbaik pada perlakuan konsentrasi ekstrak teh 5 gram dosis pupuk NPK 30 gram sebanyak 9 buah mentimun dengan berat 3100 gram.Kata kunci : Ekstrak Teh, Pupuk NPK, Dosis, Mentimun,Pertumbuhan, Hasil
KAJIAN TIGA MACAM PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA (Carica Papaya L.) Tri Susilo Sartono J. Santosa Endang Sri Sudalmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kajian Tiga Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica papaya L.)”, telah dilaksanakan mulai 6 juli 2014 sampai dengan 29 Agustus 2014 di Rumah Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Jebres, kota surakarta dengan ketinggian tempat 143 meter dpl, dengan jenis tanah Grumosol dan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga macam pupuk organik terhadap pertumbuhan bibit pepaya (Carica papaya L.)Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 10 perlakuan masing-masing diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf nyata 5%.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa :1. Perlakuan macam pupuk organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit pepaya pada semua parameter pengamatan, yaitu tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat segar bibit, berat kering bibit, berat segar akar, dan berat kering akar.2. Perlakuan H (Pupuk hijau lamtoro dengan dosis 10 ton/ha) memberikan pengaruh terbaik pada segar bibit, karena perlakuan H dengan dosis rendah sudah dapat memberikan hasil berat segar bibit dengan rata-rata (11,30).Kata kunci : Pepaya, Pupuk Organik
PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) Zaenal Arifin Riyo Samekto Dewi Ratna Nurhayati
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Macam Pupuk Organik Dan Panjang Stek Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus)” telah dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2014 di rumah kaca (green house) Fakultas Pertanian Universitas Selamet Riyadi Surakarta, yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Surakarta dengan ketinggian tempat ± 113 meter dpl. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik dan panjang stek terhadap pertumbuhan tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus). Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor I adalah macam pupuk organik yang terdiri dari 4 macam (P0= tanpa pupuk organik, P1= Pukan ayam + jerami + daun lamtoro, P2= Pukan ayam + sampah organik, P3= Pukan Ayam + kulit ubi jalar). Faktor II adalah panjang stek yang terdiri dari 3 ukuran (S1= Panjang stek 20 cm, S2= Panjang stek 25 cm, dan S3= Panjang stek 30 cm). Parameter yang diamati meliputi: panjang tunas, jumlah tunas, jumlah akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, berat kering tunas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Perlakuan macam pupuk organik dan panjang stek berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman buah naga pada variabel panjang tunas, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, dan berat kering tunas, tetapi tidak nyata terhadap variable jumlah tunas dan jumlah akar. Perlakuan tanpa pupuk organik dengan panjang stek 20, 25, dan 30 cm, menghasilkan pertumbuhan tanaman buah naga yang tidak berbeda nyata. Pada perlakuan pukan ayam + jerami + daun lamtoro, panjang stek 30 cm adalah terbaik karena menghasilkan berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, dan berat kering tunas tertinggi dan berbeda nyata dengan P0S1.Kata kunci: pupuk organik, panjang stek, buah naga
UJI PUPUK HAYATI CUSTOMBIO DAN DOSIS PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays saccharata Sturt ) Aditya Nor Fadlilah Siswadi Riyo Samekto
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati Costum Biodan dosis pupuk N (UREA) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis(Zea mays saccharata Sturt). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap(RAL) dengan 5 perlakuan dosis urea, yaitu 0 gr/polybag, 0.44 gr/polybag, 0.88gr/polybag, 1.32 gr/polybag, 1.76 gr/polybag dan 2 perlakuan pupuk hayati CostumBio yaitu antara ditambahkan dan tidak ditambahkan. Dengan demikian diperoleh 10kombinasi perlakuan dengan ulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwakombinasi perlakuan dosis pupuk Urea 1,32 gr/polybag dengan pemberian pupukhayati memberikan pertumbuhan dan hasil yang tertinggi. Sedangkan denganperlakuan dosis pupuk urea 1,76 gr/polybag dengan pemberian pupuk hayatimemberikan pertumbuhan dan hasil yang semakin menurun.Kata Kunci : Pupuk Hayati, Pupuk N, Jagung manis
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH MEDIA TANAMAN JAMUR TIRAM DAN KONSENTRASI Em-4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L.) Rifa Danuri Sartono Joko Santosa Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh penggunaan limbah media tanam jamur Tiramdan konsentrasi Em-4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Pakchoy (Brassicarapa L.)”.telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014 sampai bulan Juli 2014 diKelurahan Sambirejo, Kecamatan Slogohimo, Kota Wonogiri dengan ketinggiantempat 500 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh penggunaan limbah media tanam jamur tiram dan pemberian EM-4terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoyPenelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAKL) yang terdiridari 2 faktor dan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah1. Faktor I : limbah media tumbuh jamur tiram (L) terdiri dari 2 macam yaitu:L1 : Tanpa diberi limbah media tumbuh jamur tiramL2 : Diberi limbah media tumbuh jamur tiram2. Faktor II : konsentrasi EM-4 (E) terdiri dari 4 taraf yaitu:E0 : Tanpa pemberian Em4E1 : EM-4 dengan konsentrasi 5 cc/l airE2 : EM-4 dengan konsentrasi 10 cc/l airE3 : EM-4 dengan konsentrasi 15 cc/l airKedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 8 kombinasiperlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan denganUji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) penggunaan limbah media tanamjamur tiram (L2) berpengaruh terbaik dibanding tanpa penggunaan limbah mediatanam jamur tiram (L1) karena dapat meningkatkan lebar daun menjadi 13,98 cm,jumlah daun menjadi 16,37 lembar, berat segar tanaman menjadi 217,50 g, beratkering tanaman menjadi 10,75 g, dan berat daun yang dikonsumsi menjadi 140,63g, (2) pemberian EM-4 dengan konsentrasi 15 cc/l air (E3) berpengaruh terbaikdibanding konsentrasi lainnya karena dapat meningkatkan berat segar tanamanmenjadi 221,25 g, berat kering tanaman menjadi 10,98 g., dan berat daun yangdikonsumsi menjadi 139,63 g, dan (3) konsentrasi antara limbah media tanam jamurtiram dengan EM-4 tudak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yangdiamati.Kata kunci : limbah, EM 4, packchoy
PENGARUH MACAM MEDIA DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans) Andi Wisda Pratama Riyo Samekto Endang Sri Sudalmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai “Pengaruh Macam Media Dan Dosis Pupuk UreaTerhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans).Penelitian dilaksanakandi Green House kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas SlametRiyadi, Mojosongo, Surakarta dan berlangsung mulai 20 Desember 2013 hingga 30Januari 2014. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Macam Media DanDosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomeareptans).Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan dosis urea, yaitu 0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha dan 3perlakuan variasi media, yaitu (Campuran Tanah, Pupuk Kandang), (CampuranTanah, Pupuk Kandang, Sekam), dan (Campuran Tanah, Pupuk Kandang,Pakis).Dengan demikian diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan ulangan 3 kali.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, Panjang Daun Terpanjang, LebarDaun, Jumlah Daun, Panjang Akar Terpanjang, Berat Segar Tanaman, Berat KeringTanaman.Data dianalisis menggunakan uji DMRT 5%.Hasil penelitian menunjukkanbahwa kombinasi perlakuan macam media (campuran tanah, pupuk kandang, sekamdengan dosis urea 0 sampai 100 kg/ha), dan (campuran tanah, pupuk kandang, pakisdengan dosis urea 0, 100, dan 300 kg/ha) memberikan pertumbuhan dari tanamanKangkung Darat jadi lebih baik.daripada dibandingkan dengan kombinasi perlakuanmacam media (campuran tanah, pupuk kandang dengan semua dosisurea).Penambahan dosis dari 100, 200, sampai 300 kg/ha tidak berpengaruh banyakmerubah hasil menjadi lebih baik lagi pada penelitian tanaman Kangkung Darat.Jadipenggunaan macam media (campuran tanah, pupuk kandang, sekam dengan dosisurea 0 sampai 100 kg/ha), dan (campuran tanah, pupuk kandang, pakis dengan dosisurea 0, 100, dan 300 kg/ha) dianggap lebih efisien.Kata kunci : media, urea, kangkung darat
HASIL PENANAMAN KEDELAI (Glycine max L, Merill) Dalam TANAH YANG DIBERI ABU VULKANIK MERAPI dan EFFECTIVE MICROORGANISM (EM 4) Sumarmi -
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu vulkanik dari letusan gunung Merapi merupakan material yangmengandung unsur Silika (Si O2) 54,56%, beserta mineral lain, dan bersifat asam.EM 4 atau Effective Microorganism 4 mengandung 26 species bakteri berperandalam menguraikan dan mempersubur tanah. Tanaman kedelai dicobakan dalampenelitian ini karena memiliki beberapa keunggulan. Penelitian menggunakan abuvulkanik 50, 75 dan 100 gram tiap polibag dikombinasi dengan EffectiveMicroorganism 4 volume 10 ml, 20 ml dan 30 ml dan perlakuan tanpa EM 4. Hasilpengamatan menunjukkan bahwa tanaman kedelai tumbuh terus hingga umur 8minggu, tetapi pemberian abu vulkanik 100 gram menghambat pertumbuhan.Kedelai mulai berbunga pada umur 45-52 hari, normalnya umur 30-32 hari. Abuvulkanik lebih dari 75 gram akan mengganggu terbentuknya buah polong. Semakinbanyak EM 4 yang diberikan menyebabkan buah polong yang terbentuk lebih berat.Abu vulkanik 50 gram sudah mengurangi hasil biji. Rendahnya hasil karena pHmedia tanam 5,0-5,6. Kadar air biji kedelai pada saat panen masih menunjukkanbatas normal yaitu 17-28%.Kata kunci: abu vulkanik, Effective Microorganism 4, kedelai
PENGARUH KONSENTRASI NUTRISI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY (Brassica parachinensis) SISTEM HIDROPONIK VERTIKULTUR Romana Akasiska Riyo Samekto Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai pengaruh konsentrasi nutrisi dan media tanamterhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy (Brassica parachinensis) sistemhidroponik vertikultur dilaksanakan di Green House kebun Percobaan FakultasPertanian Universitas Slamet Riyadi, Mojosongo, Surakarta dan berlangsung mulai21 November hingga 28 Desember 2013. Penelitian bertujuan untuk mengetahuikonsentrasi nutrisi dan jenis media tanam yang dapat meningkatkan pertumbuhandan hasil tanaman sawi pakcoy (Brassica parachinensis) secara optimum padasistem hidroponik vertikultur. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap(RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi nutrisi, yaitu 500 ppm, 1000 ppm, dan 2000ppm dan 3 perlakuan variasi media, yaitu arang sekam, pasir, dan campuran arangsekam dan pasir. Dengan demikian diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan ulangan3 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar,panjang daun, berat seluruh tanaman, berat segar tanaman yang dikonsumsi/perlakuan, indeks panen, dan berat kering tanaman pakcoy. Data dianalisismenggunakan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberiannutrisi dengan konsentrasi 1000 ppm dengan media tanam arang sekam, pasir,maupun campuran arang sekam dan pasir memberikan pertumbuhan dan hasil sawipakcoy lebih baik jika dibandingkan dengan yang diperoleh dari perlakuan 500 ppmdengan media tanam arang sekam, pasir, maupun campuran arang sekam dan pasir.Penambahan konsentrasi dari 1000 ppm menjadi 2000 ppm tidak merubah hasilmenjadi lebih baik lagi. Jadi penambahan konsentrasi sampai dengan 1000 ppmdianggap paling efisien.Kata kunci : nutrisi, media tanam, hidroponik, vertikultur
PENGARUH SUMBER BIBIT SETEK UMBI DAN CARA PENANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT GARUT (Marantha arumdinaceae L.) Lidia Natalidini Putri Sri Hardiatmi Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Sumber Bibit Setek Umbi dan Cara PenanamanTerhadap Pertumbuhan Bibit Garut (Marantha arumdinaceae L.)” telah dilaksanakanmulai tanggal 8 Desember 2013 sampai 8 Februari 2014 di desa Pranggong,Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh sumber bibit setekumbi terhadap pertumbuhan bibit garut, 2) untuk mengetahui sumber bibit setekumbi yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit garut, (3) untukmengetahui pengaruh cara penanaman terhadap pertumbuhan bibit garut, (4)untuk mengetahui cara penanaman yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhanbibit garut, dan (5) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara sumber bibit setekumbi dan cara penanaman terhadap pertumbuhan bibit garut.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusunsecara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor dan masing-masing kombinasiperlakuan diulang 4 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah sebagai berikut :1. Sumber bibit setek umbi (S) dengan 3 taraf yaitu :S1 = Setek umbi bagian ujungS2 = Setek umbi bagian tengahS3 = Setek umbi bagian pangkal2. Cara penanaman (C), terdiri dari 2taraf yaitu :C1 = Penanaman secara vertikalC2 = Penanaman secara horizontalKedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 6 kombinasiperlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan denganUji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) perlakuan sumber bibit setek umbihanya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit. Pengaruh terbaikdiperoleh pada perlakuan setek umbi bagian pangkal yang menghasilkan bibitsetinggi 33,59 cm tetapi tidak berbeda nyata dengan setek umbi bagian ujung yangmenghasilkan bibit setinggi 30,54 cm., (2) perlakuan cara penanaman bibit garutberpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit, jumlah tunas, dan jumlahdaun. Pengaruh terbaik terhadap tinggi bibit diperoleh pada perlakuan penanamansecara horizontal yang menghasilkan bibit setinggi 33,57 cm. Pengaruh terbaikterhadap jumlah tunas diperoleh pada perlakuan penanaman secara horizontal yangmenghasilkan 1,63 tunas. Pengaruh terbaik terhadap jumlah daun diperoleh padaperlakuan penanaman secara horizontal yang menghasilkan 5,67 daun, (3) tidak
PENGARUH KONSENTRASI CHIP SOIL DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUREN (Toona sinensis MERR.) Prawira Harja Priyono Tri Harwati
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Konsentrasi Chip Soil dan Jenis PupukKandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Suren (Toona sinensis MERR)” telahdilaksanakan mulai tanggal 1 Mei 2014 sampai dengan 5 Juli 2014 di Green HouseFakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta.Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupukchip soil terhadap pertumbuhan bibit suren (Toona sinensis MERR.), (2) untukmengetahui pengaruh jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit suren (Toonasinensis MERR.), (3) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi pupukchip soil dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit suren (Toona sinensisMERR.).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusunsecara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktorial dan 3 ulangan.Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasiperlakuan dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Datadianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda NyataJujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Perlakuan konsentrasi chip soilberpengaruh nyata hanya terhadap peningkatan berat kering total, sedangkanterhadap parameter pertumbuhan lainnya yaitu jumlah daun, tinggi bibit, diameterbatang, nisbah pucuk akar, dan indeks mutu bibit, tidak berpengaruh nyata. Pengaruhterbaik terhadap berat kering total diperoleh pada pemberian chip soil dengankonsentrasi 1/4 tablet chip soil per 5 liter air karena dapat menghasilkan berat keringtotal yang lebih berat yaitu rata-rata 0,94 g, (2) Perlakuan jenis pupuk kandangberpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun, tinggi bibit, diameter batang,dan berat kering total, sedangkan terhadap parameter pertumbuhan lainnya yaitunisbah pucuk akar, dan indeks mutu bibit, tidak berpengaruh nyata. Pengaruh terbaikdiperoleh pada pemberian pupuk kandang kotoran ayam karena dapat menghasilkandaun yang lebih banyak yaitu rata-rata 41,83 lembar, bibit yang lebih tinggi yaiturata-rata 33,18 cm, diameter batangyang lebih besar yaitu rata-rata 2,08 mm, danberat kering total yang lebih berat yaitu rata-rata 0,99 g, (3) Interaksi antara konsentrasi chip soil dengan jenis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadappertumbuhan bibit suren.Kata kunci : konsentrasi, chip soil, jenis pupuk kandang, pertumbuhan Bibit suren

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm More Issue