cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 1 (2012): Joglo" : 7 Documents clear
Fortifikasi Tepung Jagung Dengan Tepung Tempe Untuk Mengatasi Masalah Gizi Pada Balita Dan Ibu Hamil Timur w, Anton -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka kematian Balita serta ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi, salah satunya disebabkan keadaan gizi yang buruk. Beberapa sebab terjadinya kasus gizi kurang (malnutrition) adalah konsumsi pangan masih di dominasi karbohidrat dan kurang berkembangnya pemanfaatan pangan lokal sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Jagung merupakan bahan pangan local yang memberikan sumbangan energi tinggi dan mudah dicerna sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar pangan alternatif untuk anak dan ibu hamil. Untuk memenuhi standar kualitas makanan khususnya dalam penyediaan protein, vitamin dan mineral, perlu dilakukan peningkatan mutu gizinya dengan cara foemulasi tepung komposit antara tepung jagung dengan tepung sumber protein. Tepung tempe sebagai sumber protein dengan bioavakibilitas tinggi dan komposisi asam amino lengkap dapat digunakan sebagai komposit pada makanan berbasis tepung jagung. Fortifikasi tepung jagung dan tepung tempe dapat dijadikan sebagai pilihan sebagai makanan pendamping ASI dalam bentuk biskuit untuk anak balita. Ketiadaan Gluten pada tepung jagung menjadikan formulasi ini mempunyai kelebihan tersendiri, yakni tidak menimbulkan alergi pada balita dan menjadikan jagung cocok dikonsumsi terutama oleh penderita autis. Komposisi campuran tepung tempe tidak lebih dari 15% dari total berat dan sebagai bahan makanan bagi balita, tepung komposit harus melalui ayakan 100 mesh Kata kunci: tepung jagung, tepung tempe, malnutrisi
Perubahan pola tanam akibat perubahan cuaca berdampak terhadap pendapatan petani Handayani, Tri -; Natalidini, Lidia -; Isbiantoro, Diyan -; Patola, Efrain -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui: (1) bentuk pola tanam yang diterapkan di Kabupaten Karanganyar, (2) dampak perubahan pola tanam yang diterapkan terhadap produktivitas tanaman akibat perubahan cuaca, dan (3) pendapatan dari masing – masing pola tanam. Penelitian menggunakan metode eksplorasi dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Instrumen pengumpulan data pola tanam dan produktivitas tanaman adalah kuesioner (daftar pertanyaan) sedangkan untuk pengumpulan data iklim adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua petani di empat desa dalam tiga kecamatan yang diteliti melakukan perubahan pola tanam pada saat terjadi perubahan cuaca, (2) perubahan pola tanam berdampak positif terhadap pendapatan petani di desa Karanglo dan Jenawi, oleh karena itu para petani tetap mempertahankannya sampai sekarang. Kata kunci: pola tanam, perubahan iklim, pendapatan petani
Pengaruh dosis pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) Kartikasari, Inung Dewi; Samekto, Riyo -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kombinasi pupuk dosis urea, pupuk phonska dan pupuk hayati costum bio yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian lapangan disusun secara faktorial menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 level perlakuan dan 11 ulangan. Adapun level tersebut (A=Tanpa pupuk Urea dan Phonska, menggunakan Costum Bio 4 tablet/ha, B= Pupuk Urea 125 kg/ha, Phonska 100 kg/ha, Costum Bio 4 tablet/ha, Costum Bio 4 tablet/ha C= pupuk Urea 250 kg/ha, Phonska 200 kg/ha, Costum Bio 4 tablet/ha. perlakuan tanpa pupuk urea dan Phonska, menggunakan Costum bio 4 tablet/ha mempunyai berat daun yang dikonsumsi tertinggi, sedangkan berat daun yang dikonsumsi terendah diperoleh pada perlakuan pupuk urea 250 kg/ha, Phonska 200kg/ha, costum bio 4 tablet/ha. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perlakuan tanpa pupuk urea dan phonska, menggunakan costum bio 4 tablet/ha merupakan kombinasi dosis pupuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) Kata Kunci : pupuk hayati, costum bio, urea, phonska
UJI KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KECAMATAN TASIKMADU KABUPATEN KARANGANYAR, JAWA TENGAH Karyantina, Merkuria -; Kurniawati, Linda -; Harimurti, Fadjar -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLately, we occured food product like tofu, meat ball, noodle and other junkfood for children with chemicals dangeruos, so people must be carefull toconsume that food. The food ubtainable sorrounding in schoolchild by grocer.That food was not durable, so we must add food preservative. A kind of foodpreservative is formaldehyde. Formaldehyde is a chemichal, but is’t in use forfood.This research to obtain qualitative utilization formaldehyde, on junk foodfor schoolchild on Elementary school in Tasikmadu district, Karanganyar.Sample comprised chicken nougat, meat ball, noodle, meat sausage and fish ball.Chemical for analysis are Kalium Permanganat (PK).Result shown that 45% junk food detected positive with formadehyde (forqualitative analysis), totaly sample are 60. 55% not detect negative withformaldehyde. Qualitative analysis with PK. Chicken nougat, meat ball, sausageand noodle are most junk food which sold in front of school by grocer. Main ofingredient are mixed of fluor and meat/chicken/fish for flavored. That food isdurable so that need food additive to preservative that food.Keyword : formaldehyde, junk food, schoolchild
PEMETAAN TANAH PERTANIAN YANG RENTAN LONGSOR DI SEKITAR PUNCAK GUNUNG LAWU -, Priyono -; -, Sarwono -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian: 1).Untuk memperoleh data  lahan pertanian di sekitar puncak lereng bagian barat G. Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar yang rentan longsor  tahun 2010  & 2011.; 2).Untuk menyediakan peta tanah pertanian yang rentan longsor. Metode yang digunakan survey study kasus lewat observasi & interview (data primer) dan study pustaka (data sekunder): tentang terjadinya tanah longsor, jumlah lahan dan luasnya longsoran, dampakn dan pengendaliannya di Karanganyar pada tahun 2010.& 2011  Analisis Data Deskriptif dan Analisis Inferensial yakni data yang diperoleh dikumpulkan dikelompokkan / diklasifikasikan, ditabulasi terus disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan peta. Lokasi di Kecamatan Tawangmangu, dan Kecamatan Ngargoyoso dan waktunya Maret s/d Juli 2011. Kesimpulannya: 1). Daerah Tawangmangu adalah daerah yang: a).relative altitudenya / ketinggian tempat (= 800-1000 m dpl) dan volumenya & hari hujan (121) lebih tinggi mengalami frekuensi kelongsoran (=10) yang lebih tinggi dibanding Ngargoyoso dengan frekuensi kelongsoran (=9,) tinggi tempat (750-1000 m dpl), volumenya & hari hujan 85 HH. Sedangkan luas lahan kritisnya Tawangmangu (714 Ha) justru lebih rendah daripada Ngargoyoso (1.294,50 Ha); b). memiliki perkembangan dan jenis tanah relative sama yakni Seputar Andosol dan Latosol; c).merupakan daerah strategis, yakni tempat arus lalu lintas bisnis terutama sembako, pariwisata, penghasil hortikultura (sayuran, buah-buahan, bunga-bungaan), perkebunan kopi, teh, pinus dan karet, catchment area, berhawa segar dan sejuk, penyangga utama G.Lawu; 2). Pada hakekatnya penyebab kerusakan tanah di sini selain disebabkan oleh longsornya tanah dan erosi lainnya, juga oleh  ulah manusia yang tidak terkendali.   Kata kunci: pemetaan tanah, tanah longsor, faktor penyebab kerusakan tanah
UPAYA MENGURANGI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DALAM SISTEM BUDIDAYA PERTANIAN DENGAN PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK -, Priyono -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Upaya mengurangi GRK tersebut sekaligus meningkatkan hasil tanaman dapat melalui pemberian bahan organic (pemupukan bahan organic & system pertanian organic/SPO). Di Indonesia melalui: 1).Pemberian pupuk kandang dan amelioran (tanah  laterit) pada tanah gambut di Kebun Karet Kalteng  telah menghasilkan emisi  CO2 ( 15,20 % dan 21,90 %) lebih rendah dibanding control (tanpa perlakuan); 2).penyebaran pupuk kandang di permukaan tanah akan menekan kehilangan  unsur N dan  P; 3). Pengembalian residu pertanian ke dalam tanah;  4). SPO (termasuk system padi SRI Organik); 5). Pertanian Terpadu Berbasis Sumberdaya Lokal; 6).Pengembangan system  irigasi hemat air; 7). Sistem pertanian tekno- ekologis (ramah lingkungan) sesuai kondisi (Model 1 sampai Model 5): a). Model 1 (Pola diversifikasi non integrasi, atau hubungan/ pembentukan rantai makanan tanpa teknologi baru); b). memasukkan teknologi ramah lingkungan yang selalu meningkat efektivitasnya sesuai urutan model (model 2 sampai model 5 ). Di Inggris lewat SPO telah menghasilkan: 1). 3.200.000 ton unsur C dapat diserap oleh tanah setiap tahun; 2). Kombinasi savana  dan SPO menghasilkan  unsur C mampu menekan emisi CH4 dari domba; 3). Praktek SPO secara luas dapat menyerap 11 % unsur dari total emisi GRK atau menyerap 23 % emisi C lewat penggaraman C. serta mengurangi emisi unsur C (GRK) yang besar pula sekaligus telah membuat pertanian seluruh dunia lebih tahan terhadap dampak iklim ekstrim   Kata kunci: gas rumah kaca, penggunaan bahan organik, sistem pertanian organik ABSTRACTS The effort to reduce GHG while improving crop yields can be through the provision of organic material (fertilizer and organic material organic farming system / SPO). In Indonesia through: 1). Provision of manure and amelioran (laterite soil) on peat soil in Central Kalimantan, rubber gardens have produced CO2 emissions (15.20% and 21.90%) lower than the control (no treatment), 2). spread manure on the soil surface will suppress the loss of elements of N and P, 3). Returns of agricultural residues into the soil, 4). SPO (including organic SRI rice system); 5). Local Resource-Based Integrated farming; 6). Development of water-saving irrigation system; 7). Techno-ecological farming systems (green) according to the conditions (Model 1 to Model 5): a). Model 1 (non diversified pattern of integration, or ties / formation of the food chain without new technology); b). incorporate environmentally friendly technology that is increasing its effectiveness in the order model (Model 2 to Model 5). In the UK through the SPO has resulted in: 1). 3.2 million tons of elements of C can be absorbed by the soil each year; 2). Combination of savannah and SPO generates C elements can reduce CH4 emissions from sheep, 3). SPO is widely practice can absorb 11% of total GHG emissions element or absorb 23% of emissions by salting C. C. as well as reducing emissions of elements of C (GHGs) are greater at the same time has made the whole world agriculture more resilient to the impact of extreme climate Keywords: greenhouse gases, the use of organic materials, organic farming systems
PENGARUH SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN GA3 TERHADAP VIGOR DAN VIABILITAS PERKECAMBAHAN BENIH Acacia Mangium Willd EFFECT OF SCARIFICATION AND GA3 AGAINST IMMERSION VIGOR AND GERMINATION VIABILITY OF Acasia mangium Willd SEED Harwati, Ch Tri
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan perkecambahan secara maksimal pada Skarifikasi dan  waktu perendaman GA3 benih Acacia mangium Willd Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal  20 Mei 2011  sampai Tanggal 6 September 2011 di Laboratorium Benih Fakultas  Pertanian Universitas Slamet  Riyadi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan di lanjutkan dengan uji  SPSS dengan taraf  5 % Kesimpulan penelitian (i) Perlakuan skarifikasi P2 berpengaruh meningkatkan  daya kecambah benih, index vigor, viabilitas potensial dan kesempakan tumbuh kecambah benih Akasia mangium.secara maksimal Tetapi tidak dapat berpengaruh meningkatkan terhadap tinggi bibit dan jumlah daun (ii) Perlakuan perendaman GA3 100 ppm selama  60 menit ( T3) berpengaruh meningkatkan  daya kecambah benih,  index  vigor, viabilitas potensial dan kesempakan tumbuh kecambah benih Akasia mangium secara maksimal.. tetapi tidak dapat berpengaruh meningkatkan terhadap tinggi bibit dan jumlah daun Akasia mangium. (iii) Kontrol tidak berpengaruh pada perkecambahan benih juga tinggi tanaman dan jumlah daun pada pembibitan. Kata kunci : skarifikasi ,  GA3 , benih  acacia mangium willd . ABSTRACTS The objective of the research was to  increasing the maximum germination on scarification and GA3 soaking time of Acacia mangium Willd seeds Research is.. Carried out starting on  May 20, 2011 until September 6, 2011 at the Seed Laboratory of   Agriculture Faculty, Slamet Riyadi University. Research used Completely Randomized Design (CRD) is composed of two factors and three replications in the SPSS to proceed with a test level of 5% Conclusions of research (i) P2 scarification treatment increased the seed germination power, vigor index,  viability potential, and grow simultanneous Acacia seeds grow germination mangium, maxsimal., but can not improve effect on seedling height and number of leaves (ii) Treatment of Immersion GA3 100 ppm during 60 minutes (T3) increased the seed germination power, vigor index, and the viability potential, simultanneous  Acacia mangium seedlings grown  in maxsimal. But can not increase  effect of the higher seeds and number of leaves Acacia mangium.  (iii) Control did not affect the   seedlings too higher plants and number  of leaves at the nursery. Key word: scarification,  ga3,   seeds acacia mangium will.

Page 1 of 1 | Total Record : 7