cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mintakat: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14117193     EISSN : 26544059     DOI : 10.26905
Core Subject : Social, Engineering,
Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam format online JAM merencanakan akan terbit 2 (dua) kali dalam setiap volume pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2020): September 2020" : 5 Documents clear
REKAYASA PENGELOLAAN SANITASI AIR LIMBAH DOMESTIK TERPADU BERBASIS IPAL KOMUNAL DI KAMPUNG SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN Indrawanto, Denny; Subadyo, A Tutut; Budiyanto, Hery
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/mj.v21i2.4417

Abstract

ABSTRAK Permukiman Kampung Kelurahan Selumit Pantai (KP-KSP) merupakan perkampungan di Kota Tarakan di pesisir pantai yang berkembang tidak tertata, tidak terkendali, padat penduduk, dan rawan sanitasi. Permasalahannya adalah: (1) rendahnya kesadaran masyarakat berperilaku bersih dan sehat, (2) ketidakberdayaan masyarakat didalam pemenuhan rumah sehat dan layak huni, (3) sanitasi yang buruk dan ketidakteraturan bangunan berkepadatan tinggi, dan (4) keterbatasan prasarana dan sarana lingkungan yang layak. Penelitian berbentuk explanatory research ini bertujuan untuk : (1) mengalisis kinerja sistem sanitasi lingkungan, (2) mengalisis aspek yang berpengaruh pada pemenuhan sanitasi yang layak, dan (3) memformulasikan konsep IPAL Komunal. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana KP-KSP yang minim dan kualitasnya rendah, serta modal sosial warganya belum dioptimalisasi, maka optimalisasi terhadap potensi tersebut dapat menjadi dasar perekayasaan pengelolaan dan pengolahan IPAL Komunal. Sistem aerobik untuk rekayasan IPAL komunal dipilih sebagai teknologi penyelesaian masalah sanitasi khususnya dan peningkatan kualitas lingkungan pada kawasan KP-KSP Kota Tarakan, karena merupakan teknologi ramah lingkungan yang mudah diadopsi oleh masyarakt setempat. Implementasi pengelolaan dan pengolahan sistem IPAL Komunal dengan konsep teknologi Anaerobic Baffled Reactor, perlu dilakukan paralel dengan program pemberdayan masyarakatnya untuk sadar dan peduli lingkungan yang sehat serta huniannya yang layak. Kata Kunci : Kampung Selumit Pantai, Pesisir, IPAL Komunal ABSTRACT Settlement Kampung Selumit Pantai Village (KP-KSP) is a village in the city of Tarakan on the coast that develops disorganized, uncontrolled, densely populated, and prone to sanitation. The problems are: (1) low awareness of people behaving clean and healthy, (2) community empowerment in fulfilling healthy and livable homes, (3) poor sanitation and irregularity in high density buildings, and (4) limited infrastructure and proper environmental facilities . This research in the form of explanatory research aims to: (1) analyze the performance of environmental sanitation systems, (2) analyze aspects that affect the fulfillment of proper sanitation, and (3) formulate the concept of Communal WWTP. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that the condition of the facilities and infrastructure of the KP-KSP which was minimal and of low quality, and the social capital of its citizens had not been optimized, the optimization of the potential could be the basis for the management and processing of Communal WWTP. The aerobic system for the communal WWTP foundation was chosen as a technology for resolving sanitation problems in particular and improving the quality of the environment in the KP-KSP area of ​​Tarakan City, because it is an environmentally friendly technology that is easily adopted by the local community. The implementation of management and processing of Communal WWTP systems with the concept of Anaerobic Baffled Reactor technology, needs to be done in parallel with the community empowerment program to be aware and care about a healthy environment and proper housing. Keywords: Selumit Pantai Village, Coastal, Communal WWTPDOI : https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4417
PENATAAN PERMUKIMAN TEPIAN PANTAI - KAMPUNG SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN BERDASARKAN KONSEP FLOATING STAGE VILLAGE Martinus Priono Noegroho; A Tutut Subadyo; Junianto Junianto
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/mj.v21i2.4372

Abstract

Permukiman tepian pantai di Kelurahan Selumit Pantai (PTP – KSP) Kota Tarakan, telah mengalami penurunan kualitas lingkungan, dan cenderung menjadi kumuh dan tidak terkendali, sehingga perlu dilakukan upaya penanganan melalui penataan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menginventarisasi karakteristik fisik PTP - KSP; (2) menganalisis persepsi, dan preferensi masyarakat   warga PTP – KSP untuk meningkatkan kualitas spatial arsitektural dan lingkungannya; dan (3) menyusun model penataan PTP – KSP berdasarkan konsep Floating Stage Village. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriftif kualitatif. Hasilnya, kawasan PTP – KSP dengan letak dan posisinya yang strategis berpotensi untuk dikembangkan, dengan mengoptimalisasikan modal sosial warganya. Masyarakat merupakan subyek sekaligus obyek yang berperan dalam proses, manajemen, operasional dan pengawasan dalam penataan permukiman tersebut. Karakteristik sosial budaya masyarakat PTP – KSP yang mayoritas bermatapencaharian nelayan dengan perilaku  kesehariannya merupakan hal yang menarik sebagai atraksi dan produk wisata. Karakteristik fisik lingkungan PTP – KSP yang berkaitan dengan struktur, ketersediaan dan kondisi sarana prasarananya yang rendah, membutuhkan  penanganan untuk ditingkatkan agar kawasan tersebut memenuhi syarat kelayakan dan kesehatan lingkungan. Penataannya permukiman PTP – KSP berbasis floating stage village diformulasikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya konservasi lingkungan pesisir dan bertumpu pada pengintegrasian perlindungan dan proteksi lingkungan pesisir dengan kebutuhan masyarakat pemukimanya.DOI : https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4372  
KEBERTAHANAN PEMUKIMAN RUMAH PANGGUNG DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS PONTIANAK Ely Nurhidayati; Trida Ridho Fariz
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/mj.v21i2.4090

Abstract

Pemukiman di tepian sungai Kapuas Pontianak telah mengalami perkembangan hampir dua setengah abad. Padahal wilayah tepian sungai memiliki kerentanan bencana banjir dan genangan yang paling parah terjadi pada pemukiman yang dekat dengan perairan. Gap penelitian ini adalah orang akan cenderung mencegah, menjauhi dan meninggalkan bermukim di daerah yang rentan bencana. Padahal penelitian sebelumnya menjustifikasi bahwa kebertahanan pemukiman Kampung Beting di tepian sungai Kapuas Pontianak berada pada kategori sangat tinggi. Penelitian ini terletak di Kelurahan Kampung Dalam Bugis dan Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model kebertahanan pemukiman rumah panggung di tepian sungai Kapuas Pontianak. Sedangkan sasarannya adalah menganalisis kebertahanan pemukiman rumah panggung di Kelurahan Kampung Dalam Bugis dan Kelurahan Tambelan Sampit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan uji regresi stepwise method, uji anova, dan mendeskripsikan persamaan regresi yang dihasilkan. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling berjumlah 200 responden. Adapun variabel kebertahanan yang diukur adalah variabel sosial, ekonomi, masyarakat, dan infrastruktur perumahan. Hasil penelitian antara lain model kebertahanan di Kelurahan Kampung Dalam Bugis dipengaruhi oleh variabel sosial, ekonomi, masyarakat, dan infrastruktur pemukiman. Sedangkan model kebertahanan di Kelurahan Tambelan Sampit dipengaruhi oleh variabel sosial, ekonomi, Sdan infrastruktur pemukiman.DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4090
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG TENUN DI SULAA KOTA BAUBAU Mimin Trianus; Novi Sunu Sri Giriwati
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/mj.v21i2.4198

Abstract

Pemukiman Sulaa merupakan kampung tenun yang menjadi penghasil kain tenun khas buton terbesar di Kota Baubau, untuk mengembangkan kampung tenun sulaa ini pemerintah kota Baubau maupun pemerintah provinsi memberdayakan dan melibatkan masyarakat dengan bekerja sama pihak swasta meliputi kegiatan proyek pendirian galeri tenun, bangsal tenun, dan pengecatan rumah masyarakat sulaa.  Dalam proyek pembangunan galeri tenun dan bangsal tenun, masyarakat sulaa tidak turut dilibatkan dalam mendiskusikan ide desain, masyarakat hanya mampu sebatas membuat pengajuan proposal pengadaan wadah untuk tenun yaitu bentuk partisipasi pasif, sedangkan dalam merevitalisasi atau kegiatan pengecatan rumah, masyarakat sulaa turut dilibatkan untuk berbuat sesuai dengan ide mereka untuk mengecat rumah mereka sendiri, dan membentuk kelompok khusus untuk melukis pada dinding rumah yaitu ditemukan bentuk partisipasi Mobilization dalam pelaksanaan. Hasilnya Pada pemberdayaan masyarakat penghasil tenun Buton di Baubau, terdapat manfaat ekonomi bagi masyarakat berupa meningkatnya jual beli masyarakat luar, meningkatnya pemesanan sarung tenun khas Buton.DOI : https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4198
OBYEKTIFITAS DAN SUBYEKTIFITAS NILAI PERUMAHAN SEBAGAI PERMASALAHAN PERMUKIMAN PADA DAERAH LEMBAH SUNGAI YANG TERDAMPAK BANJIR Brina Oktafiana
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/mj.v21i2.4388

Abstract

Lembah DAS Kali Lamong merupakan area yang menjadi langganan banjir musiman yang merupakan banjir kiriman dari daerah-daerah yang lebih tinggi, salah satunya adalah Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Desa Kedung Rukem adalah salah satu area permukiman di Kecamatan Benjeng yang terdampak banjir tersebut. Hal tersebut berdampak pada nilai perumahan di sekitar lembah DAS Kali Lamong yang juga identik dengan sektor pertanian. Munculnya penilaian yang negatif pada perumahan pun ditengarai menjadi suatu permasalahan permukimannya. Namun masyarakat tetap tinggal dan menjaga eksistensi permukimannya, sehingga diduga terdapat penyebab dari keduanya, dimana masyarakat justru memperoleh suatu keberdukungan dan minim muncul masalah selama mereka tinggal, yang dapat diindikasikan dari munculnya nilai positif pada pengukuran housing value. Sehingga identifikasi permasalahan dalam permukiman yang muncul dapat diukur melalui Nilai Perumahan (Housing Value) pada faktor moneter juga non-moneter. Nilai aktual (obyektif) dan nilai yang berlaku (subyektif) diambil pada tiap rumah tangga yang ada lingkungan perumahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengidentifikasi permasalahan permukiman berdasarkan dua sudut penilaian yang berbeda pada Desa Kedung Rukem. Berada dalam paradigma post-positivism, penelitian ini termasuk jenis penelitian eksploratif, dengan metode penelitian mix-methods, dan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai positif akibat nilai obyektif yang lebih tinggi dari nilai subyektif sangat berperan dalam mendukung aktivitas bermukim dan menutupi kelemahan faktor-faktor yang merugikan dalam perumahan.DOI : https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4388

Page 1 of 1 | Total Record : 5