cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020): March 2020" : 6 Documents clear
Modifikasi Sepatu Kuda dengan Menambah Pengait dan Merubah Bentuk Lubang Paku pada Karet Sepatu Kuda Denkavkud Januar Regolan Ginting; Sufiyanto Sufiyanto; Ardyanto Ardyanto
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4493

Abstract

Denkavkud merupakan satuan tempur berkuda yang ada dalam jajaran TNI AD yang menggunakan kuda sebagai alat transportasi. Prajurit sering mengalami kendala dalam mengendarai kuda pada jalan beraspal atau diperkeras. Kuda tidak bisa berjalan dan berlari secara maksimal pada medan diperkeras karena licin. Penelitianini bertujuan untuk memodifikasi sepatu kuda dengan penambahan pengait pada sepatu kuda Denkavkud. Modifikasi ini diharapkan dapat membuat sepatu kuda tidak mudah lepas dalam keadaan medan diperkeras atau diaspal.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (uji dinamis) pada modifikasi desain sepatu kuda yang bertujuan untuk mendapat data karakteristik desain tersebut.Analisa kekuatan pada plat sepatu kuda dan pengujian keausan lapisan karet digunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses modifikasi sepatu kuda. Pada uji dinamik, prediksi umur dari tapal kuda yang telah dimodifikasi  adalah selama 36 hari. Tingkat keausan pada uji dinamik diperoleh rata-rata 0.125 mm / 15 km. Pada pengujian keausan, prediksi umur bahan karet yang digunakan pada sepatu kuda yaitu 24 hari. Rata-rata laju keausan karet adalah 3,2 . 10-4 gr/m. Keausan yang terjadi adalah 4,65 gram / hari dengan jarak tempuh kuda 15 km / hari.
Distribusi Aliran Berbagai Bentuk Drag Model dengan Variasi Kecepatan Fluida Menggunakan Software Fluent Flowizard 2.0.4 Gigih Dwi Nugroho; Fransiskus A. Widiharsa; Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4494

Abstract

Fenomena aliran fluida melalui suatu bentuk body hambatan/drag model merupakan fenomena yang sering kita temui dalam kehidupan. Bentuk drag model yang berbeda akan menghasilkan karakteristik aliran fluida yang berbeda dan sangat berpengaruh terhadap fungsi dari bentuk drag model tersebut. Fluent Flowizard adalah software dengan program Computational Fluid Dynamics (CFD) yang dapat mensimulasikan aliran fluida pada sekitar permukaan desain berbagai macam bentuk drag model. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi tekanan statis  dan tekanan total  serta distribusi  kecepatan berbagai bentuk drag model dengan  variasi kecepatan aliran fluida. Drag model yang disimulasikan adalah bentuk bola, setengah bola cekung, setengah bola cembung, piringan dan streamline. Kecepatan aliran fluida yang digunakan untuk simulasi adalah kecepatan 10 m/s, 15 m/s, 20 m/s dan 25 m/s. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa tekanan statis tertinggi terjadi pada bentuk setengah bola cekung saat kecepatan aliran 25 m/s dengan besar tekanan statisnya 451 pascal, tekanan total tertinggi terjadi pada bentuk piringan saat kecepatan aliran 25 m/s dengan besar tekanan totalnya 475 pascal, dan peningkatan kecepatan tertinggi terjadi pada bentuk setengah bola cekung dan cembung pada kecepatan 25 m/s dimana kecepatanya menjadi 28,8 m/s atau meningkat 3,8 m/s dari kecepatan awal.
Analisa Performa Hidrolik Meja Maintenance Laras Meriam 57mm S-60 Anti Aircraft Jeffri Ferdani; I Made Sunada; M. Ali
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4495

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa performa sistem hidrolik meja maintenance pelepas laras Meriam 57mm. Performa dari sistem hidrolik ditunjukan oleh nilai tekanan kerja dan daya baik, daya pompa hidrolik maupun daya motor listrik. Hasil pengujian menunjukan performa sistem hidrolik alat meja maintenance bekerja sangat baik dan aman hal ini ditunjukan oleh kemampuan pompa 205,95 bar, daya kerja motor listrik 0,56 kW dengan efisiensi 85%. Debit pompa hidrolik 11,524 l/menit, tekanan kerja pompa hidrolik 24,35 bar. Penggunaan alat hidrolik ini mampu menghemat waktu pelepasan laras meriam 57mm AA dengan berat 330 kg, dibanding pelepasan secara manual
Analisis Karakteristik Bahan Lengan RCWS (Remote Control Weapon System) pada Robot Tempur Kota Terhadap Sudut Penembakan Latif Nur Khasan; Mardjuki Mardjuki; Dedy Pradigdo
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4497

Abstract

Robot tempur kota merupakan alat yang digunakan untuk pertempuran kota, senjata utama yang digunakan ialah senapan SS2 V1, senapan itu sendiri ditopang dan digerakan oleh lengan yang terbagi 2 yaitu lengan 1 dan lengan 2 mampu bergerak secara elevasi.Bahan lengan yang digunakan ialah alumunium paduan, bahan tersebut diharapkan mampu menahan beban dari gaya yang terjadi terutama ketika terjadi penembakan, untuk itu diperlukan suatu pengujian agar mengetahui karakteristik dari bahan lengan Rcws. Setelah dilaksnakan pengambilan data gaya terberat yang terjadi pada lengan 1 ialah  66,725 N pada sudut 600 dan pada lengan 2 ialah 169,602 N pada sudut 200, bahan lengan yang digunakan ialah  alumunium alloy seri 5083 mempunyai kandungan alumunium(Al) 94,978% dan unsur utama paduan magnesium sebesar 4,297% mempunyai sifat keuletan yang baik serta nilai kekerasan sebesar 23 HRB, harga impak sebesar 1,396 joule/mm2, kemudian untuk tegangan maksimal dari alumunium 5083 ialah 13,815 kgf/mm2 dengan tegangan titik putus 11,41 kgf/mm2 dan tegangan luluh sebesar 11,712 kgf/mm2. Pada saat uji penembakan, lengan dapat menerima beban terberat dari sudut yang ditentukan yaitu sudut 60° dan sudut 20°, dan kekuatan baut dengan tegangan yang diijinkan 10 N/mm2 masih mampu menerimategangan yang terjadi yaitu 0,587 N/mm2, sehingga alumunium alloy seri 5083 cocok digunakan  untuk bahan pembuatan lengan RCWS robot tempur kota.
Perencanaan Sistem Azimuth Lengan RCWS (Remote Control Weapon System) pada Robot Tempur Kota Aris Munandar; Jumiadi Jumiadi; Gunarko Gunarko
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4498

Abstract

Robot tempur kotamerupakan salah satu alat yang akan dirancang oleh mahasiswa dari Poltekad Kodiklat TNI AD untuk membantu pertempuran di medan perkotaan dengan kontrol jarak jauh serta pergerakan khusus dari roda mecanum wheel. efektifitas waktu dan fleksibilitas gerakan dalam menentukan target atau musuh pada setiap sudut dengan cepat adalah salah satu syarat penting dalam pertempuran perkotaan untuk mengurangi kerugian personil maupun materil. Perencanaan system azimuth RCWS adalah satu cara untuk memenuhi aspek penting pada pertempuran perkotaan tersebut. Kelebihan dari sistem azimuth lengan RCWS ini adalah pada desain sistem azimuth, sistem azimuth ini menggunakan prinsip seperti motor stater pada mobil yaitu menggunakan slipring brush bertujuan agar pada saat lengan berputar kabel atau sistem kelistrikan pada robot tidak terlilit pada poros azimuth dan aliran listrik dari baterai akan mengalir melalui slipring brush. Kelebihan lain dari sistem azimuth ini adalah gerakan yang lebih smooth dan kecepatan berputar 3600 dengan waktu kurang dari 8 detik.Dalam perencanaan system Azimuth diperoleh hasil dengan beban maksimal 16,594 kg, dengan kecepatan putar azimuth 0,117 m/s, diameter roda gigi pinion 27mm, diameter roda gigi besar 303 mm dan gaya tangensial pada gigi pinion 61,35 kg sedangkan gigi besar 5,467 kg. Pada poros tegangan geser yang terjadi sebesar 0,379 kg tegangan geser ijin sebesar 4,33 kg. Pada pasak tegangan geser 0,478 kg tegangan geser ijin sebesar 4,3 kg. denganmenggunakan bantalan no 6006 dan pelumasan menggunakan pelumasan gemuk.
Analisa Variasi Waktu Penahanan Karburisasi dan Perlakuan Cryogenic Terhadap Sifat Mekanis Baja ST37 David Satya Hartanto; Agus Suprapto; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4499

Abstract

Baja ST37 adalah baja yang memiliki nilai kekerasan yang cukup rendah, dengan kadar karbon sekitar 0,06% sehingga memiliki mampu keras yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan mampu keras baja ST37 harus ada peningkatan kadar karbon dengan cara proses karburisasi. Proses karburisasi akan menghasilkan difusi karbon dimulai dari permukaan hingga ke dalam baja. Perlakuan cryogenic berguna untuk mengubah austenite sisa (retained austenite) menjadi martensit. Dalam penelitian ini dilakukan proses karburisasi pada suhu 900 °C dan cryogenic selama dua jam dengan sampel berupa plat baja ST37 berjumlah 12 buah dengan variasi waktu 15, 30, 45, 60, 75, 90 menit. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa semakin lama waktu penahanan karburisasi, semakin banyak karbon yang terdifusi pada spesimen, sehingga meningkatkan mampu keras spesimen, yang dapat dilihat dari hasil kekerasan spesimen. Kekerasan paling rendah adalah pada spesimen karburisasi penahanan 15 menit dengan harga kekerasan 72,05 HRA, sementara kekerasan tertinggi adalah pada spesimen karburisasi penahanan 90 menit + cryogenic 2 jam dengan harga kekerasan 80,45 HRA. Adapun spesimen non­-cryogenic terkeras adalah specimen penahanan karburisasi 75 menit dengan 80,2 HRA. Berdasarkan perhitungan garis regresi diperoleh fungsi kekerasan sebelum cryogenic adalah HRA = 0,091333t + 72.04667 dan pasca cryogenic 2 jam adalah HRA = 0,04419t + 75,29667 dengan t sebagai fungsi waktu penahanan karburisasi (menit). Adapun perbedaan kekerasan specimen karburisasi dibanding specimen karburisasi dengan perlakuan cryogenic, diketahui sebagai ΔHRA = 3,25 – 0,04714t. Hal ini menunjukan bahwa semakin lama waktu penahanan proses karburisasi, semakin keras specimen tetapi semakin tidak signifikan penambahan kekerasan saat diberikan perlakuan cryogenic.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): September (2025) Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue