Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN INDUSTRI PENGOLAHAN SALAK SKALA KECIL DI KABUPATEN BANJARNEGARA Suprapto, Agus
Journal of Inovation and Technology of Agroindustry Vol 1, No 1 (2012): volume 1 issue 1 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kelayakan pendirianindustri pengolahan salak skala kecil dalam aspek pasar dan pemasaran, teknisdan teknologi, manajemen operasional, hukum dan dampak lingkungan, danfinansial; (2) mengetahui industri pengolahan salak yang paling sesuaidikembangkan di Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian menunjukkan,keempat industri pengolahan salak yang diteliti layak untuk dilaksanakan, namunindustri kripik salak lebih unggul dibandingkan industri pengolahan yang lain,terutama dalam aspek pasar dan pemasaran serta aspek finansial. Kripik salaksudah cukup dikenal dan disukai masyarakat sehingga dalam pemasaran lebihmudah. Dalam aspek finansial, industri kripik salak memiliki nilai NPV, IRR,ROI, dan PI yang paling tinggi, dengan PBP terpendek dan BEP terendah.Sehingga dapat disimpulkan, industri kripik salak merupakan industri pengolahanyang paling sesuai di Kabupaten Banjarnegara.Kata kunci: industri pengolahan salak, kripik salak, NPV, IRR, ROI, PI, PBP,BEP.
REKAYASA ALAT PEMBUAT SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI Suprapto, Agus
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.599 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v2i1.4449

Abstract

Proses pembuatan sediaan hapus darah tepi yang ada pada tempat pelayanan medis saat ini banyakdilakukan secara manual dan tidak dapat dilakukan oleh semua orang, sehingga hanya orang-orangtertentu saja yang dapat melakukan proses pengujian ini, dan untuk ketelitian masih rendah. Untuk itudiperlukan suatu alat untuk meningkatkan pembacaan hasil sediaan hapus darah tepi yang baik. Pengujiankerja alat tersebut di tentukan parameter-parameter yang mempengaruhi hasil uji, yaitu kecepatanhapusan : 86 cm/dt, dan 177 cm/dt, sudut hapusan : 35°, 40°, 45°, dan jarak pergerakan media kacaobyek: 40 mm, 50 mm dan 60 mm. Proses pembuatan hapus darah tepi yang baik dapat diperoleh denganjarak pergerakan media kaca 60 mm dalam kecepatan 177 cm/dt dengan posisi sudut hapusan 45°.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI DEGREASING DAN WAKTU ANODIZING TERHADAP LAJU KEAUSAN DAN KETAHANAN AUS Suprapto, Agus; Suyatno, Agus
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4592

Abstract

Banyak komponen otomotif maupun industri yang bekerjanya bergesekan antara komponen yang satu dengan lainnya sehingga terjadi keausan. Hal ini berdampak pada : biaya maintenance menjadi membengkak, Pengujian yang dilakukan dalam hal ini uji aushasil anodizing dengan variasi waktu pencelupan dengan berbagai komposisi cairan pembakar (degreasing), sedangkan spesimen yang digunakan adalah Al 6082.Hasil anodizing, Ketahanan aus terendah sebesar 22, 542 % berbanding terbalik dengan laju keausan tertinggi sebesar 0,00026 g/s pada komposisi degreasing: Phosphor : 75 % ; H2SO4 : 20 %; HNO3 : 5 % dengan waktu anodizing 10 menit. Laju keausan (rate wear) semakin rendah maka ketahanan aus semakin tinggi, dan waktu anodizing semakin lama maka ketahanan ausnyasemakin meningkat.
Kekerasan Hot Rolled Plate Steel Lokaltebal 10 mm Dengan Proses Quench dan Temper Taufik, Achmad; Pratikto; Suprapto, Agus; Sonief, Ahmad As'ad
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i1.2551

Abstract

Kekerasan merupakan fenomena yang diamati pada baja HRPS. Penelitian ini, dilakukan dengan cara perlakuan panas quench dan temper,dengan menganalisis kekerasan dari suatu material, menggunakan uji kekerasan Hardness tester. Kekerasan diidentifikasi dari sifat perubahan yang ditunjukkan oleh data hasil uji kekerasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, terjadi kekerasan yang semakin meningkat pengaruh dari tingkat pemanasan. Proses perlakuan panas quench-temper pada baja HRPS memiliki pengaruh yang jelas terhadap perubahan struktur dan sifat mekanik baja HRPS.
SENTRA KULAKAN MEDIA PEMBERDAYAAN UMKM Suprapto, Agus; Poerwanto, Andi
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 1, No 1 (2016): December 2016
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v1i1.1151

Abstract

Sentra Kulakan merupakan penopang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat kurang mampu. Adanya sentra kulakan yang menyediakan kebutuhan bahan baku bagi UMKM telah memberikan pengaruh besar atas berdirinya kembali UMKM yang mati suri. Banyaknya sentra kulakan yang berdiri di beberapa wilayah kabupaten Malang dan kota Malang menggairahkan kembali usaha kecil yang ada diwilayahnya. Selain akses pengadaan bahan baku dengan cara pembelian angsuran, beberapa pelatihan juga perlu dilakukan untuk memberikan penguatan kemampuan mereka dalam aspek produksi, aspek manajemen dan juga akses permodalan ke lembaga keuangan. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v1i1.1151
MEKANISME KEGAGALAN RODA GIGI Agus Suprapto; Rudi Ismanto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4516

Abstract

Kegagalan/kerusakan pada komponen mesin kendaraan banyak sekali menimbulkan berbagai akibat, sepertikehilangan waktu dalam melakukan aktivitas, biaya perbaikan menjadi tinggi.Pengujian yang dilakukan dalam dalam hal ini meliputi uji kekerasan, struktur mikro dan analisa permukaan,sedangkan spesimen yang digunakan adalah roda gigi transmisi.Setiap pengujian hasilnya bervariasi, penyebab dari kegagalan ini sendiri diakibatkan oleh adanya kelelahan,pitting, keausan dan adanya beban kejut, dampak dari penyebab tersebut terjadilah kegagalan pada roda gigitransmisi.
Analisa Variasi Waktu Penahanan Karburisasi dan Perlakuan Cryogenic Terhadap Sifat Mekanis Baja ST37 David Satya Hartanto; Agus Suprapto; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4499

Abstract

Baja ST37 adalah baja yang memiliki nilai kekerasan yang cukup rendah, dengan kadar karbon sekitar 0,06% sehingga memiliki mampu keras yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan mampu keras baja ST37 harus ada peningkatan kadar karbon dengan cara proses karburisasi. Proses karburisasi akan menghasilkan difusi karbon dimulai dari permukaan hingga ke dalam baja. Perlakuan cryogenic berguna untuk mengubah austenite sisa (retained austenite) menjadi martensit. Dalam penelitian ini dilakukan proses karburisasi pada suhu 900 °C dan cryogenic selama dua jam dengan sampel berupa plat baja ST37 berjumlah 12 buah dengan variasi waktu 15, 30, 45, 60, 75, 90 menit. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa semakin lama waktu penahanan karburisasi, semakin banyak karbon yang terdifusi pada spesimen, sehingga meningkatkan mampu keras spesimen, yang dapat dilihat dari hasil kekerasan spesimen. Kekerasan paling rendah adalah pada spesimen karburisasi penahanan 15 menit dengan harga kekerasan 72,05 HRA, sementara kekerasan tertinggi adalah pada spesimen karburisasi penahanan 90 menit + cryogenic 2 jam dengan harga kekerasan 80,45 HRA. Adapun spesimen non­-cryogenic terkeras adalah specimen penahanan karburisasi 75 menit dengan 80,2 HRA. Berdasarkan perhitungan garis regresi diperoleh fungsi kekerasan sebelum cryogenic adalah HRA = 0,091333t + 72.04667 dan pasca cryogenic 2 jam adalah HRA = 0,04419t + 75,29667 dengan t sebagai fungsi waktu penahanan karburisasi (menit). Adapun perbedaan kekerasan specimen karburisasi dibanding specimen karburisasi dengan perlakuan cryogenic, diketahui sebagai ΔHRA = 3,25 – 0,04714t. Hal ini menunjukan bahwa semakin lama waktu penahanan proses karburisasi, semakin keras specimen tetapi semakin tidak signifikan penambahan kekerasan saat diberikan perlakuan cryogenic.
REKAYASA ALAT PEMBUAT SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI Agus Suprapto
TRANSMISI Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.599 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v2i1.4449

Abstract

Proses pembuatan sediaan hapus darah tepi yang ada pada tempat pelayanan medis saat ini banyakdilakukan secara manual dan tidak dapat dilakukan oleh semua orang, sehingga hanya orang-orangtertentu saja yang dapat melakukan proses pengujian ini, dan untuk ketelitian masih rendah. Untuk itudiperlukan suatu alat untuk meningkatkan pembacaan hasil sediaan hapus darah tepi yang baik. Pengujiankerja alat tersebut di tentukan parameter-parameter yang mempengaruhi hasil uji, yaitu kecepatanhapusan : 86 cm/dt, dan 177 cm/dt, sudut hapusan : 35°, 40°, 45°, dan jarak pergerakan media kacaobyek: 40 mm, 50 mm dan 60 mm. Proses pembuatan hapus darah tepi yang baik dapat diperoleh denganjarak pergerakan media kaca 60 mm dalam kecepatan 177 cm/dt dengan posisi sudut hapusan 45°.
KARATERISTIK MAKRO DAN MIKRO PLAT BAJA-ALUMINIUM TERHADAP KETAHANAN BALISTIK Helmy Purwanto; Rudy Soenoko; Anindito Purnowidodo; Agus Suprapto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan material tahan balistik atau peluru tidak hanya pada material baja, tetapi mengarah pada material yang mempunyai massa jenis ringan. Aluminium merupakan alternatif material yang dapat diaplikasikan dalam kontruksi tahan balistik. Perpaduan kekerasan dan keuletan menjadi salah satu faktor untuk menahan laju peluru yang dikeluarkan dari senapan. Pembuatan panel ganda berlapis (layer) aluminium-baja atau baja-aluminum dilakukan untuk mengetahui ketahanan balistik dengan menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm (MU5-TJ) yang ditembakkan dari jarak 15 m. Aluminium cair dituang pada plat baja ketebalan 6 mm hingga menjadi satu-kesatuan plat ganda berlapis dengan metode squeeze casting. Hasil pengujian balistik menunjukkan panel aluminum-baja dan baja aluminium tidak dapat tertembus peluru walaupun terjadi penurunan kekerasan plat baja karena proses panas pada saat pengecoran. Lapisan yang lebih keras di sisi muka mempunyai ketahanan balistik yang lebih  optimal dibandingkan dengan lapisan yang lebih lunak pada sisi depan dari arah laju peluru. Kata kunci: plat berlapis, pengecoran squeeze, ketahanan balistik
Ballistic Resistance Plates: Review of the Metallurgical Science and Al-Kahf 95-97 Helmy Purwanto; Rudy Soenoko; Anindito Purnowidodo; Agus Suprapto
Proceeding Of The International Seminar and Conference on Global Issues 2016: The 2nd Annual International Seminar and Conference on Global Issues 2016 (ISCoGI 2016)
Publisher : Proceeding Of The International Seminar and Conference on Global Issues

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this paper is to review steel as ballistic resistance plate (armor plate) from modern metallurgical science which has also been revealed in Holly Quran. Steel is one of the metal materials has been widely applied as ballistic resistant materials. A ballistic characteristic is the ability to put a halt projectile at very high velocity. Steel plate has been developed to improve armor material and was still the main choice as a material for armored fighting vehicle (AFV) construction. With the alloying of the steel and heat treatment process can improve hardness, strength, impact resistance and ballistic resistance. Alloying with elements of Nickel (Ni), chromium (Cr), molybdenum (Mo) and manganese (Mn) in the melting process may increase hardness. Heat treatment by quench can maximize hardening and tempering can improve the toughness. The addition of the element “copper (Cu)” by means of heating the steel as adam (boundary walls) are impassable and impenetrable have been demonstrated in Holly Quran Surah Al-Kahf verses 95-97. Keywords: ballistic resistance, alloying, heat treatment, Al-Kahf 95-97