cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007" : 6 Documents clear
PENGARUH VARIASI JARAK KONTAK TERHADAP KEMAMPUAN SENSOR MOUSE OPTIK Suprayitno Suprayitno
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4468

Abstract

Mouse optik bekerja dengan prinsip mendeteksi gambar pantulan sinar LED ke permukaan kontak danmenangkapnya dengan sensor CMOS lalu mengirimkan sinyal ke DSP untuk menginformasikan seberapajauh mouse telah berpindah. Dengan prinsip kerja seperti itu, mouse optik telah dipertimbangkan untukdigunakan sebagai sensor perpindahan gerak yang ekonomis. Sebagai suatu sensor perpindahan gerak,tentunya ada jarak kontak ideal agar tidak mengganggu gerak benda tersebut. Merujuk kembali terhadapprinsip kerja mouse optik, maka kemampuan sensornya akan sangat dipengaruhi oleh jarak kontak antarapermukaan dengan mouse optik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon mouse optik sebagaisensor gerak pada berbagai ketinggian mouse optik dengan permukaan kontaknya (jarak kontak).Penelitian dilakukan dengan bantuan mesin CNC TU 3A. Perpindahan aktual dilakukan denganmenghubungkan mouse optik dengan meja mesin CNC TU3A, sedangkan perpindahan terukurdidapatkan melalui perubahan koordinat pada program AutoCAD. Variasi perpindahan dilakukan dari 0sampai 1 mm. Dua tingkat kecepatan perpindahan dilakukan dengan memprogram mesin CNC denganG00 dan G01 F50 atau masing masing setara dengan 600 mm/min dan 50 mm/min. Mouse optik yangdigunakan dengan kemampuan 800dpi dan 1500dpi, sedangkan kualitas permukaan ujinya menggunakanburam hitam, buram putih, transparan, dan reflektif.Mouse optik bekerja dengan baik pada permukaan buram berwarna putih dan menunjukkan linearitasyang tinggi ditunjukkan dengan koefisien korelasi yang tinggi (rerata 0.9926). Pada ketinggian mouseterhadap permukaan 0.5 mm mulai terjadi penyimpangan juga karena pengaruh kecepatan gerak dankualitas mouse yang dipakai. Namun secara umum, mouse optik telah menunjukkan kemampuannyayang bagus sebagai sensor perpindahan gerak dua dimensi.
PENDEKATAN SISTEMATIK PENENTUAN PARAMETER PROSES FREIS TEGAK UNTUK MEMINIMALKAN KEKASARAN PERMUKAAN Darto Darto
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4469

Abstract

Kekasaran permukaan pada suatu komponen mesin merupakan hasil pengerjaan suatu mesin perkakasyang dapat mengakibatkan kegagalan kerja pada suatu komponen mesin. Proses freis tegak merupakansatu proses pemesinan yang menyebabkan kekasaran permukaan pada benda kerja yang sulit untukdikendalikan. Untuk mengetahui sejauh mana hasil kekasaran permukaan hasil proses freis dapatdikendalikan maka perlu adanya penelitian yang menggabungkan antara variabel proses freis denganvariabel jenis benda kerja. Penggabungan antar variabel tersebut bertujuan untuk mendapatkan variabelproses freis yang paling optimal.Penelitian ini menggunakan 3 tingkat pengerjaan pada proses freis dengan parameter proses pemesinanyaitu kedalaman pemotongan, putaran spindel, kecepatan makan dan diameter pahat freis. Material yangdigunakan yaitu baja, besi cor, alumunium dan plastik.Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan material alumunium mempunyai nilai rata-ratakekasaran yang paling kecil jika dibandingkan dengan material baja, besi cor dan plastik pada kondisiparameter proses pemotongan yang sama. Kekerasan material yang semakin besar cenderungmenghasilkan kekasaran permukaan hasil proses freis yang semakin besar. Sedangkan kenaikan nilai rataratakekasaran permukaan cenderung meningkat tajam lebih disebabkan oleh diameter pahat freis yangdigunakan.
PEMILIHAN LINEAR MOTION GUIDE AKSIS Y UNTUK VERTICAL MACHINING CENTER PINDAD-FANUC MC 07-PF Rachmanto Hadiputranto
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4470

Abstract

perkakas NC yang berfungsi sebagai media peluncur yang menggunakan bola baja bersirkulasi sebagaikomponen penumpu utamanya. Akibat dari gerakan gelinding (rolling) dari bola-bola baja tersebut, makaakan menghasilkan koefisien gesek yang sangat kecil, kelonggaran (backlash) yang hampir nol danmomen inersia yang sangat kecil. Sehingga salah satu kebutuhan mesin perkakas dengan tingkatpemosisian yang tinggi dan akselerasi gerak translasi linier yang tinggi dapat terpenuhi oleh LM Guidejenis ini.Penentuan jenis LM Guide utamanya akan dipengaruhi oleh beban yang ditumpu, meliputi berat dari mejamesin (table) beserta perangkat pendukungnya dan akibat gaya pemotongan. Penjumlahan dari berat dangaya akan mengakibatkan momen kedalam 3 arah yaitu pitching, rolling dan yawing. Selain itudiperhitungkan juga mengenai tingkat akselerasi yang terjadi dan umur nominal dalam kilometer jaraktempuh.
PERPINDAHAN PANAS PADA PERMUKAAN LUAR PIPA DENGAN ALIRAN FLUIDA TEGAK LURUS SUMBU PIPA YANG DISUSUN SECARA ZIGZAG /STAGGERED Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4471

Abstract

Proses perpindahan panas pada peralatan penukar kalor berlangsung secara konveksi, sehingga dalampenentuan dimensi serta susunan pipa-pipa pada peralatan tersebut sangat tergantung dari viskositasfluida disamping ketergantungannya pada sifat-sifat termal fluida tersebut (konduktivitas termal, kalorspesifik, densitas). Hal ini disebabkan karena viskositas mempengaruhi profil kecepatan, dan karena itumempengaruhi laju perpindahan energi panas di daerah dinding.Laju aliran massa fluida (m) yang melewati permukaan silinder yang disusun secara zigzag / staggereddari bukaan katup 2 cm hingga 10 cm cenderung mengalami kenaikan, tetapi pada bukaan katup 12 cmhingga 18 cm nilainya selalu tetap. Pada kondisi ini (bukaan katup 12 cm s/d 18 cm) nilai laju aliranmassanya tercatat paling tinggi sebesar 1823,341096 kg/dt.
ANALISA ENERGI YANG DAPAT DIBANGKITKAN BRIKET BATUBARA DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN DASAR Mochamad Rifai
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4472

Abstract

Cadangan minyak bumi yang ada di dunia semakin menipis termasuk di Indonesia, dengan kondisi yangdemikian itu maka para pakar penelitian mencoba meneliti sumber-sumber energi alternatif yang mempunyaisifat dapat diperbaharui keberadaannya sehingga kelangsungan ketersediannya dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu energi alternatif yang menjadi andalan dan sampai saat ini cukup menjanjikankelangsungan sumbernya adalah batu bara karena batu bara cukup tersedia keberadaannya , batu bara dapatlangsung dipakai atau melalui pengolahan lanjut yang dijadikan briket, dengan komposisi campuran yangberbeda dengan tetap mengacu pada energi yang ramah lingkungan. Komposisi yang dipergunakan dalampenelitian ini adalah serbuk batu bara,tanah liat, kalsium / kapur, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar energi yang dapat dibangkitkan, waktu penyalaanawal dan asap yang ditimbulkan dari empat variasi campuran bahan dasar tersebut.Hasil yang diperoleh adalah batubara dengan komposisi terbaik seperti pada UTT 4 (70% batubara, 24%tanah liat, 1% CMC, 5% kalsium).
PENGARUH VARIASI PROSENTASE KOMPOSISI BRIKET BLOTONG – BATUBARA TERHADAP KALOR YANG MAMPU DIHASILKAN Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4473

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan lepas dari bahan bakar, namun dengan semakin mahalnyaharga bahan bakar minyak maka semakin banyak orang mencari bahan bakar alternatif. Briket blotongyang merupakan pemanfaatan limbah pabrik gula adalah salah satu bahan bakar alternatif yang murah danmenjanjikan. Sayang briket blotong masih mempunyai kekurangan di segi rendahnya kalor pembakaranyang dibangkitkan dan asap pembakaran yang dihasilkan. Pencampuran serbuk batubara dengan blotongdalam pengujian ini merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kekurangan briket blotong. Berdasarhasil pengujian diperoleh briket dengan 70% blotong dan 30% serbuk batubara merupakan komposisiterbaik yang menghasilkan Q kJ total aktual = 5819,287  , Q kJ empiris = 5099,898  , waktu penyalaan 3menit, dan asap hilang 10 menit.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): September (2025) Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue