cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2021): April" : 6 Documents clear
Campur Kode Bahasa Pemuda Bandung dalam Parodi Blackpink oleh eJ Peace Maryatul Chiftiyah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.1790

Abstract

AbstrakPenelitian ini meneliti tentang campur kode bahasa yang digunakan oleh pemuda Bandung yang diwakili dalam video parodi Blackpink. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pencampuran kode dan fungsinya. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan metode dokumenter digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data dari video parody Blackpink yang sebagian besar digunakan pemuda Sunda dan terdiri dari pencampuran kode dalam lirik lagu dalam video. Dari hasil penelitian ini, terdapat 46 data dalam video parodi yang berisi campur kode. Selain itu, hasilnya juga menunjukkan bahwa ada delapan tujuan ketika tokoh menggunakan pencampuran kode. Tujuan yang dimaksud yaitu, berbicara tentang topik tertentu, mendefinisikan identitas grup, mengangkat dan memperkuat permintaan, injeksi, mengutip orang lain, menjadi tegas tentang sesuatu, kurangnya kata leksikal, dan repetisi. Hasilnya, bahwa fungsi campur kode dalam video parodi Blackpink mencerminkan pemuda Bandung yang ada. Simpulannya, penggunaan pencampuran telah menjadi hal yang unik dalam bahasa.Kata Kunci : Campur kode, video parodi, pemuda Bandung
Naluri Kematian Tokoh Utama Dalam Cerpen "Sedap Malam Yang Cemburu" CEMBURU” KARYA D. PURNAMA Mustika Mustika; Rasiah Rasiah; Boy Candra Ferniawan
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.1961

Abstract

Keganjilan psikologis tokoh dalam cerpen menjadi keunikan cerita. Tokoh utama lelaki dalam cerpen memiliki kepribadian feminin (yang bernama Sedap Malam) dan maskulin. Sedap Malam pada akhirnya memotong alat kelamin si lelaki. Hal ini disebut sebagai naluri kematian dalam konsep psikoanalisis Sigmund Freud. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen “Sedap Malam yang Cemburu” karya D. Purnama dengan tinjauan psikoanalisis Sigmund Freud untuk memahami bagaimana dinamika kepribadian atau kondisi tokoh yang mendorongnya untuk mengakhiri hidupnya dan bagaimana naluri kematiannya bekerja. Berdasarkan hasil penelitian, si lelaki adalah tokoh biseksual yang sebelumnya merasa nyaman dengan kepribadian feminin dan maskulin dalam dirinya. Sedap Malam adalah metonimi dari kepribadian feminin si lelaki yang dalam perkembangannya ingin agar si lelaki benar-benar bisa konsisten hanya dengan satu kepribadian, yaitu feminin. Di sisi lain, hasrat dari kepribadian maskulinnya juga tetap tergoda untuk bercinta dengan tubuh perempuan. Hal ini pun sejalan dengan sikapnya yang ingin memenuhi norma masyarakat yang cenderung menolak biseksual. Namun kepribadian feminin dalam dirinya juga begitu kuat, sehingga ada rasa dilema dalam dirinya untuk memilih antara kepribadian feminin atau maskulin. Hal ini membuatnya cemas dan begitu depresi. maka rasa depresi yang dialaminya mendorongnya untuk memenuhi naluri kematiannya atau melakukan pengrusakan terhadap dirinya sendiri. Naluri kematiannya dipicu oleh perasaan untuk membebaskan diri dari perasaan depresi yang dalam. Upaya memenuhi naluri kematiannya dianggap sebagai jalan untuk memutuskan segala kebimbangannya.Kata Kunci: Naluri Kematian, Cerpen, Psikoanalisis Freud
Illfection of Vowral Languange Vocational Sikka Krowe in the Use of Pronomina Maria Ermilinda Dua Lering
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.2037

Abstract

The Sikka dialect of Krowe is one of the six languages in Sikka Regency that is unique. The uniqueness of the Krowe dialect is that verbs can reflect. Issues discussed are the change in verbs in the Sikka dialect of Krowe in the use of a single pronoun, the change in verbs in Sikka in the Krowe dialect in the use of plural pronouns and the meaning that arises from these changes. This study aims to determine changes in verbs in the Sikka dialect of Krowe in the use of singular and plural pronouns and changes in meaning as a result of these changes. The approach used is a qualitative approach with descriptive methods. Based on the results of data analysis in the form of words spoken or written by informants, it was found that there was a change in verb when used by a single person pronoun when used a plural persona pronoun, the change was incomplete, it was also found that there was a change in meaning as a result of the change
Positivisme dan Paradigma Struktural-Fungsional dalam Linguistik Sistemik Fungsional Putu Nur Ayomi
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.2072

Abstract

Systemic Functional Linguistics (SFL) is one of the most influential schools in linguistics in the world today. As a theoretical concept, SFL departs from a philosophical foundation and a particular scientific paradigm. This paper seeks to trace the philosophical foundation of the SFL by comparing it with structuralism and formal linguistics. It also determines the positivism tracks in SFL and how the structural-functional paradigm that has also grown in social sciences manifests in the underlying assumptions and the research methods in SFL.
Kate and Milly in Henry James’s The Wings of the Dove Dyah Aju Hermawati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.2173

Abstract

This article discusses women’s manners as seen in  Henry James’s  The Wings of the Dove. The Wings of the Dove is one of James’s work which becomes substancial and important novels on the international theme in the early of twentieth century. The women who will be observed are Kate Croy and Milly Theale as the representative of the nineteenth century women.  The purpose of this discussion is to know Kate’s and Milly’s manners because of the background which molded them. To come to this purpose it will be examined the two factors that form their manners those are their educational background and  the influence of their family circle or social condition around them. It can also be traced back from historical point of view that though most American people originally came from Europe; they developed a new set of social value after settling in America, as described in Henry James’s Novel  The wings of the Dove.Key words      : women; manner
The Characteristics of Fandom Reveluv as A Cyberfandom of Red Velvet on Twitter Edi Dwi Riyanto
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.2240

Abstract

The existence of social media, including Twitter, supports the popularity of K-Pop music in Indonesia. The fan enjoyment practice in digital media, called cyberfandom, has unique characteristics that indicate the latest trend of fandom in Indonesia. The study of cyberfandom trends can be used as a reference for the digital generation to develop their creativity and potential in accordance with their fields and times. This current study aims to review the characteristics of cyberfandom practices carried out by the fans of K-Pop music on social media. To do this, the descriptive qualitative approach is applied. The object of the research is Red Velvet, one of the popular girl bands from Korea. The data were collected through participant observation of Red Velvet's Twitter fandom followers. The result shows that there were various socialization activities on cyberfandom. The fans did not only enjoy the works of their favorite groups but also produced fan arts and traded photocards and various fansite knick-knacks. The existence of production activities in addition to consumption activities shows that the cyberfandom of Korean music-lovers had become a prosumer. The presence of a digital platform had perpetuated the commodification of fandom in Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6