cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2012): September" : 6 Documents clear
ANALISIS KONTRASTIF DALAM PENERJEMAHAN ‘SIGHTSEEING’ NUNING YUDHI PRASETYANI
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.225

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ningdibyo@gmail.com Abstract Contrastive analysis is a method that can be used to overcome the problem of translation. Contrastive analysis is defined as a sub-discipline of linguistics on contrasting two languages ​​or more (or a sub-system of the language) to determine the similarities and differences between two languages. Nababan (1997:8) explains that there are two kinds of contrastive studies, the theoretical and applied. Theoretical contrastive study examines in depth the differences and similarities between the two languages ​​or more to find a certain category or not in language A or language B, whereas applied contrastive study is part of a study of applied linguistics. By taking the results of the study of theoretical contrastive studies, this study is looking for a framework to compare languages ​​and focus on specific information for specific purposes, for example for language teaching, bilingualism analysis, and translation. Key words: contrastive analysis, translation, bilingualism analysis   Abstrak   Analisis kontrastif adalah metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam penerjemahan. Analisis kontrastif didefinisikan sebagai suatu disiplin sub-linguistik pada membandingkan dua bahasa (sistem sub-bahasa) untuk menentukan persamaan dan perbedaan antara dua bahasa tersebut. Nababan (1997:8) menjelaskan bahwa ada dua macam penelitian kontrastif,  yakni analisis kontrastif  teoritis dan terapan. Analisis kontrastif teoritis meneliti secara mendalam perbedaan dan persamaan antara dua bahasa atau lebih untuk menemukan kategori tertentu dalam bahasa A atau bahasa B, sedangkan penelitian kontrastif terapan merupakan bagian dari studi linguistik terapan. Melalui hasil analisis kontrastif teoritis, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua bahasa yang fokus pada informasi spesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk pengajaran bahasa, analisis bilingualisme, dan penerjemahan. Kata kunci: analisis kontrastif, terjemahan, analisis bilingualisme
PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA NURDIN BRAMONO NURDIN AND MIFTA
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.226

Abstract

Nurdin Bramono Mifta Rahman Universitas Sebelas Maret Surakarta Naardi18@gmail.com Abstract Economic and technology development are the  main reason of language shift. It is not wrong however it will be serious problem toward  a certain language continuity. Therefore it is necessary to have language maintenance. Keyword: language, maintenance, shift Abstrak Perkembangan perekonomian dan kemajuan teknologi merupakan faktor utama dalam hal terjadinya pergeseran bahasa. Pergeseran bahasa tersebut bukan hal yang salah, namun kesalahan dalam  hal pergeseran makna  bisa menjadi ‘boomerang’ terhadap  kelestarian bahasa tertentu. Oleh karena itu diperlukan sebuah tindakan nyata yakni pemertahanan bahasa, agar kelestarian bahasa bisa terjaga. Kata kunci: pergeseran, Pemertahanan Bahasa
AFGHANISTAN’S CULTURE IN THE KITE RUNNER BY KHALED HOSSEINI TRIKALOKA HANDAYANI PUTRI
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.227

Abstract

Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum princess_naura@yahoo.com Abstract The Kite Runner merupakan salah satu novel karya Khaled Hosseini yang fenomenal. Karya sastra ini mengangkat isu sosial yang berkaitan erat dengan budaya yang ada di Afganistan, terutama di Kabul melalui cerita hidup seorang Amir dan Hasan. Melalui cerita hidup Amir dan Hasan yang sarat dengan konflik tersirat pandangan hidup dan adat yang sangat berbeda antara kaum Pasthun dan Hazara. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang pandangan hidup kaum Pasthun dan Hazara dengan pengaplikasikan culture criticism terhadap karya satra. Culture criticism merupakan studi tentang budaya yang ada di dalam sebuah karya sastra. Dengan pengaplikasian Culture criticism, diharapkan budaya yang tercermin dalam karya sastra bisa terkaji dengan lebih dalam. Key words: kritik sastra (culture criticism), isu sosial     Abstrak The Kite Runner is a phenomenal novel written by Khaled Hosseini. This literary work raises social issues that closely related to the Afghanistan’s culture, especially in Kabul through the life story of Amir and Hassan. The ridden-conflict coloured their life story implied a contrastive life view and customs between Pashtun and Hazara. This article will explore more about the world view of the Pashtun and Hazara by applying culture criticism. It is the study of culture in a literary work. By applying culture criticism, it is expected that the culture reflected in the literatury works can be explored deeper. Key words: literary criticism (culture criticism), social issues
SEMANTIC TRANSLATION ERRORS AS A RESULT OF GOOGLE TRANSLATE (A CASE OF ERRORS OF TRANSLATION ON HOMONYMOUS AND POLYSEMOUS WORDS IN BAHASA INDONESIA) SITI NUR JAMILAH
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.228

Abstract

Nur Jamilah University Of Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang keeplighting_mila@yahoo.com   Abstrak Inti penerjemahan adalah mencari kesepadanan antara bahasa sumber (SL) dan bahasa sasaran (TL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjemahan kata homonim dan polisemi dalam Bahasa Indonesia (SL) ke dalam bahasa Inggris (TL) melalui program Google Translate. Penelitian ini difokuskan pada pengamatan terhadap kesalahan semantik umum, khususnya kesalahan semantik yang disebabkan oleh program Google Translate ini. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah semantik, penerjemahan, homonimi dan polisemi, dan ambiguitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Program Google Translate cenderung secara harfiah daripada kontekstual. Hal ini menyebabkan ambiguitas. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan penelitian selanjutnya akan menganalisis berbagai makna kalimat, seperti makna pragmatis, makna disengaja, makna konotatif, makna denotatif, makna sosial, makna deiktik, dsb. Selain itu, diharapkan bahwa riset ini berguna bagi programmer komputer untuk membuat program baru yang canggih untuk meminimalisir kesalahan dalam penerjemahan. Kata Kunci: homonimi, polisemi, Google Translate Abstract Translation should consider the equivalent text between the first language (SL) and the second language (TL). The study tries to analyze the translation of homonymous and polysemous words in Bahasa Indonesia into English by Google Translate program. It observes the common semantic errors, more specifically the semantic causes of errors, resulted from the program. The theories used to analyze homonymous and polysemous words structure errors of Google Translate translation are semantics, translation, homonymy and polysemy, and ambiguity. This study applies a descriptive qualitative method. Google Translate tends to translate literally rather than contextually. This causes lexical ambiguity. Based on the result of the study, it is expected that the next research will analyze the various meaning in sentence, such as pragmatic meaning, intentional meaning, connotative meaning, denotative meaning, social meaning, deictic meaning, and so on. Furthermore, it is expected that it will be useful for computer programmer to create new advanced programs in order to minimize errors. Key Words: Homonymy, Polysemy, Google Translate  
THE OPPRESSION AGAINST WOMEN IN AFGHANISTAN PORTRAYED IN KHALED HOSSEINI’S A THOUSAND SPLENDID SUNS SRI WULANDARI
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.229

Abstract

Sri Wulandari Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang mikyoonrizu@gmail.com Abstrak Artikel ini merupakan contoh kritik sastra yang mengupas jenis penindasan yang dialami oleh perempuan dalam novel ‘A Thousand Splendid Suns’ karya Khaled Hosseini dan bagaimana cara mereka menghadapi penindasan. Dengan menggunakan teori penindasan oleh Iris muda, penelitian ini mencoba untuk menggambarkan penindasan yang dialami oleh Mariam dan Laila di dalam novel A Thousand Splendid Suns. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima jenis penindasan, diantaranya eksploitasi, marginalisasi, ketidakberdayaan, imperialisme budaya, dan kekerasan yang dialami oleh dua tokoh wanita tersebut. Kelima penindasan ini berasal dari suami dan masyarakat di mana mereka tinggal. Mariam cenderung untuk bertahan atas penindasan yang dialami, sementara Laila cenderung untuk melawan. Tapi pada akhirnya, baik Mariam dan Laila melawan penindasan untuk menentukan kehidupan mereka masing- masing. Kata Kunci: penindasan, penindasan perempuan Abstract This article is a literary criticism which studies the types of oppression experienced by women in Khaled Hosseini’s A Thousand Splendid Suns and the way they deal with the oppression. Using  the theory of oppression by Iris Young , this study tries to describe Mariam’s and Laila’s oppression in A Thousand Splendid Suns. Through this study, it is found that Five Faces of Oppression, namely exploitation, marginalization, powerlessness, cultural imperialism, and violence happen to the women in A Thousand Splendid Suns. Those types oppression above come from their husband and the society where they live. The effort they make to deal with the oppression is different according to their personalities and family background. Mariam tends to defend and endure, meanwhile Laila is apt to defend and resist. But in the end, both Mariam and Laila fight the oppression to determine their own lives. Key Words : types of oppression, women oppression  
ALIH KODE DALAM LAGU SHARE THE WORLD OST ONE PIECE fitroh FITROTUNNAJA
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.230

Abstract

Fitrotunnaja Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang Mizumi_nicui@yahoo.com  Abstrack Code switching in multilingual community is caused by something related in siciolinguistic. The song Share The World is soundtrack one of Japan anime which is presented in one of private stasiun television in Indonesia, namely One Piece. One Piece also become one of Indonesian people favourite anime, it is caused fun and interesting story. This research is to know the causing factor of code switching and type of code switching in the song of Share The World (OST One Piece). The results show that causing factor is for fun and the type is situasional code switching. Keywords: code switching (alih kode), multilingual community (masyarakat multilingual), lyric of song (lirik lagu)   Abstract Alih kode dalam masyarakat multibahasa disebabkan oleh sesuatu yang berhubungan dalam siciolinguistik. Lagu Share The world merupakan soundtrack salah satu film kartun Jepang yang ditayangkan di salah satu televisi swasta di Indonesia, yaitu One Piece. One Piece juga menjadi salah satu anime favorit masyarakat Indonesia karena ceritanya yang menyenangkan dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab alih kode dan jenis alih kode dalam lagu Share The world (OST One Piece). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor alih kode dan jenis- jenis alih kode dalam lagu Share The world (OST One Piece). Kesimpulannya, faktor penyebab alih kode adalah untuk bersenang-senang dan jenis alih kode dominan adalah alih kode situasional. Kata kunci: alih kode (Alih Kode), masyarakat multibahasa (multilingual Masyarakat), lirik lagu (lirik lagu)

Page 1 of 1 | Total Record : 6