cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2014): September" : 6 Documents clear
KONSTITUENSI DALAM PROSES PENERJEMAHAN (Sebuah Tinjauan Singkat) Adiloka Sujono
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 6 No. 1 (2014): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v6i1.345

Abstract

Abstrak Konstituensi memiliki peranan yang sangat penting dalam memahami sebuah kalimat. Jika terjemahan kalimat yang tepat tercapai, peran konstituen sangat bermanfaat guna memfasilitasi proses pengalihan makna kalimat dari bahasa sumber (Bsu) ke dalam bahasa sasaran (Bsa). Pada akhirnya, peran konstituen tersebut akan mampu menghasilkan terjemahan yang akurat, jelas dan alamiah. Kata kunci: konstituen, pengiriman pesan, proses penerjemahan Abstract Abstract Constituency plays an important role in understanding a sentence. If a proper translation of the sentence is attained, it hopefully in turns may facilitate the process of transfer of the sentence meaning from the source language into the target language. At the end, an accurate, clear and natural translation will be produced. Keywords: constituent, message transmission, translation process
DONGENG DAN BUDAYA DALAM CERITA BEAUTY AND THE BEAST DAN THE FAIRY SERPENT Trikaloka Handayani Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 6 No. 1 (2014): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v6i1.346

Abstract

Abstrak Cerita rakyat sangat mudah ditemukan di negara mana saja. Beauty and the Beast merupakan salah satu cerita rakyat yang sangat dikenal tidak hanya di negaranya saja tetapi di seluruh dunia. Bahkan di beberapa negara mempunyai cerita rakyat yang serupa dengan alur cerita Beauty and the Beast. Artikel ini membahas persamaan atau archetype yang ada diantara Beauty and the Beast dan salah satu versinya The Fairy Serpent, sebuah cerita rakyat dari Cina. Persamaan antara tokoh dan penokohan, alur cerita merupakan hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Selain itu, penggambaran sosok the Beast yang berbeda antara kedua cerita rakyat tersebut yang sangat erat kaitannya dengan budaya masing-masing juga merupakan isu yang akan digali di dalam artikel ini. Kata kunci: cerita rakyat, dongeng, archetype Abstract Folklore can be easily found in any country. There are many kinds of folklore like legends, folktales, fairytales, jokes, etc. Beauty and the Beast is one of folktales that not only well-known in the country the story made but also around the world. Furthermore, in some countries have a similar folklore with Beauty and the Beast story
KETEPATAN PERGESERAN DAN HASIL TERJEMAHAN PADA STRUKTUR KELOMPOK NOMINA DALAM TEKS ILMIAH (PENDEKATAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL) (Analisis buku Wireless Networking and the Developing World Dan Buku Terjemahannya) Nurdin Bramono
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 6 No. 1 (2014): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v6i1.347

Abstract

Abstrak Dalam setiap teks bidang sains akan mudah ditemukan frasa nomina. Frasa ini tersusun dari kata benda sebagai inti dan unsur penjelas. Menurut Halliday (2005) terdapat empat macam frasa nomina. Mereka adalah pre-classifier, classifier thing, pre-deictic dan possessive deictive^thing. Dalam makalah ini penulis menganalisis sejumlah data frasa nomina dari buku yang berjudul Wireless Networking in the Developing World dan versi terjemahan nya. Fokus makalah ini terletak dalam ketepatan pergeseran dan hasil terjemahannya. Berdasarkan hasil analisis bisa disimpulkan bahwa pada data analisis frasa nomina terbagi menjadi dua, yakni frasa classifier^thing dan pre-classifier. Frasa nomina jenis classifier^thing sering bergeser menjadi thing^classifier. Namun, ada juga yang berubah menjadi pre-classifier. Pergeseran tersebut tidak berdampak terhadap keakuratan makna. Makna terjemahan yang dihasilkan tergolong akurat. Sementara itu, terjemahan frasa jenis pre-classifier mengalami pergeseran bentuk. Namun keakuratan terjemahan nya tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh hilang nya aspek informasi bahasa sumber ketika diterjemahkan. Kata kunci: ketepatan pergeseran, penerjemahan, struktur pergeseran nomina Abstract Nominal phrase is easily found in scientific text. Mostly it consists of thing and classifier. Halliday (2005) explained that there are four different nominal phrases. They are pre-classifier, classifier thing, pre-deictic d possessive deictive^thing. This paper will analyze a number of nominal phrase in a book entitled Wireless Networking in the Developing World and the translation.This paper focused on shifting and translation accuracy. Based on the result analysis, it can be concluded that there have been found two kind of nominal phrases, they are classifier^thing and pre-classifier. It was also often found that classifier^thing shifted into things^classifier. But there was one of this type nominal phrase shifted into pre-classifier. Meanwhile the shifted did not influence the translation text. The accuracy is good. In the meantime, the shifted in pre-classifier type lead into inaccuracies. The grammatical structure is ambiguous which do not suitable in target language linguistic system. Keywords: shifting of accuracy, translation, nominal phrase structure
ANALISIS DEKONSTRUKSI TERHADAP TIGA DONGENG GRIMMS BERSAUDARA: RAPUNZEL, SNOW DROP, DAN ASHPUTTEL Rany Syafrina
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 6 No. 1 (2014): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v6i1.348

Abstract

Abstrak Snow Drop, Ashputel dan Rapunzel merupakan cerita dongeng yang dituliskan oleh Grimms bersaudara. Karya ini telah dinikmati oleh anak-anak di seluruh penjurudunia, karya ini juga sering digunakan sebagai media pendidikan untuk mengajarkan kepada anak-anak akan pentingnya kejujjuran dan kebajikan. Para pembaca seringkali melihat ketiga karakter utama yang hadir dalam kaya sastra tersebut sebagai sosok wanita ideal, karena mereka dihadirkan sebagai sosok yang cantik dan berbudi luhur. Namun kenyataannya, karya sastra memiliki makna yang lebih dari satu; sosok yang seharusnya dihadirkan dalam karya sastra tersebut tidak tunggal. Penelitian ini berusaha untuk menemukan teks minor yang hadir dalam karya sastra dengan menggunakan teori dekonstruksi yang diperkenalkan oleh Derrida yang beranggapan bahwa karya sastra tidak monophony. Dengan teori ini, dapat ditemukan text minor dalam karya Grimms bersaudara dan membentuk makna baru; sehingga makna dari karya sastra tersebut tertunda. Teori dekonstruksi memungkinkan kita untuk melihat makna lain dalam karya sastra yang berjudul Snow Drop, Ashputel and Raounzel. Kata Kunci: analisis dekonstruksi, Rapunzel, Snow Drop, Ashputtel Abstract Snow Drop, Ashputel and Rapunzel are the fairytales which are written by the Grimm
KECEMASAN DALAM CERPEN AN ANXIOUS MAN KARYA JAMES LASDUN Achmad Fanani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 6 No. 1 (2014): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v6i1.349

Abstract

Abstrak Cerpen An Anxious Man ini ditulis oleh James Lasdun, seorang penulis Inggris yang sekarang tinggal di AS. Cerpen ini sangat menarik untuk didiskusikan karena kecemasan adalah salah satu fenomena yang marak di Indonesia akhir-akhir ini. Dalam artikel ini ditemukan bahwa kecemasan yang dialami oleh tokoh utama adalah dikarenakan oleh pekerjaannya yang bersifat
KAJIAN MIMESIS DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI Putri Rahayuningtyas
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 6 No. 1 (2014): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v6i1.350

Abstract

Abstrak Cerita dalam novel merupakan pencerminan kehidupan kita sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat. Karena setiap sastrawan dengan segala latar belakang kehidupan memotret dan memaknai kehidupan di sekitarnya kemudian diekspresikan melalui karya sastra dan salah satunya ada pada sebuah novel yang diciptakan. Oleh karena itu untuk menkaji lebih dalam digunakanlah kajian memetik. Cerita dalam novel Noruwei no Mori dipilih untuk dikaji karena menggambarkan tentang kehidupan sehari-hari seorang remaja dan berstatus sebagai mahasiswa yang mencerminkan kehidupan di dunia nyata. Untuk mengetahui gambaran kehidupan mahasiswa baru dalam novel dengan kehidupan mahasiswa di dunia nyata, gambaran kehidupan pertemanan seorang mahasiswa dalam novel dengan kehidupan pertemanan di dunia nyata dan gambaran tentang kisah cinta seorang mahasiswa dalam novel dengan kisah cinta dunia nyata. Hasil penelitian ini adalah cerita pada novel Noruwei no Mori ini merupakan cerminan dari kehidupan nyata seorang mahasiswa. Kata Kunci: mimetik, Noruwei no Mori, mahasiswa Abstract The stories in the novel sometimes are a reflection of our everyday life in society since many of man of letters has a certain life background to express and reflected into a literary works, for example novel. Therefore, there is a useful approach that can be used to analyze a literary work deeply. That is mimetic. Mimetic learns how a real life is reflected in a literary works. The story in Noruwei no Mori novel is chosen to be analyzed since it illustrates a daily life of a teenager (college student). In addition, this research also reveals the daily life of new college students in the novel and in our real life, how they make friends and also their love story. After doing analysis, it can be concluded that the story in Noruwei no Mori novel is a reflection of the real life of a new college students. Key words: mimetic, Noruwei no Mori, college students

Page 1 of 1 | Total Record : 6